Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Syaripudin Zuhri

Saya senang bersahabat dan suka perdamaian. Moto hidup :" Jika kau mati tak meninggalkan apa-apa, selengkapnya

Belajar dari Alam dan Iklim di Moskow

OPINI | 19 February 2010 | 05:56 Dibaca: 228   Komentar: 1   0

Di Moskow, Rusia dan di kota atau negara lainnya tidak semua keinginan dapat dipenuhi dan tidak semua kebutuhan dapat terpuaskan, karena kamu tidak hidup di syurga, kamu di Moskow, di Rusia, di dunia dan dunia ini bukan syurga. Di syurga isinya hanya kenikmatan belaka, tak ada lagi duka, derita dan tangis ! Namun saat ini, saat kamu di dunia, di Moskow, di Rusia atau di tanah airmu sendiri, kehidupanmu nyata, bukan mimpi dan bukan khayalan. Dalam kenyataan hidup , isinya tak hanya melulu duka atau tidak terus menerus suka. Ada suka dan duka, ada tawa dan tangis.

Saat suka datang menjelang, bersiap-siaplah menjemput duka. Dan sebaliknya saat duka menjelang bersiap siaplah menyambut suka cita. Suka dan duka, tangis dan tawa, derita dan bahagia akan selalu berputar, silih berganti seperti siang dan malam. Itulah kehidupan, itulah dunia, itulah alam nyata. Suka atau tak suka, duka, derita dan tangis akan kau jumpai dalam kehidupanmu. Namun dibalik duka, derita dan tangis Allah telah menyediakan pasangannya, yaitu suka, bahagia dan tawa. Maka tak ada kata putus asa, menyerah dan kalah. Yang ada ada adalah berjuang, berkarya, dan berusaha sekuat tenaga, setelah itu tawaqalah kepada Allah SWT.

Coba kau lihat saat pergantian musim di Moskow, alam dengan kearifannya mengajarkanmu, agar tidak berhenti pada satu musim saja, teruslah bergerak menyambut musim berikutnya. Saat musim dingin dimana angin menusuk tulang belulangmu, dan kamu menggigil kedinginan, air mata pedas, hidung meleleh dan bibir pecah-pecah berdarah, seakan duka derita menumpuk menjadi satu…. tak kurang dari tiga bulan kau merasakan duka derita musim dingin, jangan putus asa, jangan menyerah, teruslah bergerak menyongsong musim berikutnya, yaitu musim semi.

Kala musim semi tiba, saat bunga-bunga dan pepohonan mulai menghijau perlahan-lahan, burung-burung mulai bernyanyi gembira, mereka bertasbih dan bersyukur atas kedatangan musim semi yang dinantikan, bunga mawar di taman KBRI Moskow dan tempat-tempat lainnya mulai berkembang dan ikut bertasbih memuji kebesanNya, keindahan musim semi mulai merasuk kedalam jiwa-jiwa yang terkukung rapat saat musim dingin, kini jiwa itu merekah perlahan seperti merekahnya bunga mawar merah di taman KBRI Moskow, saat itu di musim semi, jiwa jiwa mulai tersenyum dan anak-anak mulai riang bermain di halaman dengan penuh suka cita. Musim semi ini berlangsung tiga bulan.

Dan datanglah musim yang sangat dinantikan yaitu musim panas, musim yang kurang dihargai dan bahkan di caci oleh orang-orang yang tinggal di daerah tropis, dengan keluhannya, Panas sekali ! Namun di Moskow, di Rusia dan negara-negara yang mengenal empat musim, musim panas ini sangat di nantikan, dan mereka wujudkan kegembiraan itu dengan meliburkan sekolah selama 3 bulan ( Juni, Juli dan Agustus ) setiap tahun di musim panas ! Gembira, bahagia, senang dan suka seakan menumpuk di musim panas ini, semuanya seakan dalam titik puncaknya. Pohon-pohon penuh dengan daunnya, bunga mawar merah dan bunga-bunga lainnya berkembang seluas- luasnya, burung-burung bernyanyi dan bertasbih tak henti-hentinya, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Alhamdulillah, segala puji bagiMu ya Allah yang telah menciptakan musim panas, sehingga semua pohonan terlihat menghijau, indah dan menyenangkan. Namun ingat, jangan kau habiskan semua suka cita-citamu, jangan kau sombong karenanya, karena musim inipun tiada lama, kegembiraanmu tak akan lama, tiga bulan kemudian bersiap-siaplah menyongsong musim gugur,

Di musim gugur, mulailah langit menangis perlahan-lahan, angin menderu sekencang-kencangnya, maka daunpun mulai menguning dan berguguran berbarengan, lembar demi lembar dedaunan berguguran ke bumi. Hujan, angin dan petir datang silih berganti, duka mulia bernyanyi, perlahan dingin mulai berhembus. Seakan alam bertanda dan memberikan arah, hai manusia, hewan dan tumbuhan, bersiap-siaplah kau menghadapi musim yang akan beralih dan kembali dingin, siap-siaplah dengan pakainmu, sepatumu, jaketmu, kaos tangan dan kaos kakimu, topimu, ban mobilmu dan seterusnya. Wahai manusia ! Seakan alam berteriak demikian, siapkan dirimu menghadapi duka derita musim dingin, inilah kehidupan, inilah alam nyata, alam riil, Jangan kau lari darinya, kau sedang diajarkan dan belajar dari alam ini dalam menghadapi hidup dan kehidupan. Jika kau lulus dari ujian alam di Moskow, insya Allah kau juga akan lulus di alam yang resikonya lebih kecil, dimanapun adanya.

Inilah empat pelajaran dari alam dan iklim di Moskow : Jangan berlebihan dalam suka ceria musim panas, karena musim gugur akan tiba. Nikmati keindahan daun yang menguning kemerah-merahan ciri daun musim gugur, coba kau hitung berapa jumlah daun yang berguguran, kau tak akan sanggup menghitungnya, begitulah rezeki Allah. Saat musim dingin tiba, tak hanya ada duka di musim ini, ada salju putih, lembut dan halus yang amat menyenangkan, keindahan musim salju atak akan kau jumpai di negara tropis, ucapkan syukur kepadaNya, Alhamdulillah, Kau telah di izinkan untuk menikmati keindahan salju bertahun-tahun lamanya. Dan di musim semi, keindahanya tak kalah dengan musim salju/dingin, daun-daun yang mulai menghijau, tak kalah cantiknya dengan salju yang putih, musim semi, seakan berkata bersiap siaplah menyambut suka , ceria musim panas, masim panas akan menjelang. Begitulah dunia terus berputar bersama dengan musim yang terus berputar dan berganti seiring dengan suka duka manusia yang ikut berputar di dalamnya.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Hari Pusaka Dunia, Menghargai Warisan …

Puri Areta | | 19 April 2014 | 13:14

Paskah di Gereja Bersejarah di Aceh …

Zulfikar Akbar | | 19 April 2014 | 08:26

Keluar Uang 460 Dollar Singapura Gigi Masih …

Posma Siahaan | | 19 April 2014 | 13:21

Sepotong Senja di Masjid Suleeyman yang …

Rumahkayu | | 19 April 2014 | 10:05

Kompasianer Mengawal Pemilu 2014 …

Kompasiana | | 09 April 2014 | 04:17


TRENDING ARTICLES

Sstt, Pencapresan Prabowo Terancam! …

Sutomo Paguci | 12 jam lalu

Mengintip Kompasianer Tjiptadinata Effendi …

Venusgazerâ„¢ | 19 jam lalu

Suryadharma Ali dan Kisruh PPP …

Gitan D | 19 jam lalu

Kasus Artikel Plagiat Tentang Jokowi …

Mustafa Kamal | 22 jam lalu

Timnas U 19: Jangan Takut Timur Tengah, …

Topik Irawan | 23 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: