Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Wijaya Kusumah

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta selengkapnya

Survei AB2011 Ke Hutan Mangrove, Muara Gembong, Bekasi

REP | 05 June 2011 | 16:58 Dibaca: 328   Komentar: 5   11

13072920251772040795

Survei Ke Hutan Mangrove, Muara Gembong, Bekasi

Minggu, 5 Juni 2011 tim panitia amprokan blogger 2011 (AB2011) melakukan survei ke hutan Mangrove Muara Gembong, Bekasi Utara. Survei ini dilakukan untuk mewujudkan konsep acara AB2011 yang disampaikan oleh mas Amril (penasehat be-blog) dalam milis komunitas blogger bekasi (be-blog).

Omjay dkk di Perahu Sewaan Menuju Hutan mangrove

Omjay dkk di Perahu Sewaan Menuju Hutan mangrove

Kami pun berangkat untuk melihat dari dekat hutan Mangrove yang kurang terkelola dengan baik. Dengan melihat hotel  eh hutan Mangrove secara langsung, diharapkan para blogger di Indonesia menjadi lebih peduli dengan keadaan hutan kita yang berada di pinggir pantai. Kita pun akan lebih mencintai lautan karena nenek moyang kita adalah seorang pelaut.

Akibat Abrasi, rumah penduduk banyak yang hancur

Akibat Abrasi, rumah penduduk banyak yang hancur

Diharapkan pada acara amprokan blogger nanti (17-18 September 2011), kita lebih mengenal kekayaan laut, dan hutannya yang harus dipelihara untuk menghindari abrasi dan tsunami.

1307292229184944711

Rumah Penduduk yang hancur diterjang oleh Abrasi

Lebih dari 3 km daratan kita  di Muara Gembong Bekasi habis terkikis oleh abrasi, dan kurangnya partisipasi masyarakat melestarikan hutan mangrove menjadi salah satu pemicunya. Banyak rumah penduduk hancur, dan daratannya tenggelam akibat abrasi ini.

teman-teman tim Survey ke Hutan Mangrove Muara Gembong

teman-teman tim Survey ke Hutan Mangrove Muara Gembong

Kami berangkat dari Bekasi Cyber Park (BCP) Pukul 08.30 WIB. Bersama dengan tim survey yang terdiri dari Omjay, Yandi, Ilham, Yuli, Mas Lanang, Bang Komar, dan Mizwar. Ketujuh orang itu bertekad menuju Muara Gembong yang terkenal dengan manisan dan hasil lautnya seperti kerang, ikan, udang, dan lain-lain.

Rombongan siap berangkat

Rombongan siap berangkat

Rombongan kami berangkat menyusuri jalan Bekasi Utara yang panjang dan berlubang. Rasanya jauh banget perjalanan ini, dan nampaknya panitia harus berhitung plus minusnya bila ingin menyelenggarakan acara amprokan blogger 2011 di lokasi yang jauh dari pusat kota ini. Perlu tenaga keamanan ekstra selama di perjalanan, dan biaya transportasi yang tidak sedikit. Perlu dukungan sponsor yang besar untuk bisa mewujudkan ide cemerlang ini.

yandi, mas lanang, dan Yuli

yandi, mas lanang, dan Yuli

Kami menempuh jarang sekitar 78 km dari kota Bekasi. Hal itu kami ketahui dari petunjuk batas kilo meter yang dipasang sepanjang jalan menuju Muara Gembong. Sekitar Pukul 14.00 rombongan kami tiba di Muara Gembong, Bekasi Utara. Kami dibantu oleh pak Amirudin dan pak Kesra untuk sampai ke lokasi Hutan Mangrove menggunakan perahu kecil. Kami pun dititipi proposal pembangunan biaya Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang menelan biaya seratus satu juta rupiah.

Sekolah kejar paket C yang dikelola Bang Komar, cs

Sekolah kejar paket B dan C yang dikelola Bang Komar, cs

Sebelum kami menuju Muara Gembong, kami mampir dulu ke sekolah paket B dan C yang dikelola oleh Bang Komar Cs, di daerah Babelan Bekasi Utara. Saya kagum dengan para guru kreatif yang mau mewakafkan ilmunya untuk berbagi ilmu kepada teman-teman pemuda di daerah babelan Bekasi ini. Para pemuda di daerah ini memiliki semangat yang  tinggi untuk melanjutkan pendidikan. Mereka telah bertekad bekasi Utara harus menjadi kabupaten tersendiri dan terpisah dari kabupaten Bekasi.

Bang Komar dan Peserta Didiknya

Bang Komar dan Peserta Didiknya

Setelah memberikan sedikit motivasi kepada teman-teman peserta didik di sekolah paket B dan C ini, kami langsung melanjutkan perjalanan dengan menggunakan mobil Avanza hitam (tahun 2010) yang dikemudikan oleh Mas Lanang. Sedangkan mobil Toyota pik up hiluk yang dikemudikan oleh bang Komar dititipkan di sekolah ini untuk menghemat biaya transportasi.

Omjay dan mas Lanang bersama dgn tim pengajar sekolah paket B dan C

Omjay dan mas Lanang bersama dengan tim pengajar sekolah paket B dan C

Bekasi Utara adalah daerah yang diusulkan oleh masyarakat asli Bekasi untuk dimekarkan menjadi kabupaten baru. Oleh karena itu, diperlukan SDM-SDM tangguh dan kuat agar Bekasi Utara siap menjadi kabupaten baru yang bertujuan lebih mensejahterakan masyarakatnya. Daerah ini terkenal dengan penghasil minyak terbesar dengan ratusan barel per harinya. Demikian menurut bang Komar yang menjadi Sekjen pemekaran Bekasi Utara.

Tim Survey Berangkat menuju Hutan Mangrove

Tim Survey Berangkat menuju Hutan Mangrove, Muara Gembong, Bekasi

Seumur hidup, saya baru kali ini ke daerah Muara Gembong. Tempat ini lebih dekat ke Tanjung Priok daripada ke Bekasi kota. Dibutuhkan waktu sekitar 1 (satu) jam dari pelabuhan tanjung priok ke daerah ini. Masyarakatpun lebih suka bepergian ke Tanjung Priok daripada ke Pusat kota Bekasi. Secara kebetulan, rombongan kami berpapasan dengan rombongan penduduk dari Jakarta yang habis berbelanja.

Rombongan Tiba di Kawasan Hutan mangrove

Rombongan Tiba di Kawasan Hutan mangrove

Setelah mengelilingi bibir pantai sekitar satu jam, kami berhenti sebentar di kawasan hutan Mangrove ini, dan mulailah kami mengambil gambar untuk membuat video perjalanan kami, dan meminta pendapat dari pak Darman yang menjadi Guide kami ke lokasi. Teman-teman dari be-blog merasa tertantang untuk melihat lebih dekat kondisi hutan.

Banyak pelajaran penting kami dapatkan hari ini. Terutama tentang pembangunan daerah pinggir pantai yang kurang terjamah oleh pemerintah daerah kabupaten Bekasi. Kamipun semakin menyadari bahwa hutan di pinggir pantai sangat penting untuk menghindari abrasi dan menangkap gejala tsunami. Negera kita sangat besar berpotensi tsunami, dan Jakarta serta Bekasi adalah daerah yang paling rentan terkena gelombang tsunami itu.

utan mangrove di Muara Gembong yang harus dilestarikan

utan mangrove di Muara Gembong yang harus dilestarikan

Terima kasih atas kepercayaan ketua komunitas blogger bekasi (Mas Aris Heru Utomo) yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk melaksanakan survey ini. Nampaknya perlu diskusi panjang untuk membawa pasukan blogger Indonesia ke lokasi hutan Mangrove yang menantang. Mari kita diskusikan pada rapat panitia, hari Rabu, 8 Juni 2011 pukul 19.00 WIB di Food Cort  BCP. Semoga banyak panitia AB2011 yang bisa hadir.

13072930901813830390

Pemukiman penduduk yang sebagian besar nelayan

Akhirnya, survey ke lokasi Hutan Mangrove Muara Gembong Bekasi membuat saya selaku ketua panitia AB2011 harus berpikir keras bisa atau tidaknya rombongan blogger Indonesia ke tempat ini. Faktor kemananan, dan juga transportasi yang jauh menjadi bahan pertimbangan kami. Bagaimana menurut pembaca?

Pak darman menjelaskan tentang Kehidupan Masyarakat Muara Gembong

Pak Darman menjelaskan tentang Kehidupan Masyarakat Muara Gembong

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ada “Tangan” Anjing Diborgol di Pasar …

Eddy Mesakh | | 18 December 2014 | 21:39

Konyolnya Dokumen Hoax Kementerian BUMN Ini …

Gatot Swandito | | 18 December 2014 | 09:24

Suka Duka Kerja di Pakistan …

Gaganawati | | 18 December 2014 | 23:19

Warga Hollandia Antusias Menyambut …

Veronika Nainggolan | | 18 December 2014 | 20:40

[UPDATE] Nangkring Parenting bersama Mentari …

Kompasiana | | 10 December 2014 | 17:59



Subscribe and Follow Kompasiana: