Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Hendra Barakat

TINGGAL 14 TAHUN DI BRUNEI , BERDIKARI DI BIDANG KULINER, DAN SEKARANG LAGI KHUSU' BELAJAR JADI BAPAK

Pendiri Kota Chicago Orang Sunda !!

HL | 30 November 2009 | 15:30 Dibaca: 1612   Komentar: 40   2

Mungkin anda semua akan mentertawakan judul di atas karena memang tidak mungkin itu terjadi. Tapi tidak kepada saya , yang pertama bilang kota Chicago di dirikan oleh orang sunda, adalah guru bahasa daerah saya Pak Dadang ketika kelas 3 SD, hal itu karena merujuk kepada nama suatu tempat di tatar bumi sunda yang kebanyakan menggunakan kata Ci yang artinya air.

Dulu sangat bangga mendengar kota Chicago ada kaitannya sama tatar sunda walau hal itu dilarat lagi oleh Pak Dadang yang menyatakan hanya guyonan sahaja karena nama kota itu hampir sama dengan keadaan di Jawa Barat. Sekarang saya tertawa sendiri mengenang ke-naif-an saya.

Tapi kalau dipikir pikir orang sunda itu memang unik sekali dalam penamaan suatu tempat yang selalu dikaitkan dengan air. Di derah saya saja yang merangkumi kota kecamatan Palabuhan Ratu sepanjang saya ingat banyak kampungnya yang menggunakan kata CI. Seperti Ci panas ( mungkin disana ada sumber air panas) Ci awi ( mungkin airnya dekat pohon bambu) Ci gombong ( sejenis pohon bambu juga tapi lebih besar) Ci garu ( mungkin airnya di garu dulu) Cinagen ( air yang tenang ) Ci dadap ( mungkin airnya dekat pohon dadap) Ci jeruk, Cidahu, Ci keresek ( apa mungkin airnya pake kantong keresek ?).

Sebelum saya tinggal di Brunai sekarang ini, saya hanya berpikir bahwa penamaan suatu tempat atau pun kampung dengan kata yang unik hanya milik orang Sunda, tapi hal itu terbantahkan setelah saya tinggal di Brunai . Rupanya sama dengan orang Sunda orang Brunai yang terdiri dari suku Brunaian ( orang yang tinggal di air) suku Kadazhan,orang Ulu,suku Dusun,Suku Iban. Juga punya nama nama kampung dan kotanya yang unik yaitu selalu diakhiri oleh kata “Ong”. Seperti : Tutong, Gadong, Temburong, Mukong, Mumong, Bengkurong, Sengkurong, Jerudong, dan banyak lagi tempat yang lainnya sedangkan yang saya sebutkan diatas adalah kota kota yang selalu saya datangi.

Sayang sampai tulisan ini saya muat di kompasiana saya belum tahu apa artinya “Ong” pada akhiran nama nama tempat itu…Mungkin ada yang bisa membantu ?.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Heritage Kereta Api, Memadukan Bisnis …

Akhmad Sujadi | | 20 August 2014 | 08:31

Kabar Gembira, Kini KPK Ada TVnya! …

Asri Alfa | | 20 August 2014 | 11:16

Kesadaran Berdaulat Berbuah Ketahanan dan …

Kusuma Wicitra | | 20 August 2014 | 12:38

Saonek Mondi Sebuah Sudut Taman Laut Raja …

Dhanang Dhave | | 20 August 2014 | 12:13

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Nikita Willy Memukul KO Julia Perez …

Arief Firhanusa | 6 jam lalu

Kalau Tidak Bisa Legowo, Setidaknya Jangan …

Giri Lumakto | 7 jam lalu

Di Balik Beningnya Kolang-kaling …

Hastira | 8 jam lalu

Menebak Putusan Akhir MK di Judgment Day …

Jusman Dalle | 9 jam lalu

Massa ke MK, Dukungan atau Tekanan Politis? …

Herulono Murtopo | 10 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: