Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Ronny Buol

Suka membaca dan hobby motret. Dulu beraktivitas sebagai Jurnalis Warga dan bergabung bersama Persatuan Pewarta selengkapnya

Eksotis Bebatuan Pantai-pantai di Sitaro

REP | 21 May 2011 | 14:12 Dibaca: 227   Komentar: 5   2

4R

Sebagai daerah kepulauan, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) yang berada dalam wilayah administrasi Provinsi Sulawesi Utara memiliki luas wilayah perairan laut sekitar 91% dari total 3.066,22 KM2 luas wilayahnya.

Dari luas daratan yang hanya 9% tersebut (275,96 KM2) kabupaten baru ini memiliki garis pantai sepanjang 154 KM. Sungguh merupakan garis pantai yang amat panjang dibanding dengan wilayah daratannya.

Tidak heran, sebagian besar penduduk dari kabupaten yang baru 2 tahun memekarkan diri dari kabupaten induk Sangihe ini, tinggal di wilayah pesisir.

Namun jangan membayangkan seperti didaerah berpantai di tempat lain, garis pantai di Kabupaten Kepulauan Sitaro memiliki karakteristik khusus dan unik.

Akibat dari kehadiran dua gunung berapi yang ada di Pulau Siau (GA. Karangetang) dan Gunung Api Ruang di Pulau Tagulandang dan pula dipengaruhi oleh letak kabupaten ini pada jalur labil sirkum pasifik, membuat garis pantainya sebagian besar merupakan bebatuan.

Bebatuan eksotis
Karakteristik pantai bebatuan ini menjadi daya tarik sendiri bagi pengembangan wisata.
Sebab, batu-batu hitam dan licin mengkilap menjadi sebuah sajian panorama yang unik terhampar di pecahan ombak.

Taburan mozaik keajaiban alam ini seakan menggoda kaki  kita untuk menjejalinya. Sembari merasakan terapi pijatan alam, kaki akan disapu oleh pecahan buih ombak yang mengoda.

Di tepian daratan, tak jarang ditemui bebatuan yang membentuk tebing menantang. Seperti yang banyak ditemui di garis pantai daerah Laghaeng hingga Talawid. Seakan, tebing-tebing batu tersebut menantang untuk ditaklukan.

Demikian pula, tak jarang tebing batu tersebut berupa bebatuan cadas kekuningan yang terbentuk akibat sendimentasi dari batu kapur yang terkikis oleh garam dari uap air laut.

Rangkaian bebatuan eksotisme ini terasa lengkap dengan sajian pulau-pulau batu yang menyembul dari permukaan air.
Pulau-pulau kecil yang kelihatan angkuh dan angker tersebut banyak ditemui di ujung-ujung tanjung. Bahkan rangkaian pulau – pulau batu kecil yang ada di kluster Buhias dan Maharo diklaim menyaingi keindahan kluster Raja Ampat di Papua.

Sungguh sajian garis pantai yang unik dari kabupaten Kepulauan Sitaro yang hanya memerlukan waktu sekitar 4 jam dengan kapal cepat dari Manado ini, patut untuk dikembangkan.

Selain eksotisme pantai bebatuan, daerah ini juga menyimpan explorasi wisata gunung yang menantang. Kini terpulang Pemerintah Daerah Kabupaten Siau Tagulandang Biaro, khususnya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan sedang menggarap potensi wisata ini, sehingga menjadi primadona pendapatan daerah seperti yang telah dibuktikan oleh daerah-daerah lain.

Untuk melihat rangkaian foto-foto lengkapnya, silahkan akses ke: http://www.facebook.com/ronny.buol

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jelajah Separuh Asia di Planet Tangerang …

Kevinalegion | | 22 May 2015 | 22:57

Keris, Mistik, dan Budaya …

Trie Yas | | 23 May 2015 | 02:16

Menyikapi Budaya Narsis Tak Sehat di Medsos …

Yuliana Aghata | | 22 May 2015 | 14:42

Papa Lim …

Turyana | | 22 May 2015 | 21:45

Seberapa Yakin Kamu Balikan Sama Mantan Sih? …

Listhia H Rahman | | 22 May 2015 | 22:49


TRENDING ARTICLES

SBY dan Pembubaran PT. Petral …

M. Jaya Nasti Nasti | 9 jam lalu

Babak Baru Kisruh PSSI vs Menpora: La Nyalla …

Agus Oloan | 9 jam lalu

Inilah Ujian Akhir Pemerintahan Jokowi …

Pebriano Bagindo | 15 jam lalu

Tenggelamkan Kapal Tiongkok? Siapa Takut! …

Wasiat Kumbakarna | 15 jam lalu

Pak Jokowi Buat Apa Bangun Rel Kereta di …

Gunawan | 16 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: