Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Dian Onasis

Dian mulai belajar ngeblog tahun 2003. Sekarang menikmati passionnya di dunia menulis buku, terutama novel selengkapnya

@ Guangzhou: Beijing Lu dan Haizhu Square

REP | 09 July 2010 | 00:31 Dibaca: 4107   Komentar: 2   0

Hemmmm…

Niat awal pengennya bisa nulis setiap hari atau dua hari sekali tentang cerita ketika ke Guangzhou, namun apalah daya si emak-emak ini… waktunya termakan oleh kegiatan lain yang jauuuuh lebih penting… ^_^
Baiklah… ijinkan Dian cerita lagi tentang ke Guangzhou, China kemaren ya…
Buat yang bosen atau tak begitu tertarik, boleh kog di skip hihihii. Tak ada paksaan  untuk baca journal tak penting ini.. ^_^V

Well…Selama di Guangzhou, kesempatan jalan-jalannya memang tidak banyak. Karena memang kesananya kan ngikut Bang Asis yang kerja. Jadi jadwal jalan-jalannya ikut jadwal libur Bang Asis. Namun Dian berusaha memaksimalkan kondisi yang ada. Peta kota yang ada di hotel, ampe lecek Dian bolak-balik. Dian juga mendapatkan peta Metro Guangzhou dan selalu berada di kantong Dian, dicorat coret hingga nyaris bulukan. ^_^

Terus kemana sajakah keluarga kecil kami pergi berkunjung ? Sebelum ini sudah Dian ceritain ya, kalau sudah ke Guangzhou Zoo, terus Chimelong Taman Safari XiangJiang. Juga ke Rumah Sakit setempat [ini mah bukan bagian dari rencana kunjungan, tapi kog iya ampe dua tempat dikunjungi karena Billa sakit. ^_^].

Dian juga hampir setiap hari jalan-jalan sore hingga jelang malam di pertokoan sekitar kawasan hotel Pearl Garden. Pertokoan yang menarik, karena ruas jalan untuk pejalan kakinya amat lebar, sehingga anak-anak bisa lari-lari. Juga banyak taman-taman kecil tempat para keluarga dan anak-anak bermain. Memang keadaannya selalu sama, yakni pertokoan dengan bagian atas gedung tersebut adalah apartemen. Mulai dari apartemen yang jelek banget hingga yang rapi dan cantik ada di sepanjang pertokoan tersebut.
Pengalaman menyenangkan yang pertama adalah ketika menggunakan Metro subway Guangzhou. Karena  Jakarta, tak punya fasilitas transportasi ini, maka Dian excited sekali mempelajari lajur perjalanan metro subway ini. Hingga akhirnya hapal, jika mau kemana naek jalur apa dan pindah di stasiun mana. Bang Asis akhirnya menyerahkan urusan ini ke Dian pada minggu ke 2 di Guangzhou. Soalnya yang punya hajat pengen jalan-jalan kan Dian juga… ^_^

Baiklah…Berikut ini lokasi kunjungan kami ya… Sengaja Dian buat satu journal  [dalam dua bagian], supaya nanti kalau mau kesana lagi, Dian tinggal print aja tulisan ini… Atau jika ada yang hendak bepergian pertama kali ke Guangzhou, mungkin sedikit informasi ini dapat bermanfaat, Amin…

1.    Beijing Lu.

Kalau dalam bahasa Inggrisnya maksudnya Beijing Road. Kawasan pertokoan ini terkenal dengan tempat shopping yang relative murah, karena dapat melakukan aktivitas tawar menawar. Dan Kondisinya tidak sama dengan Mal yang besar-besar itu. Boleh deh dibayangin kayak Pasar Baroe nya Jakarta tapi versi besaaaar dan luaaaas…

Satu hal yang membuat Beijing Lu ini menarik adalah keberadaan monument sebuah jalan kuno [Relic of Millenium - Old Pavements on Beijing Road] yang dibangun oleh dinasti Qing. [cerita ttg Beijing lu ini bisa diklik di link ini : http://www.lifeofguangzhou.com/node_10/node_228/node_232/2009/04/27/124081312563676.shtml ]

Dan kalau malam, kawasan ini menjadi cantik karena lampu-lampu lampion khas China yang bergantungan pada pohon-pohon besar yang ada di kawasan belanja yang hanya boleh dilewati oleh pejalan kaki tersebut.

Belanja di Beijing Lu ini harus pintar menawar ya… Jika suka pakaian mulai dari model terbaru hingga pakaian khas China ada disini. Dian sempat belanja baju-baju khas China untuk Billa dan para sepupu kecilnya. Juga buat adek ipar [istri Dhika], Mama dan Mami. Dian sendiri gak beli baju disini, karena kayaknya ukurannya kecil-kecil…hahaha.
Beneran lho, jeles abis deh lihat body perempuan cina, ramping-ramping dan mungil-mungil. ^_^

Kalau nawarnya juga jangan ragu-ragu. Ada beberapa tips yang dilakukan temen-temen Bang Asis selama belanja disini. Antara lain, jika belanja banyak, kumpulin aja dulu barang-barangnya lalu Tanya berapa semua [tentu dengan perkiraan kita sudah menghitung harga aslinya yang sudah tertera di pakaian atau barang tersebut]. Kemudian tawar ½ harga dari jumlah keseluruhan. Dian sendiri membuktikan, ketika membeli selendang khas China [buatan tangan untuk bordirnya], harga aslinya hamp1r 400 yuan, dan Dian beli 3 buah dengan satu barang seharga 190 yuan. Kudu merayu siiih.. meskipun dengan bahasa Inggris seadanya.
Oh iya.. di Beijing lu, sebagian besar penjual bisa bahasa Inggris sedikit2. Chinglish gitu deeeeh… hahahaha….

Cara lain, tentu saja dengan menawar dari awal jika barang yang mau kita beli hanya 1-2 saja. Mulai lah dengan menawar 1/3 harga dulu, jika tak berkenan bisa dinaikkan tak lebih dari ½ harga.

Untuk barang bermerek, tidak disarankan beli di Beijing Lu, karena hampir dapat dipastikan semua barang bermerek di kawasan ini adalah palsu. Namun istilah kerennya KW 1. Memang jagoan deh China kalau urusan pemalsuan, gak kalah bagus kualitasnya dari yang bermerek.

Teman Bang Asis, sempat beli jam tangan merek Ferari sama persis dengan yang ada di iklan majalah dan barang aslinya, seharga hanya 200 yuan. ^_^ Padahal kalau beli aslinya bisa berlipat-lipat kali .

Kalau mau beli koper juga di Beijing lu deeeh.. selain modelnya lucu-lucu dan bagus, juga kualitasnya lumayan. Kemaren Dian sempat beliin buat Billa Koper berikut tas kecilnya [1set] bergambar kelinci. Harga pertamanya sih 300 yuan, dan Dian berhasil  merayu si penjual dan mendapatkan harga 150 yuan [meskipun ketika pulang, di Airport sempat bertemu perempuan Indonesia yang membeli barang serupa, ketika iseng Dian tanya, ternyata Ia dapat membelinya seharga 140 yuan. HIks.. kalah 10 yuan... hehehe]…
Disini juga kalau mau beli sandal/sepatu merek Crocs yang bergambar buaya itu dengan harga murah. Kayaknya palsu juga, tapi kualitasnya sama banget ama yang asli…hehehe.. Dian gak begitu tertarik mengenakan sandal berbody gede itu, Kog ya kayak naek sampan kalau makenya. Tapi banyak temen-temen abang yang beli. Kata mereka sama dengan yang asli rasa makenya. ^_^ .  Dian akhirnya beli satu untuk Billa. Dan harganya hanya 30 yuan saja sodara-sodara… ^_^

Oh iya… cara mengunjungi Beijing lu kalau pake metro adalah berhenti di Stasiun GongYuanQian.  Di stasiun tersebut pasti ada peta yang menggambarkan pintu keluar mana yang dekat dengan Beijing Lu. Karena itu kawasan pertokoan dan shopping centre, jadi gak perlu khawatir tersesat deeeh. Karena selama di Guang zhou, Dian perhatikan, informasi jalan dibuat dalam dua bahasa. China dan Inggris.  Posisi Beijing Lu ini dekat dengan Lido Hotel. Dan berada diantara 2 stasiun pemberhentian metro. Yakni GongYuanQian [interchange metro ke line 2 dan 1] ] dan Pleasant Movement Institute.

2.    Haizhu Square.

Naaaah…  Kalau gak gitu suka belanja baju, tas,sepatu ataupun ikat pinggang, maka ada satu tempat lain yang juga menjual souvenir dan merupakan pasar Grosiran. Yakni di kawasan Haizhu Square. Silahkan berjalan kea rah Onlink Plaza. Maka kita sudah memasuki kawasan grosiran untuk belanja souvenir, seperti gantungan kunci, kipas, pajangan lemari hingga berbagai barang-barang lucu-lucu lainnya. Harga mulai dari 1 yuan hingga ratusan ribu yuan. Tinggal kita aja pengen beli apa.

Dian pribadi sudah tiga kali bolak balik ke kawasan ini. Nyari souvenir buat keluarga. Mulai dari pajangan lemari yang Dian dapat seharga 70 yuan [tawaran pertamanya 120 yuan], magnet kulkas [tawarannya 15 yuan, di mal atau tempat lain bisa 25 yuan satu piece nya] Dian berhasil mendapatkan seharga 5-8 yuan, hingga gantungan kunci, yang kalau ditoko buku atau mal seharga 15-25 yuan per piecenya, dan karena Dian beli dalam jumlah diatas 5 buah semua, maka hargnya menjadi 5 yuan per piece. Cara nawarnya juga sama dengan Beijing Lu.

Bedanya karena ini toko grosiran, maka beli dalam jumlah banyak tentu jauh lebih murah, ketimbang hanya beli 1-2 saja. Dian sempat membelikan adek-adek gelang kaca khas China. Di Mal sebelumnya Dian lihat harganya 60 yuan hingga 100 yuan. Ketika Dian berhasil menemukan toko grosiran gelang tersebut di lantai 3, maka dengan membeli 10 buah gelang, Dian hanya menghabiskan uang 180 yuan. ^_^. Kemaren itu malah ada yang belanja, kayaknya dari Malaysia atau Singapura deh, dan ia belanja ratusan gelang. Mungkin buka toko kali ya di negaranya.

Bahkan ada satu pusat grosiran ATK [alat tulis kantor] lokasinya 1 km dari Onelink Plaza, yang kalau kita beli barangnya dalam jumlah banyak, juga harganya bedaaaaa banget ama yang kalau udah di toko buku. Misalnya eraser atau penghapus lucu-lucu, kalau di Gramedia Dian pernah lihat model dan merek yang sama seharga 20 ribu satu [kira-kira 15 yuan], maka di pusat grosir ATK ini, harganya hanya 1,5 yuan [atau kurang lebih 3000 rupiah saja] hihihi… beda jauh ya.. kalau mau buka toko lumayan untungnya ya…

Cara ke Haizhu square ini juga mudah. Karena di peta jalur metro, stasiun pemberhentiannya bernama Haizhu Square. Adanya di jalur metro nomor 2. Kalau datang dari Line 5, maka interchange di Guangzhou railway stasion, atau kalau kita datang dari line 1, maka interchange nya  di Gongyuanqian.

Waaah… baru dua tempat aja tulisannya sudah panjang lebar ya…

Besok-besok Dian sambung lagi,  dengan tujuan kunjungan yang berbeda lagi ya… InsyaAllah.

Sekedar untuk catatan pribadi Dian, lokasi yang lain yang Dian kunjungi dan akan Dian share adalah : Yue xiu Park, Water Fall near Citic Plaza, Chen Clan Academy, Guangzhou bookstore Centre, Pandan Restaurant, Mesjid Guangta lu dan Mesjid dekat Yuexiu Park, Tee Mal, The western Han Dynasty Mausoleum of Nanyue King.

Sebenarnya tempat-tempat ini baru 1/10 mungkin dari lokasi wisata di Guangzhou… karena kondisi waktu, keuangan dan lokasi yang jauh-jauh, maka Dian memilih lokasi wisata yang mudah dikunjungi menggunakan metro subway saja. Padahal kalau punya kendaraan pribadi… sangaaaat banyak lokasi wisata yang lebih indah dan lebih keren lagi. Apa daya, kondisinya harus disesuaikan dengan diri… Hiks… ^_^

*foto diambil dari sini :

http://www.lifeofguangzhou.com/node_10/node_35/node_152/node_153/img/2006/03/21/11429317931111_2.jpg

http://www.newsgd.com/pictures/peoplelife/200606020051_59939.jpg

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ada Kain Benang Emas dan Ulos Gendongan Bayi …

Piere Barutu | | 24 April 2014 | 22:40

Lost in Translation …

Eddy Roesdiono | | 24 April 2014 | 22:52

PLN Gagap Online …

Andiko Setyo | | 24 April 2014 | 23:40

Drawing AFC Cup U-19: Timnas U-19 Berpotensi …

Primata Euroasia | | 24 April 2014 | 21:28

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Di Mana Sebenarnya MH370? Waspada Link …

Michael Sendow | 14 jam lalu

Bila Separuh Gaji Karyawan Memang untuk …

Agung Soni | 17 jam lalu

Demam Masha and Bear, Lagi-lagi Film Animasi …

Heru Andika | 21 jam lalu

Senayan, Panggung Baru Para Artis… …

Iswanto Junior | 22 jam lalu

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 23 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: