Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Reni Judhanto

Seorang ibu dan wanita bekerja yang ingin mencoba menulis, meskipun sederhana saja.

Perkebunan Teh Njamus

REP | 20 October 2010 | 04:53 Dibaca: 212   Komentar: 19   1

Berada di tengah alam terbuka setelah sekian lama berkutat dengan pekerjaan kantor dan hiruk pikuknya kota, sungguh terasa sangat menyenangkan. Itulah yang aku alami saat aku berada di Perkebunan Teh Njamus beberapa waktu yang lalu.
Untuk sampai ke perkebunan teh itu, kami (aku, suami dan anakku) harus melewati jalanan yang berkelok-kelok dan menanjak. Sayangnya, tak semua jalan yang kami lalui mulus, bahkan di beberapa kali kami menemui jalanan yang cukup memprihatinkan kondisinya. Tapi jauhnya perjalanan yang kami tempuh terbayar oleh indahnya pemandangan yang akhirnya kami temui disana.

Kami terpaku melihat hamparan kebun teh yang menghijau diantara gunung-gunung yang tinggi menjulang. Itu semua belum cukup, karena mata kami masih dimanjakan oleh keindahan air terjun yang ada di situ. Sejauh mata memandang, hanya keindahan yang terlihat. Ditambah dengan udara yang demikian sejuknya, membuat kami melupakan segala kesesakan yang kami jalani sebelumnya di kota.

Sewaktu kami sampai di tempat yang sangat lapang, kami mencium bau yang wangi sekali. Setelah kami mencari sumbernya, ternyata bau yang wangi itu berasal dari 3 buah pohon kantil yang besar sekali, tepat di atas mobil kami diparkir !! Masya Allah…, sebuah paket lengkap tersaji di depan kami : pemandangan yang indah, udara yang sangat sejuk, desiran angin yang lembut disertai bau yang wangi sekali. Rasanya tak ada lagi tempat yang lebih indah daripada tempat itu.

Tak jauh dari tempat itu, ada bangunan kokoh berwarna putih yang menjulang di atas tempat yang agak tinggi. Melihat bentuknya, sepertinya bangunan itu dibangun pada jaman pemerintahan Belanda. Konon, bangunan itu merupakan pabrik teh. Bangunan pabrik itu berdekatan dengan rumah dinas administratur perkebunan teh itu. Aku jadi membayangkan…, betapa asyiknya bisa bermalam di tempat yang seasri itu pada akhir pekan ya..?

Pemandangan kebun teh Njamus

Kiri : pabrik teh, kanan : salah satu pohon kantil yang besar itu

Puas bermain di air terjun yang airnya dingin

Sebenarnya di areal perkebunan teh itu ada juga kolam pemandian juga, namun kami tak tertarik kesana. Kami memilih untuk mata kami memandang keindahan alam dan menikmati udara segar di alam terbuka. Saat matahari mulai bergerak ke arah barat, kami memaksakan diri untuk meninggalkan tempat itu. Sungguh, sebenarnya kami ingin bisa lebih lama lagi disana, apalagi anakku benar-benar senang sekali bermain diantara rerimbunan pohon teh. Semoga saja lain kali kami dapat kesana lagi….Maaf kali ini aku tak mampu berkata banyak, segala keindahan yang aku saksikan rasanya tak mampu terwakili oleh kata-kata, sehingga aku memilih memajang sebanyak mungkin foto disini. Semoga foto-foto itu lebih mampu menceritakan bagaimana keindahan yang kami saksikan.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Wisata ke Perbatasan Surga dan Neraka di …

Taufikuieks | | 17 December 2014 | 11:24

Melahirkan Cesar Versi Saya dan Ashanty …

Mariam Umm | | 17 December 2014 | 13:39

Mau Operasi Kanker Tulang Kemaluan Atau …

Posma Siahaan | | 17 December 2014 | 19:17

The Hobbit: The Battle of the Five Armies …

Iman Yusuf | | 17 December 2014 | 21:02

Lima Edisi Klasik 16 Besar Liga Champions …

Choirul Huda | | 17 December 2014 | 21:54


TRENDING ARTICLES

Sadisnya Politik Busuk Masa Pilpres di …

Mawalu | 5 jam lalu

Kalah Judi Bola Fuad Sandera Siswi SD …

Dinda Pertiwi | 5 jam lalu

Mas Ninoy N Karundeng, Jangan Salahkan Motor …

Yayat | 6 jam lalu

Jiwa Nasionalis Menteri yang Satu Ini …

Adjat R. Sudradjat | 6 jam lalu

Hanya Butuh 22 Detik Produksi Sebuah Motor …

Ben Baharuddin Nur | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

7 Cara Ajaib! Memenangkan Lomba Vote di …

Giant Sugianto | 8 jam lalu

Aristan : Audit Dinas PU Sigi …

Geni Astika | 8 jam lalu

100 Hari Menuju Sakaratul Maut …

Ivone Dwiratna | 9 jam lalu

Dulu Soekarno Mengusir Penjajah, Sekarang …

Abdul Muis Syam | 9 jam lalu

Seniman, antara Profesi dalam Angan dan …

Christian Kelvianto | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: