Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Yulita W Wahyu

jodoh itu disiplin, dia tidak akan terlambat ataupun salah alamat.

PESONA KUTHO GAPLEK “WONOGIRI”

REP | 25 April 2011 | 02:36 Dibaca: 3564   Komentar: 0   0

TENTANG WONOGIRI

A.Sejarah Berdirinya

Wonogiri, (bahasa Jawa: Wanagiri, secara harfiah “Hutan di Gunung”), adalah sebuah daerah kabupaten di Jawa Tengah. Secara geografis lokasi Wonogiri berada di bagian tenggara Provinsi Jawa Tengah. Bagian utara berbatasan dengan Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Sukoharjo, bagian selatan langsung di bibir Pantai Selatan, bagian barat berbatasan dengan Wonosari di provinsi Yogyakarta, Bagian timur berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Timur, yaitu Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Pacitan. Ibu kotanya ialah Kota Wonogiri. Luas kabupaten ini 1.822,37 km² dengan populasi 1,5 juta jiwa.

Sejarah berdirinya Kabupaten Wonogiri dimulai dari embriao”kerajaan kecil” di bumi Nglaroh Desa Pule kecamatan Selogiri Di daerah inilah dimulainya penyusunan bentuk organisasi pemerintahan yang masih sangat terbatas dan sangat sederhana, dan dikemudian hari menjadi simbol semangat pemersatu perjuangan rakyat. inisiatif untuk menjadi Wonogiri (Nglaroh) sebagai basis perjuangan Raden Mas Said,adalah dari Rakyat Wonogiri sendiri (Wiradiwangsa) yang kemudian didukung oleh penduduk wonogiri pada saat itu.

Mulai saat itu Nglaroh (Wonogiri)menjadi daerah yang sangat penting, yang melahirkan peristiwa - peristiwa bersejarah di kemudian hari.Tepatnya pada hari rabu kliwon tanggal 3 Rabi’ul awal (Mulud) Tahun Jumakir, Windu Senggoro : 19 Mei 1741 ( Kahutaman Sumbaring Giri Linuwih ), Nglaroh telah menjadi kerajaan kecil yang dikuatkan dengan dibentuknya kepala punggawa dan patih sebagai perlengkap (institusi pemerintah) suatu kerajaan walaupun masih sangat sederhana. Masyarakat Wonogiri dengan pimpinan dengan pemimpin Raden Mas Said selama penjajahan Belanda telah pula menunjukan reaksinya menantang kolonial.

Jerih payah Pangeran Samber Nyowo (Raden Mas Said) ini berakhir dengan hasil sukses terbukti beliau dapat menjadi Adipati di Mangkunegaran dan bergelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPA) MangkunegoroI. Peristiwa tersebut diteladani hingga sekarang karena berkat sikap dan sifat kahutaman (keberanian dan keluhuran budi ) perjuangan pemimpin, pemuka masyarakat yang selalu didukung semangat kerja sama seluruh rakyat di Wilayah Kabupaten Wonogiri.

Diketemukannya hari jadi Wonogiri pada tanggal 19 mei 1741 akan merupakan sumber kebanggaan sabagai pendorong kemajuan dan pembangunan daerah Wonogiri. Hari jadi itu sendiri sebenarnya merupakan jati diri akan menjadi titik tolak untuk melihat ke masa depan dengan pembangunan yang berkesinambungan dengan berpedoman dapat Stabilitas Undang - undang Koordinasi sasaran Evaluasi dan senmangat juang ( SUKSES ) .

Wonogiri terkenal dengan sebutan kota gaplek merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang pembentukan ditetapkan dengan undang - undang Nomor 13 tahun 1950 tentang pembentukan kabupaten dalam propinsi Jawa Tengah.

Kondisi Kabupaten Wonogiri yang kaya kepemilikan gunung dan perbukitan dengan unsur tanah yang bervariasi sehingga kaya akan potensi alam seperti hutan,sungai,Waduk,Goa,Pantaiyang sangat pontensial sebagai tujuan wisata. Kabupaten Wonogiri sebagai kota tujuan wisata sangat dimungkinkan karena:

- Dekat dengan tujuan wisata Solo dan Jogja

- Dekat dengan Bandara Adi Sumarmo Solo

- Event-Event pariwisata cukup potensial

- Jaringan transportasi cukup lancar dari Pacitan, Ponorogo, (Jawa Timur), Solo dan Yogjakarta.

- Potensi Alam dan fasilitas cukup memadai.

Wonogiri kaya akan wisata ritual, karena menurut sejarahnya Wonogiri didirikan oleh RM. Said (Pangeran sambernyowo/Mangkunegoro).

Salah satu petilasan RM. Said adalah Momumen Watu Gilang di Nglaroh Selogiri, sendang Siwani terletak di Kecamatan Selogiri Kurang lebih 5 km arah ke utara kota Wonogiri dan masih banyak petilasan yang lain, sebagai Wisata ritual banyak dikunjungi orang untuk meditasi dan meditasi dan ngalab berkah pada malah Selasa kliwon dan Jum’at Kliwon

B. VISI DAN MISI

1. VISI
Visi Pemerintah Kabupaten Woogiri Tahun 2006 - 2010 Ditetapkan ebagai Berikut:

“WONOGIRI SUKSES, MENUJU MASYARAKAT SEJAHTERA, DEMOKRATIS, AGAMIS DAN BERDAYA SAING”.

Penjelasan Visi :

Semangat juang yang gigih dalam rangka mewujudkan Visi :

  • Sejahtera, artinya suatu kondisi daerah yang masyarakatnya memiliki keberdayaan secara sosial dan ekonomi sehingga mampu melangsungkan kehidupan individu maupun kemasyarakatan secara layak.
  • Demokratis, artinya suatu kondisi daerah yang masyarakatnya memiliki keberdayaan secara hukum dan politik yang dinamis sehingga  mampu melangsungkan kehidupan yang menyamin hak dan kewajiban sebagai warga negara maupun sebagai warga masyarakat.
  • Agamis, artinya suatu kondisi daerah yang masyarakatnya memiliki keberdayaan secara religius sehingga mampu mengembangkan budaya masyarakat serta melangsungkan kehidupan keagamaan menuju keimanan, ketaqwaan serta akhlak mulia yang rukun dan saling hormat menghormati.
  • Berdaya saing, artinya suatu daerah yan kondisi pemerintahan dan masyarakat memiliki kemampuan, ketangguhan serta keunggulan sehingga mampu melangsungkan kehidupan dalam persaingan masyarakat.

2.M I S I

Untuk mewujudkan visi SEJAHTERA, ditempuh melalui misi :

  • Menanggulangi Kemiskinan, melalui penyediaan kebutuhan dasar ( sadang, pangan, papan dan air bersih ) secara layak, peningkatan pendapatan masyarakat dan pembangunan keluarga kecil yang berkualitas.
  • Menangani pengangguran, melalui perluasan kesempatan kerja dan peningkatan kualitas ketenagakerjaan.
  • Meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas
  • Meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan pendidikan yang berkualitas.
  • Menumbuhkan perekonomian daerah berbasis pemberdayaan ekonomi kerakyatan.

Untuk mewujudkan visi DEMOKRATIS, ditempuh melalui misi:

  • Meningkatkan partisipasi dan pemberdayaan masyarakat.
  • Meningkatkan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat secara dinamis dalam kerangka supremasi hukum.

Untuk mewujudkan visi AGAMIS ditempuh melalui misi :

  • Meningkatkan keimanan, ketaqwaan secara akhlak mulia masyarakat serta kerukunan dan kualitas peribadatan semua umat beragama.
  • Mengembangkan kebudayaan daerah yang bersangkutan yan berdasarkan nilai luhur dan norma agama.

Untuk mewujudkan visi BERDAYA SAING, ditempuh melalui misi :

  • Merevitalisasi pertanian
  • Meningkatkan percepatan pembangunan infrastruktur wilayah.
  • Meningkatkan pengelolaan lingkungan hidup serta sumber daya alam yang lestari dan berkelanjutan.
  • Mengembangkan potensi pariwisata berbasis alam dan budaya daerah.
  • Meningkatkan penggalian pendapatan daerah secara adil dan mendukung perekonomian daerah.
  • Meningkatkan kapasitas pemerintahan daerah guna mewujudkan tata pemerintahan yang baik (good governance).

C. Profil Wilayah

1.Geografis

Kabupaten Wonogiri, dengan luas wilayah 182.236,02 Ha secara geografis terletak pada garis lintang 7 0 32′ sampai 8 0 15′ dan garis bujur 110 0 41′ sampai 111 0 18′ dengan batas-batas sebagai berikut:

  • Sebelah Utara : berbatas dengan Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten Karanganyar
  • Sebelah Timur : berbatas dengan Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Ponorogo (Jawa Timur).
  • Sebelah Selatan : berbatas dengan Kabupaten Pacitan (Jawa Timir) dan Samudra Indonesia.
  • Sebelah Barat : berbatas dengan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kabupaten Klaten.
  • Jarak Jauh dari Wonogiri ke :

Kota Surakarta                   : 32 km

Kabupaten Sukoharjo        : 17 km

Kabupaten Klaten             : 67 km

Kabupaten Boyolali          : 55 km

Kabupaten Sragen             : 49 km

Kabupaten Karangganyar : 49 km

Kabupaten Semarang        : 133 km

Secara umum daerah ini beriklim tropis, mempunyai 2 musim yaitu penghujan dan kemarau dengan temperatur rata-rata 24 0 C hingga 32 0 C.

2.Topografi

Dengan topografi daerah yang tidak rata, perbedaan antara satu kawasan dengan kawasan lain membuat kondisi sumber daya alam juga saling berbeda. Di Wonogiri hampir sebagian besar tanahnya tidak terlalu subur untuk pertanian, berbatuan dan kering membuat penduduknya lebih banyak merantau(boro).

Kabupaten Wonogiri mempunyai Waduk buatan yaitu Gajah Mungkur yang selain menjadi sumber mata pencaharian petani nelayan dan sumber irigasi persawahan juga merupakan aset wisata yang telah banyak dikunjungi oleh para wisatawan domestik.

Disamping itu Kabupaten Wonogiri juga mempunyai 2 (dua) pantai yaitu Pantai Sembukan dan Pantai Nampu yang mempunyai pasir putih yang sangat tebal dan cocok untuk berwisata.

PENGGUNAAN TANAH TAHUN 2006

No .   Jenis Penggunaan Tanah Luas(ha)

Persentase (%)

1.

2.

3.

4.

5.

6.

Sawah

Tegal

Bangunan/Pekarangan

Hutan Negara

Hutan Rakyat

Lain-lain

Jumlah

32.701

65.381

38.199

13.942

9.278

22.735

182.236

17,94

35,88

20,96

7,65

5,09

12,48

100,00

3. Sumber Daya Alam

1. Komposisi Penggunaan Lahan
Komposisi penggunaan lahan adalah sebagai berikut : Sawah seluas 32.701 Ha (17,94%), tegal seluas 65.381 Ha (35,88%), Bangunan/ pekarangan seluas 38.199 Ha (20,96 %), Hutan Negara seluas 13.942 Ha (7,65%), Hutan Rakyat 9278 Ha (5,09%) dan Lain-lain seluas 22.735 Ha (12,48 %).

2. Jenis Tanah
Ada jenis tanah yang terdapat di Kabupaten Wonogiri, yaitu Aluvia, Litosol, Regosol, Andesol, Grumusol, Mediterian, dan Latosal.

3. Bahan Galian ( Tambang )
Variasi dan potensi bahan galian mineral golongan B dan bahan galian Golongan C yang bermanfaat untuk pembangunan dipengaruhi oleh Struktur antara lain : sirtu, andesit, batu gamping, trass, padas, tanah liat, kalsit, batu ½ permata dan emas. Formasi geologis. Potensi bahan galian (tambang) di Kabupaten Wonogiri.

D. Logo dan Lambang


Lambang Daerah berbentuk perisai berwarna kuning emas bertepi hitam, sebagai penonjolan sifat pengayoman dan kebesaran daerah.
Lambang Daerah berisi lukisan segilima sama sisi berwarna merah di sebelah kanan dan putih disebelah kiri dengan tepi hitam, sebagai manifestasi daripada Pancasila, Sang Saka, Kesetiaan terhadap UUD 1945 dan falsafat hidup bangsa Indonesia yang abadi.

I. Di dalam segilima terlukis ditengah dari atas ke bawah, sebagai berikut:

  1. Bintang bersudut 5 berwarna kuning emas, sebagai lambang Ketuhanan Yang Maha Esa.
  2. Rantai berwarna kuning emas, berbentuk lingkaran, sebagai lambang kegotongroyongan yang didasari oleh perikemanusiaan.
  3. Di dalam lingkaran rantai tersebut terlukis perwujudan kondisi daerah sebagai berikut:

    • Gunung Kapur / seribu berwarna putih dengan latar belakang langit berwarna hijau.
    • Hutan berwarna hijau
    • Tanah berwarna coklat
    • Air berwarna biru dengan gelombang putih, sebagai pernyataan bahwa bengawan solo, waduk serbaguna Wonogiri dan Pantai Selatan Penting artinya sepanjang sejarah wonogiri.
  4. Gunungan wayang berwarna kuning emas, sebagai pernyataan bahwa rakyat wonogiri menjunjung tinggi kebudayaan Nasional.
  5. Keris lekuk 5 berwarna hitam dengan pamor kuning emas sebagai lambang semangat kepahlawanan yang dijiwai semangat pancasila.
  6. Ketela Pohon yang berisi 8 buah berwarna coklat sebagai hasil pertanian yang menonjol dan sekaligus sifat agraris dari daerah.


II. Di dalam segilima terlukis sebagai lambang keadilan dan kemakmuran yang dicita-citakan oleh rakyat Wonogiri, sebagai berikut:

  1. Setangkai Kapas terdiri atas 17 kuntum berwarna putih perak dengan selingan daun berwarna hijau, sebelah kanan.
  2. setangkai padi terdiri atas 45 butir berwarna kuning emas.


III. Bidang Lingkaran berwarna Hijau yang dibatasi oleh lukisan kapas dan padi tersebut berarti kesuburan.

IV. Bilangan “Tujuh Belas” pada lukisan setangkai kapas, bilangan “Delapan” pada lukisan ketela Pohon dan bilangan “empat puluh lima” pada lukisan padi mengandung pernyataan, bahwa rakyat wonogiri berpegang teguh pada jiwa proklamasi 17 agustus 1945 tersebut.

V. Di bawah segilima terlukis selendang berwarna merah putih bertepi hitam dan tercantum tulisan sebagai berikut:

  1. Pada bagian atas berwarna merah tercantum tulisan berbunyi ” Wonogiri” dengan huruf balok putih.
  2. Pada bagian bawah berwarna putih tercantum tulisan sebagai surya sangkala berbunyi “Sabda Sakti Nugrahaning Praja” dengan huruf balok hitam.


VI. Suryasangkala tersebut mempunyai arti, Sabda : 7, Sakti : 6, Nugrahaning : 9, dan praja : 1, sebagai peringatan di tetapkannya lambang daerah pada tahun 1967.

E. Sarana Dan Prasarana Penunjang

1. Kesehatan

Tingkat kesejahteraan penduduk lainnya dapat diukur dengan derajad kesehatannya. Salah satu indikator kesehatan penduduk adalah angka kelahiran bayi hidup. Angka ini menunjukkan banyaknya bayi yang lahir dalam keadaan hidup per 1000 penduduk yang disebabkan meningkatnya kesehatan ibu melahirkan. Semakin tinggi angka ini menunjukkan indikasi kondisi kesehatan masyarakat semakin baik.

Selain pendidikan, derajad kesehatan masyarakat dapat digunakan untuk mengukur kualitas SDM yang ada. Masyarakat dengan pendidikan yang memadai, ditunjang dengan kesehatan yang optimal dapat menjadi aset pembangunan yang berkualitas. .

Dinas Kesehatan
Jl. Ahmad Yani No. 44, Wonogiri
Kepala : Dr. Aug.Jarot
Telp :(0273) 321043
Fax :(0273) 321043
email : dinkes@wonogiri.go.id

● SARANA PELAYANAN KESEHATAN

1. Rumah Sakit                            4 buah

2. Puskesmas dengan Perawatan    5 buah

3. Puskesmas                            34 buah

4. Puskesmas Pembantu            146 buah

5. PKD                                    117 buah

6. Polindes                                62 buah

7. Posyandu Balita                   2066 buah

8. Posyandu Lansia                    568 buah

2. Pendidikan

Dinas Pendidikan mencatat bahwa jumlah murid SD/MI 98.381 orang dengan jumlah
sekolah sebanyak 862 SD/MI negeri maupun swasta. Rasio guru murid SD sebesar 17,
Jumlah SLTP baik negeri maupun swasta tahun 2005 sebanyak 132 menampung
murid 45.051 murid.

3. Transportasi

Panjang jalan Kabupaten Wonogiri selama tahun 2006 yang diaspal mengalami penambahan menjadi 783,26 km dengan kondisi baik 584,22 km. Sedang jumlah armada angkutan penumpang dan pengusaha untuk jenis angkutan minibus mengalami peningkatan. Untuk armada AKDP sebanyak 253 dan AKAP sebanyak 676 bus, dari jumlah bus tersebut paling banyak dijumpai di Kecamatan Ngadirojo dan Kecamatan Wonogiri

Selain bus, angkutan penumpang yang lain ada di Kabupaten Wonogiri adalah Kereta Api, menurut catatan  PT KAI jumlah penumpang yang diangkut berkisar 13.393 penumpang. Sedangkan untuk angkutan jenis truk maupun pick-up/box menyebar di seluruh Kecamatan yang ada untuk jenis truk tercatat 1.478 dan untuk pick-up/box 2.006 kendaraan.

F. Tempat Wisata

1. Waduk Gajah Mungkur

Waduk Gajah Mungkur terletak kurang lebih 2,5 kilo meter arah selatan kota Wonogiri. Panorama alam yang asri, indah dan sejuk dengan fasilitas Rumah Makan Apung, Keramba, Hotel, Rumah Makan Special Ikan Bakar sangat tepat sebagai pelepas lelah dan tempat istiharat yang nyaman bagi keluarga.

Disetiap bulan-bulan tertentu di Obyek wisata Gajah Mungkur sering diadakan event-event wisata ritual dan olah raga antara lain :
- Bulan Muharam/Suro : Jamasan Pusaka Mangkunegaran
- Bulan Syawal : Syawalan ketupat, panggung hiburan dan pentas seni budaya Reog, Tari Kethek Ogleng, Campursari dan Orkes Dangdut.

Jumlah Pendapatan Obyek Wisatadi Kabupaten Wonogiri Tahun 2006

Jumlah tahun 2006 Pengunjung 189.521 Nilai Karcis Rp.313.122.000

Jumlah tahun 2005 Pengunjung 188.322 Nilai Karcis Rp.306.273.000

Jumlah tahun 2004 Pengunjung 255.330 Nilai Karcis Rp.317.318.000

Jumlah tahun 2003 Pengunjung 187.877 Nilai Karcis Rp.  10.705.000

Jumlah tahun 2002 Pengunjung 204.976 Nilai Karcis Rp.462.911.000

2.Pantai Nampu

Pantai Nampu sangat elok dan alami dengan hamparan pasir putih dan pantai yang sangat panjang cocok untuk rekreasi keluarga dengan minuman kas air kelapa muda. Jarak dari Kecamatan Paranggupito kurang lebih 15 km. disamping itu ditepi pantai juga ada sumber mata air, sehingga apabila sehabis bermain di pantai bisa langsung mandi dengan air tawar yang ada di dekat pantai tersebut.

3.Khayangan

Wonogiri kaya akan wisata ritual, karena menurut sejarahnya wonogiri didirikan oleh RM. Said (Pangeran Sambernyowo/Mangkunegoro I)
Salah satu petilasan RM.Said adalah Dlepih/Khayangan yang terletak di Kecamatan Tirtomoyo kurang lebih 25 Km arak ke selatan Kota Wonogiri, sebagai wisata ritual banyak dikunjungi orang untuk meditasi dan ngalab berkah pada malam Selasa Kliwon dan Jum’at Kliwon.
Wisata Ritual lainnya adalah :
- Pemakaman Gunung Giri
- Tempat Pusaka Mangkunegaran
- Sendang Siwani

4.Hutan Kethu

Obyek Wisata Alas Kethu terletak ditengah-tengah jantung Kota Wonogiri dengan panorama hutan jati, mahoni dan kayu putih seluas kurang lebih 40 Ha selain sebagai tempat wisata juga sebagai paru-paru kota Wonogiri dengan tumbuhan yang besar-besar dan rindang.

Alas Kethu sangat cocok untuk shoting pembuatan film dan sinetron laga, karena dekat dengan keraton Surakarta dan Mangkunegaran, selain itu akses untuk mencapai lokasi sangat mudah untuk dijangkau.

5.Pantai Sembukan

Kabupaten Wonogiri merupakan satu-satunya Kabupaten/kota di wilayah Surakarta yang memiliki pantai.Pantai  Sembukan terletak di Kecamatan Paranggupito kurang lebih 40 Km arah selatan Kota Wonogiri atau 2 jam perjalananPantai Sembukan terkenal sebagai pantai ritual yang ramai dikunjungi orang untuk bermeditasi dan ngalab berkah.

Pantai sembukan yang jaraknya dari Kantor Kecamatan Parnggupito kurang lebih berjarak 3,5 km, juga pada waktu-waktu tertentu diadakan acara larung yang juga dilanjutkan dengan acara wayangan. Jika ingin berwisata di pantai sembukan jangan lupa membawa kail karena disana banyak orang yang mengail mencari ikan sambil menikmati indahnya pemandangan alam laut yang menawan. Disamping itu juga ada tempat peribadatan yang ada di puncak gunung yang terletak tidak jauh dari pantai Sembukan tersebut.

6.Air Terjun Setren

Air Terjun Setren merupakan obyek wisata pilihan yang tidak kalah menariknya dengan Air Terjun Tawangmangu, terletak di Kecamatan Slogohimo kurang lebih 30 Km arah timur Kota Wonogiri menuju Ponorogo (Jawa Timur). Pemandangan yang masih alami dengan panorama perbukitan dan air terjun, agrowisata sangat tepat untuk wisata kalangan muda-mudi dan para pecinta alam.

7.Goa Putri Kencana

Goa Putri Kencono terletak di Desa Wonodadi Kecamatan Pracimantoro berjarak 40 km dar kota Wonogiri. Yang mempunyai keindahan yang sangat bagus serta unik karena mempunyai Luas  sekitar kurang lebih 1.000 m2 dan tembus pada bukit yang ada di sebaliknya bukit. Tempat ini memiliki kelebihan berupa keindahan stalagtit dan stalagmit. Jarak antara goa Putri Kencana dengan Kecamatan Pracimantoro kurang lebih 9 Km.

III
EKONOMI DAN BISNIS

Dalam rangka meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kabupaten Wonogiri giat menata kegiatan ekonomi dan bisnis dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam yang dimiliki. Pembangunan Pasar Induk Wonogiri sebagai bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Wonogiri untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Wonogiri. Potensi unggulan Kabupaten Wonogiri sebagai andalan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan juga peluang bagi investor untuk menanamkan modal.

A.Pertanian

Kabupaten Wonogiri mempunyai luas wilayah 182.236,02 ha yang terdiri dari berbagai jenis/macam tanah antara lain :

Aluvia, Litosol, Regosol, Andosol, Grumusol, Mediterian dan Latosol.

Adapun Pengunaan tanah meliputi :

  1. Sawah                          : 30,913 ha
  2. Tegal                            : 57,583 ha
  3. Bangunan/Pekarangan   : 37,306 ha
  4. Hutan Negara               : 16,290 ha
  5. Hutan Rakyat                : 16,202 ha
  6. Lain-lain                        : 23,942 ha

Ketersediaan pangan untuk padi dan jagung di Kab. Wonogiri surplus masing - masing sebesar 59.868 ton padi dan 199.751 ton jagung. Dari skoring Ketahanan pangan Kab. Wonogiri masih dalam kategori aman (hijau) meskipun di 1 kecamatan dalam kategori kuning.

Untuk tanaman holtikultura buah-buahan terjadi kenaikan produksi antara lain mangga, rambutan, jeruk, durian sawo dibandingkan tahun 2006.

B.Perkebunan

Produksi  tanaman  perkebunan  pada  tahun 2007 bervariasi  pertumbuhannya ada beberapa tanaman yang meingkat produksinya ada juga yang turun serta ada pula yang elatif tetap, sebagai contoh adalah cengkeh  yang  mengalami  kenaikan  dari 1.282 ton  menjadi 2.511  ton sedangkan Tebu mengalami penurunan dari 2.609 ton  tahun 2006  menjadi  1.559 ton.

C. Perdagangan

Kabupaten Wonogiri mempunyai produk yang diekspor keluar negri seperti kenegara Eropa, Denmark, Jerman dan Hongkong serta Cina, Adapun jenis yang ekspor adalah mebel kayu, sedangkan gaplek di Ekspor ke Negara Cina.

. Pengadaan barang dan penyaluran beberapa barang di Kabupaten Wonogiri untuk masing-masing komoditi dan bulan berbeda volume penyediaan dan penyalurannya. Tahun 2007 minyak tanah paling banyak disalurkan pada bulan Mei dan Oktober yaitu masing-masing sebanyak 2.245.000 liter dan 2.260.000 liter. Dan paling sedikit di bulan Februari

Penyaluran  premium di SPBU paling banyak di bulan Oktober 2007 dengan jumlah premium disalurkan sebanyak 5.402.330 liter dan yang paling sedikit disalurkan pada bulan Pebruari dengan jumlah yang disalurkan 3.346.701 liter.

Sedangkan untuk penyaluran Solar oleh SPBU tertinggi pada bulan juli 2007 degan total penyaluran 2.132.500 liter dan paling rendah pada bulan Pebruari sebanyak 1.282.857 liter. Sementara penyaluran Semen yang tercatat tertinggi pada bulan Agustus 2007 sebanyak 7.709 ton dan terendah bulan Januari sebanyak 3.833 ton semen.

D. Perikanan dan kelautan

Pada Sektor Perikanan pada tahun 2007 tercatat jumlah produksi benih ikan lauk dari pemeliharaan mencapai 1.051 ton dan dari hasil penangkapan sebesar 9.70 ton.

Dinas Kehewanan,Perikanan dan Kelautan Kabupaten Wonogiri
Alamat : Jl.Diponegoro,
Telp : (0273 ) 321460
Nama K Dinas : Ir. Guruh Santoso, MM

Ka. Tu : RIBUT WAIDI, SH, MM
Ka. Subdin Kehewanan : Drh. Maryati
Ka. Subdin Perikanan : Ir. Heru Rodiah

Kebijakan Dinas WANPERLA Kabupaten Wonogiri Tahun 2006 - 2010 :
1. Memberdayakan Kelompok Tani Ternak
2. Meningkatan Lumbung Pakan Ternak
3. Mengembangan Agrobisnis Peternakan
4. Meningkatan Katahanan Pangan dan Produksi Ternak
5. Memberdayaan Masyarakat Nelayan Pembudidayaan Ikan dan
Masyarakat Pesisir
6. Meningkatan dan Pengembangan Perikanan Budidaya
7. Meningkatan dan Pengembangan Perikanan Tangkap
8. Pengawasan dan Pengendalian Sumberdaya Perikanan /
Kelautan
9. Meningkatkan Kapasitas Kelembagaan dan Pemasaran.

Potensi Ternak Andalan di Kabupaten Wonogiri :
1. Sapi Potong dengan Populasi 144.200 ekor
2. Kambing dengan Populasi 599.580 ekor
3. Domba dengan Populasi 100.353 ekor
4. Ayam Buras dengan populasi 2.052.642 ekor

Potensi Perikanan Andalan di Kabupaten Wonogiri
1. Usaha Budidaya Perikanan dengan Karamba jaring Apung
(KJA)dengan kapasitas produksi mencapai 887.276 Ton/Th
2. Usaha Perikanan Tangkap di Waduk Gajah Mungkur dengan
produksi mencapai 946.593 Ton/Th

E. Komoditi terbesar

KACANG METE
Kacang Mete merupakan produk unggulan Kabupaten Wonogiri yang telah menembus pasar ekspor.
Produsen Kacang Mete : UD. MANDIRI, UD. TANJUNG MAS
Lokasi di Kecamatan Jatisrono, dengan luas lahan 17.458 hektar, dan jumlah produksi 1.049,5 ton/tahun.

TEPUNG TAPIOKA
Kabupaten Wonogiri merupakan lahan yang potensial untuk pengembangan ketela pohon dan hampir tersebur di seluruh kecamatan di Wonogiri.
Produsen : PT. CAHAYA SURYA TUNAS TAPIOKA, PT. TAINESIA JAYA
Lokasi : Kecamatan Wonogiri
Luas Lahan : 70.681 hektar
Jumlah Produksi : 30,25 ton/hari tepung tapioka dan 27.960 ton/tahun glucosa syrop.

JAMU TRADISIONAL
Kondisi Kabupaten Wonogiri menyediakan bahan baku jamu tradisional secara melimpah yaitu : Jahe, Kencur, Kunyit, Temulawak, Cabe Jamu.
Produsen : PT. DELTOMED, PT. AIR MANCUR

JANGGELAN (CINCAU)
Janggelan adalah sejenis tumbuhan rumput yang banyak dibudidayakan di Kabupaten Wonogiri. Manfaat rumput janggelan adalah sebagai obat panas dalam, minuman, kosmetik.
Produsen : UD. MAJU RAHAYU
Lokasi : Kecamatan Bulukerto, dengan luas lahan 1.000 hektar, dan Jumlah Produksi 6.000 ton/tahun.

LUKIS KACA DAN TATAH SUNGGING
Di Desa Kepuhsari Kecamatan Manyaran terdapat kerajinan Seni Lukis Kaca dan Tatah Sungging.

BATU PERMATA/BATU MULIA/BATU AJI
Batu mulia/batu aji di Kabupaten Wonogiri memiliki tingkat kekerasan 3 sampai 4 SM sehingga mudah dibentuk perhiasan seperti : cincin, giwang, leontin, kalung, gelang dan lain-lain.
Produsen : UBIBAM SRI GIRI SEJATI
Lokasi : Jl. Raya Giriwoyo Kecamatan Giriwoyo Wonogiri

SANGKAR BURUNG
Sentra kerajinan Sangkar Burung terletak di Kecamatan Pracimantoro Kabupaten Wonogiri. Model sangkar yang cukup beragam dan kontemporer, dengan kapasitas produksi 100 buah/bulan.

BATIK TULIS/CAP
Sentra Batik Tulis/Cap terdapat di Desa Tirtomoyo Kecamatan Tirtomoyo dengan batik khas Wonogiren.

IKAN AIR TAWAR/KARAMBA
Waduk gajah Mungkur merupakan kebanggaan masyarakat Wonogiri. Manfaat waduk sangat besar terutama untuk budidaya ikan nila merah.
Lokasi : Kec. Wuryantoro, Kec. Eromoko, Kec. Baturetno.

MEBELAIR
Kabupaten Wonogiri kaya akan hutan jati, mahoni dan sono, sehingga sangat potensial tumbuh kerajinan mebelair baik bersekala lokal maupun ekspor.

INDUSTRI KAROSERI
Kabupaten Wonogiri terkenal sebagai pemilik armada Bis dengan jurusan hampir di seluruh Pulau Jawa, Pulau Sumatera, Bali dan Nusa tenggara. Untuk mendukung kegiatan tersebut di Kabupaten Wonogiri tumbuh industri karoseri dan bengkel, salah satunya adalah KAROSERI PT. TIMBUL JAYA
Lokasi : Kec. Ngadirojo, Kapasitas : 30 unit/bulan

F. Makanan Khas

Dulu terkenal dengan “tiwul” tapi sekarang sudah jarang dijumpai “Ngaso angkringan”,Beberapa jenis makanan khas tersedia di Wonogiri. Kacang Mede adalah makanan yang berasal dari biji buah jambu medeEmping adalah makanan yang berasal dari biji buah melinjo. Biji buah dikupas, lalu ditumbuk sampai berbentuk lempengan kecil. Kedua jenis makanan ini disajikan setelah terlebih dahulu digoreng sampai kecoklatan. Cabuk adalah makanan yang berasal dari biji wijen yang dicampur dengan bumbu masak. Berbentuk pasta, warna hitam, terbungkus daun pisang. (jambu mete) yang memang banyak terdapat di wilayah Wonogiri.

Juga ada makanan dari singkong yang disebut “Pindang”, ini berasal dari tepung singkong yang dimasak dengan Daging Kambing, yang terkenal di sebelah Barat Lapangan Kecamatan Ngadirojo.

Saat pagi hari juga sering dapat dijumpai Kue Serabi di beberapa tempat di dekat Pasar Kota Wonogiri.

Makanan khas lain adalah Bakso dan Mie Ayam Wonogiri yang memiliki citarasa khas, makanya di Jakarta banyak sekali tukang bakso atau mie ayam dari Wonogiri, namun sayang kalau membeli di Jakarta rasanya jauh tidak enak. Mie Ayam yang terkenal adalah Mie Ayam Pak Sabar, Mie Ayam Pak Brewok, Mie Ayam dan Bakso Mas Bentoel. Bakso yang terkenal Bakso Gajah Mungkur dan Bakso Titoti.

Selain itu pada malam hari, banyak juga pedagang makanan lesehan yang tersebar sepanjang jalan-jalan di Wonogiri, dengan bermacam-macam jenis makanan, yang terkenal antara lain seperti Gudeg & Nasi Liwet Bu SAMAN GI (depan toko Baru), Mie Rebus Jawa Pak BAGONG (terminal lama), Cap Cay depan Gereja GKI.

Pusat jajanan khas Wonogiri ada di dekat kantor Kecamatan Selogiri, kurang lebih 5 km dari pusat Kota Wonogiri ke arah Kota Surakarta. Di pusat Kota Wonogiri, terdapat beberapa toko yang menyediakan makanan khas, salah satu di antaranya adalah Toko Sari Roso. Selain itu, oleh-oleh khas Wonogiri juga bisa diperoleh di kios-kios yang banyak terdapat di pasar Wonogiri, salah satu yang cukup banyak dikunjungi pembeli adalah kios Bu Darmo.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Prabowo Mundur dan Tolak Hasil Pilpres Tidak …

Yusril Ihza Mahendr... | | 22 July 2014 | 17:27

Timnas U-23 dan Prestasi di Asian Games …

Achmad Suwefi | | 22 July 2014 | 13:14

Inilah Pemenang Blog Competition …

Kompasiana | | 22 July 2014 | 15:18

Sindrom Mbak Hana & Mas Bram …

Ulfa Rahmatania | | 22 July 2014 | 14:24

Siku Sudut Unik Candi Dadi Tulungagung …

Siwi Sang | | 22 July 2014 | 12:11


TRENDING ARTICLES

Jokowi Beri 8 Milliar untuk Facebook! …

Tukang Marketing | 8 jam lalu

Selamat Datang Bapak Presiden Republik …

Ahmadi | 9 jam lalu

Perlukah THR untuk Para Asisten Rumah …

Yunita Sidauruk | 10 jam lalu

Jangan Keluar dari Pekerjaan karena Emosi …

Enny Soepardjono | 10 jam lalu

Catatan Tercecer Pasca Pilpres 2014 (8) …

Armin Mustamin Topu... | 12 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: