Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Lukman Eka Darmawan

I graduated from the faculty of social science and politics of Diponegoro University

Agrowisata Kebun Teh Pagilaran di Kabupaten Batang Jawa Tengah

REP | 04 June 2011 | 04:15 Dibaca: 4314   Komentar: 7   1


1307160071798226879

Sejarah Kebun

— Tahun 1880 Perkebunan Pagilaran oleh suatu maskapai Belanda.

— Tahun 1922 dibeli oleh Pemerintah Inggris dan digabung dengan Pemanukan anda Tjiasem Land’s PT (P & T LAND’ S PT)

— Tahun 1964 Hak Guna P & T LAND’S habis dan diambil alih oleh Pemerintah Indonesia

— 23 Mei 1964 oleh pemerintah diserahkan kepada Fakultas Pertanian UGM dengan tujuan Peningkatan Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi disamping sebagai perusahaan dengan nama PN PAGILARAN

— 1 Januari 1974 PN PAGILARAN statusnya menjadi PT PAGILARAN

— 5 Mei 1977 mendapat tambahan areal Segayung Utara menjadi bagian dari kebun Pagilaran dengan surat No. 14/hgu/da/77



13071601272101135807

Apa yang menjadikan kebun pagilaran menarik..?

  • Pemandangan dan pesona hamparan kebun teh di pegunungan dengan ketinggian 1.000 sampai 1.500 meter dpt.
  • Melihat proses pembuatan teh mulai dari pemetikan, pengolahan sampai pengepakan di pabrik
  • Anda dapat menikmati paket tea walk bersama instansi, sekolah, organisasi ataupun perusahaan anda, dengan berolah raga santai sambil menghirup udara sejuk dan segar
  • Menikmati matahari terbit dan tenggelam di cakrawala
  • Lingkungan pertamanan yang sehat, alami dan segar, jauh dari kebisingan  dan polusi. Suhu kebun  15 0 - 18 0 C pada malam hari, 21 0 - 25 0 C pada siang hari.
  • Air terjun/Curung Binorong dan Curung Kembar, dengan pemandangan di sekitarnya yang indah dan alami, dan hamparan kebun teh dan kebun cengkeh sepanjang lereng pegunungan
  • Obyek peninggalan sejarah seperti rumah peninggalan Belanda, Kopel, Kerata Gantung, Bak Air Sijegang dll

1307160156839565977

Bagaimana mencapai kebun..?

— Dengan Kendaraan Umum dari Batang - Bandar - Blado - Pagilaran

— Kendaraan Pribadi ataupun kendaraan khusus (tour wisata ASITA) dari Yogyakarta lewat Temanggung memakan waktu + 3,5 jam, dari Semarang lewat Sukorejo + 2,5 jam dan dari Solo + 4,5 jam.

Tak Hanya Jalan-Jalan di Kebun Teh

Selain wisata jalan-jalan di kebun teh pengunjung bisa juga mengikuti berbagai paket wisata yang ditawarkan pengelola seperti wisata pendidikan, wisata ke pabrik melihat procesing tea, hiking, treking, dan lain sebagainnya. Bahkan, pengelola juga menyediakan arena wisata minat khusus berupa kunjungan ilmiah mengenai tanaman teh.

Selain itu ada beberapa objek pendukung seperti Curung Binorong dan Curung Kembar, hamparan cengkeh di sepanjang lereng pegunungan, objek peninggalan sejarah seperti rumah peninggalan Belanda, kopel, kereta gantung, dan bak air Sijegang.

13071604012016605471

13071602511367598357

AGROWISATA KEBUN TEH PAGILARAN

Lokasi : Pagilaran, Kec. Blado, Kab. Batang 51272 - Telp. (0285) 414030

FASILITAS

Akomodasi berupa 3 buah wisma kapasitas 100 orang dengan tarif antara Rp. 60.000,- sampai Rp. 80.000,- per malam, dan 2 Homestay kapasitas 20 orang dilengkapi fasilitas air panas dengan tarif Rp. 250.000,- per malam. Ruang rapat/sidang dengan kapasitas 50 orang dan gedung pertemuan berkapasitas 500 orang

Tersedia lapangan olah raga tenis, badminton, sepak bola, volly ball, bilyard dan lain-lain. Transportasi keliling kebun Pagilaran berikut pemandu lokal. Menikmati kesenian khas Pagilaran, seperti lengger tradisional, lengger kreasi baru, Kuntulan, Kuda Lumping, Karaoke dan lain-lain.

Melayani paket-paket wisata pendidikan, konvensi, rekreasi, hikking, trekking, camping, arisan, pesta, syukuran dll.
Menyediakan arena wisata minat khusus, seperti sepeda gunung, tebang layang, kunjungan ilmiah dll.

sumber :

http://www.grosirpekalongan.blogspot.com/2008/12/info-agrowisata-kebun-teh-pagilaran.html

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Santri dan Pemuda Gereja Produksi Film …

Purnawan Kristanto | | 22 October 2014 | 23:35

Kontroversi Pertama Presiden Jokowi dan …

Zulfikar Akbar | | 23 October 2014 | 02:00

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Lilin Kompasiana …

Rahab Ganendra | | 22 October 2014 | 20:31

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Singkirkan Imin, Jokowi Pinjam Tangan KPK? …

Mohamadfi Khusaeni | 4 jam lalu

Pembunuhan Bule oleh Istrinya di Bali …

Ifani | 4 jam lalu

Ketua Tim Transisi Mendapat Rapor Merah dari …

Jefri Hidayat | 5 jam lalu

Jokowi, Dengarkan Nasehat Fahri Hamzah! …

Adi Supriadi | 11 jam lalu

Ketika Ruhut Meng-Kick Kwik …

Ali Mustahib Elyas | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Tipe-tipe Tamu Undangan Pernikahan …

Hanindya Wardhani | 8 jam lalu

Maraknya Pelecahan Seksual Terhadap Anak di …

Widia Wati | 8 jam lalu

Pertolongan Kecelakaan yang Tepat …

M. Fachreza Ardiant... | 8 jam lalu

So-SIAL Media: Interaksi tanpa Intonasi …

Zulkifli Taher | 8 jam lalu

Inovasi, Kunci Indonesia Jaya …

Anugrah Balwa | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: