Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Muhtar Maksudi

indahnya perbedaan

Perjalanan Menuju Pulau Untung Jawa

REP | 01 June 2011 | 08:57 Dibaca: 1001   Komentar: 1   0

Alat tranportasi yang kami gunakan adalah kendaraan roda dua, dengan alasan lebih irit dan lincah, di samping itu kami dapat merasakan langsung suasana perjalanan yang akan kita lalui. Tujuan kali ini adalah pantai tanjung pasir dengan tujuan utama adalah kepulauan seribu. Sengaja kami menuju tanjung pasir karena wisata ke pantai tidak selalu mahal karena selama ini wisata identik dengan keluar banyak uang terutama yang di sekitar ibukota, ternyata ada juga wisata pantai yang dekat dengan Ibukota namun dapat terjangkau oleh semua kalangan.

1306917874899793724

Menurut informasi yang kami dapatkan Tanjung pasir sendiri masuk kedalam wilayah Tanggerang atau sekarang lebih di kenal dengan Profinsi banten, jarak dari Ibukota kurang lebih satu setengah jam dengan kondisi jalan tidak terlalu macet. Jaraknya sendiri tidak terlalu jauh sekitar 60 km, ini tentu sangat ideal bagi keluarga yang ingin bepergian keluar ibukota namun tidak terlalu menguras tenaga.

13069180521216773814

Perjalanan kali ini kami star dari jakarta timur tepatnya wilayah Kalimalang, dengan kendaraan berjumlah tujuh kami anggap cukup ideal untuk melakukan touring bersama. Karena jika jumlah peserta terlalu banyak akan cukup mengulitkan untuk bisa berkoordinasi antar peserta sehingga perjalanan akan memakan waktu banyak disebabkan akan banyak kendala yang di hadapi dalam perjalanan. Tepat pukul 07.00 kami berangkat menuju tanjung pasir, dengan star pertama menyusuri kali malang sampai persimpangan halim, kemudian kami mengarah ke cawang dengan tujuan Jln Gatot Subroto. Sepanjang jalan kami cukup senang karena udara pagi tidak terlalu berasap karena kebetulan hari ini libur maka jalanan ibu kota cukup lengang sehingga kami melaju dapat melaju lumayan kencang. Sampai grogol kami mengarah ke Jln Daanmogot sampai ke pebatasan banten lewan sedikit sekitar 5 km kami belok kanan menyusuri bandara soekarno hatta. Disitu kami berhenti sejenak melihat suasana bandara pagi hari. Ternyata cukup indah bandara dilihat pagi hari dengan pesawat yang take off dan landing.

1306918141627269408

Puas dengan suasana bandara kami melanjutkan perjalanan menuju tanjung pasir, setelah semua siap kami kembali melanjutkan perjalanan. Kali ini kami sedikit lebih lambat karena jalan sudah mulai masuk perkampungan, kendaraan tidak dapat di pacu seperti di jalan gatot subroto, dan 20 menit berlalu kami mulai memasuki kawasan tanjung pasir, angin sepoi-sepoi dan aroma asin air garam mulai tercium, pemandangan kanan kiri cukup indah dengan pemandangan tambak nelayan yang sudah tertutup rumput, sekilas seperti padang rumput yang bergelombang. Di samping jalan terdapat beberapa lapak penjaja ikan segar, ternyata di pintu sebelum masuk banyak nelayan yang berjualan ikan segar, mulai dari kepiting, udang, kembung sampai ikan kakap tersedia disini dalam keadaan segar. Beberapa peserta sudah ada yang teriak ingin membeli oleh-oleh untuk kembali ke jakarta. Namun karena tujuan belum tercapai maka kami mengurungkan niat berbelanja.

Selang lima menit kami sampai gerbang Tanjung pasir, setiap peserta di kenakan biaya Rp.10.000,- untuk satu kendaraan dengan penumpang dua orang, tampa berlama-lama kami langsung menuju tempat parkir, setelah selesai parkir peserta langsung berfoto ria dengan gayanya masing, dan tanpa menunggu lama kami menuju pantai. Sepanjang perjalanan menuju pantai pasir putih terhampar luas membuat kami di manjakan dengan lembutnya pasir yang memijit kaki yang menginjaknya.

Sejenak kami terkagum dengan pantainya yang lumayan bersih untuk ukuran daerah ibukota, tanpa di komando kami langsung terjun keair untuk merasakan kehangatan air laut.

Saat tengah asik bermain kami di tawari untuk pergi keuntung jawa dengan biaya Rp.20.000,- . menurutnya menuju pulau untung jawa lebih indah dan airnya lebih bersih di bandingkan di tanjung pasir ini. Karena merasa pensaran ingin melihat kami sepakat untuk ikut ajakannya. So, setelah memilih perahu kami langsung naik,dan ternyata di perahu kami masih menunggu yang lain sampai penuh. Namun pertama kali naik perahu adan sensasi yang tidak dirasakan pada kendaraan lain seperti sepeda motor. Di perahu kita akan merasakan hempasan ombak yang menggoyang perahu di iringin angin yang menerpa penumpangnya.

13069182421440230970

Setelah penumpang dirasa penuh oleh pengemudi, kami mulai melakukan perjalanan menuju untung jawa. Saya sedikit bergidik melihat ombak yang kebetulan sedikit besar hingga mencapai setengah meter. Apalagi setelah saya liat penumpang lumayan penuh, bahkan ada sebagian penumpang yang protes karena merasa terlalu padat. Namun nahkoda hanya diam saja mengatakan tidak akan terjadi apa-apa. Sepuluh menit berlalu dan ternyata kegundahan saya benar sampai pertengahan ombak menghantam perahu demikian kuatnya sampai-sampai perahu seolah-olah terbang manghantam di hantam ombak. Untungnya nahkoda yang membawa kami tetap tenang sehingga perahu dapat di kendalikan sampai ketempat tujuan.

Dan ternyata benar di sini airnya sangat bening sampai ikan pun dapat terlihat berlalu lalang di pinggir pantai. Suasana benar2 terasa tenpat wisata dengan pasilitas yang lumayan lengkap. Penginapan berjajar di sepanjang pantai menghadap lautan lepas, toko souvenir juga bederet rapi jalan. Dan yang membuat kami takjub adalah lautan pasir putih yang sangat indah. Dengan ombak yang menggulung di sampingnya membuat kami ingin segera menikmatinya.

Setelah menacari tempat yang cocok untuk beristirahat sekaligus mencari kudapan yang tersedia, kami langsung menuju pantai dan menyewa ban yang tersedia di pinggir pantai dengan biaya sewa Rp.5000,- per buah. Beramai-rami kami langsung menceburkan diri kelaut. So ternyata ombaknya sangat pas sekali untuk bermain di pinggir pantai.

Setelah puas bermain air kami menuju tempat rental sepeda, supaya kami bisa mengelilingi pulau untung jawa.

Tags: yr

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

5 Kompasianer Beropini tentang Paspampres …

Kompasiana | | 02 September 2014 | 15:41

Keuntungan-keuntungan dari Kasus Florence …

Andreas Ab | | 02 September 2014 | 12:43

Mengapa Plagiarisme Disebut Korupsi? …

Himawan Pradipta | | 02 September 2014 | 11:59

Menyaksikan Sinta Obong di Yogyakarta …

Bugi Sumirat | | 02 September 2014 | 12:19

Inilah Pemenang Lomba Kompetisi Blog ACC! …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 12:25


TRENDING ARTICLES

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 4 jam lalu

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 6 jam lalu

Halusinasi dan Penyebabnya, serta Cara …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Vonis Ratu Atut Pamer Kekuatan Mafia Hukum …

Ninoy N Karundeng | 9 jam lalu

3 Langkah Menjadi Orang Terkenal …

Seneng Utami | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: