Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Musthofa Walker

mahasiswa yang sedang menempuh ilmu Design Graphic dan rajin membaca serta menabung untuk jalan-jalan :D

Telaga Bodas, Hidden Oasis

HL | 29 January 2010 | 13:46 Dibaca: 1021   Komentar: 6   1

telaga bodas

telaga bodas

Telaga Bodas merupakan salah satu kecantikan yang tersembunyi di atas gunung gunung garut yang menyimpan banyak rahasia akan kecantikan nya dari para wisatawan yang berpotensi merusak nya kalau menurut saya.Letak telaga bodas tidak jauh dari kota Garut kurang lebih 20 km dari pusat kota nya.Satu hal yang saya salut dari garut adalah sign system yang sangat tourist friendly untuk menuju lokasi-lokasi wisata nya .Itu semua tidak akan terwujud kalau tidak di dukung oleh PEMKAB Garut yang mendukung penuh pariwisata di daerah nya.Berdasarkan sign system tersebut,anda jangan takut tersesat di Garut or jangan malu bertanya pada waga garut yang ramah.

Back to telaga bodas

Sekitar 10 kilo sebelum Telaga nya jalan mulai rusak,bahkan jauh lebih rusak dari pada jalan menuju Malela.Kondisi jalan hanya tanah yang di cover dengan pecahan-pecahan batu kali yang tidak beraturan dan menanjak.Setelah menempuh jarak 3 KM kami memutuskan untuk lanjut dengan ojek,karena kondisi jalan yang benar-benar rusak.Kebetulan di sana banyak ojek yang lalulalang,mungkin kehidupan warga di sini sangat bergantung pada ojek untuk mengangkat hasil-hasil bertani mereka ke bawah.Ojek di sini rata-rata menawarkan tariff menuju telaga yang hanya 7km lagi dari lokasi kita parkir sebesar 100.000,berhubung kami ber 5 jadi tidak mungkin hanya untuk ojek dengan jarak 7 KM,kami ngehabisakn 500rb.So tawar menawar berlangsung sangat sengit antara kita dan tukang ojek,setelah tawar menawar yang memakan waktu 1 jam dan tanpa korban jiwa disepakati lah tariff sebesar 40 rb PP.

Perjalanan 7km ini akan di tempuh selama 1 jam lebih dengan ojek,so bisa bayangin kan gimana rusak nya jalan menuju telaga bodas.Jalan yang di tempung dengan ojek lebih parah dari yang kami bayangkan.Benar-benar menanjak dan batu yang lebih besar dari jalan yang sudah kami tempuh dengan mobil.Setelah 3/4 jalan,para tukang ojek berhenti sebentar untuk istirahat di perempatan jalan yang di kelilingi gunung-gunugn hijau tak bertuan(lebay).

Perjalanan di lanjutkan setelah istirahat 10 menit di perempatan

Tidak sampai 15 menit,kami telah tiba di gerbang masuk telaga.Bau belerang sudah tercium sangat jelas dari situ.Tampak riak-riak air biru dari kejauhan yang di balut dengan pasir putih dengan latar pegunungan hijau dan beratapkan langit biru yang di temani sang awan.Semua itu menambah rasa penasaran kami untuk segera masuk.Telaga ini mungkin mirip dengan kawah putih,tapi dengan di bukit dan awan yang terlihat memberi nilai plus dari telaga bodas (*menurut teman yang sudah ke kawah putih).

Karena bau belerang yang menyengat,kami hanya menghabisakan 30 menit di sana.Hanya sekedar mengabadikan dan melihat seperti apa Telaga bodas yang masih bisa di katakan “virgin”.

Perjalanan turun kami mengalami sedikit hambatan,karena 2 dari motor yang kami tumpangi mengalami bocor ban.Jadi dua motor di tumpangi oleh 2 orang.Berhubung jalan yang menurun dan lumayan terjal,jadi mesin motor tidak di nyalakan sampai bawah.Hanya sesekali saja di nyalakan kalau ada jalan yang sedikit menanjak.

sekian sepenggal cerita dari begitu banyak cerita dari Garut.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Paser Baroe, Malioboronya Jakarta …

Nanang Diyanto | | 24 November 2014 | 14:09

Catatan Kompasianival: Lebih dari Sekadar …

Ratih Purnamasari | | 24 November 2014 | 13:17

Saatnya Kirim Reportase Serunya Nangkring …

Kompasiana | | 12 November 2014 | 11:39

Pak Mendikbud: Guru Honorer Kerja Rodi, Guru …

Bang Nasr | | 24 November 2014 | 11:48

Olahraga-olahraga Udara yang Bikin Ketagihan …

Dhika Rizkia | | 11 November 2014 | 13:41


TRENDING ARTICLES

Tjiptadinata, Menang Karena Senang …

Felix | 5 jam lalu

Butuh Rahma Azhari untuk Bekuk Filipina? …

Arief Firhanusa | 6 jam lalu

Tanggapan Negatif Terhadap Kaesang, Putera …

Opa Jappy | 8 jam lalu

Sikap Rendah Hati Anies Baswedan dan Gerakan …

Pong Sahidy | 8 jam lalu

Putra Presiden Konsumsi Babi …

Muhammad Armand | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Komunikasi Orang Tua dan Remaja Macet? …

Endah Soelistyowati | 8 jam lalu

Meladeni Tantangan Thamrin Sonata di …

Tarjum | 9 jam lalu

Mari Berpartisipasi Berbagi bersama Sanggar …

Singgih Swasono | 9 jam lalu

IKMASOR DIY Desak MOU Pendidikan dan …

Arkilaus Baho | 9 jam lalu

Tipe Kepemimpinan Jokowi-JK …

Gabriella Isabelle ... | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: