Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Theresia Suganda

Writing is my passion. I discovered this while studying English at Faculty of Humanities, University selengkapnya

Kedai Kopi Pak Maknyus

HL | 12 April 2010 | 18:10 Dibaca: 817   Komentar: 10   4

Sudah beberapa kali saya menyambangi kedai kopi di bilangan Jalan Sabang ini, dan saya masih penasaran.

Kopitiam Oey didirikan oleh Pak Bondan Winarno, host programWisata Kuliner di TransTV, sekaligus pengasuh komunitas JalanSutra.  Nama Kopitiam berasal dari kata ‘kafe tien’ yang dalam dialek Hokkien berarti ‘warung kopi’; sedangkan nama Oey kurang lebih hasil terjemahan Hokkien bebas untuk sukukata Wi dari Winarno.

Menyempil di Jl. H. Agus Salim No.19, kedai kopi ini tampil dengan interior khas tempoe doeloe; dengan meja marmer berkaki kayu dan kursi kayu pasangannya.  Semakin menguatkan kesan klasik adalah parade kliping iklan cetak jaman dulu di dinding.  Dapur Kopitiam Oey di Sabang berkonsep semi-open kitchen - kalau tidak dapat disebut open kitchen - dengan sebuah rak kayu tempat menaruh peralatan makan-minum berfungsi sebagai partisi ruang.

parade kliping iklan cetak

rak partisi ruang

Paling membuat saya penasaran tentunya menu.  Dan ekspektasi saya tinggi atas tempat makan milik penggiat kuliner yang terkenal dengan tagline ‘maknyus’-nya.

Sesuai hakikatnya sebagai kedai kopi, Kopitiam Oey menyajikan beberapa varian minuman kopi dengan nama-nama sederhana (lupakan sejenak istilah caffe latte, frappucino, macchiato), diantaranya: kopi tubruk Djawa, kopi saring atau Kopi-O, kopi susu Indocina, es kopi Sisiliana dan Wiener Melange.  Jagoan saya: es kopi susu Indocina dan Wiener Melange.  Es kopi susu Indocina adalah kopi ala Vientam berupa seduhan kopi dalam saring yang dibiarkan menetes dan bercampur dengan susu kental manis.  Wiener Melange menyatukan kopi hitam dengan es krim vanila.

ijs kopi soesoe Indotjina

Wiener Melange

Selain kopi, kedai ini juga menyajikan variasi minuman teh - termasuk diantaranya wedang uwuh Imogiri, jus + es soda, Milo Dinosaurus, dan es cingcau.  Menu makanan dibagi menjadi 4 kategori: sarapan, santap siang, kudapan dan santap malam.  Kecuali variasi roti pada menu sarapan dan kudapan, pilihan makanan masing-masing kategori hanya tersedia sesuai waktu bersantap.  Jangan harap Anda mendapatkan bubur kambing Pekalongan di malam hari!

Strategi ini bisa jadi efektif, karena konsumen diajak untuk datang setidaknya pada tiga kesempatan berbeda (baca: pagi, siang dan malam) untuk dapat mencicipi menu yang berbeda.  Ini pula yang membuat saya tetap penasaran.

Sejauh yang telah saya cicipi, makanan yang disajikan tidak dapat disebut istimewa.  Tampilan dan rasa sedang-sedang saja.  Harga juga. :)  Dari belasan menu makanan dan kudapan, roti telur Bukittinggi meninggalkan kesan istimewa (karena jarang ditawarkan di tempat makan lain), sementara panini roast beef + mozzarella mendapat acungan jempol dari teman-teman saya.

Setahun lebih menyajikan kopi dan menu lainnya, Kopitiam Oey kini telah memiliki 3 gerai.  Gerai kedua berlokasi di Jalan Legian, Kuta - Bali; dan gerai ketiga - yang dibuka baru-baru ini - terletak di Sektor VII, Bintaro (belakang RSI Bintaro).

Mengikuti perkembangan media sosial, Kopitiam Oey juga hadir secara virtual lewat akun Facebook dan akun Twitter, selain laman resmi mereka.  Sayang ketiga alamat virtual ini kurang diberdayakan secara aktif.

NB: artikel ini juga dipublikasikan di blog saya yg lain.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tuntutan Kenaikan Upah Buruh yang Tak …

Agus Setyanto | | 31 October 2014 | 13:14

Perjuangan PPP & PPP Perjuangan …

Ribut Lupiyanto | | 31 October 2014 | 14:24

“Nangkring” bareng Tanoto …

Kompasiana | | 27 October 2014 | 10:31

Nonggup, Contoh Pergerakan Cerdas Orang …

Evha Uaga | | 31 October 2014 | 17:40

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

Inikah Sinyal PKS Bakal Cabut UU Pornografi? …

Gatot Swandito | 6 jam lalu

Hasil Evaluasi Timnas U-19: Skill, Salah …

Achmad Suwefi | 10 jam lalu

Kabinet Jokowi Tak Disukai Australia, Bagus! …

Aqila Muhammad | 10 jam lalu

Menjawab Keheranan Jokowi …

Raden Suparman | 10 jam lalu

Pencitraan Teruus??? …

Boyke Pribadi | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Kompasiana-Tanoto Foundation Blog …

Kompasiana | 7 jam lalu

Sang Pawang Jati …

Den Bhaghoese | 8 jam lalu

Meningkatkan Kesadaran Tentang Korupsi …

Andrew Ebeneizer Se... | 8 jam lalu

Moratorium CPNS 5 Tahun? Slow aja! …

Niztchan | 8 jam lalu

Vergiss-mein-nicht (Gema di Lautan Sunyi …

Monika Chandra | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: