Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

M Farid W Makkulau

Regular called 'Etta Adil', a learner who live in village that has lost track of selengkapnya

Obyek Wisata Leang Prasejarah di Pangkep

REP | 16 June 2011 | 12:16 Dibaca: 1050   Komentar: 8   3

1308042179558761248

Penulis saat di Leang Lompoa, salah satu leang prasejarah. (foto : ist)

Tulisan Sebelumnya : Kawasan Karst dan Masa Prasejarah Pangkep

PANGKEP pada wilayah pegunungannya, memiliki banyak leang (gua) yang didalamnya merupakan situs kepurbakaan yang unik dan menarik seperti lukisan tapak tangan manusia, binatang, perahu, dan lain sebagainya. Lukisan di leang yang oleh ahli seni dimasukkan ke dalam kategori bahasa rupa muncul mendahului bahasa tulisan. Masa plestosen merupakan awal dari penghuni leang menggoreskan gambarnya di dinding atau di langit-langit leang. Mulai dari corat-coret yang disebut dengan “macaroni” yang belum memiliki pesan apapun. Perlahan-lahan dari coretan macaroni muncul bentuk-bentuk yang memiliki bahasa rupa serta mengungkapkan pesan yang ingin disampaikan.

Gambar – gambar pada leang merupakan hasil kebudayaan manusia masa lalu yang berasal dari masa prasejarah, dibuat pada dinding-dinding leang (cave) atau ceruk (rockshelter) yang berasal dari masa paleolitik (masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sederhana) sampai masa mesolitik (masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut). Pada beberapa wilayah di dunia, kehidupan di leang ada yang berlangsung hingga masa neolitik (masa bercocok tanam), bahkan ada pula yang hingga memasuki masa sejarah.

13080427891984458415

Pegunungan Pangkep, masih diselimuti hutan yang masih

Gambar pada leang prasejarah juga salah satu data arkeologis yang sampai sekarang dapat dijumpai pada sejumlah situs leang di Pangkep, terutama di wilayah yang dahulu pernah dihuni oleh Toala, manusia purba Sulawesi Selatan. Penghunian gua dianggap sebagai pola pemukiman yang pertama sejak manusia meninggalkan cara hidup mengembara. Adanya gambar leang memberikan bukti tentang adanya kegiatan hidup manusia di dalam leang yang telah berlangsung dalam jangka waktu lama. Oleh karena itu, gambar leang ini banyak memberikan gambaran tentang berbagai aspek kehidupan manusia masa lalu.

Oleh karena itu, lukisan prasejarah sejak lahirnya bukanlah seni murni tetapi seni yang dipakai sebagai media komunikasi untuk berkata dan bercerita dengan bahasa rupa. Di Indonesia hingga kini belum diketahui dengan pasti kapan munculnya seni menggoreskan lukisan pada dinding leang tersebut. Namun demikian, apapun yang melatarinya, yang pasti keberadaan lukisan itu memiliki unsur keindahan. Dilatari oleh keselarasan, keserasian dan keseimbangan dengan lingkungan alam yang didukung oleh sistem pengetahuan dan teknologi sederhana di masa lalu.

13080426631443031967

Menunjuk Leang Caddia. Didalamnya sangat gelap dan tdk bisa mengambil gambar. (foto : ist)

Berdasarkan bentang lahan, bentuk, jenis, dan warna lukisannya, maka gua karst Pangkep dapat di kelompokkan sebagai berikut :

KEL.GUA

Cave Groups

NAMA GUA

Name of Caves

BENTANGAN LAHAN

Landscape

JENIS/BENTUK LUKISAN

Types/Shapes of Paintings

WARNA LUKISAN

Colours

SAKAPAO 1. Leang Sakapao 1 Bukit dgn hutan dataran rendah, berhadapan dgn bentang lahan rawa terbuka, terdpt mata air di kaki bukit Tapak tangan, babi hutan, rusa Merah, hitam
2. Leang Sakapao 2
3. Leang Ujung Bulu
4. Leang Lesang
KASSI 1. Leang Kajuara Bukit dgn hutan dataran rendah, berhadapan dgn bentang lahan rawa ditumbuhi nipah, dekat mata air dan sungai Tapak tangan, tapak kaki, perahu, ikan, ular, manusia berbagai sikap, garis silang siur menyerupai pukat. Merah, hitam
2. Leang Kassi
3. Leang Lompoa
4. Leang Lambuto
5. Leang Patennungan
6. Leang Caddia
7. Leang Bu’buka
SAPIRIA 1. Leang Batangcamara Bukit dgn hutan dataran rendah, berhadapan dgn bentang lahan rawa terbuka ditumbuhi nipah, banyak mata air di kaki Tapak tangan, perahu, manusia berbagai sikap, ikan mirip lumba-lumba, cumi-cumi Merah, hitam
2. Leang Bulo Riba
3. Leang Camming Kana
4. Leang Sassang
5. Leang TanarajaE
6. Leang Sapiria
SUMPANG BITA 1. Leang Sumpang Bita Hutan peg.bukit/lembah karst, dilereng area mata air yang luas Tapak tangan, tapak kaki, perahu, 18 babi hutan, anoa Merah
2. Leang Bulu Sumi
GARUNG-GUNG 1. Leang Garunggung Hutan peg.bukit/lembah karst, dikaki-kaki terdapat mata air Tapak tangan, babi hutan, Merah
2. Leang Cumi Lantang
3. Leang Maccina
4. Leang Saluka
LASITAE 1. Leang Pamalakng Tedong Bukit yg berhadapan dgn padang terbuka, sebagian berupa rawa dan dekat pantai Tapak tangan, ikan, manusia penyu, kerangka kadal, garis simpang siur menyerupai pukat Merah, hitam
2. Leang Bulu Balang
3. Leang Lasitae
4. Leang Pabujang-Bujang
5. Leang Balasuji
TAGARI 1. Leang Tagari 1 Hutan peg.bukit karst dengan lembah yang cukup landai dekat dengan sungai Tapak tangan, monyet, ayam, musang, manusia, garis simpang siur menyerupai pukat Merah
2. Leang Tagari 2

Sumber : Disbudpar Pangkep

Dari gua-gua tersebut terdapat beberapa gua yang sudah terkenal dan ramai dikunjungi sebagai tempat rekreasi maupun untuk kegiatan riset, seperti:

1. Leang Sumpang Bita. Leang Sumpang Bita sudah dikenal publik sebagai Taman purbakala ini terletak di Kelurahan Balocci Baru Kecamatan Balocci, sekitar 17 km dari Pangkajene (ibukota kabupaten Pangkep). Untuk mencapai mulut gua pengunjung harus melewati ratusan anak tangga. Objek wisata yang menempati areal seluas 20 hektar ini terdapat fasilitas kolam renang yang sederhana uintuk mandi dengan air segar bersumber dari gunung karst.

2. Leang Lompoa. Terletak di kampung Lesang Kelurahan / Kecamatan Minasate’ne. Leang ini terletak 5 meter dari permukaan tanah. Ukuran mulut gua adalah tinggi: 8 m dengan lebar: 27,5m dan di sini terdapat sumber air tawar. Lukisan yang ditemukan adalah tapak tangan 4 buah, manusia 3 buah, ikan 2 ekor; garis 2 buah; dan binatang 1 buah.

3. Leang Kajuara. Terletak di kampung Belae Kelurahan / Kecamatan Minasate’ne. Leang ini terletak 5 meter dari permukaan tanah. Kelembaban hasil pelapukannya 15% ph 6,8. Ukuran mulut gua adalah tinggi 7 meter dengan lebar 15 meter. Lukisan yang ditemukan adalah tapak tangan 17 buah, konstruksi manusia 4 buah dan abstrak 2 buah.

4. Leang Camming Kana. Terletak di kampung Belae Kelurahan / Kecamatan Minasate’ne. Leang ini terletak 5 m dari permukaan tanah. Kelembaban hasil pelapukannya 10% ph 6,8. Ukuran mulut gua adalah tinggi 10 m dengan lebar: 16,5 m dan di sini terdapat sumber air tawar. Lukisan yang ditemukan adalah tapak tangan 50 buah, rangkaian manusia 3 buah.

5. Leang Batang Camara. Terletak di Kampung Belae Kelurahan / Kecamatan Minasate’ne. Leang ini terletak 8,5 m dari permukaan tanah. Kelembaban hasil pelapukannya 40% ph 6,8. Ukuran mulut gua adalah tinggi 6 m dan lebar: 9,5 m dan di sini terdapat sumber air tawar.

1308042404108494446

Narzis. Bercanda dengan kupu-kupu di Leang Lompoa. (foto : ist)

Dengan Obyek wisata Gua Prasejarah ini, Pangkep bukan hanya menjanjikan pesona laut dan pulaunya dengan memesona tapi juga menearik menelusuri wilayah pegunungannya dengan obyek wisata alam dan prasejarah yang memukau. Untuk mencapai wilayah tiga dimensi Pangkep, hanya sekitar 50 km sebelah selatan kota Makassar atau hanya sejam perjalanan dari Bandar Udara Internasional Hasanuddin. (*)

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Membayar Zakat Fitrah di Masjid Turki, …

Gaganawati | | 27 July 2014 | 22:27

Kiat Menikmati Wisata dengan Kapal Sehari …

Tjiptadinata Effend... | | 27 July 2014 | 19:02

Indahnya Perbedaan :Keluarga Saya yang Dapat …

Thomson Cyrus | | 27 July 2014 | 19:45

Ini Rasanya Lima Jam di Bromo …

Tri Lokon | | 27 July 2014 | 21:50

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Berlebaran Tetap Gaya dengan Kaos Kompasiana …

Topik Irawan | 4 jam lalu

Temuan KPK: Pemerasaan Pada TKI Capai Rp 325 …

Febrialdi | 26 July 2014 22:14

KPK Lebih Dibutuhkan TKI Ketimbang TNI, …

Fera Nuraini | 26 July 2014 19:21

Taruhan Kali Ini Untuk Jokowi dan Demokrasi …

Hosea Aryo Bimo Wid... | 26 July 2014 19:19

Surat Lebaran untuk Emak …

Akhmad Mukhlis | 26 July 2014 14:40

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: