Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Nyzriel El Habibi

seorang pengembala yang haus akan ilmu DAN hamba yang tak berdaya kecuali dengan kekuatan NYA

Menjelajahi jejak para Nabi dan ulama besar di Mesir

OPINI | 20 November 2010 | 21:08 Dibaca: 444   Komentar: 4   1

12902814261423837603

Siapa yang gak kenal dengan nama Mesir. Bahkan masyaraakat eropa pun mengenalinya dengan nama Egypt. Bukan saja mashur bagi umat islam, mesir juga terkenal sampai semenanjung eropa dan amerika. Dan konon katanya pemasukan negara utama bagi mesir adalah berasal dari touris-tourisnya.

Maka jangan heran kalau mereka(red:masriyin(orang mesir)) dengan bangga menyebut mesir dengan ummuddun ya(Ibu dunia). Karena inilah ibu peradaban dunia itu, semua peradaban berawal dari mesir. Ayo yang mau rihlah ke mesir tidak akan rugi. Mulai dari peninggalan-peninggalan para nabi, para sahabat sampai peninggalan-peninggalan manusia-manusia yang dihancurkan Allah(fir`aun dan kronco-kronconya), semua ada disini, dinegeri Musa ini.

Itu baru berbicara masalah jalan-jalan alias tour. Lom lagi kita bicara Ilmunya. Semua pasti kenal Universitas Al azhar. Itu lho, tempat kuliah nya Azzam Kcb dan Pahri A2c. Dan kita lihat, tidak hanya masyarakat indonesia yang berminat kuliah di al azhar tapi seluruh penjuru dunia, baik dinegara muslim maupun non muslim, semuanya ambil bagian dalam menuntut ilmu di universitas tertua tersebut.

Menjelajahi jejak perjuangan para nabi dan ulama besar kita. Biasa dilakukan oleh mahasiswa Indonesia mesir, Mengunjungi makam-makam imam besar islam, dan mesjid-mesjid bersejarah, melepas penat dengan memperkuat tali persaudaraan.

Perjalanan menapaki jejak perjuangan anbiya` dan ulama ini dimulai pada pukul 10.00 clt, berangkat dari suq sayyarot(Pasar mobil terbesar di mesir) menuju dua mesjid yang saling berdekatan yaitu mesjid Imam arrofa`I dan mesjid Sultan Hasan. Dua mesjid bersejarah ini, selain dikunjungi oleh manusia timur, terlihat juga manusia-manusia barat(Touris eropa) yang berkunjung .

Dalam mesjid ini juga terdapat Makam Sultan Iran yaitu Reza pahlevi yang mendapat suaka politik dari pemerintahan mesir pada saat itu.  Dan juga disana terdapat sebuah simbol toleransi mazhab, dengan adanya mesjid Mazhab arba`ah dalam satu kawasan.

Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju kawasan Makam Dan mesjid Imam Syafi`i, imam mazhab yang banyak diikuti oleh mayoritas umat muslim tanah air. Tidak jauh dari kawasan itu juga terdapat makam imam besar mawaqi` yaitu guru besar Imam syafi`i.

Kemudian perjalanan dilanjutkan menuju makam Ibnu hajar al asqolani, penulis buku Fathu baari sarah kitab sohih bukhori. Berhenti sejenak merenung dan berdoa untuk mereka semoga apa yang mereka amalkan diterima disisi Allah swt, dan juga sambil merenungkan perjuangan mereka dalam mencari ilmu, mulai dari kebodohan yang begitu amat, hingga tumbuh menjadi Imam besar.

Kemudian rihlah dilanjutkan menuju Mesjid Amru bin ash dan istirahat sebentar untuk melaksanakan shalat dzuhur berjamaah. Mesjid yang pertama kali di afrika ini dibangun oleh salah satu sahabat rasulullah, yaitu amru bin ash, yang masa itu ia diamanahkan untuk menjadi gubernur mesir dibawah kekhalifahan umar bin khatab di madinah.

Tak terasa perjalanan yang begitu melelahkan, mulai dari mesjid-mesjid bersejarah sampai zirah makam- makam imam besar islam. Akhirnya tempat terakhir yang dikunjungi adalah Hadiqoh Al azhar atau dikenal dengan Al azhar park, taman yang terletak dikawasan husein ini begitu indah untuk rehat sejenak sambil menyantap makanan yang disediakan panitia.

Taman yang dipenuhi oleh ratusan masyarakat mesir yang berlibur ini merupakan tempat terindah untuk rehat, apalagi untuk kumpul-kumpul dengan ikatan tali persaudaraan. Merancang masa depan dengan berbagai program. Setelah rehat sejenak, dan menunaikan shalat ashar . Dilanjutkan dengan  menikmati keindahan taman azhar. Kemudian  perjalanan dilanjutkan menuju kawasan H.10. dan  azan maghrib berkumandang rombongan tiba kembali di suq sayyarot. Dan kembali menuju wisma masing-masing.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pemeriksaan di Bandara Sydney Ekstra Ketat …

Tjiptadinata Effend... | | 20 November 2014 | 18:49

Divisi News Anteve Diamputasi! …

Syaifuddin Sayuti | | 20 November 2014 | 22:45

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19

Monas Kurang Diminati Turis Asing, Kenapa? …

Seneng Utami | | 20 November 2014 | 18:55

Seru! Beraksi bareng Komunitas di …

Kompasiana | | 19 November 2014 | 16:28


TRENDING ARTICLES

Islah DPR, Pramono Anung, Ahok, Adian …

Ninoy N Karundeng | 12 jam lalu

Putra Kandias, Kini Ramai Dibully Karena …

Djarwopapua | 13 jam lalu

Ahok, Gubernur Istimewa Jakarta …

Rusmin Sopian | 13 jam lalu

Kesalahan Jokowi Menaikan BBM …

Gunawan | 17 jam lalu

“Orang Jujur Kok pada Dimusuhin” …

Herulono Murtopo | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

Ketika Hidup Tak Hanya Soal ‘Aku’. By …

Rahman Patiwi | 8 jam lalu

Batam: Menapaki Jejak Sendu Manusia Perahu …

Fajr Muchtar | 8 jam lalu

Metro TV, TV-nya Pemerintah …

Syaf Anton Wr | 8 jam lalu

Jadilah yang Kedua dalam Bisnis …

Ajengwind | 8 jam lalu

Turunkan Sandaran Kepala saat Taxi, Takeoff …

Wicahyanti Pratiti | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: