Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Syaripudin Zuhri

Saya senang bersahabat dan suka perdamaian. Moto hidup :" Jika kau mati tak meninggalkan apa-apa, selengkapnya

Jalan-Jalan Di Taman Adam dan Hawa

HL | 10 February 2011 | 15:52 Dibaca: 800   Komentar: 14   1

12973039371639010714

Inilah taman Adam dan Hawa, di shoot dari arah Utara searah dengan pintu masuk ke metro Novokuznetskaya. Foto by Syaripudin Zuhri.

Yuk jalan-jalan, tak usah jauh-jauh,  cukup jalan kaki dari tempat saya bekerja, kurang lebih lima sampai sepuluh menit jalan kaki akan sampai ke taman ini, tepatnya berada di dekat stasiun metro( kereta bawah tanah) Novokuznetskaya, kalau anda  jalan lagi ke arah Utara dari taman ini lewat jalan Fiatniskaya  anda akan sampai ke pusat pemerintahan Rusia di Moskow, Kremlin. Jadi dari tempat saya bekerja ke pusat Kremlin hanya sekitar lima belas menit  kalau mau jalan kaki, makanya kalau ada” apa-apa” di Kremlin segera diketahui oleh masyarakat WNI. Bahkan kalau ada upacara di Kremlin dengan adanya tembakan meriam atau kembang api langsung terlihat dari jarak tersebut.

Kembali ke taman yang sedang kita bicarakan, taman Adam dan Hawa/Eva, ya benar, nama taman itu pakai nama manusia “pertama” dalam kitab suci, ya tentunya persi injil, karena di taman ini selain ada patung Adam dan Hawa, ya ada setannya, dalam bentuk ular. Taman Adam dan Hawa ini baru ada setelah lagi-lagi komunis bubar di Rusia. Mengapa? Ya jelas saja, bagaimanapun kisah Adam dan Hawa adalah kisah agama, kisah yang ada dalam kitab suci, baik dalam Al Qur’an maupun Injil. Nah apapun yang berbau agama bagi rezim komunis adalah”candu” yang bisa merusak pikiran manusia.

Nah setelah komunis hancur di Rusia, maka mulailah agama-agama di Rusia bangkit kembali, dan simbol-silmbol keagamaan bertebaran di mana-mana dan tak ada larangan. Masjid dan gerejapun mulai dibangun kembali, yang ketika jaman komunis banyak yang fungsinya dialihkan, entah menjadi gudang, kantor, kolom renang dan lain sebagainya. Begitu juga dengan taman Adam dan Hawa ini, dulunya sebelum taman ini di buat, memang sudah menjadi taman tempat berkumpulnya orang-orang Rusia atau WNA yang berada di Rusia ketika istirahat, makan siang,” abed” kata orang Rusia.

129730602772621217

Patung Hawa sedang memegang apel dan patung Adam, setan dalam bentuk ular sedang menggoda mereka berdua. Foto by Syaripudin Zuhri.

Loh kok makan siangnya ke taman ini? Iya, karena di sekitar taman banyak sekali restoran, kafe, kios dan lain-lain. Dari resoran Italy sampai ke restoran Cina, dari masakan Arab sampai masakan Indonesia, dari jenis Saurma sampai Buger dan lain sebagainya. Loh kok banyak sekali? Iya,  karena di sepanjang jalan Fiatniskaya dari ujung Selatan perempatan di  dekat metro Dobrininskaya  sampai ke ujung Utara anak sungai Moskow memang banyak sekali restoran dan kafe. Ha itu karena di sepanjang jalan ini banyak sekali perkantoran, bank dan lain-lain.

Oya , taman Adam dan Hawa ini memang diapit oleh jalan Novokunetskaya dan Fiatniskaya, persis di depan taman ini ada stasiun metro Novokuznetkaya dan tak jauh dari taman ini juga ada stasiun Tretyakovskaya dan Gelery Tretyakovskaya, galery kebanggaan Rusia. Yang di dalamnya anda dapat melihat lukisan-lukisan yang terawat, walau usianya ada yang sampai 300 tahun, 3 abad!  Tentang yang satu ini nanti di lain waktu ceritanya.

Sekarang kita kembali ke taman Adam dan Hawa, di taman Adam dan Hawa ini tak pernah sepi dari pengunjung, di segala musim, apa lagi di musim panas. Karena di saat musim panas air mancurnya yang tadi beku di musim dingin akan kembali berfungsi, akan kembali air mancurnya muncrat! Dan anda jangan heran bila di kolam air mancur,  yang diatasnya ada patung Adam dan Hawa sedang duduk bersebelahan, yang satu menghadap ke Barat yang lainnya menghadap ke Timur,  orang Rusia  mandi di sana! Nah karena mungkin yang membuat patungnya laki-laki, maka yang “dikerjain” ya patung Hawanya, alias patung Hawa tak diberikan apapun untuk menutup tubuhnya, selembar daunpun tidak! Ya sudah polos apa adanya. Sedangkan Adam, masih ditutupi selembar daun dibagian yang paling penting, curang ya?  Kaum Hawa bisa protes tuh!

1297304686221997249

Setan dalam bentuk ular sedang menggoda Adam dan Hawa. Foto by Syaripudin Zuhri.

Logis memang kalau dilihat dari kisahnya Adam dan Hawa, ketika dilarang memakan buah “khuldi” namun karena tergoda oleh rayuan setan, akhirnya buah “khuldi”pun dimakan oleh Adam dan Hawa, nah pada saat itulah aurot mereka terbuka! Nah yang abadikan oleh seniman ini, saat terbuka tadi, bukan saat tertutup! Tapi sudahlah itu urusan sang seniman, ya namanya juga seniman, manusia yang konon katanya “bebas nilai” mau apa saja boleh dan berkarya sebebas-benasnya! Tapi ya itu tadi, giliran membuat patung yang laki-laki masih ada rasa”malunya”, tapi giliran membuat patung perempuan seringkali malah”diumbar”, itulah “nasib” kaumnya Hawa, yang sering kali menjadi objek “liar” para seniman, ya seniman apa saja, ya pelukis, ya pematung dan lain sebagainya.

Kisah Adam dan Hawa juga tak jauh dari cerita buah apel, nah apelpun diukutsertakan dalam taman ini. Anda dapat melihat patung apel di taman ini, nah kebetulan juga di sebelah Selatan  taman ini, ada kantornya partai apel, “yabloko” kata orang Rusia. Nah coba di negara semaju Rusiapun nama partai seperti main-main, masa nama partai dari nama buah-buahan, Partai Apel! Mungkin kalau di Indonesia yang kaya dengan buah-buahan, maka akan terlihat lucu, kalau ada partai yang membri nama dengan nama buah-buahan, maka kita akan melihat ada Parta Duren, Partai Rambutan, Partai Duku, Partai Mangga, Partai Pete, Partai Jengkol dan lain sebagainya!

12973047701972959565

Patung burung-burung sedang beterbangan riang gembira di taman Adam dan Hawa. Foto by Syaripudin Zuhri.

Iya, ya mengapa di Indonesia tidak pakai nama buah-buahan? Kan nama buah-buahan banyak sekali di Indonesia, malu? Loh mengapa malu? Orang Rusia aja bangga dengan buah-buahan, padahal jenis buah-buahan di Rusia bisa dihitung dengan jari! Tapi mereka bangga! Loh Indonesia mengapa tidak? Loh dari pada bawa-bawa nama Partai agama, tapi anggotanya koruptor! Namanya partai agama, eh ke Moskow yang dicari Perempuan “begituan!” Astagfirullah! Nah loh jadi nyerempet ke sini.

Oke kita balik lagi ke taman Adam dan Hawa, taman ini memang asyik untuk dijadikan tempat ngobrol, apa lagi di musim panas, sambl duduk-duduk di pilar-pilar panjang. Lagi-lagi anda jangan heran bila tiba-tiba ada orang jatuh, bruk! Ya apa lagi kalau bukan mabuk, nah yang mabuk akan tenang tiduran di hamparan rumput di taman Adam dan Hawa tanpa ada yang mengganggu, kecuali Polisi yang akan membangunkannya! Yang lain tak punya kepetingan dan tak peduli,” mabuk-mabuklah, tapi jangan ganggu saya” begitu kira-kira pemikiran orang Rusia. Wah tentang pemabuk di Rusia, nanti ada kisahnya sendiri di lain waktu.

Kita lanjutkan kisah taman Adam dan Hawa ini, di tengah-tengah antara patung Adam dan Hawa ada pohon, jangan-jangan yang dimaksud pohon “khuldi” atau malahan pohon apel, kalau di lihat dari jauh berbentuk bulat, namun kalau kita dekati ternyata pohon itu penuh dengan burung! Ya, patung pohon itu selain daun adalah rangkaian burung-burung yang antara sayap yang satu dengan sayap burung yang lainya saling bertautan, yang ditengahnya ada ruangan kosong! Wah bagaiman membuatnya tuh? saya juga semula menduga hanya pohon saja, alias tak ada kreasi apa-apa, namun ketika saya perhatikan lebih detil, ah …. lagi-lagi saya kagum dibuatnya. Benar kata orang, “Rusia akan lebih indah dilihat dari  detil setiap karyanya!”

129730497367468654

Orang-orang berlalu lalang di taman Adam dan Hawa. Foto by Syaripudin Zuhri.

Bagi yang tak suka seni, taman Adam dan Hawa hanya akan seperti angin lalu, ribuan kalipun mereka lewat di sana, ya begitu-begitu saja, tak ada yang istimewa! Namun bagi seniman, mereka akan berlam-lama memandang patung Adam dan Hawa ini, mereka akan menikmatinya! Apa lagi di msuim panas, sering kali di sebelah taman ini yang berhadapan dengan metro Novokuznetskaya ada pertunjukan gratis dari pengamen-pengamen profesional, iya pengamen yang bukan hanya membunyikan musik, seperti pengamen cilik di kita, Indonesia, yang suka bawa “ketcrek” dan aasl bunyi lalu nyanyilah mereka, juga asal ada lagunya. Di Rusia tidak, iya mereka mengamen, tapi main musik beneran, bahkan kadang-kadang mereka membawa seperangkat alat Band, lengkap, ya gitar, organ, drumb, biola dan lainsebagainya! Bahkan terkadang lagunya, lagu serius, lagu tingkat konser klasiknya Bhetoven, Mozart dan lain-lain.

Lalu bagaimana kalau seperti musim dingin sekarang? Di taman Adam dan Hawa tetap ramai, karena memang tempatnya sangat strategis, dekat ke mana-mana. Bila ke tempat ini bisa naik tremway no 39,  kalau bus bisa naik nomor 25, kalau pakai metro, bisa naik, loh kok naik? Iya kan keretanya di bawah tanah, jadi naik di stasiun Novokunetskaya dan Treryakovskaya. Makanya petunjuk di dalam stasiun metro tadi kalau kita mau ke atas disebutnya ke “luar kota”. Apa lagi ? Oya,  kalau anda suka seni, ada kios dekat taman Adam dan Hawa ini, kios khusus menjual karya seni Rusia, apa saja ada di sana, tapi memang harganya relatif lebih mahal dibandingkan kalau anda membelinya di Ismailova, di sini, Ismailova,  pilihannya lebih banyak dan para turis memang akan di bawa oleh pemandunya ke Ismailova bila ingin membeli oleh-oleh dari Rusia dengan harga relatif “miring”.

Wah sudah cukup lengkap, oya kalau anda Muslim jangan kwatir bila mau sholat, dari taman Adam dan Hawa ke arah Selatan anda bisa menjumpai Masjid History, sekitar 10 menit jalan kaki dari taman ini. Begitu juga dengan yang Kristen, bila ingin ke gereja ada dan dekat dengan taman ini, sekitar 5 menit jalan kaki ke arah Selatan juga dari taman ini, ada gereja baru saja selesai direnopasi. Kalau lapar, juga jangan kwatir, ada Pizza Hut,  Mc Donald dan lain sebagainya. Oke sekian dulu jalan- jalan disekitar patung Adam dan Hawa, sampai jumpa di lain cerita.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kerennya Taman Film Bandung …

Fajr Muchtar | | 14 September 2014 | 21:01

Bangga Menjadi WNI …

Alfarizi | | 15 September 2014 | 00:05

Pelaut dan Makanan …

Gunawan Setyono | | 15 September 2014 | 05:20

Sebaiknya Minum Obat Penunda Haid atau Tidak …

Rumahkayu | | 14 September 2014 | 23:57

Registrasi Online Kompasianival 2014 …

Kompasiana | | 15 September 2014 | 01:36


TRENDING ARTICLES

Jokowi dan UU Pilkada Potret Kenegarawanan …

Ninoy N Karundeng | 3 jam lalu

Ahok Emang Cerdas Kwadrat …

Ifani | 4 jam lalu

Koalisi Pembodohan …

Zulfikar Akbar | 7 jam lalu

Budaya Bali Tak Pernah Minder …

Pradhany Widityan | 8 jam lalu

Ahok Sebut Nachrowi Jadi Wagub, Nara Girang …

Sahroha Lumbanraja | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Acer Aspire Switch 10 dengan Mode Beragam …

Indira Monica | 7 jam lalu

Pengisian Bensin di Pom Tidak Sesuai, Sudah …

Anggi Irna Mantika | 7 jam lalu

Menyimak Ahok …

Ahmad Risani | 7 jam lalu

Bertobatnya Seorang Koruptor …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Buat Keju Sendiri Yuk …

Fidiawati | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: