Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Panduan Jalan Hemat ke China (Beijing - Shanghai - Xian)

OPINI | 14 November 2010 | 10:19 Dibaca: 1656   Komentar: 0   1

Menurut penulisnya, proses pembuatan ebook TravelHemat China ini adalah salah satu hal yang paling sulit yang pernah dialami selama bertahun-tahun menekuni bidang pekerjaan sebagai travel writer.

hotel murah di china photo hotelmurahdichina.jpg

Kesulitan yang dialami terutama dalam mengumpulkan informasi yang bisa memudahkan Anda dalam melakukan perencanaan perjalanan ke negeri tirai bambu ini. Salah satu contohnya adalah, bahwa hingga ebook ini ditulis, belum ada fasilitas pemesanan tiket kereta api RESMI yang bisa menerima pembelian tiket kereta api secara online dari luar negeri. Padahal, merencanakan perjalanan dengan baik ke luar negeri selalu diawali dengan merencanakan rute perjalanan mana saja yang akan dilalui dan berapa lama durasi yang dibutuhkan untuk berpindah dari satu kota ke kota lainnya. Dengan membeli tiket kereta api (atau tiket sarana transportasi lainnya) yang sudah terkonfirmasi statusnya jauh-jauh hari sebelumnya, maka Anda bisa memesan penginapan di masing-masing kota tujuan. Keduanya ini merupakan hal yang sangat vital terutama dalam hal menghitung budget biaya perjalanan sebelum melakukan sebuah perjalanan independen. Sementara apabila Anda membeli tiket kereta api secara online dari situs-situs milik agen perjalanan setempat, harga jualnya bisa 50% bahkan 300% lebih mahal daripada harga tiket yang seharusnya.

Meski demikian, Anda jangan berkecil hati. Bahwa memang sebuah perjalanan ke luar negeri tidak selalu berjalan dengan mulus dan sesuai dengan apa yang kita kehendaki, ini merupakan sebuah fakta yang harus dihadapi oleh siapapun yang mengaku suka traveling. Dalam serial ebook yang lain, yang berjudul “The Passion of Traveling”, penulis juga menuliskan beberapa pengalaman ‘buruk’ yang dia alami selama melakukan perjalanan ke berbagai tempat di dunia, yang ketika peristiwa itu terjadi, membuat saya berpikir untuk berhenti dari kegiatan keliling dunia yang selama ini saya lakukan (sejak awal tahun 1990an, tatkala saya masih berusia 20 tahunan). Namun, meski banyak hambatan dan peristiwa tidak menyenangkan yang dia alami berkali-kali, ternyata sampai hari ini dia tidak pernah meninggalkan hobinya yang satu ini. Dan perjalanan secara independen ke China seperti yang dituturkan dalam ebook ini, merupakan salah satu pengalaman paling ‘menarik’ sekaligus ‘menantang’ dari serangkaian perjalanan yang sudah dilakukannya di berbagai tempat lainnya.

Jika Anda merasa takut untuk melakukan perjalanan ke China lantaran tidak mengerti bahasa dan dialek setempat, Anda tidak sendirian. Ada banyak orang di luar sana yang memiliki masalah yang sama. Termasuk si penulis sendiri! Dan banyak orang ternyata tetap berhasil menikmati perjalannya ke negeri ini meski tidak bisa berbahasa China sekalipun.

Jika Anda kuatir akan berbagai tindakan kriminal yang konon sering terjadi di negeri panda ini, maka Anda perlu bertanya pada diri Anda sendiri, apakah memang ada sih tempat yang bisa dibilang aman di dunia ini, apalagi di era moderen seperti sekarang ini? Yang penting adalah, bahwa Anda senantiasa waspada dan membaca dengan seksama petunjuk-petunjuk yang sudah dituliskan panjang lebar dalam ebook TravelHemat China ini.

Jadi, nggak usah keburu berkecil hati. Yakinlah bahwa perjalanan Anda secara independen ke Daratan China kali ini akan sama menyenangkannya dengan perjalanan-perjalanan yang sudah Anda lakukan ke negara-negara lainnya. Dan untuk mempersiapkan semuanya dengan baik, maka Anda tidak salah jika membaca ebook serial TravelHemat China ini. Ada jauh lebih banyak hal menarik menanti Anda di negeri yang konon perekonomiannya kini paling perkasa di dunia ini, ketimbang rasa kuatir akan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Selanjutnya, silakan Anda baca panduan detil yang sudah dituliskan panjang lebar dalam 2 serial e-book khusus tentang China ini (TravelHemat China 1 dan TravelHemat China 2). Mengapa penulis membaginya menjadi 2 bagian, karena memang ada banyak sekali informasi yang sangat bermanfaat untuk Anda di dalamnya yang tidak mungkin disatukan menjadi satu serial ebook saja. Bisa-bisa jumlah halamannya mencapai 300-an lebih.

Sekali lagi, mohon baca setiap bagian ebook ini dengan seksama, maka niscaya perjalanan Anda ke negeri China akan berjalan dengan lancar.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Wisata ke Perbatasan Surga dan Neraka di …

Taufikuieks | | 17 December 2014 | 11:24

Melahirkan Cesar Versi Saya dan Ashanty …

Mariam Umm | | 17 December 2014 | 13:39

Mau Operasi Kanker Tulang Kemaluan Atau …

Posma Siahaan | | 17 December 2014 | 19:17

The Hobbit: The Battle of the Five Armies …

Iman Yusuf | | 17 December 2014 | 21:02

Nangkring Parenting bersama Mentari Anakku: …

Kompasiana | | 10 December 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Seniman, antara Profesi dalam Angan dan …

Christian Kelvianto | 7 jam lalu

Sadisnya Politik Busuk Pilpres di Indonesia …

Mawalu | 10 jam lalu

Kalah Judi Bola Fuad Sandera Siswi SD …

Dinda Pertiwi | 10 jam lalu

Mas Ninoy N Karundeng, Jangan Salahkan Motor …

Yayat | 11 jam lalu

Jiwa Nasionalis Menteri yang Satu Ini …

Adjat R. Sudradjat | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Menjual Soto Ayam Demi Menghidupi Keluarga …

Jumari Haryadi Koha... | 8 jam lalu

Hitam …

Nur Umi Anizah | 8 jam lalu

Logika Perda 11 tahun 2005 yang Ngawur …

Leo Kusima | 8 jam lalu

Sopir “Pinoy” Philippines Makin …

Sayeed Kalba Kaif | 8 jam lalu

Aksi dan Reaksi dari Larangan Becak hingga …

Susy Haryawan | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: