Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Iast Wiastuti

Mengembangkan 12 destinasi pesisir Jakarta Utara demi terciptanya kesejahteraan masyarakat, meningkatkan perekonomian, menghapuskan kemiskinan

Jakarta Utara dan 12 Destinasi Berbasis Komunitas

OPINI | 30 September 2010 | 21:02 Dibaca: 299   Komentar: 0   0

fun%20bike_200_200.jpgTANJUNGPRIOK - Ide kreatif,unik disertai konsep yang teruji akan mampu menjadi sesuatu yang diharapkan semua pihak. Termasuk memberdayakan komunitas berbasis wisata yang ada di DKI Jakarta, terutama 12 Destinasi Jakarta Utara.

Kota Jakarta Utara tak pernah sepi dengan segala aktivitas para komunitasnya. Hasil kunjungan dan pantauan wisatapesisir.com di sejumlah titik 12 destinasi sangat beragam komunitasnya, seperti di Kelapa Gading ada komunitas robotic, air soft gun, mobil, sepeda dan penggila olahraga lainnya tak ketinggalan pencinta kulinernya.

Islamic centre yang merupakan kajian dan pusat kegiatan religi banyak komunitas-komunitas pelajar, mahasiswa yang kerap mengunjungi mesjid terbesar di Jakarta Utara melalui kajian, diskusi, seminar dan membedah persoalaan keagamaan hingga mengundang wisatawan daerah dan mancanegara.

Stasiun Tanjungpriok, salah satu destinasi kerap disambangi turis dan komunity tempoe doloe, klub fogorafer serta pencinta historia Kota Jakarta dan penggila arsitektur.

Kampoeng Tugu dengan keunikan dan wisata seni serta sejarah keroncong juga merupakan pusat komunitas pencinta keroncong. Lantunan kerontjong toegoe tak tertandingi hingga mancanegara, bahkan beberapa pelatihan jurnalistik kerap menjadikan kampung Tugo serta Kerontjong Toegoe menjadi bahan tulisan.

Bahtera Jaya atau Yacht Club menjadi pusat komunitas olahraga air, banyak pencinta olahraga layar, kayak, ski yang menjadikan Bahtera Jaya Ancol sebagai tempat berbagi ilmu terutama di olahraga air . Tak ketinggalan Bahtera Ancol menjadi pusat wisata mancing antar pulau-pulau di Indonesia dengan komunitas Kamikazenya.

Ancol Taman Impian menjadi patron destinasi wisata di seluruh Indonesia termasuk pusat segala komunitasnya, skalanya sudah mendunia.

SUnda Kelapa pantas disebut mutiaranya  fotografer, para komunitas  menjadikan pelabuhan tradisionalnya sebagai acuan fotografer untuk mengabadikan kegiatan dan perahu phinisnya.

Hutan suaka margasatwa Muara Angke, baik komunitas foto, Bird Watching, lingkungan selalu menjadikan areal hutan bakau ini tujuan pelestarian dan selalu dilindungi para komunitas lingkungan hingga tercipta komunitas lingkungan yang selalu lahir dari Hutan Muara Angke.

Pemberdayaan masyarakat di sekitar lokasi wisata, Pemprov DKI kembangkan konsep wisata berbasis komunitas (community based tourism).  Sedikitnya terdapat sekitar 160 komunitas berpotensi menjadi tempat wisata.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI, Arie Budiman, menyatakan langkah ini sebagai salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi wisata. Mengingat di tengah  pesatnya pertumbuhan industri pariwisata global dan nasional, keberadaan mereka kerap tersisihkan.

“Melalui wisata berbasis komunitas diharapkan pengembangan wisata yang dilakukan akan berdampak positif secara signifikan bagi warga komunitas lokal,” ujar Arie, usai diskusi “Membangun Jakarta sebagai Kota Wisata berbasis Komunitas” di Hotel Batavia, Jakarta Barat, Rabu (29/9/2010).

Kendati demikian, Arie menolak jika penerapan konsep ini hanya kebijakan latah mengikuti tren-tren yang dilakukan negara lain yang telah menerapkan lebih dulu, seperti Tanzania, Vietnam, Laos, Kyrgyzstan, Namibia, Honduras, dan Thailand. Sebab, kata dia, pihaknya telah melakukan studi penelitian dan analisa mendalam terhadap kondisi objektif terhadap sektor pariwisata di Jakarta.

“Kami akan bekerjasama dengan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisita dan Kementerian Koperasi dan UKM untuk memberikan bantuan dana terhadap berbagai komunitas yang ada,” kata dia.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kalau Bisa Beli, Kenapa Ambil yang Gratis?! …

Tjiptadinata Effend... | | 01 November 2014 | 14:03

Sebagai Tersangka Kasus Pornografi, Akankah …

Gatot Swandito | | 01 November 2014 | 12:06

Danau Toba, Masihkah Destinasi Wisata? …

Mory Yana Gultom | | 01 November 2014 | 10:13

Traveling Sekaligus Mendidik Anak …

Majawati Oen | | 01 November 2014 | 08:40

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

MA si Tukang Sate Ciptakan Rekor Muri …

Ervipi | 7 jam lalu

Jokowi Kelolosan Sudirman Said, Mafia Migas …

Ninoy N Karundeng | 7 jam lalu

Pramono Anung Sindir Koalisi Indonesia Hebat …

Kuki Maruki | 8 jam lalu

Keputusan MK Tentang MD3 Membuat DPR Hancur …

Madeteling | 9 jam lalu

Karena Jokowi, Fadli Zon …

Sahroha Lumbanraja | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Manajemen Konflik di Negeri Angkara Murka …

Yudhi Hertanto | 7 jam lalu

99,9% Arema Dibantu Wasit? …

Id Law | 7 jam lalu

For You …

Ahmad Maulana Jazul... | 7 jam lalu

Sejatinya Pemimpin…!!! …

Alex Palit | 7 jam lalu

Penggunaan Air Susu Ibu (ASI) …

Zainab Hikmawati | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: