Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Mulyadi Mizar

Nama saya Mulyadi Mizar atau biasa di panggil adi..

Perjalanan Mimpi ke Bromo

OPINI | 05 June 2010 | 23:30 Dibaca: 470   Komentar: 7   0

LIBURAN DAN RENCANA INDAH

Liburan bagi saya selalu menyenangkan, terlebih liburan saya kali ini, beberapa hari yang lalu saya menghabiskan liburan long week end di Taman wisata Nasional Gunung Bromo , Jawa Timur, dengan bebarapa teman terbaik saya.Tujuan libur kali ini adalah hasil dari voting teman teman sejak beberapa minggu yang lalu, dan sempat mundur maju saat menentukan jadwalnya, berhubung banyak long week end di dua bulan terakhir, sampai ditetapkan kami berangkat pada tanggal 27 Mei 2009, dimana pada tanggal 28 Mei adalah hari libur Nasional, Waisak. Sepakat !

Setelah menentukan tanggal , kini kami harus menentukan transportasi apa yang akan kami gunakan ke Bromo, berbagai pilihan pun di sampaikan , mulai dari Bus, Kereta api sampai pesawat terbang, dan pilihannya jatuh pada kereta api, ada dua pilihan jenis dan kelas kereta api yang ditawarkan, Kereta api kelas Executive bernama Gajayana dan yang satu lagi kelas Ekonomi bernama Matarmaja, semua tujuan kereta api tersebut adalah kota Malang…, sudah terbayang serunya perjalanan ini, pasti

PERJALANAN TIDAK BIASA

Hari H nya, dengan jumlah sebanyak 8 orang kami berangkat ke Stasiun Senen, dimana kereta Matarmaja akan menulai perjalannnya, jadwal Kereta Ekonomi Matarmaja berangkat dari Stasiun Senen pada pukul 14.00 Wib, kami telah berada di Stasiun Senen 30 menit sebelum keberangkatan,

Perjalanan jauh menggunakan kereta api kelas ekonomi untuk saya pribadi merupakan bukan hal baru, sewaktu liburan sekolah dulu, saya kerap melakukan perjalanan dengan jenis kereta seperti ini, seperti ke Cirebon, Surabaya, dan Madiun.Sehingga saya tidak kaget dengan kondisi dan suasana di dalam kereta tersebut, namun untuk teman teman saya mengunakan kereta ekonomi untuk jarak yang cukup jauh ( hampir 19 jam ) adalah pengalaman baru, sehingga saya kerap menjadi ” pusat informasi” tentang fasilitas, waktu tempuh, suasana kereta api kelas ekonomi tersebut, dan pertanyaan lain sebagainya, saya serasa benar benar Humas PT KAI .. , atau lebih tepat tukang kelayaban, terserah saja

Beruntung selama perjalanan, hal hal yang saya khawatirkan tentang kenyamanan teman teman saya tidak terjadi, meski saat itu penumpang kereta bisa dibilang cukup ramai dan cuaca pun sangat terik serta lalu lalang pedagang yang tiada henti menjajakan aneka barang dagangannya, semakin menambah rame gerbog kami, namun teman teman terbaik saya sepertinya sudah mulai bisa beradaptasi dan menikmati perjalanan, atau mungkin telah menerima ” konsekwensinya” karena telah memilih transportasi jenis ini, saya tidak peduli.. yang saya lihat mereka cukup enjoy .Tertawa, bercanda, bermain games games kecil, bergosip dan lain sebagainya, kami lakukan itu untuk membunuh waktu, ada yang terus kipas kipas, tapi ada juga yang tidur cukup nyenyak, seolah tidak peduli,saking ngatuknya, ah senangnya bisa bersama kalian… lagi lagi kerusuhan terjadi di gerbong K3 bangku bernomor 11 A sampai 12 B, penuh tawa, meriah sekali

TIBA DIKOTA YANG SEJUK

Setelah menempuh perjalanan selama 19 jam sampailah kami di Stasiun Kota Baru di Malang pada pukul 09.10 Wib , sebuah stasiun yang tidak terlalu besar.Ah, hawa sejuk mulai menerpa tubuh kami yang benar benar letih karena jauhnya perjalanan dan panasnya suhu didalam ruang garbong kereta, suhu dikota Malang menjadi sangat sejuk karena kota Malang berada di ketinggian,

Saat kami tiba suasana di depan Stasiun sangat ramai dengan konvoi para suporter dari klub sepak bola malang Arema yaitu Aremania atau yang kerap di juluki Singo Edan, riuh dan terlihat begitu antusias sekali mereka, simbol Fanatisme !, mereka berhenti di depan patung Butho Ijo didepan stasiun sambil berteriak teriak penuh semangat, khas suporter sepak bola Indonesia, dan kembali berkonvoi keliling kota

Kami sangat beruntung, salah satu kawan kami yang tinggal Kota Malang sangat welcome dengan kami, sejak kami beritahu bahwa liburan kali ini kami akan ke Bromo, segala sesuatu ini itu, sampai akomodasi dimana kami harus menginap dia siapkan dengan baik, dan rumahnya pun dengan rela dijadikan markas sementara, dia sangat antusias dengan kedatangan kami. jadi jangan takut susah selama kita masih mempunyai sahabat..

Kami dijemput oleh dua orang teman, si warga kota Malang itu dan seorang teman kami juga dari Yogyakarta yang telah sampai terlebih dahulu, saatnya mengisi perut ! pilihan makan pun kami jatuhkan ke Warung nasi Ibu Buk, cukup nikmat ! entah memang makanan nya enak atau perut kami yang memang sudah lapar, entahlah.Sambil makan kami pun bercerita tentang perjalanan kami, tentang liburan kami dan lain sebagainya, berisik sekali.. tapi sangat terasa nuansa akrab.

KOTA BATU, PERJALANAN KE BROMO DAN SURPRISE PARTY

Setelah berkeliling sebentar di pusat kota Malang,dan menjemput dua orang teman kami yang lainnya, kami pun menuju ” Markas” kami, sebuah rumah di kawasan mulyosari, rumah sejuk dengan 3 kamar tidur yang cukup bagus dan sangat bersih telah di persiapkan, terima kasih ya..

Istirahat selesai, kini saatnya berdiskusi tentang rencana utama dan “rencana tambahan” selama di kota Malang, kembali ricuh dan rame dengan khayalan masing masing, seru ! selalu

Malam tiba, “rencana tambahan” yang pertama adalah : Makan malam di dataran tinggi Batu, sebuah kota kecil Malang yang terkenal dengan buah apelnya, Makan malam kami kali ini bertempat di daerah bernama Payung, masih di kawasan Batu, lagi lagi hawa dingin menyelimuti, karena kabut sedang turun, menambah semangat kami untuk melahap hidangan hangat dimeja, sangat nikmat, sangat hangat, hangat dengan menu makannanya dan hangat dengan persahabatannya, makan malam yang menyenangkan ! walau mati lampu sempat terjadi, dan itu tidak menurunkan gairah kami untuk berfoto di kegelapan, sungguh terlalu kalian ! saya juga tentu

Singkat cerita, setelah makan malam perjalanan utama kami akan segera dimulai : KE GUNUNG BROMO ! , semua peserta sibuk mempersiapkan segala sesuatu untuk keperluan di sana, Jaket, sarung tangan, syal, kupluk, kamera, makanan ringan dan lain sebagainya, suasana sangat riuh karena waktu semakin mepet. Dua jam sebelumnya saya dan seorang teman keliling kota Malang mencari toko kue yang masih buka, untuk apa? nanti malam tepatnya pukul 00.00 wib adalah pas tanggal 29 Mei, dimana salah satu teman kami akan merayakan ulang tahunnya, dan dia tidak tau bahwa kami akan mengadakan surprise party di lokasi Bromo, uuuh.. tidak sabar melihat reaksinya

Pada pukul 00.10 Wib Rombongan telah siap ! menggunakan dua buah mobil kami berangkat, mengapa harus malam hari berangkatnya ? alasannya ada di tulisan ini nanti.Menempuh perjalanan malam hari sangat menyenangkan, jalanan sangat sepi dan lancar, membelah jalan jalan Kota Malang menuju Bromo.

Semula saya tidak pernah terbayang atau mendapat gambaran bagaimana suasana dan kondisi jalan yang harus kami tempuh ke Gunung Bromo , saya pikir akan datar datar saja, ternyata sangat berbeda, jalan jalan yang dilalui berada di ketinggian gunung gunung, turun naik, berliku liku dan kadang curam, sungguh menegangkan sekali diperlukan keahlian khusus untuk membawa kendaraan dikondisi seperti itu, dan supir yang membawa kami sangat profesional serta sangat mengenal medan yang dilalui, salut dan luar biasa !

Jam menunjukan angka 02.35 menit saat kami tiba di parkiran mobil kawasan wisata gunung Bromo, dan lagi lagi hawa dingin yang luar biasa mulai menerpa tubuh kami, kontan semua menggigil dan mengeluarkan barang barang yang telah dipersiapkan untuk menghangatkan tubuh, jaket, sarung tangan, kupluk, syal, dan lain sebagainya telah menempel di tubuh masing masing,Brrrrrrrrr !! dingin sekali.

Kawasan wisata Bromo terletak di kabupaten Probolinggo,.Suasana di parkiran sangat ramai dengan para penggunjung yang hendak ke atas Bromo, pedangang juga cukup banyak, menawarkan berbagai macam dagangan, kebanyakan adalah kupluk dan sarung tangan, harganya relatif murah Rp 5.000  s/d  Rp 20.000, ada juga para pemilik mobil Jeep yang menawarkan jasanya untuk mengantar sampai ke tempat tujuan di atas Bromo.Beda tipis dengan pasar kaget..

Setelah berkumpul, kami mengambil tempat yang agak sepi untuk memberikan kejutan kepada teman yang hari itu berulang tahun malam ini, dengan dalih berpura pura briefing kami membentuk formasi setengah lingkaran, satu orang teman menjentikan jari jarinya sebagai kode agar kami bernyanyi lagu ‘HEPPI BESDEY TU YU.. HEPI BESDEY TU YU…” dan semua bernyanyi sambil tertawa, kawan yang sedang ultah terlihat sangat terkejut dan terharu sekali, karena tak ada lilin saya mempunyai inisiatif untuk menyalakan api ari korek gas, sejurus kemudian ‘lilin Palsu “ ditiup oleh kawan yang berulang tahun, sederhana namum sarat dengan makna…, satu persatu kami memberikan ucapan selamat, banjir kebahagiaan terlihat di wajah teman terbaik saya, semoga panjang umur sist! sukses buat semua keinginanmu..terima kasih buat persahabatan indah ini.. , hiks ! . Dan acara kami lanjutkan dengan berdoa bersama sebelum “naik ke atas “… , semoga selamat !

Seorang supir mobil jeep datang menghampiri dan menawarkan jasanya untuk mengantar kami keatas, Nego harga sewa Jeep sedang belangsung, setelah sepakat harga, kami menyewa dua buah mobil Jeep.Petualangan di mulai.

Dengan harga karcis masuk sebesar Rp 4.500 / orang , Jeep membawa kami ke atas puncak, jalan yang naik turun, penuh kelokan dan cukup gelap kembali kami lalui, sungguh menengangkan ! . Pemandangan sekitar tidak bisa kami nikmati karena sangat gelap, tapi kami yakin bahwa pemandangan sangat indah.., kami bisa merasakan

BULAN PURNAMA VERSUS MATAHARI

Hanya butuh waktu sekitar 40 menit ketika sang Jeep tiba di batas akhir berkendara,kami turun dan langsung menuju tempat dimana kita bisa melihat matahari terbit, lokasi ini bernama Pananjakan, untuk mencapai lokasi tersebut kita harus menaiki anak tangga kurang lebih sejauh 200 meter dengan tangga yang cukup landai, namun cukup membuat saya ” ngos ngosan”.. faktor usia!

Seperti saya sampaikan sebelumnya bahwa kami sangat beruntung, keberuntungan selanjutnya adalah : Bulan Purnama yang sempurna !  meski lokasi sekitar ada beberapa lampu yang menyala, namun semesta lebih indah dan tampak terang dengan sinar bulan purnama dan taburan bintang,

Lengkap sudah keindahan yang tercipta di sana saat itu.Di ketinggian Bromo, dingin, purnama, bintang, pemandangan indah yang di siram cahaya bulan, di kelilingi sahabat terbaik.. adakah yang lebih indah dari itu ?  dan adakah yang mengabadikan momen terindah itu ? selalu ada !  kilatan lampu dari blitz kamera digital tidak pernah berhenti berkedip, jepret sana jepret sini, semua memberikan senyum terindahnya, seolah ingin merekam kebahagiaan yang tercipta saat itu, selain memang semua kawan saya sangat narsis tentunya …,sepertinya sudah bawaan orok.

Lokasi tempat berada saat itu adalah spot terbaik yang di buat untuk melihat pemandangan sekitar dan berada di ketinggian, sehingga hampir semua lokasi bisa di lihat dari sini, selain itu tempat ini merupakan titik terbaik untuk menyaksikan detik detik matahari terbit.Dianjungan teresebut terdapat semacam pendopo berasitekturkan rumah Jawa, Joglo, dan bangku bangku panjang untuk duduk, serta pagar pembatas di ujung tebing, pengaman untuk para wisatawan, tempat yang sangat pas buat menunggu datangnya pagi, ini lah satu alasan mengapa kami dan para wisatawan yang ke Bromo harus berangkat pada malam hari, agar bisa menyaksikan indahnya matahari saat terbit.. megah dan mengagumkan !

Pukul  05.00 semua orang sudah siap dan standbye di tempat yang mereka anggap pas untuk menyambut datangnya sang matahari, ufuk timur mulai memerah, bertanda matahari akan datang! semua wisatawan yang ada di sana terlihat makin semangat, ratusan kamera digitalpun di arahkan kesatu titik itu, seolah tidak ingin terlewatkan momen indah ini, seolah belum pernah lihat matahari terbit sebelumnya.

Ada yang menarik di sini, karena ada di lokasi yang terbuka dan langit yang cerah, Bulan purnama yang seharusnya sudah harus pulang, masih tampak jelas mejeng di langit sebelah barat, masih terang dan indah, lalu sang matahari yang baru muncul pun tidak mau kalah tebar pesonanya di sebelah timur, sehingga dua penerang alam itupun menjadi daya tarik yang luar biasa indahnya.Gunung Bromo berada di ketinggian 2.392 M

Alam sekitar mulai benderang oleh sinar matahari, semua tampak jelas kini, gunung Semeru dan kawah Bromo menjadi berwarna emas kecoklatan, pemandangan yang sangat indah dan luar biasa.Jadi tidaklah berlebihan bila gunung Bromo masuk dalam 3 besar gunung terbaik buat para pendaki, dikalahkan oleh gunung Elbrus di Rusia dan gunung Olympus di Yunani

Kini object untuk memotret pun beralih, wajah wajah ceria dipasang agar terlihat cakep di kamera, berbagai orang disana asik bergaya dengan macam macam pose, semua tentu dengan latar belakang Gunung Bromo,diabadikan dalam bentuk gambar bernama foto, dan kelompok kami pun tidak mau kalah, sepertinya sudah ratusan gaya andalan dikeluarkan, sudah kering rasanya mulut ini buat senyum sana sini, tujuannya hanya satu, mengabadikan keindahan ini! Selain memang saya dan teman teman saya menderita penyakit baru : GILA KAMERA !

Gurun, Kuda, Kawah dan Usia


Puas menyaksikan proses matahari terbit dan foto foto, rute selanjutnya adalah kawah Bromo yang kami lihat tadi dari kejauhan, setelah menghangatkan badan dengan teh manis, kopi panas dan makanan ringan lainnya, kami berangkat, dengan menggunakan mobil Jeep yang kami sewa semalam, rupanya penyakit kami kambuh lagi, begitu melihat titik pemandangan indah dari sudut yang lain, semua gemetar, semua histeris : FOTOOOOO DOOOONG !!! huh ..

Dua mobilJeep membawa 13 orang yang sedang dilanda bahagia, menuju kawah Bromo, perjalanannya sangat menajubkan, karena masih pagi alam sekitar masih terlihat sangat segar, pohon pohon pinus, hamparan gugusan gunung gunung kecil, padang pasir, dan kicauan burung ,membuat alam sekitar menjadi sangat indah.

Jalan yang bekelok dan naik turun kembali kami lewati, kali ini supir yang membawa kami banyak bercerita tentang warga suku tengger dan hal lainnya, Bapak supir yang bernama Karyo ini adalah warga asli suku Tengger dan memeluk agama Hindu, agama Hindu yang dianut oleh warga suku Tengger adalah berasal dari keturunan kerajaan Majapahit yang di asingkan, tak heran bila di beberapa titik sudut jalan terdapat semacam pura kecil yang terbungkus kain di bagian tengahnya.dan kawasan Wisata Bromo akan ditutup setiap peringatan hari Raya Nyepi

Kini Mobil Jeep kami telah berada di bagian bawah gunung atau sekitar kaki gunung Bromo, hamparan padang pasir membentang dengan luas sepanjang mata memandang, cuaca yang terik mulai terasa namun hembusan angin sejuk meredam rasa panas ditubuh.Setelah parkir saya memandang sekitar, ratusan kuda yang sedang ditambatkan dan banyak yang sedang lalu lalang membawa wisatawan, deretan mobil Jeep setia mengunggu para wisatawan kembali, Kawah Bromo! Itulah tujuan kami selanjutnya, dengan ketinggian menjulang dan berwarna abu abu , kawah putih ini tampil dengan beda, karena masih mengeluarkan asap dari dalam kawahnya.

Untuk mencapai puncak kawah di perlukan tenaga yang prima, karena jarak tempat parkiran dan kawah tersebut cukup jauh dan menanjak, saya hampir putus asa dan berniat tidak melanjutkan sampai keatas, kawan kawan saya telah jauh meninggallkan saya, ughhh…, namun godaan untuk melihat apa yang ada di atas sana sangat menggelora, sampai seorang teman saya yang sejak tadi menemani menawarkan untuk menyewa kuda untuk sampai keatas, siapa yang sanggup menolak? , tawar menawar harga pun di lakukan, hingga sepakat pada harga Rp 60.000//perkuda per orang, kami sewa dua ekor kuda, perjalanan kami lanjutkan.

Ini merupakan pengalaman pertama saya mengungang kuda, begitupun teman saya, rasa takut mulai meraja, takut jatuhlah, takut kudanya ngamuklah, takut ini itulah… tapi akhirnya semua itu saya bisa atasi sehingga kami sampai di bibir tangga yang digunakan untuk sampai kepuncak kawah, kudapun hanya bisa sampai disini membawa kami, selanjutnya kami harus meniti anak tangga itu sampai keatas, duuh siksaan baru lagi..apakah ini ada hubungannya dengan usia? Entahlah, yang pasti nafas saya seperti kereta yang sedang berjalan… ngooooossss ngoossaaan..

Setelah susah payah menaiki tangga akhirnya kami sampai juga di atas puncak kawah, indah sekali pemandangan dari atas sini, memandang sekitar , gunung semeru tampak lebih jelas, kepulan asap yang keluar dari kawah pun bisa kami saksikan didepan mata kami, dan lokasi ini sangat strategis untuk melihat orang orang dibawah kawah, deretan mobil jeep, kuda kuda yang mondar mandir, semua tampak kecil dari sini.. tak henti saya sampaikan kekaguman saya.hilang sudah capek dan penat saya , terobati oleh indahnya pemandangan sekitar, terlihat teman teman saya pun tampak sangat ceria, bahagia terpancar jelas, lagi lagi saya bertanya adakah yang bisa menggantikan momen indah ini? Tidak ada ! setelah puas kamipun memutuskan untuk turun dari kawah karena perut sudah minta diisi.


Oya sebenarnya semenjak turun dari Jeep tadi pagi kekaguman akan kawasan padang pasir ini sudah dimulai, lagi lagi histeria kami tidak pernah pupus, semua mulut komat kamit mengucapkan kata kata yang hampir sama,…“ waaaahh bagus banget, ’’ ntar fotoin gue ya..“ atau .. eh sekarang giliran gue doong ambilin fotonya’ dan lain sebagainya, terlalu indah memang kawasan ini untuk tidak di abadikan.. duuuuh kapan sembuhnya ya penyakit ini, Narsis akut !


Semua kawan saya sepakat bahwa ini adalah pengalaman yang tidak pernah terlupakan, liburan yang sangat berkesan, dan ada beberapa teman yang berniat untuk kembal lagi dengan membawa keluarga ataupun orang orang yang dekat dihati, tujuannya hanya satu, membagi kebahagiaan di tempat yang sangat indah !

Kami kembali pulang, menuju kota Malang, Menyusun lagi rencana tambahan buat malam nanti, dan terbukti bahwa liburan pada malam harinya sungguh berbeda dengan Liburan di Gunung Bromo…. kali ini lebih misterius.. lebih menyeramkan.. karena aroma kemenyan bertebaran di sana sini, seperti apa kisahnya…….?

To be continued………………..

Saya dedikasikan tulisan saya ini untuk semua teman seperjalan saya ke Pucak Gunung Bromo, Ika, Neena, Debbie, Dee, Udha, Etupa, Mike, Erich,Yayan, Dimas,Rizqie, Budi Mendoza.., Kalian luar bisa tangguh, teruji dimedan apapun, dari mall sampai mistis area, satu lagi .. kalian tidak tau malu hehehhehe, narsislah terus sebelum ada undang undang dilarang narsis!! I love you all

dan semua sahabat saya di Komunitas Anggunesia, suatu saat perjalanan mimpi ini akan kita arungi lebih seru lagi, bersama sama

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Buron FBI Predator Seks Pedofilia Ada di JIS …

Abah Pitung | | 23 April 2014 | 12:51

Ahok “Bumper” Kota Jakarta …

Anita Godjali | | 23 April 2014 | 11:51

Ini yang Penting Diperjelas sebelum Menikah …

Ellen Maringka | | 23 April 2014 | 13:06

Bumiku Sayang, Bumiku Malang …

Puri Areta | | 23 April 2014 | 16:46

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Hotma Paris Hutapea dan Lydia Freyani …

Zal Adri | 9 jam lalu

Jokowi, Prabowo, dan Kurusetra Internet …

Yusran Darmawan | 11 jam lalu

Wuih.. Pedofilia Internasional Ternyata …

Ethan Hunt | 12 jam lalu

Bukan Hanya BCA yang Menggelapkan Pajak …

Pakde Kartono | 13 jam lalu

Kasus Hadi Poernomo, Siapa Penumpang …

Sutomo Paguci | 14 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: