Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Panduan Jalan Hemat ke China (Beijing - Shanghai - Xian)

OPINI | 14 November 2010 | 10:19 Dibaca: 1624   Komentar: 0   1

Menurut penulisnya, proses pembuatan ebook TravelHemat China ini adalah salah satu hal yang paling sulit yang pernah dialami selama bertahun-tahun menekuni bidang pekerjaan sebagai travel writer.

hotel murah di china photo hotelmurahdichina.jpg

Kesulitan yang dialami terutama dalam mengumpulkan informasi yang bisa memudahkan Anda dalam melakukan perencanaan perjalanan ke negeri tirai bambu ini. Salah satu contohnya adalah, bahwa hingga ebook ini ditulis, belum ada fasilitas pemesanan tiket kereta api RESMI yang bisa menerima pembelian tiket kereta api secara online dari luar negeri. Padahal, merencanakan perjalanan dengan baik ke luar negeri selalu diawali dengan merencanakan rute perjalanan mana saja yang akan dilalui dan berapa lama durasi yang dibutuhkan untuk berpindah dari satu kota ke kota lainnya. Dengan membeli tiket kereta api (atau tiket sarana transportasi lainnya) yang sudah terkonfirmasi statusnya jauh-jauh hari sebelumnya, maka Anda bisa memesan penginapan di masing-masing kota tujuan. Keduanya ini merupakan hal yang sangat vital terutama dalam hal menghitung budget biaya perjalanan sebelum melakukan sebuah perjalanan independen. Sementara apabila Anda membeli tiket kereta api secara online dari situs-situs milik agen perjalanan setempat, harga jualnya bisa 50% bahkan 300% lebih mahal daripada harga tiket yang seharusnya.

Meski demikian, Anda jangan berkecil hati. Bahwa memang sebuah perjalanan ke luar negeri tidak selalu berjalan dengan mulus dan sesuai dengan apa yang kita kehendaki, ini merupakan sebuah fakta yang harus dihadapi oleh siapapun yang mengaku suka traveling. Dalam serial ebook yang lain, yang berjudul “The Passion of Traveling”, penulis juga menuliskan beberapa pengalaman ‘buruk’ yang dia alami selama melakukan perjalanan ke berbagai tempat di dunia, yang ketika peristiwa itu terjadi, membuat saya berpikir untuk berhenti dari kegiatan keliling dunia yang selama ini saya lakukan (sejak awal tahun 1990an, tatkala saya masih berusia 20 tahunan). Namun, meski banyak hambatan dan peristiwa tidak menyenangkan yang dia alami berkali-kali, ternyata sampai hari ini dia tidak pernah meninggalkan hobinya yang satu ini. Dan perjalanan secara independen ke China seperti yang dituturkan dalam ebook ini, merupakan salah satu pengalaman paling ‘menarik’ sekaligus ‘menantang’ dari serangkaian perjalanan yang sudah dilakukannya di berbagai tempat lainnya.

Jika Anda merasa takut untuk melakukan perjalanan ke China lantaran tidak mengerti bahasa dan dialek setempat, Anda tidak sendirian. Ada banyak orang di luar sana yang memiliki masalah yang sama. Termasuk si penulis sendiri! Dan banyak orang ternyata tetap berhasil menikmati perjalannya ke negeri ini meski tidak bisa berbahasa China sekalipun.

Jika Anda kuatir akan berbagai tindakan kriminal yang konon sering terjadi di negeri panda ini, maka Anda perlu bertanya pada diri Anda sendiri, apakah memang ada sih tempat yang bisa dibilang aman di dunia ini, apalagi di era moderen seperti sekarang ini? Yang penting adalah, bahwa Anda senantiasa waspada dan membaca dengan seksama petunjuk-petunjuk yang sudah dituliskan panjang lebar dalam ebook TravelHemat China ini.

Jadi, nggak usah keburu berkecil hati. Yakinlah bahwa perjalanan Anda secara independen ke Daratan China kali ini akan sama menyenangkannya dengan perjalanan-perjalanan yang sudah Anda lakukan ke negara-negara lainnya. Dan untuk mempersiapkan semuanya dengan baik, maka Anda tidak salah jika membaca ebook serial TravelHemat China ini. Ada jauh lebih banyak hal menarik menanti Anda di negeri yang konon perekonomiannya kini paling perkasa di dunia ini, ketimbang rasa kuatir akan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Selanjutnya, silakan Anda baca panduan detil yang sudah dituliskan panjang lebar dalam 2 serial e-book khusus tentang China ini (TravelHemat China 1 dan TravelHemat China 2). Mengapa penulis membaginya menjadi 2 bagian, karena memang ada banyak sekali informasi yang sangat bermanfaat untuk Anda di dalamnya yang tidak mungkin disatukan menjadi satu serial ebook saja. Bisa-bisa jumlah halamannya mencapai 300-an lebih.

Sekali lagi, mohon baca setiap bagian ebook ini dengan seksama, maka niscaya perjalanan Anda ke negeri China akan berjalan dengan lancar.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Keluarga Pejabat dan Visa Haji Non Kuota …

Rumahkayu | | 30 September 2014 | 19:11

Me-“Judicial Review” Buku Kurikulum …

Khoeri Abdul Muid | | 29 September 2014 | 22:27

Spongebob dalam Benak Saya …

Ire Rosana Ullail | | 30 September 2014 | 16:48

Sepak Bola Indonesia Kini Jadi Lumbung Gol …

Arief Firhanusa | | 30 September 2014 | 15:58

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Indahnya Teguran Allah …

Nduk_kenuk | 9 jam lalu

Kumpulan Berbagai Reaksi Masyarakat …

Elvis Presley | 11 jam lalu

Asian Games Incheon: Kagum atas Pelompat …

Hendi Setiawan | 13 jam lalu

UU Pilkada, Ahok dan Paham Minoritas …

Edi Tempos | 14 jam lalu

People Power Menolak Penghapusan Pilihan …

Daniel Setiawan | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Smartphone dan Pribadi Boros Energi …

Dian Savitri | 8 jam lalu

Gerakan Indonesia Menulis; Mencari Nilai …

Rendra Manaba | 8 jam lalu

Pegawai BRI Beraksi Bak Debt Collector …

Rusmin Sopian | 8 jam lalu

Tradisi dan Teknologi …

Susy Haryawan | 8 jam lalu

Pisah Sambut Kejari Singaparna …

Asep Rizal | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: