Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Derry Ardyan

You Will Never Work Alone

Minggu Siang di Plaza Blok M

REP | 22 July 2011 | 19:50 Dibaca: 475   Komentar: 2   0

Seperti biasa anak-anak terlihat suntuk dikosan dan mengajak jalan-jalan ke Plaza Blok M. Saat Itu yang ikut serta adalah Iyuz, Nuel, Devan, Derry, (Reno ada gak ya?). Singkat cerita, Sesaat setelah tiba di Plaza Blok M, keempat manusia ini hendak ke Toilet yang berada dilantai dua gedung tersebut. Kebetulan toilet itu dijaga oleh Mbak-mbak yang terlihat gahar (Maklum penjaga toilet). Setelah menyelesaikan hajatnya, segerombolan manusia itupun keluar dari “sarang toilet”. Devan keluar terlebih dahulu dari toilet dan dicegah oleh penjaga Toilet Blok M Plaza, Bayarnya mas. Kata si penjaga toilet. dengan entengnya devan hanya bilang “Belakang mbak.” Derry yang melihat tingkah devan ikutan menunjukan aksinya juga, “belakang yah Mbak”. Kata derry dengan polos. Selang beberapa detik kemudian Orang Tua (Nuel) ikut melakukan hal serupa. Mbak dibelakang juga ya mbak. Kata nuel. Si embak tadi bingung bukan kepalang melihat tingkah laku anak-anak tadi. Mereka bertiga langsung turun ke bawah dengan escalator. Ternyata masih ada yang tertinggal, ternyata si Iyuz, kemana dia ? Ooh,  Ternyata masih di toilet. Lalu mereka bertiga menunggu dibawah. Iyuz pun keluar dari toilet dengan santainya dan menyerahkan uang 1000 rupiah ke pada si Mbak.

Hey mas kurang nih !! kata Si mbak dengan nada agak keras kepada iyus.

“Emangnya Berapa mbak tarif Toilet ini ?” Tanya Iyuz.

Toiletnya 1000rupiah, tapi ketiga teman-teman kamu belum ada yang bayar tuh.

Kata si Mbak-mbak dengan nada kesal.

IyuZ : Apa..jadi…..Wwwwwwwaaaaaaaaaaaaaaaaaaa, Sial ternyata mereka belum bayar.

Disudut lain dibawah eskalator mereka bertiga hanya tertawa-tawa melihat ekspresi si Iyuz..

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tanggapan Soal “PR Anak 2 SD yang …

Hendradi Hardhienat... | | 22 September 2014 | 14:36

Analisis Ancaman ISIS di Australia …

Prayitno Ramelan | | 22 September 2014 | 13:47

Software Engineer/Programmer Dibayar Murah? …

Syariatifaris | | 22 September 2014 | 10:16

Revolusi Teknologi Perbankan: Dari ATM ke …

Harris Maulana | | 22 September 2014 | 11:19

[Blog Reportase] Nangkring dan Test Ride …

Kompasiana | | 20 September 2014 | 18:06


TRENDING ARTICLES

Kasus PR Habibi, ketika Guru Salah Konsep …

Erwin Alwazir | 8 jam lalu

Abraham Lunggana, Ahok, Messi, dan Pepe …

Susy Haryawan | 9 jam lalu

Tentang 6 x 4 …

Septin Puji Astuti | 10 jam lalu

Jokowi dan Kutukan Politik …

Angin Dirantai | 11 jam lalu

PPP dan Kudeta Marwah …

Malaka Ramadhan | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Gimana Terhindar dari Jebakan Oknum Trading …

Adhie Koencoro | 8 jam lalu

Dari Priyo Sampai Ahok, Akhirnya Demokrat …

Auda Zaschkya | 8 jam lalu

Daya Tarik Kota Emas Prag, Ditinggalkan …

Cahayahati (acjp) | 8 jam lalu

Cycling, Longevity and Health …

Putri Indah | 9 jam lalu

Menemukan Pembelajaran dari kasus Habibi dan …

Maria Margaretha | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: