Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Nurhayati Yazid

Merangkai cerita dalam pikiran, membangunnya menjadi indah dan berusaha membaginya kepada orang lain melalui tulisan… Moga selengkapnya

CERITA LIBURAN TIGA NEGARA (PART 1)

REP | 21 April 2010 | 01:43 Dibaca: 3629   Komentar: 9   2

Waktu Perjalanan    : 2 – 11 April 2010

Jumlah Peserta        : 2 orang

Negara Tujuan          : Singapura – MalaysiaPhuket, Thailand.

 

 

SingapURA, 2 – 4 April 2010

 

Jum’at, 2 April 2010 :

 

Transportasi udara dari Jakarta :

Menggunakan Air Asia dengan tiket seharga 384.000 IDR/orang ditambah airport tax sebesar 150.000 IDR. Penerbangan delay dari yang seharusnya jam 17.00 wib menjadi 18.30 wib. Alhasil tiba di Changi airport, Singapura udah malam banget.

 

Transportasi darat dari Changi airport:

Setelah urusan administrasi dan pengambilan bagasi selesai, kami naik bus yang ada di ground floor bandara dengan nomer 36 untuk tujuan Orchard. Biayanya sekitar 2 SGD.

 

Makanan Pertama di Singapura :

Sesampainya di Orchard, kami menyebrang jalan ke kawasan Lucky Plaza dan mengisi perut di MacD sampai tengah malam. Saya pesan fish burger + segelas coklat dingin seharga 5.05 SGD.

 

Penginapan :

Setelah itu mencari penginapan di sekitar Lucky Plaza. Kebetulan kami dapat apartemen yang bersih dengan harga yang lumayan, 70 SGD per malam. Pemiliknya Madam Soh, telp. 6736 1306 / 9639 1586. Di sini menginap 2 malam.

 

Tips : www.kamarluckyplaza.com

 

Setelah membereskan barang – barang dan membersihkan diri, kamipun tidur. Rasa lelah membuat saya cepat tertidur. Apalagi gerimis di luar turun perlahan, menambah cepat pulas. zzz… zzz…

 

Penyebrangan & Underpass :

Di kawasan Orchard ini tepatnya di Wisma Atria untuk menggunakan MRT. Di sebrangnya Lucky Plaza, tempat saya menginap. Penyebrangannya bisa menggunakan traffic light atau underpass. Bila menggunakan underpass, saya harus mengetahui arah – arahnya agar tidak sampai salah keluar. Agak ribet! Hehee…

  

 

Sabtu, 3 April 2010 :

 

Sehabis mandi, kami mulai membuka peta dalam perjalanan menuju MRT Singapura di seberang.

 

Penggunaan MRT :

Kereta Singapura ini teratur banget antara yang masuk dan keluar. Semua antri menunggu penumpang yang turun, setelah itu penumpang lainnya baru masuk. Ngebayangin kalau saja kereta di Indonesia bisa setertib ini. Pasti nyaman banget! Hoho… Kapan ya??

 

Buat saya, MRT Singapura adalah sensasi baru karena saya baru pertama kali ke sana. MRT ini membuat saya harus sering – sering melihat peta yang ada di stasiun tersebut. Tentunya untuk mengetahui arah dan jalur yang seharusnya saya pakai agar sampai di tempat tujuan.

 

Catatan : Setiap kali selesai menggunakan tiket MRT, di pemberhentian terakhir kita refund tiket tersebut sebesar 1 SGD. Jadi sebenarnya cukup murah biaya transport di sini dengan menggunakan MRT.

 

 

Tips: Untuk lebih jelas, lihat website berikut :

http://www.smrt.com.sg/trains/routemap/routemap.pdf

http://wisatasingapura.kiosgeek.com/tag/new-singapore-mrt-map/

 

1. Booking Tiket Keretapi Tanah Melayu Berhad Malaysia

Pagi ini kami berencana memesan tiket kereta api untuk pergi ke Malaysia. Karena rute negara kedua setelah Singapura adalah Malaysia. Kami sudah bersiap – siap. Ini kisah pertama saya.

 

·    Kalau mau pesan tiket kereta api Malaysia (KTM = Keretapi Tanah Melayu Berhad) yang ada di Keppel Road, Tanjong Pagar, dari Orchard naik MRT harus interchange di Dhoby Ghaut, setelah itu pindah jalur HarbourFront dan harus interchange lagi di Outram Park, setelah itu pindah jalur ke Tanjong Pagar. Harganya 1.20 SGD.

 

Tips : http://www.ktmb.com.my/

 

Contact: Keretapi Tanah Melayu Berhad (KTM) at the Singapore Railway Station at tel: (65) 6222 5165 or fax: (65) 6227 0313.

 

Jalan ke Keppel Road lumayan ribet karena harus menyebrang – nyebrang dan melewati kelokan – kelokan. Waktu itu kami nyasar – nyasar karena informasi yang diberikan tidak jelas.

 

Satu hal lagi yang bikin kami terheran – heran. Ternyata banyak orang Singapore yang tidak tahu keberadaan KTM Malaysia itu. Untunglah ada seorang bapak (meski sudah nampak ompong gigi dan suara yang kurang jelas) mengetahui lokasi KTM tersebut. Dia menambahkan petunjuk dengan gerakan tangannya. Setelah itu barulah kami bisa sampai di sana. Ah, senangnya…

 

Tips : Saran saya lebih baik naik taxi karena harga taxi tidak mahal.

 

2. Vivo City di HarbourFront

Setelah urusan tiket kereta selesai, kami keluar gedung KTM dan mengarah ke sisi kiri jalan, menuju halte bus. Setelah melihat rute trayek bus yang dipasang di papan pengumuman, kami berencana menuju Vivo City dengan nomer bus 145 / 97.

 

Beberapa driver bus yang berhenti kami tanya apakah lewat Vivo City. Driver bus menggeleng dan bilang ‘the other side’ sambil tangannya menunjuk seberang jalan. Ternyata kami salah arah. Ohoo… ternyata ada di seberang! Kamipun menyebrang dan menunggu lagi di halte. Harganya 1 SGD.

 

Di sini kami melihat – lihat suasana Vivo City, belanja roti dan minuman jus plus permen Korea dengan harga 10 SGD. Tak lupa juga kami meminta merchandise Vivo City di bagian informasi dengan menunjukkan paspor. Setelah lelah putar – putar, kami istirahat sejenak di bangku – bangku yang terdapat di mall tersebut. Kami makan roti dan minuman jus yang tadi dibeli.

 

3. Suntec Mal

Menuju ke sini kami menggunakan MRT dari HarbourFront dengan tujuan Marina Bay. Setelah itu berjalan lurus ke arah Suntec. Kami menikmati mal yang besar ini sekaligus melihat the Suntec City Fountain of Wealth. Sayangnya waktu itu air mancurnya tidak ada. Belum waktunya. Sediiiihh…. Hiks.

 

4. Singapore Flyer

Kami menuju ke sini menggunakan MRT dari City Hall, dilanjutkan berjalan kaki sekitar 15 menit. Harga tiket Singapore Flyer 29.5 SGD.

 

Tips : Lihat www.singaporeflyer.com

 

Sebelum masuk ke kabin Singapore Flyer, masing – masing rombongan akan difoto. Kalau berminat, nanti setelah turun dari Singapore Flyer kita bisa menebus foto tersebut seharga 30 SGD. Muahhall.

 

Saya pikir kesannya se-excited bayangan di pikiran saat naik Singapore Flyer ini. Ternyata biasa saja! Tak se-excited kalau naik Bianglala yang ada di Dufan Ancol. Hahaa… Tapi tak apalah. Yang penting tahu, pengalaman dan bisa cerita ke orang lain. Hehee…

 

5. Merlion, Esplanade, Marina Bay bila menggunakan Tour Bus :

Kami berganti naik bus yakni city tour. Gratis! Dengan bus tour ini kita dapat berhenti di tempat-tempat yang kita inginkan sepanjang route city tour ini. Kebetulan teman saya melihat sisi kiri jalan. Dia melihat Patung Merlion. Akhirnya kami memutuskan berhenti di sana.

 

Perhentian di  Merlion Park, tempat icon-nya Singapura. Kita dapat berfoto – foto di sini. Di sini ada Merlion kecil dan di belakangnya bertengger Merlion besar. Di seberang sungai kita bisa melihat Esplanade – Theatres on the Bay sekaligus menikmati keindahan sungai dengan boat – boat yang berjalan mondar – mandir.  

 

Setelah puas menikmati Merlion, kami menyebrang jalan, menikmati keindahan One Fullerton. Sebuah taman seluas 2.500 meter persegi yang baru saja dibangun. Di One Fullerton, terdapat aneka restoran, lounge, dan klub dansa di tepi sungai. Tak jauh dari situ juga kita bisa mengujungi Asian Civilization Museum, Supreme Court, Parliament House.

 

Cara lain ke Merlion, Esplanade, Marina Bay bila menggunakan MRT :

·    Kalau mau ke City Hall atau Raffles Place atau Marina Bay menuju Merlion dan sekitarnya dari Orchard (NS22) naik MRT harus interchange di Dhoby Ghaut, setelah itu pindah jalur tujuan akhir Marina Bay (5).

 

·    Cara ke Esplanade / Patung Merlion / Merlion Park: MRT terdekat adalah Raffles Place (EW14). Lalu anda tinggal jalan kaki sambil menikmati pemandangan gedung-gedung pencakar langit di pusat kota Singapura.  

 

Setelah puas menikamti keindahan kota, kami pulang menggunakan MRT di HarbourFront dan sampai di Orchard mulai gelap.

 

Makan malam dengan nasi lemak yang dibeli di Suntec Mal dan ayam goreng yang dibeli di kawasan Lucky Plaza. Nasi lemaknya enak. Total sekitar 8 SGD.

 

Setelah itu kami tidak kemana – mana lagi. Kami menikmati malam di apartemen. Karena malam ini juga hujan dan badan kami sudah lelah seharian, maka kami istirahat saja sambil menonton tv. Tak lama kamipun tertidur.

 

 

Minggu, 4 April 2010 :

 

1. Mustafa Center

Pagi – pagi kami sudah bersiap untuk membeli oleh – oleh di Mustafa Center. Waktu kami tak banyak karena jam 12 siang kami harus check out dari apartemen.

 

·    Kalau mau ke Little India atau Mustafa Center, tempat pembelian souvenir – souvenir, dari Orchard naik MRT harus interchange di Dhoby Ghaut, setelah itu pindah jalur tujuan akhir Punggol (7), kemudian turun di Little India atau Farrel Park.

 

Tips : Kalau mau ke Mustafa Center, lebih baik turun di Farrel Park karena lebih dekat jalannya daripada turun di Little India.

 

Setelah membeli oleh – oleh seharga 66.8 SGD, kami menuju MRT Farrel Park lagi untuk kembali ke Orchard. Dipikir – pikir banyak juga sekali belanja! Hahaa…

 

2. Es Krim Potong di depan Wisma Atria, Orchard

Sesampainya di Orchard, kami sempat membeli es krim potong yang dilapisi wafer bagian atas dan bawahnya di depan Wisma Atria seharga 1 SGD. Rasanya bisa pilih; coklat, vanilla, chocho chip, durian, kacang.  Saya ambil chocho chip. Enak banget n segar.

 

Sekitar jam 1 siang kami check out dari apartemen. Telat 1 jam. Kami beritahu kepada penjaga apartemen kalau kami dari Mustafa Center. Alhamdulillah ia mengerti.

 

Ketika melewati toko – toko di Lucky Plaza, kami sempat membeli tambahan oleh – oleh di salah satu toko yang ada di sana seharga 10.7 SGD. Selanjutnya dengan membawa tas besar dan kantong kertas, kami menuju MRT lagi. Lumayan berat!

 

3. Titip Barang di KTM Malaysia

Dari Orchard kami ke Tanjong Pagar, ke stasiun kereta api untuk menitipkan barang – barang kepada petugas di sana.

 

Kali ini saya tidak mau kesasar lagi, disamping juga menghemat waktu yang tersisa. Jadi setelah turun dari MRT Tanjong Pagar, kami naik taxi.

 

Setelah mendapatkan taxi, ternyata driver taxi tidak mau antar kami ke KTM Malaysia di Keppel Road. Awalnya bingung! Kenapa tidak mau ya? Alhamdulillah taxi yang kedua mau antar kami ke sana. Ternyata lokasinya dekat! Harga taxi sekitar 4.6 SGD. Pantas aja taxi yang pertama tak mau. Kemurahan! Hehee…. Kami dapat taxi dengan driver - nya Chinese dan dia ramah sekali.

 

Harga penitipan tas sebesar 5 SGD. Lumayan mahal. Tapi gak apa – apalah daripada harus bawa – bawa barang sambil jalan. Kayak mau pulang kampong! Hehee…

 

4. Sentosa Island

Kami berjalan ke sisi kiri KTM Malaysia sampai traffic light dan menyebrang jalan menuju halte bus. Di sana kami menunggu bus menuju Vivo City. Sentosa Island bisa dicapai dari sana. Hari ini nggak salah lagi.

 

Cara lain ke Sentosa Island :

Naik MRT dengan tujuan HarbourFront. Lalu dari HarbourFront ikutin papan petunjuk arah. Bisa naik bus, train (kereta) dari Vivocity atau dengan kereta gantung. Informasi lebih lengkap ada di website www.sentosa.com.sg/

 

Harga tiket masuk Sentosa Island melalui Vivo City seharga 3 SGD. Kami masuk dan menunggu kereta datang.

 

Rute Stasiun Sentosa Island :

·     Stasiun 1 : WaterFont, di sini ada Universal Studio, air mancur dan Casino.

·     Stasiun 2 : Imbiah, di sini ada patung Merlion besar, Fort Siloso, Butterfly Park & Insect Kingdom, Images of Singapore dan resort yang masih dalam pembangunan.

·     Stasiun 3 : Beach, di sini ada Skyride dengan tiket PP 12 SGD dan saya naik ini. Ada juga Luge dan Song of the Sea tapi saya tak ambil. Ada souvenir – souvenir bagus dijual di sini. Saya membeli souvenir seharga 24.8 SGD. Haiiyyaa… belanja melulu!

Ketika naik Skyride, pas di perhentian ke-2, Skyrider akan difoto dan untuk menebusnya perlembar dikenakan biaya 12 SGD. Muahhall! Tapi tidak wajib koq!

5. Food Republic Vivo City

Setelah cukup puas melihat, main – main dan berfoto di tiga station di Sentosa Island, kami mengisi perut di Food Republic Vivo City. Banyak makanan yang bisa dipilih di sini. Saya makan sayur seharga 6 SGD. Enak! Untuk harga tiga jenis sayur termasuk mahal, kata teman saya. Tapi tak apalah! Saya suka rasanya yang pas. Impaslah!

 

Note : Ada kejadian menyedihkan saya alami di sini. Setelah kenyang makan, saya ke toilet dengan membawa tas plastik berisi souvenir dan foto saya waktu naik Skyride. Karena terburu – buru, saya lupa membawa tas souvenir tersebut. Saya ingat itu di pintu keluar toilet. Kemudian saya berlari masuk lagi. Ternyata sudah ada orang di dalam dan saya menunggu. Di dalam toilet terdengar suara kresek – kresek tas plastik. Saya sudah was – was.

Pikiran jelek yang sempat mampir saya usir. Ternyata kecurigaan saya terbukti! Seorang perempuan dengan wajah India keluar dengan terburu – buru dari toilet tersebut. Saya langsung masuk tanpa mengunci pintu toilet. Saya ambil tas plastik souvenir saya. Isinya hanya tersisa 1. Saya berlari keluar mengejar orang tersebut. Ia raib entah kemana. Tuhaaan…. huhuu…. Ternyata Singapore menyimpan pencuri souvenir juga. Hiks.. Hiks…

Saya hanya bisa mengucap innalillahi wa innailaihi raajiuun… dengan hati yang ikhlas. Semoga Allah SWT mengganti yang lebih baik dan saya tidak ceroboh lagi. Amiin.

 

Perjalanan Menggunakan Bus :

 

Sebenarnya dari Orchard ada bus yang menghubungkan ke mana saja. Untuk lebih jelas, lihat www.sbstransit.com.sg/

 

Tapi waktu saya ke Singapore tidak menggunakan ini. Tak ada salahnya mencoba! May be next time…

 

Waktu sudah beranjak petang. Kami bersegera ke stasiun keretapi Malaysia di Tanjong Pagar.

 

Sesampainya di sana saya shalat dan mengambil barang – barang yang kami titipkan kepada petugas stasiun. Setelah itu kami menunggu jadwal keberangkatan kereta ‘Senandung Malam’ pukul 22.15 waktu Singapore.

 

Info : Keretapi Tanah Melayu / KTM Malaysia berpagar tertutup. Artinya kita tidak diizinkan menunggu di peron keberangkatan seperti kebiasaan di Jabodetabek. Ruang tunggu ada di dalam stasiun. Jadi, di depan pintu pagar berderet troli – troli barang penumpang. Sementara pemiliknya duduk di bangku yang ada di sekitarnya.

 

Tiga puluh menit sebelum keberangkatan, pintu pagar dibuka. Kami antri masuk sambil memperlihatkan tiket kereta dan paspor.

 

Setelah itu kami mencari gerbong kereta sesuai data yang tertera di tiket. Kami dapat gerbong K2 dengan kursi 13A & B. Tak lama kemudian, kamipun masuk dan meletakkan barang – barang di bawah tempat duduk kami.

 

 Catatan : kita bisa memilih jenis tempat di dalam kereta, apakah kursi duduk atau tempat tidur. Tapi harganya berbeda. Karena saya ambil kursi duduk, maka harga yang harus saya bayar sebesar 34 SGD. Kalau tidak salah untuk tempat tidur 58 SGD.

 

4 malam – 5 pagi April 2010 : Berada di dalam kereta.

 

Dalam perjalanan, kereta berhenti untuk mengecek paspor kami di Woodlands station. Kami diminta turun dan melakukan cek imigrasi kepada petugas. Tetapi barang – barang kami tetap berada di dalam kereta. Inilah yang tidak merepotkan dibandingkan bila naik bus dari Singapore ke Malaysia.

 

Setelah itu kami masuk ke dalam gedung dan menunggu di ruang tunggu beberapa saat. Di sana juga terdapat toilet bila mau tetapi harap tutup hidup Anda serapat mungkin karena very very very bad smell. Untungnya saya tidak ke sana. Huahahaa…

 

Perjalanan yang seharusnya dijadwalkan 22.15 waktu Singapore dan tiba di KL Sentral pukul 06.30 waktu Malaysia ternyata mengalami keterlambatan. Ada bagian kereta (entah apa) yang terbakar. Jadi kami tiba sekitar pukul 9.30 waktu Malaysia.

 

Tips :

http://www.ktmb.com.my/images/default/2009/Komuter/route%20map.pdf

http://travelmalaysiaguide.com/singapore-kuala-lumpur-ktm-train-route/

 

Setelah lepas dari kereta yang menjemukan (karena faktor tadi), kami melakukan pengecekan imigrasi terakhir dan keluar dari sana.

 

Karena sudah tiba waktu sarapan pagi, kami berhenti dulu di KFC yang ada di KL Sentral tersebut. Saya pesan bubur ayam dan segelas coklat panas seharga 11 RM. Sementara teman saya pesan ayam goring dan segelas coklat dingin. Entah berapa harganya. Saya mulai menyeruput coklat, dilanjutkan makan bubur. Nyam.. nyam… nikmatnya…

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sense of Meteorology: Kemampuan Meramalkan …

Nyayu Fatimah Zahro... | | 18 September 2014 | 18:29

Tidak Ada Porter di Australia …

Roselina Tjiptadina... | | 18 September 2014 | 10:45

Perjuangannya Dilaporkan ke Polisi …

Anindita Adhiwijaya... | | 18 September 2014 | 16:41

Larangan Mobil Berpelat Jakarta (B) ke Bogor …

Hanna Chandra | | 18 September 2014 | 16:23

Lomba Menulis Kisah Cinta dan Pernikahan …

Fiksiana Community | | 18 September 2014 | 13:49


TRENDING ARTICLES

TKI “Pejantan” itu Jadi Korban Nafsu …

Adjat R. Sudradjat | 9 jam lalu

Penumpang Mengusir Petinggi PPP Dari Pesawat …

Jonatan Sara | 10 jam lalu

Modus Baru Curanmor. Waspadalah! …

Andi Firmansyah | 11 jam lalu

Bogor dan Bandung Bermasalah, Jakarta …

Felix | 11 jam lalu

Kejahatan di Jalan Raya, Picu Trauma …

Muhammad | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

LPG untuk Masyarakat, Tak ada Jalan Mundur …

Tri Hatmoko | 8 jam lalu

Ditinggal Shalat, Balita pun Menghilang …

Adjat R. Sudradjat | 8 jam lalu

Membumikan Tasawuf di Tengah Umat …

Fadh Ahmad Arifan | 8 jam lalu

‘Papa Pulang, Mama Basah’ …

Muhammad Fikrillah | 8 jam lalu

Kekacauan Sistematika Perundangan Bidang …

Suprijanto Rijadi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: