Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Erwin Malian

humas kanwil djp jateng 2

Mengapa Batik Tulis Harganya Mahal?

REP | 28 March 2011 | 01:11 Dibaca: 1795   Komentar: 17   2

13012745411668611741

Solo merupakan salah satu sentra batik di Indonesia, lihatlah perusahan-perusahan besar yang khusus menjual batik seperti Danar hadi, Batik keris, Batik Semar rata-rata berasal dari solo. Belum lagi pusat-pusat belanja seperti Pasar klewer, Laweyan dan kampung kauman dan masih banyak lainya, banyak menjual berbagai macam batik, baik itu batik tulis maupun batik cap.

Tetapi apakah kita tahu perbedaan batik tulis dengan batik cap?

Untuk orang awam mungkin tidak bisa membedakan antara batik tulis dengan batik cap. Bertanya kepada pedagang adalah jurus yang jitu untuk tahu apakah batik yang kita beli itu adalah batik tulis atau batik cap. Dari segi harga batik tulis lebih mahal dari batik cap bahkan harganyapun bias berkali-kali lipat dari harga batik cap.

Mengapa Batik tulis harganya mahal, berikut alasannya :

  • Pengerjaan batik murni menggunakan peralatan maual dari canting sampai dengan peralatan-peralatan lainnya dan cara pembuatannya juga sederhana dikerjakan oleg perajin-perajin batik, juga membutuhkan waktu yang lama dalam menyelesaikan satu desain batik.
  • Pembuatan batik tulis sang perajin mempunyai juga jiwa seni yang tidak dimiliki semua orang, sehingga perlu pembelajaran khusus untuk menjadi perajin batik tulis. Biasanya perajin batik tulis turun temurun.
  • Dalam membuat batik tulis memerlukan juga kesabaran, utuk mendapatkan batik tulis yang bernilai seni tinggi. Satu potong kain batik tidak mungkin dikerjakan secara masal, bahkan tidak dapat diwakilkan atau diteruskan oleh orang lain karena akan merubah karakter batik tulis tersebut.
  • Karena dikerjakan manual, letak moti batik, corak dan grafis tidak bias presisi, hal tersebut merupakan salah satu yang membedakan antara batik cap dengan batik tulis, sehingga pada saat akan dijahit memerlukan juga pekerjaan ex=kxtra untuk mendapatkan posisi pola yang akan digunakan dalam membuat pakaian berbahan dasar batik tulis.

Warna dasar yang natural membuat batik tulis banyak diminati, apakah anda sudah mempunyai batik tulis? kalau belum silahkan datang ke solo kunjungi sentra-sentra batik yang ada di jamin anda akan menemukan beragam batik tulis baik bercorak tradisional maupun modern.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tuna Netra, Tuna Rungu, dan Tuna Wicara yang …

Mbah Ukik | | 23 May 2015 | 09:25

Beras Plastik Siapa Bermain? …

Musni Umar | | 24 May 2015 | 07:31

Kompasiana Seminar Nasional: Harapan serta …

Kompasiana | | 18 May 2015 | 15:58

Pahami Screen Time dan Play Time untuk Anak …

Giri Lumakto | | 23 May 2015 | 22:19

Kota Batam Gandeng Yokohama untuk Menjadi …

Isson Khairul | | 23 May 2015 | 20:23


TRENDING ARTICLES

Menyoroti Pembangunan Rel Kereta Api di …

Johanis Malingkas | 14 jam lalu

Dua Kali Ke Toilet, Saldo Multitrip Dipotong …

Endang Priyono | 15 jam lalu

Air Mata Ema Tumpah di Korem 151 Binaya …

Rusda Leikawa | 15 jam lalu

500 Becak Disiapkan Menjemput Tamu …

Niken Satyawati | 17 jam lalu

Watu Ondo Jember, Wisata Air Terjun atau …

Imam Hariyanto | 18 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: