Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Veronica Setiawati

Hobby petualangan dan traveling

Taman Makam Pahlawan Tanjung Nirwana, Banyumas

REP | 21 October 2010 | 12:10 Dibaca: 186   Komentar: 0   0


Berkunjung ke makam pahlawan terakhir kalinya sewaktu saya masih SMP. Mungkin karena letak sekolah dan makam pahlawan kalibata yang tidak begitu jauh bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Alasan kedua karena rumah saya masih di sekitar kalibata. Tempat yang akan dikunjungi atau istilahnya ziarah ke makam adalah ke makam tujuh jendral pada masa pemberontakan G 30 S. makamnya sangat kelihatan jelas karena ke tujuh makam tersebut di semen alasnya.

Namanya juga makam pasti sepi dan jarang bahkan tidak ada yang mengunjungi. Lagipula serem yaa , makam orang yang sudah mati koq dikunjungi. APa salahnya kalau saya mengunjungi para pahlawan yang sudah meninggal? Mereka kan sudah berjuang untuk Negara Indonesia , kemudian dari perjuangannya mereka mendapat penghargaan , dihari kematiannya mereka sebagai pahlawan, dimakamkan pada sebuah tempat yang khusus. Wiih keren abiz.

Itulah uniknya jika mengunjungi makam pahlawan buat saya, walaupun saya tidak kenal mereka semasa hidupnya tetapi saya bisa turut mendoakan para pahlawan ini. Seperti yang saya alami sewaktu melewati jalan pahlawan yang ada di kota purwokerto. Nah , mata saya menangkap sebuah tempat makam pahlawan, eeh ternyata ada loh.. namanya Taman Makam Pahlawan Tanjung Nirwana -Kabupaten Banyumas.

Luasnya memang tidak seluas yang ada di kalibata. Pintu gerbangnya diapit dua buah gapura sebagai pagar pembatas dari taman makam pahlawan ini. Disebelah kanan dari pintu gerbang ada sebuah daftar nama-nama para pahlawan yang dimakamkan sebanyak 786 orang menurut tahun kematiannya. Untuk memasuki makam lewat sebuah jalan yang ada disisi kanan makam ini. para pengunjung makam ini diwajibkan untuk mengisi buku tamu yang sudah disediakan. Beberapa keterangan mengenai taman makam pahlawan Tanjung Nirwana ini dapat dibaca dengan jelas dalam bingkai-bingkai yang dipasang, tata tertib apa saja yang tidak diperbolehkan di area makam, ketentuan criteria dari orang yang akan dimakamkan di taman makam pahlawan serta makna diorama pada dinding plaza monument taman makam pahlawan “Tanjung Nirwana”

Makamnya sendiri itu ada di sisi kanan dan kiri serta dibelakang monument ini. Di tengah-tengah makam terdapat tugu monument dengan alasnya berwarna hijau muda. Diluar monument ini ada gambar-gambar pada masa perjuangan pada sebuah relief. Ditengah tugu ada sebuah tulisan puisi dari chairil anwar yang berbunyi :

“kami cuma tulang-tulang berserakan tapi adalah kepunyaanmu.
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan

ataukah jiwa kami melajang untuk kemerdekaan , kemenangan dan harapan

atau tidak untuk apa apa.

Kau lah sekarang yang berkata. Kami tidak tahu.

Kami tidak lagi bisa berkata.
Kami bicara padamu dalam hening dimalam sepi.

Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak kenang kenangan kami.

Teruskan teruskanlah jiwa kami.”
( chairil anwar )

Tugu ini sendiri dibangun pada tahun 1961 oleh arsitektur ZENI. Gambar-gambar yang ada pada monument menggambarkan PERTEMPURAN di PALAGAN AMBARAWA. Jika melihat kiri bawah dari tugu ini ada tulisan jawa yang berbunyi “sukmo hening hangroso manjing nirwono” yang artinya para pahlawan gugur membela Negara , bangsa dan tanah air masuk surga. Dan tulisan yang ada di sisi kanan tugu adalah “wani nanding ing gotro ibu pertiwi” yang artinya berani berkorban demi tanah air Republik Indonesia ( Ibu Pertiwi ).

Terima kasih para pahlawan , yang sepenuh hati jiwa dan raga telah memberikan dirinya sendiri untuk kemerdekaan negeri ini. semoga saya dan lainnya dapat meneruskan perjuangan kalian. Seperti kalimat terakhir dari puisi chairil anwar yang ada di tengah-tengah tugu “Teruskan teruskanlah jiwa kami”

Purwokerto , 28 Februari 2010
..Veronica Setiawati..
http://g1g1kel1nc1.blogspot.com

Tags: purwokerto

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

(Foto Essai) Menyambut Presiden Baru …

Agung Han | | 20 October 2014 | 20:54

Inilah Reaksi Mahasiswa Australia untuk …

Tjiptadinata Effend... | | 20 October 2014 | 19:16

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25

10 Tips untuk Komedian Pemula …

Odios Arminto | | 21 October 2014 | 01:11

[ONLINE VOTING] Ayo, Dukung Kompasianer …

Kompasiana | | 16 October 2014 | 14:46


TRENDING ARTICLES

Off to Jogja! …

Kilian Reil | 1 jam lalu

Ini Kata Koran Malaysia Mengenai Jokowi …

Mustafa Kamal | 7 jam lalu

Indonesia Jadi Tuan Rumah Lagi di Piala AFF …

Djarwopapua | 9 jam lalu

BJ Habibie, Bernard, dan Iriana Bicara …

Opa Jappy | 13 jam lalu

Mie Instan vs Anak Kost (Think Before Eat) …

Drupadi Soeharso | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Off to Jogja! …

Kilian Reil | 8 jam lalu

Jokowi dalam Ancaman Gejolak Dua Daerah …

Zulfikar Akbar | 8 jam lalu

Pelantikan Jokowi, Antara Prabowo, Narsis …

Rahab Ganendra 2 | 9 jam lalu

Antusiasme WNI di Jenewa Atas Pelantikan …

Hedi Priamajar | 11 jam lalu

10 Tips untuk Komedian Pemula …

Odios Arminto | 12 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: