Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Istiana S Sudardjat

Just an ordinary girl with extraordinary heart :) Follow saya @Myisti

Pusat Kebudayaan dan Kesenian di Doha

REP | 22 March 2011 | 08:40 Dibaca: 288   Komentar: 1   1

Sepertinya Pemerintah Qatar benar-benar ingin menjadikan Doha sebagai pusat kebudayaan dan Kesenian Islam. Hal ini ditunjukkan dengan adanya Museum of Islamic Art dan Katara sebagai pusat kebudayaan dan Kesenian Arab.

1300783066572516004

Katara yang berada di antara Doha’ West Bay dan Pearl ini dibuka pada bulan Oktober 2010 ketika ada Festival Film Doha Tribeca dan TEDxDoha. Banyak perkumpulan para Qatari (istilah bagi penduduk asli Qatar) yang berkantor disini, diantaranya: Qatari Society for Engineers, Qatar Fine Arts Society, Visual Art Centre, Qatar Photographic Society, Childhood Cultural Centre, Theatre Society and Qatar Music Academy. Jangan heran, hampir semua warna gedung disini berwarna coklat.

Inilah yang membedakan Qatar dan Arab Saudi. Di Arab Saudi segala bentuk kesenian malah dilarang, bahkan di Jeddah, salah satu kota besar disana tidak memiliki bioskop. Padahal seni itu sendiri sangat indah dan dapat melembutkan hati yang keras.

Katara berada diantara gurun pasir dan pantai. Disisi sebelah kanan kita masuk, terdapat hamparan laut yang tenang dan indah yang disekeliling oleh gedung-gedung yang tinggi. Sementara disisi sebelah kiri pintu masuk, terdapat gunung gurun yang gersang yang dibatasi dengan karpet besar. Gurun tersebut seperti timbunan tanah berwarna coklat muda yang gundul.

Untuk masuk ke area pantai, dikenakan biaya 100 QR. Dengan biaya segitu kita bisa bermain banana boat dan bermain di pinggir pantai. Sayang, cuaca tidak mendukung untuk berpanas-panas bermain air, jadinya kami hanya bermain di halaman luas untuk mengambil beberapa shot photo.

Katara memiliki luas 99 hektar dan akan dibangun 40 gedung pusat Kebudayaan dan Kesenian di Qatar. Kami berjalan terus menuju Mesjid karena kebetulan hari itu hari Jumat. Di dekat mesjid, ada 2 bangunan unik disebelahnya. Ternyata ini adalah sarang burung. Unik juga..hehe..

1300783135640460000

Adzan sholat Jumat bergema. Kami yang para perempuan ikut sholat Jumat. Sayang, di Mesjid tidak disediakan mukena jadinya saya sholat dengan pakaian ala kadarnya saja. Yang menjadi khatib mesjid kali ini adalah seorang satpam di Katara. Inilah indahnya Islam. Siapapun bisa menjadi khatib asal memiliki pengetahuan dan ketakwaan yang baik.

Hari menjelang siang. Waktunya makan siang telah tiba. Kami mampir di restaurant sea food yang ada disekitar Katara. Sayang, karena hari libur, maka harus booking dulu sebelumnya. Tempatnya sudah full. Kamipun bergegas mencari makan siang yang ada disekitar Katara.

Sumber dari blog pribadi saya : Lovely-Travelling

Tags: wisata qatar

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Satpol PP DKI Menggusur Lapak PKL Saat …

Maria Margaretha | | 31 July 2014 | 17:04

Menghakimi Media …

Fandi Sido | | 31 July 2014 | 11:41

Ke Candi; Ngapain Aja? …

Ikrom Zain | | 31 July 2014 | 16:00

Punya Pengalaman Kredit Mobil? Bagikan di …

Kompasiana | | 12 June 2014 | 14:56

Teman Saya Pernah Dideportasi di Bandara …

Enny Soepardjono | | 31 July 2014 | 09:25


TRENDING ARTICLES

Jangan Tulis Dulu Soal Wikileaks dan …

Bang Pilot | 7 jam lalu

Tipe Karyawan yang Perlu Diwaspadai di …

Henri Gontar | 11 jam lalu

Evaluasi LP Nusa Kambangan dan …

Sutomo Paguci | 11 jam lalu

Revolusi Mental Pegawai Sipil Pemerintah …

Herry B Sancoko | 15 jam lalu

Misteri Matinya Ketua DPRD Karawang …

Heddy Yusuf | 16 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: