Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Dwi P

I am a Civil Engineer and also a Pastor in Christian Church. I like writing, selengkapnya

Belanja Super Murah di Guangzhou, Cina

HL | 22 September 2010 | 05:40 Dibaca: 12185   Komentar: 24   3

Jika seseorang mengernyitkan keningnya ketika mendengar nama kota Guangzhou, ketahuan angkatannya. Akan tetapi ketika dijelaskan bahwa Guangzhou itu sama dengan Kanton, barulah orang itu mengerti. Guangzhou (baca Kwangco) adalah kota ketiga terbesar di RRC, sesudah Beijing dan Shanghai. Jika Beijing sebagai pusat pemerintahan dan Shanghai diarahkan menjadi kota metropolitan modern, maka Guangzhou adalah pusat belanja. Kota ini juga menjadi pintu gerbang transportasi ke seluruh kota di RRC mengingat posisinya yang di Selatan.

Industri rumahan yang memproduksi kebutuhan sehari-hari banyak ditemui di kota ini. Menurut data, Guangzhou memproduksi 50% terhadap produksi sepatu nasional Cina, atau sebesar 1.300.000.000 (1,3 milyar) pasang setahun. Pusat perbelanjaan grosir tersebar di seantero kota dan dipilah-pilah berdasarkan komoditasnya. Ada pusat grosir kaos dan baju dalam, pusat grosir gaun dan baju kualitas butik, pusat grosir sepatu, pusat grosir tas, pusat grosir jam tangan, pusat grosir hand phone dll. Saking besarnya, sehari tidak cukup untuk menjelajah salah satu pusat grosir tersebut. Dan yang paling gila sudah pasti harganya yang tidak masuk akal.

Ilustrasi-Pusat Belanja Guangzhou, China/Admin (carpilami.blogspot.com)

Ilustrasi-Pusat Belanja Guangzhou, China/Admin (carpilami.blogspot.com)

Bagi wisatawan mancanegara yang hanya punya waktu 1 – 2 hari saja, pilihan yang paling tepat adalah Beijing Lu (baca Pecinglu) dan Shangjiu Lu (baca Sangciulu). Lu artinya jalan. Kedua pusat perbelanjaan ini memiliki konsep pedestrian walk, seperti Pasar Baroe di Jakarta, dipenuhi toko-toko dan kios-kios aneka barang, mulai dari toko resmi, hingga yang menjual barang bermerk KW-1 sampai yang jelas-jelas palsu. Sedangkan di Shangjiu Lu ada pusat penjualan perhiasan giok, hanya saja untuk yang ini harus memiliki kemampuan untuk membedakan mana yang asli mana yang palsu.

Bagi mereka yang baru pertama kali ke kota ini pasti akan terbelalak dengan harga yang ditawarkan. Kiatnya adalah menawarlah dengan kejam dan tega. Tas tangan perempuan yang kalau di Mangga Dua harganya 300 ribuan ditawarkan pertama kali dengan harga 200 Yuan (1 Yuan sekitar Rp. 1.350,-) bisa dilepas dengan harga 50 Yuan saja (atau Rp. 65.000 an). Teman-teman di sini mengatakan kalau menawar pasang tampang jutek, jangan tersenyum. Lalu berlagak tidak mau, pasti akan dipanggil kembali. Jika bahasa menjadi kendala, kalkulator menjadi senjata wajib. Jangan kuatir, di setiap toko mereka siap dengan kalkulator. Jangan ragu untuk menawar mulai dari ¼ nya.

Di kedua jalan ini juga ada beberapa kios penjual Hand Phone yang harganya ‘mengerikan’. Sebuah handphone layar sentuh merk terkenal yang di Jakarta harganya sekitar 7 jutaan, di sini ditawarkan pertama kali dengan harga 350 Yuan, dan setelah ngotot akan dilepas hingga 250 Yuan saja (atau Rp. 350 ribuan saja). Hebatnya ada fitur bahasa Indonesianya (berarti banyak orang Indonesia meminatinya) dan dual sim card. Secara visual sama persis, tetapi bak membeli kucing dalam karung, kadang-kadang ada yang layarnya sulit digerakkan. Yang pasti baterenya amat sangat cepat habis. Stand by saja paling kuat hanya satu hari. Untuk gaya-gayaan boleh lah.

Kesulitan yang kita hadapi di sini adalah bahasa dan tulisan. Sedikit sekali yang bisa berbahasa Inggris dan mampu membaca huruf latin. Jika dari hotel anda mau melancong ke kedua jalan ini, jangan lupa minta petugas hotel menuliskannya dalam bahasa kanji, lalu tunjukkan itu ke supir taksi. Demikian pula pulangnya jangan lupa membawa kartu hotel yang bertulisan kanji. Harga taksi terbilang murah dibandingkan di Indonesia. Kalau mampu membaca tulisan kanji, naik bis umum dan subway Metro menjadi pilihan yang sangat ekonomis. Demikian pula jika masuk ke restoran, menu dituliskan dalam bahasa kanji. Langkah aman tentunya ke restoran siap saji internasional yang ada di kedua jalan tersebut, hanya saja tidak sedia nasi, sehingga jika perutnya harus kemasukan nasi, terpaksa membawa bekal dari hotel. Saus sambal juga tidak tersedia (catatan: orang Guangzhou tidak terlalu suka pedas), sehingga siapkan selalu saus sambal sachet di tas anda.

Jika anda memiliki waktu lebih dari tiga hari, mari menjelajah kota murah ini untuk mendapatkan barang-barang dengan harga lebih fantastis lagi dibandingkan kedua jalan di atas. Jika anda penggemar sepatu, mulai dari sepatu santai, sepatu olahraga hingga sepatu kulit resmi, mintalah supir taksi mengantarkan ke Jie Fang Nan Lu di sekitar Haizhu Guangchang (Haizhu Square). Mata anda akan dimanjakan dengan ratusan toko. Hanya saja karena pasar grosir, jika beli satuan harganya akan lebih mahal. Sebagai gambaran, jika beli lebih dari 10 pasang akan mendapatkan diskon hingga 30%.

Atau mintalah supir taksi mengantarkan ke stasiun pusat Guangzhou. Dari situ anda dapat menjelajahi berbagai pusat grosir, mulai dari jam tangan, baju, sepatu, topi dll. Jika penggemar jam tangan, anda akan terbingung-bingung melihat ratusan kios yang menjual jam tangan mulai dari yang mainan hingga mewah tapi KW-1. Hebatnya setiap kios memiliki catalog jam tangan merk terbaru dalam bentuk buku tebal dan mewah. Tunjukkan saja jam tangan yang anda minati, dan segera akan ditunjukkan ke anda. Jangan lupa kepiawaian anda menawar sangat berguna. Di sini para penjual bisa berbahasa Inggris karena banyak sekali wisatawan (dan pedagang) berbagai warna kulit memenuhi pusat grosir jam tangan ini.

Bersebelahan dengan jam tangan, anda akan menemukan pusat penjualan kaos, baju, topi hingga sepatu. Jika masih cukup waktu, seberangilah jalan di depan stasiun, anda akan menemukan pusat perbelanjaan khusus fashion berkualitas butik. Distro-distro yang menjual aneka gaun ABG bertebaran di sini dan ditawarkan dengan cara unik. Di sepanjang selasar, para SPG (Sales Promotion Girl) akan menawarkan gaun dengan cara memakainya, sehingga kita seperti berjalan di atas catwalk. Jika tertarik dengan gaun yang dikenakan SPG itu, masuklah dan mulailah perang harga.

Tidak jauh dari stasiun (akan tetapi jika jalan kaki lumayan pegal) ada pusat grosir tas. Tepatnya di Jie Fang Bei Lu. Ada hampir sepuluh pusat pertokoan di jalan itu, seberang berseberangan. Di Baiyun Leather World Centre, anda akan menemukan ratusan toko penjual tas tangan merk dunia dengan kualitas OK. Kadang-kadang ada beberapa pembeli yang membawa print-out gambar tas dari website catalog terbaru merk tersebut dan menunjukkannya kepada mereka. Ajaib, mereka akan menunjukkan barang tersebut di hadapan anda dengan harga yang tidak masuk akal (dibandingkan aslinya). Jika mau yang lebih murah, pergilah ke seberang dimana bertebaran kios-kios penjual tas palsu KW-2. Dompet-dompet perempuan yang dicetak merk terkenal hanya dihargai 10 Yuan (Rp. 14.000,-) saja per buah. Untuk oleh-oleh sangat menawan.

Masih terlalu banyak yang bisa dibahas dari kota ini, karena kita belum menjelajah pusat hand phone dan pusat elektronik. Jika anda gemar berpetualang dan mencari pemandangan yang indah, mungkin lebih baik pergi ke Beijing, Guilin atau berbagai kota lain yang memiliki pemandangan indah karena secara umum Giangzhou tidak terlalu beda jauh dengan Jakarta. Tapi jika gemar belanja, di sinilah surganya. Belum lagi harganya yang serba murah: makanan murah, taksi murah dan tariff hotel yang relative lebih murah dari Indonesia. Sekarang sudah ada dua penerbangan nasional Indonesia yang terbang langsung dari Jakarta ke Guangzhou. Harganya pun tidak terlalu mahal. Atau alternative menarik lainnya, terbang ke Hongkong atau Macau, lalu naik kereta api atau bis umum ke Guangzhou yang ditempuh hanya dalam waktu 2 jam.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pelajaran Akan Filosofi Hidup dari Pendakian …

Erik Febrian | | 18 April 2014 | 10:18

Memahami Penolakan Mahasiswa ITB atas …

Zulfikar Akbar | | 18 April 2014 | 06:43

Kalau Sudah Gini, Baru Mau Koalisi; …

Ali Mustahib Elyas | | 18 April 2014 | 11:32

Mulai Terkuak: Penulis Soal UN “Jokowi” …

Khoeri Abdul Muid | | 18 April 2014 | 11:32

Yuk, Ikuti Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | | 15 April 2014 | 20:47


TRENDING ARTICLES

Bila Anak Dilecehkan, Cari Keadilan, …

Ifani | 7 jam lalu

Semen Padang Mengindikasikan Kemunduran ISL …

Binball Senior | 8 jam lalu

Senjakala Operator CDMA? …

Topik Irawan | 9 jam lalu

Tips Dari Bule Untuk Dapat Pacar Bule …

Cdt888 | 10 jam lalu

Seorang Ibu Memaafkan Pembunuh Putranya! …

Tjiptadinata Effend... | 12 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: