Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Erwin Malian

humas kanwil djp jateng 2

Mengapa Batik Tulis Harganya Mahal?

REP | 28 March 2011 | 01:11 Dibaca: 1648   Komentar: 17   2

13012745411668611741

Solo merupakan salah satu sentra batik di Indonesia, lihatlah perusahan-perusahan besar yang khusus menjual batik seperti Danar hadi, Batik keris, Batik Semar rata-rata berasal dari solo. Belum lagi pusat-pusat belanja seperti Pasar klewer, Laweyan dan kampung kauman dan masih banyak lainya, banyak menjual berbagai macam batik, baik itu batik tulis maupun batik cap.

Tetapi apakah kita tahu perbedaan batik tulis dengan batik cap?

Untuk orang awam mungkin tidak bisa membedakan antara batik tulis dengan batik cap. Bertanya kepada pedagang adalah jurus yang jitu untuk tahu apakah batik yang kita beli itu adalah batik tulis atau batik cap. Dari segi harga batik tulis lebih mahal dari batik cap bahkan harganyapun bias berkali-kali lipat dari harga batik cap.

Mengapa Batik tulis harganya mahal, berikut alasannya :

  • Pengerjaan batik murni menggunakan peralatan maual dari canting sampai dengan peralatan-peralatan lainnya dan cara pembuatannya juga sederhana dikerjakan oleg perajin-perajin batik, juga membutuhkan waktu yang lama dalam menyelesaikan satu desain batik.
  • Pembuatan batik tulis sang perajin mempunyai juga jiwa seni yang tidak dimiliki semua orang, sehingga perlu pembelajaran khusus untuk menjadi perajin batik tulis. Biasanya perajin batik tulis turun temurun.
  • Dalam membuat batik tulis memerlukan juga kesabaran, utuk mendapatkan batik tulis yang bernilai seni tinggi. Satu potong kain batik tidak mungkin dikerjakan secara masal, bahkan tidak dapat diwakilkan atau diteruskan oleh orang lain karena akan merubah karakter batik tulis tersebut.
  • Karena dikerjakan manual, letak moti batik, corak dan grafis tidak bias presisi, hal tersebut merupakan salah satu yang membedakan antara batik cap dengan batik tulis, sehingga pada saat akan dijahit memerlukan juga pekerjaan ex=kxtra untuk mendapatkan posisi pola yang akan digunakan dalam membuat pakaian berbahan dasar batik tulis.

Warna dasar yang natural membuat batik tulis banyak diminati, apakah anda sudah mempunyai batik tulis? kalau belum silahkan datang ke solo kunjungi sentra-sentra batik yang ada di jamin anda akan menemukan beragam batik tulis baik bercorak tradisional maupun modern.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Keluarga Pejabat dan Visa Haji Non Kuota …

Rumahkayu | | 30 September 2014 | 19:11

Me-“Judicial Review” Buku Kurikulum …

Khoeri Abdul Muid | | 29 September 2014 | 22:27

Spongebob dalam Benak Saya …

Ire Rosana Ullail | | 30 September 2014 | 16:48

Sepak Bola Indonesia Kini Jadi Lumbung Gol …

Arief Firhanusa | | 30 September 2014 | 15:58

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Indahnya Teguran Allah …

Nduk_kenuk | 9 jam lalu

Kumpulan Berbagai Reaksi Masyarakat …

Elvis Presley | 11 jam lalu

Asian Games Incheon: Kagum atas Pelompat …

Hendi Setiawan | 13 jam lalu

UU Pilkada, Ahok dan Paham Minoritas …

Edi Tempos | 14 jam lalu

People Power Menolak Penghapusan Pilihan …

Daniel Setiawan | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Smartphone dan Pribadi Boros Energi …

Dian Savitri | 8 jam lalu

Gerakan Indonesia Menulis; Mencari Nilai …

Rendra Manaba | 8 jam lalu

Pegawai BRI Beraksi Bak Debt Collector …

Rusmin Sopian | 8 jam lalu

Tradisi dan Teknologi …

Susy Haryawan | 8 jam lalu

Pisah Sambut Kejari Singaparna …

Asep Rizal | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: