Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Priadarsini (dessy)

penikmat jengQ, pemerhati jamban, penggila serial Supernatural, pengagum Jensen Ackles, penyuka novel John Grisham, pecinta selengkapnya

Tempat-tempat Menarik di Beijing (Beijing #1)

REP | 17 March 2011 | 14:38 Dibaca: 8825   Komentar: 16   3

13003512741542599424

Sungguh menarik dan unik perjalanan wisata ke Beijing. Saat itu April 2008 menjelang Olympiade 2008, saya dapat kesempatan dari perusahaan tempat saya bekerja untuk jalan-jalan ke Beijing selama 5 hari. Selain pengalaman pertama ke luar negeri, saya tidak pernah membayangkan apa yang akan saya lihat. Perjalanan panjang menempuh jarak 8 jam diluar transit yang lumayan lama di Hongkong.

Begitu sampai di Bandar Udara Beijing sekitar jam 9 malam waktu setempat (yang menurut guide nya baru di renovasi untuk persiapan Olympiade 2008 dan sekaligus menjadi Bandara terbesar di dunia), hawa dingin demikian menusuk karena memang beberapa minggu sebelumnya badai salju melanda Beijing. Suhu udara saat itu 7 derajat celcius.

Tempat Wisata yang Kami Kunjungi

LOTUS

Lotus adalah tempat anak muda Beijing menghabiskan malam. Di Beijing jam 10 malam sudah sepi, semua tempat sudah tutup kecuali LOTUS. Disana seperti kafe-kafe di Jln Jaksa Jakarta tapi ada danaunya dan tempat duduk-duduk di pinggir danau, juga sepanjang jalan ada pedagang kakilima dan asongan yang berjualan dengan berbagai jenis dagangan.

PENGRAJIN GIOK

Giok dipercaya masyarakat Cina membawa keberuntungan. Giok yang berbentuk sawi putih bila diletakkan di rumah menghadap ke pintu depan, maka akan banyak rejeki. Disana pun di jual perhiasan dari giok, yang ternyata giok-giok itu ada kelasnya, sehingga harganya berbeda-beda. Ada pula giok jimat dengan berbagai khasiat. Tak ketinggalan giok yang dapat digunakan untuk pijat refleksi dan berbagai kegunaan untuk kesehatan.

TEMBOK RAKSASA (GREAT WALL)

Tidak salah bila Tembok Raksasa ini dijadikan salah satu dari 7 Keajaiban Dunia, karena ini adalah tembok terpanjang dan terbesar yang pernah dibuat oleh manusia. Dengan panjang mencapai 6.400 km (dari kawasan Sanhai Pass di timur hingga Lop Nur di sebelah barat) dan tingginya 8 m, lebar bagian atasnya 5 m, sedangkan lebar bagian bawahnya 8 m. Di tambah setiap 180-270 m dibuat semacam menara pengintai yang tingginya 11-12 m.

Ada rasa yang tak terlukiskan saat mengunjungi daerah ini. Belum lagi menurut guide nya, banyak korban saat pembangunan Tembok Raksasa, karena tidak diberi makan dan bila sakit tak diobati, kemudian banyak yang meninggal karena kelaparan dan sakit dan lebih menyedihkan lagi, mayatnya di lempar disana begitu saja. Sehingga kabarnya banyak hantunya, jadi pengunjung hanya boleh disana sebelum jam empat sore.

13 MAKAM KAISAR DINASTI MING

Kawasan ini merupakan makam dari 13 kaisar Dinasti Ming terletak di kaki Gunung Yanshan, Distrik Changping, Kota Beijing, luasnya sekitar 120 km persegi. Menurut guide nya, makam kaisar biasanya dirahasiakan, karena di tempat itu dikubur juga benda-benda berharga yang disayangi oleh kaisar dan permaisuri. Bahkan pada mayat permaisuri ada yang diletakkan mutiara didalam mulutnya, ini bertujuan agar mayatnya awet dan kecantikannya tidak memudar. Untuk menjaga rahasia ini, biasanya kuburan tersebut digali dengan kedalaman yang luar biasa, dan didalamnya terdapat ruangan-ruangan yang besar untuk menyimpan mayat dan barang-barang berharga. Sedangkan penggali kuburnya, akan dikubur bersama dengan kaisar untuk menjaga kerahasiaan kuburan tersebut.

Dengan tingkat kerahasiaan yang tinggi, tak heran makam-makam kaisar Cina banyak yang tidak ditemukan. Dan makam yang kami kunjungi adalah salah satu makam yang berhasil ditemukan, dan kami tidak boleh berfoto-foto disana karena katanya bisa kesurupan atau tiba-tiba pingsan. Makam tersebut jauh sekali kebawah tanah dan penuh dengan benda-benda berharga. Tak terbayang bagaimana dulu membuatnya.

Beranjak dari makam kaisar, saat dibis guide mulai menerangkan perjalanan kami selanjutnya, tiba-tiba ada suara masuk seperti suara dari radio, entah bicara apa menggunakan bahasa Cina. Dan supir bis langsung ngebut, juga si guide terdiam. Kami tak mengerti apa yang terjadi. Antara percaya dan tidak, ternyata bis tersebut tak ada radionya dan suara yang tiba-tiba terdengar itu adalah suara hantu yang memang terkenal banyak disana.

PABRIK JADE

Disini merupakan pabrik obat yang besar yang merupakan ramuan obat-obatan Cina. Dan ada seperti Rumah Sakit nya juga dan tentu ada Dokter-Dokter nya. Biasa saat kesini anda ditawarkan periksa gratis, dengan mengecek denyut nadi yang dilakukan oleh beberapa Dokter. Kemudian anda akan di beri tahu memiliki penyakit apa dan obat yang disarankan. Banyak orang-orang besar yang pernah berobat kesini termasuk Gus Dur juga istri Mantan Presiden Amerika George Bush.

Yang mengagumkan adalah obat luka bakarnya yang bernama Bao Shu Tang, saat itu sang peraga memegang besi panas yang sudah penuh bara api, hingga tanggannya melepuh dan luka bakar yang parah, kemudian diolesi dengan obat tersebut, tak sampai 15 menit tangannya sudah balik seperti semula, tak berbekas sama sekali.

Ada juga obat stroke yang bernama Ankung, bila terjadi stroke minumkan obat tersebut pada penderita maka tak sampai satu jam akan pulih seperti sedia kala. Yang banyak di beli oleh kami yaitu koyo dan minyak pijatnya, yang memang enak, bahkan tanpa dipijat pun, badan sudah enak kembali, apalagi untuk yang masuk angin dan sakit maag, sungguh membantu.

KOTA TERLARANG (FORBIDDEN CITY)

Kota ini sudah dijadikan museum Istana Kuno yang memiliki luas sekitar 720,000 m2, 800 bangunan dan lebih dari 8.000 ruangan. Memasuki tempat ini, selalu mengingatkan kita pada film-film kungfu klasik yang mengambil tempat disini.  Istana ini betul-betul menakjubkan, walau ruang-ruang sudah tidak dibuka untuk umum, namun tempat ini begitu terawat. Setiap ruang disini diatur untuk mencapai keharmonisan atau keseimbangan sehingga akan menciptakan kemakmuran bagi istana dan rakyatnya.

TIAN AN MEN

Gerbang Cheng Tian Men yang dibangun pada tahun 1417 merupakan pintu masuk kota kerajaan dinasti-dinasti Ming dan Qing yang sempat dua kali musnah terbakar. Kemudian dibangun kembali pada tahun 1651 dan diganti namanya menjadi Tian An Men. Tian An Men yang disebut sebagai “Pintu Negara” adalah tempat berlangsungnya upacara penting pada zaman itu. Tian An Men adalah intisari bangunan Tiongkok zaman kuno, dan karya seni bangunan sebagai manifestasi kecerdasan rakyat Tiongkok.

Pada 4 Juni 1989 ada kisah kelam terjadi pula disini, sebuah tragedi kemanusiaan. Puluhan ribu mahasiswa yang menuntut demokratisasi di lapangan Tian An Men yang kemudian di halau sejumlah tank pasukan Tentara Merah dengan cara menggilas mereka, ribuan mahasiswa tewas berlumuran darah. Belum lagi ribuan mahasiswa ditangkap dijebloskan ke penjara dan ratusan lainnya hilang entah ke mana. Sampai sekarang para aktivis mahasiswa masih banyak yang berada di penjara. Peristiwa tersebut merupakan sejarah kelam pemerintahan komunis Cina setelah Revolusi Kebudayaan.

KUIL LANGIT (TEMPLE OF HEAVEN)

Kuil Langit kompleks bangunan Pendeta Tao yang didirikan tahun 1420 luasnya 4 kali lebih luas dari Kota Terlarang. Digunakan sebagai tempat pemujaan langit pada masa kaisar-kaisar Ming dan Qing. Kuil ini memiliki nilai arsitektur yang tinggi sebagai warisan Tiongkok kuno. Bangunan yang diperuntukan untuk upacara-upacara ritual dan sekala besar dan masih terawat dengan baik.

Uniknya di tempat ini dijadikan tempat berkumpulnya orang-orang tua (kakek nenek) untuk bermain catur, ngobrol, menari dan berbagai kegiatan yang menjadi hiburan bagi kaum lansia.

ISTANA MUSIM PANAS (SUMMER PALACE)

Istana tempat kaisar berlibur ini terletak di tengah Danau Kunming dengan luas bentangan 2.9 km2, 3/4 nya adalah air. Danau seluas 2.2 km2 sepenuhnya buatan manusia dan tanah galian itu untuk membangun Longevity Hill. Sehingga istana tersebut sungguh indah dan romantis. Dan istana ini tak bisa dilepaskan dari kisah romansa para selir kaisar.

YA SHOW

Disini surga belanja oleh-oleh. Tapi harus pintar menawar dengan mengurangi harga secara dramatis. Kita cukup berkomunikasi dengan pedagang menggunakan kalkulator, karena mereka banyak yang tidak bisa bahasa Inggris. Sering kali mereka mengira saya orang Thailand, ada sebuah tas pesta khas Cina, pedagang tersebut bilang harga 1 tas 100 yuan, saat dia tau saya dari Indonesia, dia bilang MURAH (kata tersebut yang mereka tau dari bahasa Indonesia), dan harga pun turun menjadi 50 yuan. Kemudian saya bilang 10 tas 100 yuan, pedagang tersebut tidak mau, tapi saat saya pergi, saya dipanggil dan mereka setuju. Bayangkan dari harga 1 tas 100 yuan menjadi 10 tas 100 yuan. Disini kalau menawar memang harus tak tau diri. Begitu juga saat saya beli barang-barang yang lain, dengan uang Rp. 1,000,000.- saja kita bisa bawa oleh-oleh satu koper besar.

WANG FU JING

Tempat belanja yang menyenangkan, di sepanjang jalan penuh dengan pertokoan dan juga banyak yang jual makanan. Bila belanja barang-barang bermerk, lengkap disini dan harganya pun bersaing. Tapi bila anda beli souvenir, pernak pernik atau benda-benda untuk oleh-oleh sebaiknya jangan disini, karena tak bisa ditawar dan harganya jauh lebih mahal di banding di Ya Show.

BEBEK PEKING

Saat pertama melihat penampakannya, sungguh tak berselera, karena bebek utuh disajikan begitu saja. Ternyata sesudah itu dipotong kecil-kecil, seperti disuwir-suwir dan saus dan sambalnya yang membuat rasanya enak.

AKROBAT BEIJING

Sungguh seru nonton akrobatnya dan memang tidak salah kalau di cabang senam, Cina begitu merajai di Olympiade. Acara yang sangat atraktif.

Demikianlah share tour saya waktu ke Beijing di tahun 2008.

13003508201272769794

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

(Foto Essai) Menyambut Presiden Baru …

Agung Han | | 20 October 2014 | 20:54

Menilai Pidato Kenegaraan Jokowi …

Ashwin Pulungan | | 21 October 2014 | 08:19

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Najwa Shihab Jadi Menteri? She Is A Visual …

Winny Gunarti | | 21 October 2014 | 07:08

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

20 Oktober yang Lucu, Unik dan Haru …

Alan Budiman | 4 jam lalu

Tangisan Salim Said & Jokowi’s …

Iwan Permadi | 6 jam lalu

Off to Jogja! …

Kilian Reil | 8 jam lalu

Antusiasme WNI di Jenewa Atas Pelantikan …

Hedi Priamajar | 11 jam lalu

Ini Kata Koran Malaysia Mengenai Jokowi …

Mustafa Kamal | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Sttt… Bos Kompasiana Beraksi di …

Dodi Mawardi | 7 jam lalu

Jika Kau Bukan Anak Raja, Juga Bukan Anak …

Mauliah Mulkin | 7 jam lalu

Me Time (Bukan) Waktunya Makan Mie! …

Hanisha Nugraha | 7 jam lalu

Kisah Setahun Jadi Kompasianer of the Year …

Yusran Darmawan | 7 jam lalu

Semoga Raffi-Gigi Tidak Lupa Hal Ini Setelah …

Giri Lumakto | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: