Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Ahmad Sahal

Mencoba berkreasi di arena maya, mengungkapkan, mencurahkan, dan mengeluarkan semua isi otak agar tak tercecer, selengkapnya

Semenanjung Sinai

REP | 09 February 2011 | 00:22 Dibaca: 457   Komentar: 0   0

Semenanjung Sinai adalah sebuah semenanjung yang unik, bentuknya segitiga dilihat dari Space Shuttle, terletak di Asia Barat, namun menjadi bagian dari Negara Mesir. Semenanjung ini hampir seluruhnya terdiri dari padang pasir, namun ada penduduk di pesisir Sabah di Taba, sebuah daerah yang dekat dengan kota Eliat, Israel.
Di semenanjung ini, terdapat berbagai objek wisata yang biasa dikunjungi oleh turis mancanegara, salah satunya adalah Gunung Sinai. Gunung ini sering disebut juga dengan Jabal Mousa, gunung yang sarat dengan sejarah. Tingginya sekitar 2.285 meter diatas permukaan laut, terletak di barisan pengunungan bagian selatan semenanjung ini. Gunung yang hanya berupa bebatuan, tidak ada pepohonan maupun tumbuhan, kecuali hanya ada satu atau dua pohon yang bisa ditemui. Jarak yang ditempuh dari kairo sekitar 412 km.
Hampir setiap hari gunung ini didaki banyak turis mancanegara, terlebih ketika liburan musim panas dan musim dingin. Waktu yang dibutuhkan untuk mendaki gunung ini biasanya sekitar 2-4 jam dan dilakukan pada dini hari. Sebab sebagian besar para pendaki ingin menikmati indahnya sun rise. Sebelum pendakian, para pendaki mempersiapkan peralatannya, baik makanan maupun pakaian tebal. Karena ketika sampai di puncak, tidak akan ada penjual makanan dan udaranya sangat dingin, apalagi jika di musim dingin, akan ada salju yang turun menemani para pendaki yang kegirangan sambil menggigil kedinginan. Bagi yang sudah tidak sanggup lagi melanjutkan perjalanan, penduduk setempat menyediakan unta yang akan mengantarkan penumpangnya menuju bukit, hanya saja tidak sampai pada puncaknya, karena untuk sampai ke puncaknya harus melewati jalan setapak nan terjal yang tidak mungkin bisa dilewati oleh unta.
Selain gunung Sinai, terdapat pula Jabal Thur, tempat dimana Nabi Musa AS berdialog dengan Allah SWT ketika menerima wahyu, dimana beliau ketika itu sedang melakukan perjalanan dari kota Madyan menuju Mesir bersama istrinya, anak dari Nabi Syuaib AS. Kemudian wahyu tersebut dikenal dengan Ten Commandents.

Di lembah Semenanjung Sinai ini juga terdapat biara Saint Catherine yang dibangun pada abad ke 6 M. Dan pada 4 Februari 1859, Codex Sinaiticus, sebuah manuskrip Perjanjian Lama dari abad ke-4, ditemukan oleh Konstantin von Tischendorf di kaki gunung Sinai ini. Kini, Semenanjung Sinai merupakan objek wisata yang takkan dilewatkan bagi turis-turis mancanegara yang berkunjung ke Negara Mesir. Terlebih ketika musim panas, banyak turis mancanegara yang berkunjung ke semenanjung ini, termasuk Indonesia.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Fort Marlborough dan Tugu Thomas Parr, Saksi …

Sam Leinad | | 21 April 2014 | 12:34

Dekati ARB, Mahfud MD Ambisius Atau …

Anjo Hadi | | 21 April 2014 | 09:03

Menjadi Sahabat Istimewa bagi Pasangan Kita …

Cahyadi Takariawan | | 21 April 2014 | 07:06

Bicara Tentang Orang Pendiam dan Bukan …

Putri Ratnaiskana P... | | 21 April 2014 | 10:34

Yuk, Ikuti Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | | 15 April 2014 | 20:47


TRENDING ARTICLES

Bagaimana Rasanya Bersuamikan Bule? …

Julia Maria Van Tie... | 4 jam lalu

PDIP dan Pendukung Jokowi, Jangan Euforia …

Ethan Hunt | 5 jam lalu

Akuisisi BTN, Proyek Politik dalam Rangka …

Akhmad Syaikhu | 7 jam lalu

Jokowi-JK, Ical-Mahfudz, Probowo-…? …

Syarif | 8 jam lalu

Pengalaman Bekerja di Luar Negeri …

Moch Soim | 12 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: