Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Isdiyono Pak Guru

Sebuahperjalanan panjang tanpa batas, untuk mencetak buah pemikiran, dalamsebuah coretan, yang kan menjadi sebuahnoktah dalam selengkapnya

Membuka Wisata Sejarah Goa Selarong

OPINI | 08 December 2009 | 15:08 Dibaca: 594   Komentar: 0   0

Epik, atau cerita kepahlawanan selalu menyajikan nostalgia indah tentang perjuangan, darah dan air mata demi sebuah kata : Merdeka. Dengan adanya satu sejarah, maka rasa memiliki dan serasa satu bangsa menjadi sebuah sikap yang otomatis mempererat persatuan. Rangkaian perjalanannya menimbulkan perasaan senasib dan sepenanggungan yang merefleksikan bahwa perjuangan itu benar-benar nyata.

Begitulah suasana yang ingin dibangun pemerintah Bantul untuk mengenang para pahlawan bangsa yang singgah di sebuah goa, Goa Selarong. Di sanalah Pangeran Diponegoro lari dan bersembunyi dari kejaran penjajah kolonial Belanda. Di sana pula mereka menyusun strategi dan siasat menghadapi tentara-tentara bayaran VOC. Kenangan itu coba dihadirkan dengan peresmian Goa Selarong sebagai tempat wisata edukatif dan sejarah.

Monumen-monumen dan tulisan tentang jejak-jejak sejarah dihadirkan untuk menambah wawasan pengunjung dalam menikmati nilai keindahan perjuangan. Goa Selarong sebagai saksi bisu perjuangan itu, telah menjadi tempat sejarah yang harus dijaga keberadaannya.

Ide untuk membuka Goa Selarong adalah sebuah keputusan yang tepat untuk mengembangkan perekonomian masyarakat Bantul lewat pariwisata. Pembukaan tempat ini sebagai tujuan wisata di kabupaten Bantul telah merangsang perkembangan sektor usaha kecil dan menengah. Dengan berdatangannya para pelancong, maka kondisi ini bisa dimanfaatkan sebagai sarana memperkenalkan produk-produk domestik yang memiliki nilai tawar tinggi. Misalnya saja kerajinan batik kayu, kerajinan tanah liat ataupun kerajinan yang lain.

Kerajinan-kerajinan yang bertebaran di sekitar objek wisata itu seolah mendapat angin segar.Transaksi pun semakin meningkat, sehingga ke depannya objek wisata Goa Selarong ini diminati. Dan perekonomian kerakyatan pun akan terlaksana dengan baik.

Perbaikan infrastruktur dan Promosi

Pembukaan kawasan sejarah Goa Selarong ini bukan tanpa hambatan. Alokasi anggaran yang terbatas dari pemerintah kabupaten untuk mengembangkan infrastruktur, membuat pembangunan di beberapa sektor menjadi terhambat. Akibatnya, fasilitas yang dapat digunakan pun kurang memadahi.

Nah, dalam kondisi demikian maka pengelola objek wisata Goa Selarong ini harus mencari cara agar fasilitas tetap bisa disempuranakan. Untuk memberikan pelayanan dan kenyamanan bagi pengunjung dalam menikmati nostalgia zaman perjuangan.

Di samping melengkapi infrastruktur yang bagus, promosi juga harus digencarkan. Promosi dapat dilakukan dengan memanfaatkan media cetak dan media elektronik. Pentingnya promosi adalah sebagai sarana untuk mengenalkan objek wisata ini sampai sejauh mungkin. Apalagi media audio visual internet juga sudah merambah di pedesaan-pedesaan.

Pemanfaatan media internet ini mendukung target wisatawan, bahkan untuk menggaet wisatawan asing. Dengan akses yang sangat cepat tiap satuan waktu, dari manapaun, kapanpun dan di manapun promosi dapat efektif.

Target perluasan pengenalan ini juga dapat membidik sasaran para pelajar. Oleh pelajar, objek wisata ini dapat dijadikan sebagai laboratorium alam yang telah merekam kejadian masa lalu. Tujuan wisata sejarah juga dapat ditujukan kepada siswa untuk mengenal tempat-tempat sejarah yang pernah disinggahi oleh para pahlawan bangsa. Hal ini berguna bagi siswa dalam memahami teori yang diterima di sekolah, kemudian dikembangkan dalam kegiatan nyata.

Nah, di sinilah pengembangan wisata itu harus dilakukan. Dengan semakin terkenalnya objek ini, maka frekuensi kedatangan wisatawan pun akan meningkat. Peningkatan ini juga akan ikut meningkatkan geliat perekonomian. Dan hal ini merupakan manfaat pembukaan Goa Selarong sebagai objek wisata.

Meskipun bisa mengakibatkan dampak financial bagi masyarakat sekitar, namun tidak boleh meninggalkan nilai-nilai historis yang pernah terekam sebagai saksi bisu sejarah panjang penjajahan bangsa-bangsa asing. Bahwa perjuangan itu harus diteruskan untuk menatap masa depan yang lebih baik.

Tentu saja kita dapat menerapkan pendapat bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Meskipun perjuangannya telah usai, namun semangatnya dapat terus diwariskan sebagai investasi peradaban. Serta memberikan kebermanfaatan bagi orang-orang yang mau berkecimpung memajukan objek wisata Goa Selarong.

Isdiyono, Mahasiswa PGSD angkatan 2008,

Staff kreatif Media dan Jaringan (Medjar) Reality

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jakarta Community Tampil Semarak di Asean …

Tjiptadinata Effend... | | 02 September 2014 | 19:52

Modus Baru Curi Mobil: Bius Supir …

Ifani | | 02 September 2014 | 18:44

Beranikah Pemerintah Selanjutnya …

Dhita A | | 02 September 2014 | 19:16

Si Biru Sayang, Si Biru yang Malang …

Ikrom Zain | | 02 September 2014 | 21:31

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Mungkinkah Jokowi Bisa Seperti PM India …

Jimmy Haryanto | 9 jam lalu

Bebek Betutu Ubud Pak Mangku …

Febi Liana | 12 jam lalu

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 13 jam lalu

Ahok, Mr. Governor si “Pembelah …

Daniel H.t. | 14 jam lalu

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Kejujuran …

Rahmat Mahmudi | 8 jam lalu

Berupaya Mencapai Target Angka 7,12% …

Kun Prastowo | 8 jam lalu

Jejak Indonesia di Israel …

Andre Jayaprana | 8 jam lalu

Jazz Atas Awan, Mendengar Musik Menikmati …

Pradhany Widityan | 8 jam lalu

Indahnya Kebersamaan di Ultah Freebikers …

Widodo Harsono | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: