Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Muchtar Kadir

berusaha menjaga hati dengan selalu bekata JUJUR

Pesona Pulau Wawonii

REP | 14 September 2010 | 13:10 Dibaca: 1391   Komentar: 5   0

Petualangan saya kali ini adalah pulau wawonii di Sulawesi Tenggara. Persiapan menuju pulau wawoni dari kota Kendari telah direncakan jauh hari sebelumnya. Tujuan utamanya adalah petualangan di laut sekitar pulau wawonii. Mancing adalah agenda utamanya.

Untuk mencapai pulau ini, saya dan rombongan memutuskan untuk menggunakan kapal Ferry milik ASDP Kendari. Dibutuhkan waktu kurang lebih 3 jam untuk sampai di pelabuhan wawonii. Sebenarnya pulau ini cukup besar, sehingga daerah yang kami tuju adalah Langara. Secara administrasi pemerintah pulau wawonii sebagai satu wilayah kecamatan dalam wilayah Kabupaten Konawe.

Berangkat dari pelabuhan ferry Kendari pada pukul 10.00 wita dan berlabuh di pelabuhan Langara, Pulau Wawonii kurang lebih pukul 13.00wita. Selain kapal ferry, masih ada perusahaan pelayaran rakyat yang membuka route perjalanannya Kendari-Langara pergi pulang. Kapal yang digunakan oleh perusahaan rakyat itu menggunakan perahu motor yang terbuat dari kayu. Dan konon, menggunakan kapal dari kayu lebih cepat sampainya ketimbang menggunakan kapal ferry.

suasana di bagan

suasana di bagan

Kapal ferry yang saya tumpangi dan kapal kayu milik perusahaan rakyat itu, melakukan route perjalanan pergi pulang, kendari – langara – kendari. Kalau lagi musim ombak, waktu perjalanan bisa lebih dari 4 jam. Tapi untung ketika saya melakukan perjalanan ombak tidak terlalu kencang, sehingga saya bisa menikmati panorama alam laut yang menabjubkan..

pelabuhan nelayan di pulau wawonii

pelabuhan nelayan di pulau wawonii

Tarif ferry Kendari-Langara cukup murah hanya Rp 20.000,- Diatas kapal saya dan rombongan menyewa beberapa kamar abk dengan tarif hanya Rp150ribu per kamar. Saya bisa menikmati pemandangan dari jendela kecil tanpa harus kena angin dan matahari.

Setibanya di pelabuhan Langara, wawonii saya dan rombongan menuju Koramil. Di tempat ini satu-satunya angkutan yang bisa digunakan adalah ojek. Kurang lebih 2 km jarak dari pelabuhan menuju koramil menggunakan jasa ojek dengan tarif Rp 5000 per orang atau per barang.

Menjelang malam tiba, kami pun siap-siap melakukan perjalanan ke lokasi mancing. Seluruh persiapan dan kelengkapan mancing juga sudah tuntas. Untuk mencapai lokasi mancing dibutuhkan waktu kurang lebih 1 jam dengan menggunakan perahu nelayan setempat.

bagan milik nelayan

bagan milik nelayan

Cuaca kurang bersahabat, hujan dan ombak menghatamkan perahu, sehingga diputuskan untuk berlabuh di salah satu “bagan” milik nelayan setempat. Perahu kami tambatkan di “bagan” dan meminta ijin ke pemilik “bagan” untuk bisa berlindung dari terpaan ombak dan guyuran hujan.

“Bagan” adalah peralatan nelayan untuk menangkap ikan dengan menggunakan perahu yang dibagian samping kiri dan kanannya terdapat jaring yang cukup besar sebagai media untuk menangkap ikan. Bagan ini juga dilengkapi dengan penerangan lampu yang cukup banyak dan ditempatkan pada bagian atas jaring sebagai sarana untuk memancing ikan-ikan untuk berkumpul.

inilah hasil tangkapanku

inilah hasil tangkapanku

Setelah sekian lama jaring di turunkan, dan dalam jangka waktu tertentu, atau menurut pemantauan pemilik bagan maka agenda berikutnya adalah memadamkan penerangan lampu secara perlahan sembari jaring mulai di angkat.

Proses pengangkatan jaring dilakukan secara manual dengan menggunakan tenaga dari seluruh crew bagan. Termasuk saya sempat membantu untuk mengangkat jaring. Hasilnya? Memang lagi sial hanya beberapa ikan yang nyangkut dan berhasil di angkat. Mungkin ini juga disebabkan karena kondisi cuaca yang kurang bersahabat.

koramil wawonii

koramil wawoniiinilah perahu yang dipakai mancing

Menjalang pagi, cuaca baru bersahabat. Saya dan rombongan kembali ke perahu untuk melakukan kegiatan mancing. Saya dan rombongan harus menjauh dari posisi bagan agar pancing tidak tersangkut di jaring dan tali bagan. Kurang lebih 500 meter dari jarak bagan kami lego jangkar dan memulai dengan kegiatan mancing.

Beberapa jenis ikan yang berhasil kami tangkap. Tapi petualangan kali ini memang belum menggembirakan. Tapi paling tidak telah menganal alam pulau wawonii yang penuh keindahan dan panorama alamnya.

Tak terasa laut mulai terang seiring munculnya matahari pagi dari peraduannya. Kami memutuskan untuk tetap melakukan kegiatan mancing hingga pukul 10. berkali-kali kami pindah lokasi mancing, tapi memang nasib belum beruntung.

Kerena telah pindah lokasi mancing berkali-kali tapi belum juga mendapatkan hasil yang diharapkan, saya dan rombongan memutuskan untuk kembali ke langara. Dan selanjutnya pada pukul 14.00 wita saya dan rombongan harus kembali lagi ke Kendari dengan menggunakan kapal Ferry yang sama.

panorama pulau wawonii

panorama pulau wawonii

ini juga hasil tangkapanku

ini juga hasil tangkapanku

Menikmati panorama alam laut Pulau Wawoni yang mengagumkan itu membuat kepenatan tak terasa di badan meski semalam tak ada waktu untuk tidur. Apalagi masih sempat menikmati hasil pancing dengan acara bakar-bakar ikan sebelum kembali ke Kendari.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Perjalanan Malam Hari di Jalur Pantura …

Topik Irawan | | 24 July 2014 | 15:41

Berlibur Sejenak di Malaka …

G T | | 24 July 2014 | 15:51

Indonesia Bikin Kagum Negara Tetangga …

Apriliana Limbong | | 24 July 2014 | 20:51

Taman Bunga Padang Pasir …

Ferdinandus Giovann... | | 24 July 2014 | 19:07

Permohonan Maaf kepada Ahmad Dhani …

Kompasiana | | 24 July 2014 | 20:27


Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: