Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Keong Sawah, yang Kecil yang Nikmat

HL | 07 May 2010 | 04:35 Dibaca: 4194   Komentar: 103   1

sumber foto: okeyshop.blogspot.com

Beberapa hari yang lalu, saya mendapat kiriman masakan dari seseorang. Bukan masakan mewah dan mahal tetapi cukup mengasyikan. Mengingatkan saya pada setiap bulan puasa, setiap warung dadakan yang menjual takjilan buka puasa, pasti menjual masakan yang satu ini. Cara menikmatinyapun cukup unik. Dicrucup, dicecap, atau kalau masih sulit ya dicuthik dengan tusuk gigi. Ya, benar. Ini keong sawah atau tutut atau kraca dalam bahasa Banyumasan.

Sambil menikmati kraca dengan kuah kuning pedasnya, tiba-tiba saya jadi ingin tahu. Apa sih kandungan keong sawah ini?

Hmm… ternyata, setelah surfing sana surfing sini, banyak didapat hasil kalau keong sawah ini mengandung zat gizi makronutrien, berupa protein dalam kadar yang cukup tinggi pada tubuhnya. Berat daging satu ekor keong sawah dewasa dapat mencapai 4-5 gram. Selain makronutrien, keong sawah ini juga mengandung mikronutrien yang berupa mineral, terutama kalsium yang sangat dibutuhkan oleh manusia.

Terus bagaimana dengan kolesterol? Biasanya ini pertanyaan paling umum untuk menimbang sebuah makanan, apakah bisa dikonsumsi secara bebas, maksudnya gak pake mikir-mikir bagi yang sedang diet.

Tenang, hasil penelitian untuk kandungan nutrisi keong sawah ini menyatakan bahwa keong sawah kaya akan protein dan rendah lemak. Diperkirakan keong mengandung 15% protein, 2.4% lemak dan sekitar 80% air. Ini juga yang membuat keong sawah menjadi makanan alternatif kesehatan. Selain itu keong juga kaya kandungan essential fatty acids seperti linoleic acids dan linolenic acids. Sebuah studi menyebutkan bahwa 75% lemak di tubuh keong adalah unsaturated fatty acids. Artinya lemak yang baik dan dibutuhkan tubuh.

Ternyata selain murah dan nikmat bergizi pula. Tunggu dulu, masih ada lagi nilai lebihnya dari keong ini. Katanya sih juga bisa meningkatkan vitalitas dan stamina pria.

Pantas saja warung kraca di daerah Kauman Lama, Purwokerto, selalu dipenuhi pembeli. Apalagi di bulan puasa, disiang hari pasti warungnya sudah kehabisan barang dagangannya.

sumber foto: okeyshop.blogspot.com

Cara memasaknya juga mudah.

Sebelum di masak, bagian ujung kerucut spiralnya dipotong sedikit dengan pisau, biasanya ada beberapa cangkang yang cukup keras, jadi.harus bekerja ekstra untuk memotongnya. Kemudian direbus bersama bumbu yang dihaluskan, yang terdiri dari bawang merah, bawang putih, kunyit/kunir, salam, jahe, sereh, lengkuas, daun jeruk, saus tiram dan terakhir irisan cabe bagi yang menyukai masakan pedas..

Duh, jadi lapar nih. Makan siang yuk.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mengupas Sisi Kemanusiaan Pasar Santa …

Olive Bendon | | 21 October 2014 | 05:56

Di Balik Pidato Jokowi: Stop Menuding Pihak …

Eddy Mesakh | | 21 October 2014 | 16:05

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Foto Gue Dicuri Lagi Bro, Gembok Foto Itu …

Kevinalegion | | 21 October 2014 | 07:41

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Anang Hermansyah Hadiri Pesta Rakyat, Ahmad …

Sahroha Lumbanraja | 4 jam lalu

Makna Potongan Tumpeng Presiden Jokowi bagi …

Kanis Wk | 6 jam lalu

Sttt… Bos Kompasiana Beraksi di …

Dodi Mawardi | 7 jam lalu

Film Lucy Sebaiknya Dilarang! …

Ahmad Imam Satriya | 10 jam lalu

20 Oktober yang Lucu, Unik dan Haru …

Alan Budiman | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Ujung Galuh Bukan Surabaya?? …

Lintang Chandra | 7 jam lalu

Surat Terbuka untuk Bapak Presiden Joko …

Ading Sutisna | 7 jam lalu

Ketika Sungai Menjadi Tempat Pembuangan …

Hendra Mulyadi | 7 jam lalu

Berkurangnya Fungsi Pendidikan dalam Media …

Faizal Satrio | 7 jam lalu

Jangan Tantang Rambu Dilarang! …

Johanes Krisnomo | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: