Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Mister Hussein

seorang mahasiswa yang sedang belajar memaknai hidup

Panduan Menyetir di New Zealand

HL | 23 October 2010 | 11:21 Dibaca: 1153   Komentar: 17   5

Menyetir di New Zealand itu jauh lebih mudah daripada menyetir di Indonesia khususnya di Jakarta. Beberapa teman bahkan membuat joke jika sudah terbiasa menyetir kendaraan roda empat di Jakarta maka sambil tutup mata pun bisa menyetir di New Zealand. Jika anda ingin berlibur ke New Zealand dan ingin menyetir sendiri maka berikut ini beberapa hal yang akan saya bagi berdasarkan pengalaman setahun saya menyetir di New Zealand.

Yang pertama yang harus di ketahui bahwa posisi mengemudi di New Zealand sama persis di Indonesia yaitu di sebelah kanan. Jadi bagi anda yang terbiasa  berkendaraan roda empat di Indonesia maka tidak perlu waktu yang lama untuk menyesuaikan diri dengan jalanan di New Zealand.

Yang kedua jika anda di New Zealand untuk tujuan berlibur, maka jangan khawatir. SIM Indonesia bisa dipakai tanpa harus diterjemahkan. Tetapi yang harus diingat bahwa SIM Indonesia hanya berlaku satu tahun. Setelah satu tahun anda hanya memiliki dua piliha. Pertama ikut ujian SIM New Zealand dan yang kedua keluar dari New Zealand dan masuk lagi. Sebenarnya ada pilihan ketiga yaitu tetap saja menyetir tetapi risiko ditanggung sendiri.

Yang ketiga, ada empat hal pokok yang harus diperhatikan dalam berkendaraan di New Zealand. Yaitu roundabout, give away, stop dan speed limit. Selebih nya aturan menyetir nya sama dengan di Indonesia. Mari kita bahas sekilas satu persatu.

wikipedia)

Roundabout (Source:wikipedia)

Roundabout atau lingkaran persimpangan. Lingkaran persimpangan ini merupakan hal yang paling fundamental untuk diperhatikan. Jika di Indonesia tidak ada aturan jelas yang mengatur bagaimana cara berkendaraan di bundaran ini, tetapi di New Zealand ada aturan sangat jelas yang mengatur nya.

Untuk roundabout, maka aturan utama adalah anda harus mendahulukan kendaraan yang datang dari sebelah kanan anda. Misal anda adalah mobil biru yang menuju ke utara. Nah sebelum anda masuk ke dalam bundaran, anda harus melihat apakah ada kendaraan lain yang sudah lebih dahulu sampai di garis batas disebelah kanan anda. Jika sudah ada kendaraan lain yang sampai di garis batas maka anda harus memberikan jalan bagi kendaraan tersebut tidak peduli kendaraan tersebut truck, bus, mobil, sepeda motor bahka sepeda pancal. Jangan lupa juga untuk memberi tanda belok. Jika ingin belok kiri maka berila sign kiri, kanan puna kanan. Tetapi jika anda lurus, maka sampai bundaran anda tidak perlu memberikan sign tetapi ketika sampai disetengah bundaran anda harus memberikan sign kiri.

Aturan yang kedua adalah Give Way. Aturan ini sepertinya susah untuk diterapkan di Indonesia. Aturan give way ini berarti anda harus memberikan jalan kepada semua pengendara yang datang dari kanan anda. Sering kali aturan give way ini diberlakukan pada persimpangan bagi simpang empat atau simpang tiga.

NZTA.go.nz)

Give Way (Source:NZTA.go.nz)

Aturan Give Way ini cukup membingungkan. Khususnya bagi pengendara kendaraan yang berasal dari negara yang tidak memberlakukan aturan ini. Untuk jelas nya bisa dilihat pada contoh kasus di bawah ini.

Give Way Rules (NZTA.go.nz)

Give Way Rules (NZTA.go.nz)

Misal kan anda adalah pengemudi mobil berwarna merah (B) pada persimpangan baik dimana mobil B dan A berasal ada tanda Give Way. Maka jika mobil merah ingin berbelok ke kiri, maka mobil merah harus Give Way / mendahulukan mobil hijau (A) untuk belok. Kalau anda bertanya kenapa mobil merah harus mendahulukan mobil hijau jika mau belok kiri, maka jawabannya karena mobil hijau ketika ber belok maka akan berada di sebelah kanan mobil merah. Sehingga harus didahulukan. Akan tetapi jika mobil merah ingin lurus dan mobik hijau belok kanan (memotong jalur mobil merah) maka mobil hijau hrus memberikan jalan kepada mobil merah. Setelah mobil merah lewat baru mobil hijau boleh memotong. Nah jika pada tanda Give Way anda hanya disyaratkan memberikan jalan kepada kendaraan yang berasal dari sebelah kanan, dimana tidak perlu berhenti maka untuk tanda STOP maka anda harus benar-benar berhenti. Definisi berhenti disini adalah roda berhenti menggelinding. Seorang teman memberikan tips untuk benar-benar berhenti dan hitung tiga detik baru jalan lagi.

Stop Sign

Stop Sign

Aturan terakhir yang harus diperhatikan adalah mengenai speed limit. Sepanjang pengalaman saya ada beberapa batasa kecepatan yang diperlakukan. Yang umum di gunakan adalah 50km/h, 60km/h, 70km/h, 100km/h dan unspeed limit. Pada no speed limit anda bisa menjalankan kendaraan anda sekencang yang anda mau.

nostickerz.com)

No speed limit sign (Source:nostickerz.com)

Nah secara umum toleransi untuk kecepatan itu adalah +/- 10%. Misal nya anda bertemu tanda  maksimal 50Km/h maka paling cepat anda boleh berkendaraan 55Km/h dan paling lambat (kondisi tidak menghambat lalu lintas) adalah 45Km/h.

Untuk masalah kecepatan, jangan pernah main-main jika anda tidak mau di denda. banyak speed camera di pasang di jalan-jalan. Siap untuk menjepret anda jika mengemudia diatas kecepatan yang diwajibkan.

Jika anda terkenal denda, baik karena melanggar kecepatan atau melanggar lampu lalu lintas, maka tidak perlu repot. Polisi tidak perlu menawrkan slip biru atau merah. Anda cukup dapat note kecil berisi barcode denda. Tinggal anda bawa ke kantor pos untuk bayar. Beres. Denda nya cukup besar. Di Australi, saya pernah overspeed lebih kurang 8km/h dan saya kena denda AUD 75. Jadi jangan main-main dengan aturan kecepatan.

Saya rasa itulaj aturan-aturan dasar berkendaraan di New Zealand dan Australia serta beberapa negara Commonwealth. Semoga bermnafaat bagi kita semua.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Keluarga Pejabat dan Visa Haji Non Kuota …

Rumahkayu | | 30 September 2014 | 19:11

Me-“Judicial Review” Buku Kurikulum …

Khoeri Abdul Muid | | 29 September 2014 | 22:27

Spongebob dalam Benak Saya …

Ire Rosana Ullail | | 30 September 2014 | 16:48

Sepak Bola Indonesia Kini Jadi Lumbung Gol …

Arief Firhanusa | | 30 September 2014 | 15:58

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Indahnya Teguran Allah …

Nduk_kenuk | 9 jam lalu

Kumpulan Berbagai Reaksi Masyarakat …

Elvis Presley | 11 jam lalu

Asian Games Incheon: Kagum atas Pelompat …

Hendi Setiawan | 13 jam lalu

UU Pilkada, Ahok dan Paham Minoritas …

Edi Tempos | 14 jam lalu

People Power Menolak Penghapusan Pilihan …

Daniel Setiawan | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Smartphone dan Pribadi Boros Energi …

Dian Savitri | 8 jam lalu

Gerakan Indonesia Menulis; Mencari Nilai …

Rendra Manaba | 8 jam lalu

Pegawai BRI Beraksi Bak Debt Collector …

Rusmin Sopian | 8 jam lalu

Tradisi dan Teknologi …

Susy Haryawan | 8 jam lalu

Pisah Sambut Kejari Singaparna …

Asep Rizal | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: