Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Keong Sawah, yang Kecil yang Nikmat

HL | 07 May 2010 | 04:35 Dibaca: 4072   Komentar: 103   1

sumber foto: okeyshop.blogspot.com

Beberapa hari yang lalu, saya mendapat kiriman masakan dari seseorang. Bukan masakan mewah dan mahal tetapi cukup mengasyikan. Mengingatkan saya pada setiap bulan puasa, setiap warung dadakan yang menjual takjilan buka puasa, pasti menjual masakan yang satu ini. Cara menikmatinyapun cukup unik. Dicrucup, dicecap, atau kalau masih sulit ya dicuthik dengan tusuk gigi. Ya, benar. Ini keong sawah atau tutut atau kraca dalam bahasa Banyumasan.

Sambil menikmati kraca dengan kuah kuning pedasnya, tiba-tiba saya jadi ingin tahu. Apa sih kandungan keong sawah ini?

Hmm… ternyata, setelah surfing sana surfing sini, banyak didapat hasil kalau keong sawah ini mengandung zat gizi makronutrien, berupa protein dalam kadar yang cukup tinggi pada tubuhnya. Berat daging satu ekor keong sawah dewasa dapat mencapai 4-5 gram. Selain makronutrien, keong sawah ini juga mengandung mikronutrien yang berupa mineral, terutama kalsium yang sangat dibutuhkan oleh manusia.

Terus bagaimana dengan kolesterol? Biasanya ini pertanyaan paling umum untuk menimbang sebuah makanan, apakah bisa dikonsumsi secara bebas, maksudnya gak pake mikir-mikir bagi yang sedang diet.

Tenang, hasil penelitian untuk kandungan nutrisi keong sawah ini menyatakan bahwa keong sawah kaya akan protein dan rendah lemak. Diperkirakan keong mengandung 15% protein, 2.4% lemak dan sekitar 80% air. Ini juga yang membuat keong sawah menjadi makanan alternatif kesehatan. Selain itu keong juga kaya kandungan essential fatty acids seperti linoleic acids dan linolenic acids. Sebuah studi menyebutkan bahwa 75% lemak di tubuh keong adalah unsaturated fatty acids. Artinya lemak yang baik dan dibutuhkan tubuh.

Ternyata selain murah dan nikmat bergizi pula. Tunggu dulu, masih ada lagi nilai lebihnya dari keong ini. Katanya sih juga bisa meningkatkan vitalitas dan stamina pria.

Pantas saja warung kraca di daerah Kauman Lama, Purwokerto, selalu dipenuhi pembeli. Apalagi di bulan puasa, disiang hari pasti warungnya sudah kehabisan barang dagangannya.

sumber foto: okeyshop.blogspot.com

Cara memasaknya juga mudah.

Sebelum di masak, bagian ujung kerucut spiralnya dipotong sedikit dengan pisau, biasanya ada beberapa cangkang yang cukup keras, jadi.harus bekerja ekstra untuk memotongnya. Kemudian direbus bersama bumbu yang dihaluskan, yang terdiri dari bawang merah, bawang putih, kunyit/kunir, salam, jahe, sereh, lengkuas, daun jeruk, saus tiram dan terakhir irisan cabe bagi yang menyukai masakan pedas..

Duh, jadi lapar nih. Makan siang yuk.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ada Kain Benang Emas dan Ulos Gendongan Bayi …

Piere Barutu | | 24 April 2014 | 22:40

Lost in Translation …

Eddy Roesdiono | | 24 April 2014 | 22:52

Kota: Kelola Gedung Parkir atau Hunian …

Ratih Purnamasari | | 24 April 2014 | 13:59

Drawing AFC Cup U-19: Timnas U-19 Berpotensi …

Primata Euroasia | | 24 April 2014 | 21:28

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Di Mana Sebenarnya MH370? Waspada Link …

Michael Sendow | 14 jam lalu

Bila Separuh Gaji Karyawan Memang untuk …

Agung Soni | 17 jam lalu

Demam Masha and Bear, Lagi-lagi Film Animasi …

Heru Andika | 21 jam lalu

Senayan, Panggung Baru Para Artis… …

Iswanto Junior | 22 jam lalu

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 23 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: