Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Personalbali

Seorang farmasis yang sedang belajar menulis…Suka travelling dan mengenal hal-hal baru…Bukan orang Bali tapi sangat selengkapnya

Keindahan Persawahan Jatiluwih

REP | 29 January 2011 | 06:08 Dibaca: 1096   Komentar: 4   1

Ketika rasa penat sudah berada diambang batas sudah selayaknya kita menyegarkan diri dan pikiran kita agar kembali  segar dan fresh… Kembali ke alam adalah salah satu alternatif untuk menyegarkan jiwa dan pikiran kita.. Melihat indahnya persawahan yang mengijau, menghirup udara yang sejuk dan segar di persawahan Jatiluwih bisa menjadi alternatif yang menyenangkan..Berada di tengah sawah yang bertingkat di Jatiluwih akan memberikan rasa damai… Ditambah dengan suara kicauan burung akan menambah kekaguman kita akan ciptaanNya yang indah..

12962376401642466226Jatiluwih terdiri dari hamparan luas persawahan bertingkat khas Bali. Pengaturan pengairan sawah (subak) sangat dominan di wilayah ini. Karena luasnya areal persawahan menjadikan Jatiluwih sebagai salah satu lumbung padi di Bali.  Bersama dengan Pura Taman Ayun dan Sungai Ayung, Jatiluwih pernah diajukan sebagai nominasi Warisan Budaya Dunia (World Heritage) karena luas dan uniknya persawahan bertingkat yang ada disini, tetapi sayang sampai saat ini masih belum berhasil. Mudah-mudahan ke depannya bisa lebih baik lagi dan bisa berhasil masuk sebagai Warisan Budaya Dunia supaya lebih memajukan pariwisata Bali dan Indonesia pada umumnya.

1296241015912610974Ketika berada di Jatiluwih kita seakan dimanjakan dengan panorama alam yang sangat indah, terutama saat cuaca cerah dengan latar belakang puncak gunung Batukaru menjadikan lukisan alam yang sempurna dari Jatiluwih. Gemericik air sungai yang membelah persawahan memberikan nuansa alami/natural yang begitu terasa..Air yang jernih mengalir seakan memanggil kita untuk sekedar mencuci muka ataupun membasahi kaki kita.. Begitu terasa sejuk dan segar…

Jatiluwih berada di Kecamatan Penebel, Tabanan, Bali..Perjalanan dari kota Denpasar dengan menggunakan mobil atau motor bisa ditempuh selama 1-2 jam tergantung kecepatan berkendara Anda. Ada beberapa alternatif pilihan rute.12962383692091844827

1. Denpasar - Kediri - Tabanan - Penebel - Jatiluwih

2. Denpasar - Mengwi - Baturiti - Jatiluwih

Rute pertama lebih recomended karena jalannya lebih halus dan lebih lebar, sedangkan rute kedua bisa diambil apabila kita berangkat dari arah Bedugul atau Singaraja. Setelah melewati Pasar Baturiti akan ada persimpangan ke arah kanan.. Bisa diikuti jalan tersebut yang akhirnya akan menuju Pemandian Air Panas Angseri dengan titik akhir persawahan Jatiluwih..

1296238534135726393Ada warung dan beberapa kafe yang berada di tepi jalan di perkampungan Jatiluwih yang menyediakan makanan dan minuman hangat yang bisa kita nikmati ketika berada di sana. Pilihlah tempat duduk dengan gazebo dan lesehan dengan panorama langsung menghadap hamparan hijaunya persawahan bertingkat sambil sekedar menikmati manisnya teh atau kopi Bali panas.  Sungguh merupakan sebuah pengalaman yang menakjubkan. Setelah puas bersantap kita bisa langsung turun ke persawahan dan bisa mengambil foto. Pematang sawah yang naik turun menambah serunya petualangan saya di sana. Sebagai pemburu foto kadang kita harus rela bersusah payah untuk mendapatkan hasil foto yang bagus sesuai dengan yang kita inginkan. Akan tetapi rasa capek akan segera terbayar lunas setelah bisa mendapatkan hasil foto yang bagus dengan kondisi pikiran yang lebih fresh..

12962360652064965535Setelah puas menikmati hijaunya persawahan, bagi anda yang suka berendam di air hangat anda bisa melanjutkan perjalanan ke Pemandian Air Panas Angseri (Angseri Hotspring) dengan jarak tempuh sekitar 15 menit dari Jatiluwih. Pemandian air panas Angseri memiliki panorama yang cukup menarik, terdiri dari beberapa kolam. Ada 2 kolam utama dan beberapa kolam yang bersifat private. Pemandangan air terjun bisa kita nikmati di salah satu kolam utama yang berada di dalam. Setelah berendam di air hangat yang mengandung belerang tersebut sungguh membuat tubuh jadi rileks dan bugar. Pikiran juga lebih fresh setelah menikmati udara sejuk dan pemandangan yang indah dari sawah bertingkat di  Jatiluwih..

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Saat Hari Anak Nasional Terlupakan oleh …

Topik Irawan | | 23 July 2014 | 18:53

Parcel Lebaran Dibuang ke Jalan …

Roti Janggut | | 23 July 2014 | 17:43

Efek Samping Kurikulum “Cepat Saji” …

Ramdhan Hamdani | | 23 July 2014 | 18:46

Mengejar Sunset dan Sunrise di Pantai Slili …

Tri Lokon | | 23 July 2014 | 20:12

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Kata Ahok, Dapat Jabatan Itu Bukan …

Ilyani Sudardjat | 9 jam lalu

Siapkah Kita di “Revolusi …

Gulardi Nurbintoro | 10 jam lalu

Psikologi Freud dalam Penarikan Diri Prabowo …

Sono Rumekso | 12 jam lalu

Ke Mana Sebaiknya PKS Pascapilpres? …

Aceng Imam | 13 jam lalu

Film: Dawn of The Planet of The Apes …

Umm Mariam | 15 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: