Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Asep Setiawan

Mengembara di London sekitar 10 tahun dan kembali ke Jakarta akhir 2011, ingin berbagi cerita selengkapnya

Jam Big Ben, Ikon London yang Terkenal

HL | 16 May 2011 | 15:28 Dibaca: 1761   Komentar: 14   3

1305560898667255741

Big Ben, Inggris

Beberapa hari ini karena kesibukan belum sempat menulis lagi di sini. Ada satu seri yang sedang dibuat mengenai kunjungan ke tempat-tempat yang menjadi sasaran wisatawan yang datang ke London.

Seri ini akan diturunkan mungkin tidak berkala akan tetapi fokusnya adalah nilai sejarah tempat dan bangunan serta mengapa kita perlu tahu dan wisatawan datang untuk belajar dari situs-situs wisata khususnya di London ini.

Saya mulai dari jam Big Ben, sebuah ikon di London dan Inggris mengenai perlunya waktu untuk diperhatikan siapapun.  Tidak tahu persis alasan membuat jam yang begitu besar ini. Apakah berangkat dari filosofi waktu adalah uang atau waktu itu penting. Yang pasti di setiap council atau kotapraja di London dan Inggris memiliki menara jam yang besar. Bahkan Universitas Birmingham di tengah lapangannya berdiri menara jam besar juga.

Jam Big Ben sengaja dibuat tinggi dan anggun. Suaranya terdengar setiap 15 menit sekali dan pas satu jam dengan suara lonceng yang khas. Suara Big Ben ini pernah dijadikan ikon dalam siaran berita BBC baik radio maupun televisi.

Jika Anda ke London, pertama-tama sebaiknya datang ke Big Ben dulu. Tidak hanya untuk melihat menara jam terkenal ini tetapi juga di sekitar tempat ini terdapat beberapa situs menarik wisatawan.

Big Ben terletak di tengah-tengah London di samping Sungai Thames dan melekat ke kompleks Houses of Parliament yang di Indonesia disebut gedung parlemen atau gedung DPR dan MPR.

Belakangan saya tahu bahwa operasi jam Big Ben ini tidak sembarangan karena dijadikan indikator waktu bagi BBC yang tersiar ke seluruh dunia. Petunjuk waktu Big Ben boleh dikatakan lumayan akurat karena dihubungkan dengan jam yang memiliki presisi tinggi. Konon tingkat kesalahannya kecil sekali karena operasi jam yang benarnya menggunakan apa yang disebut jam atom.

Mungkin dapat dikatakan bahwa akurasi jam ini per detik lumayan tinggi sehingga tingkat kesalahan per tahun juga sangat rendah. Berbeda dengan arloji atau jam di rumah kita tingkat kesalahannya kemungkinan tinggi karena pengaruh ausnya per atau perubahan digital dalam operasi jam.

13055594701461652656

Letak Big Ben mudah terjangkau dari mana saja di seputar London dan Inggris. Dua jalur kereta api yang sangat dekat dengan menara ini adalah Jubilee Line dan District Line. Jadi kalau sudah masuk jalur kereta bawah tanah ini darimanapun mudah untuk menjangkaunya. Stasiunnya sama dengan gedung parlemen yakni Westminster.

Saya juga ingin menengok bagaimana salah satu ikon London ini dibangun. Sekedar informasi menara yang sekarang ini bagian dari rancangan arsitek Sir Charles Barry yang membangun ulang Palace of Westminster yang sekarang disebut Houses of Parliament. Dibangun kembali karena sebagian besar istana hancur karena kebakaran besar malam 16 Oktober 1834.

Meski Barry menjadi arsitek utama namun untuk urusan membangun menara ini diserahkan kepada arsitek lainnya, Augustus Welby Northmore Pugin. Tidak mengherankan jika menara yang disebut Big Ben ini mencerminkan karya Pugin sebelumnya seperti Scarisbrick Hall.

130555961099467725

Menara rancangan Pugin ini tak lain merupakan salah satu monumen gaya Gothic Revival atau Kebangkitan Ghotic dengan tinggi 96,3 meter dengan luas Big Ben 12 meter persegi. Menara ini terdiri dari 11 lantai dengan jumlah batu yang digunakan 850 kubik meter dan bata 2600 kubik meter.

Sedangkan struktur bagian bawah sampai tinggi 61 meter terdiri dari batu bata dengan warna Anston. Sebagian dari menara ini kerangkanya besi. Menara ini didirikan dari fondasi seluas 15 meter persegi terbuat dari beton setebal tiga meter dan dari permukaan tanah dalamnya empat meter.

Sejauh ini bagian dalam Big Ben tidak terbuka untuk umum meski dapat dilihat lebih dekat kalau ada wisata ke gedung parlemen.

Dari mana istilah Big Ben ini? Ternyata tidak mudah menjawabnya. Setidaknya ada dua teori. Pertama, berasal dari nama Sir Benjamin Hall yang memimpin pembangunannya. Dia badannya subur dan menghormati bangunan ini sehingga disebut “Big Ben” atau Ben yang subur badannya.

Teori kedua entah benar atau salah berasal dari nama juara tinju kelas berat yang saat itu Benjamin Caunt. Dan dia juga dikenal dengan “Big Ben” atau Ben yang besar. Nama kecil ini juga dialamatkan kepada mereka yang dihormati dalam masyarakat.

Banyak detil yang perlu dijelaskan di sini namun untuk menikmati Big Ben, musim panas mungkin yang terbaik. Di tengah terik matahari Big Ben terlihat besar dan jika kita mengambil foto dari arah jembatan Sungai Thames mungkin akan sangat menarik karena seluruh bagian jam terlihat. Anda juga bisa ke arah seberang Sungai Thames untuk melihat secara keseluruhan Big Ben disamping Houses of Parliament.***

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Santri dan Pemuda Gereja Produksi Film …

Purnawan Kristanto | | 22 October 2014 | 23:35

Kontroversi Pertama Presiden Jokowi dan …

Zulfikar Akbar | | 23 October 2014 | 02:00

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Lilin Kompasiana …

Rahab Ganendra | | 22 October 2014 | 20:31

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Ketua Tim Transisi Mendapat Rapor Merah dari …

Jefri Hidayat | 2 jam lalu

Jokowi, Dengarkan Nasehat Fahri Hamzah! …

Adi Supriadi | 8 jam lalu

Ketika Ruhut Meng-Kick Kwik …

Ali Mustahib Elyas | 12 jam lalu

Antrian di Serobot, Piye Perasaanmu Jal? …

Goezfadli | 12 jam lalu

Mengapa Saya Berkolaborasi Puisi …

Dinda Pertiwi | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Tetap Semangat Saat Melakukan Perjalanan …

Vikram - | 7 jam lalu

Cas, Cis, Cus Inggris-Ria, Pedagang Asong di …

Imam Muhayat | 7 jam lalu

Libatkan KPK Strategi Jokowi Tolak Titipan …

Ninoy N Karundeng | 7 jam lalu

Aku dan Siswaku …

Triniel Hapsari | 8 jam lalu

Menulis Puisi Cinta untuk …

Dewi Pagi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: