Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Jafar G Bua

Video Journalis Trans TV, salah satu stasiun televisi populer di Indonesia. Saat ini bekerja dan selengkapnya

Ikan Bakar Rica-rica

REP | 25 December 2009 | 02:04 Dibaca: 469   Komentar: 2   1

PARUH Februari 2009 lalu saya mengunjungi Togian, sepotong surga di garis Khatulistiwa. Sempat singgah semalam di Ampana, Tojo Unauna, Sulawesi Tengah, setelah melewati perjalanan darat yang melelahkan dari Palu, melalui Parigi Moutong sampai ke Poso. Saya sempat menikmati lezatnya ikan bakar rica-rica dengan kangkung cah di Ampana.Jadi, saya belum akan berkisah tentang betapa eloknya Togian dengan gugusan pulau-pulau karang, indah pasir putihnya atau mencengangkannya menikmati mentari terbenam dari pulau di pusat Teluk Tomini itu. Saya akan berkisah dulu tentang ikan bakar rica-rica dan kangkung cah itu.

Soal ikan bakar rica-rica ini memang perlulah diceritakan sendiri. Paling enak membuat penganan ini dari ikan karang, semisal ikan Kerapu atau ikan Merah. Bisa pula ikan Katombo atau Tuna kecil. Setelah dibersihkan sisiknya, dibaluri garam secukupnya dan beri perasan jeruk nipis. Baru setelah itu dibakar.

Ibu Tina atau Pak Abdullah, pasangan suami istri yang mempunyai warung yang menyediakan ikar bakar rica-rica mengatakan bahwa mereka hanya menjual ikan yang benar-benar segar.

Saya sudah membuktikan hal itu, ketika singgah di Ampana dalam perjalanan menuju Togian. Ikannya benar-benar segar, sampai-sampai harus memesan lagi saking nikmatnya.

Harga per porsinya hany Rp 20 ribu. Jika dibeli per kilogram hanya Rp 15 ribu. Bandingkan dengan di Muara Angke, Jakarta Utara.

Nah, ikan bakar rica-rica dibakar di atas bara kayu, jadi terasa aromanya. Sesekali selama di atas panggangan dibaluri minyak kelapa kampung agar aromanya makin sedap.

Paling enak jika memilih ikan karang bagian kepalanya, karena bisa mengisap otaknya atau cairan di matanya. Bisa disajikan pula dengan kangkung cah dan sayuran lainnya.

Kalau tidak suka pedas, tenang saja, rica-ricanya dipisahkan. Jadi untuk merasakan sensasi rica-ricanya bisa sesekali dicolekkan ke rica-rica di piring pinggan.

Rica-ricanya terbuat dari rica atau cabe rawit masak, ditambah irisan tomat, bawang merah, lalu diberi minyak kelapa kampung dan perasan jeruk nipis. Mmmm, rasanya menggigit lidah. Anda harus mencobanya.

Jadi, mulai sekarang, bolehlah atur jadwal kunjungan Anda ke Togian, sepotong surga di Katulistiwa dan menikmati ikan bakar rica-rica ditambah kangkung cahnya.***

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pengalaman Jadi Petugas Patroli dan Tukang …

Weedy Koshino | | 20 April 2015 | 09:35

Tetajuren, Mengalirkan Air dari Dinding …

Syukri Muhammad Syu... | | 20 April 2015 | 21:56

Belajar Tenar dari Natasha Farani Attamimi …

Nur Hasanah | | 19 April 2015 | 21:51

Belajar dari R.A. Kartini, Pejuang Wanita di …

Riana Dewie | | 20 April 2015 | 13:19

Jadwal Kegiatan Kompasiana di Bulan April …

Kompasiana | | 31 March 2015 | 18:08


TRENDING ARTICLES

Ada Rasa KIH dan KMP dalam Kisruh PSSI …

Mustafa Kamal | 8 jam lalu

Mati Ketawa Cara Korea Utara (Kisah Nyata) …

Daniel H.t. | 8 jam lalu

Membedah Blunder SK Pembekuan Menpora …

Himam Miladi | 9 jam lalu

Pertamina Akan Cekoki Kita dengan Pertalite …

Abd. Ghofar Al Amin | 10 jam lalu

Harusnya Akun Twitter Korban Pembunuhan …

Agung Soni | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: