Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Panda Menendang

ketika hatiku tak mampu berkata, akupun memberinya pena.

Waduk Penjalin di Kabupaten Brebes Jawa Tengah

REP | 28 July 2011 | 02:58 Dibaca: 720   Komentar: 0   0

Assalamu ‘alaikum warahmatulloh wabarokatuh

13117783701221810360(sumber foto: wisatanesia.com)

Waduk penjalin.
Pernah mengunjunginya? Atau barang kali pernah mendengar namanya? Bagi saya pribadi nama ini tidaklah asing di telinga. Memang saya tak bermukim di sana. Tapi semenjak tiga tahun lalu saya kerap mengunjunginya. Sekedar melepas rindu.
Waduk yang memiliki luas 1,25 km2 dan dapat menampung sekitar 9,5 juta m3 air ini terletak di perbatasan kabupaten Banyumas-Brebes. Tepatnya di desa Winduaji kecamatan Paguyangan kabupaten Brebes. Sekitar 12 km ke arah selatan dari kota kecil Bumiayu atau sekitar 30 km dari kota Purwokerto.
Waduk ini dibangun tahun 1930 oleh pemerintah kolonial Belanda bersamaan dengan waduk Malahayu yang dibangun untuk irigasi di Brebes bagian utara. Waduk ini merupakan waduk tadah hujan. Meski begitu waduk ini tak sekalipun pernah mengalami kekeringan tatkala musim kemarau melanda. Air waduk ini dipersiapkan untuk menyuplai irigasi sungai Pemali bawah dan areal persawahan di kabupaten Brebes bagian selatan. Nama penjalin sendiri dalam bahasa jawa berati rotan atau tali yang terbuat dari bambu atau kulit kayu.
Di bagian muka waduk Penjalin terdapat tanggul dengan ketinggian 16 m, lebar 4 m dan panjang 850 m. Keliling waduk diapit oleh beberapa dusun yaitu pedukuhan Mungguhan, Keser Kulon, Kali Garung, Kedung Agung, Soka, Karangsempu, Pecikalan, dan Karangnangka. Sedangkan di sebelah timur yang merupakan tanggul dan pintu masuk utama waduk adalah dukuh Keser Tengah.
Kehadiran waduk ini merupakan anugerah tersendiri bagi warga sekitar. Warga sekitar memanfaatkan kekayaan alam sekitar waduk sebagai tempat mencari nafkah, antara lain mencari ikan baik dengan menjala atau memancing, memelihara keramba apung, menyewakan perahu wisata, dan sebagai sarana irigasi tentunya.
Menjelang liburan lebaran merupakan saat-saat yang paling dinanti oleh warga desa Winduaji. Betapa tidak, saat-saat seperti itu waduk Penjalin bak lautan manusia. Hiruk pikuk manusia yang berekreasi setelah sebulan penuh menunaikan ibadah puasa seolah tumpah ruah disana. Warga sekitar pun menyambutnya dengan mendirikan tenda guna menjajakan jajanan khas ataupun souvenir. Ini menjadi berkah tersendiri bagi warga sekitar.
Setiap Idul Fitri diselenggarakan Pekan Wisata Idul Fitri dengan berbagai acara seperti lomba menangkap itik dan lomba balap jukung (perahu). Ada pula pentas dangdut dengan mendatangkan artis lokal dan tak ketinggalan komedi putar pun ikut meramaikan.
Bagi pelancong yang hendak berkeliling dari satu sisi ke sisi lain waduk pun tak perlu pusing. Cukup dengan membayar Rp 10.000 mereka bisa  menikmati indahnya panorama sekitar waduk Penjalin dengan menaiki perahu sekitar. Murah bukan? Jumlah yang tak seberapa bila dibandingkan dengan kepuasan atas eloknya pemandangan alam waduk penjalin.
Bagi Anda warga kabupaten Brebes, Cilacap, Purwokerto dan sekitarnya tak ada salahnya mencantumkan waduk Penjalin sebagai tempat wisata diakhir pekan bersama keluarga. Bagi Anda yang diperantauan, mengunjungi waduk penjalin ketika liburan lebaran nanti sepertinya mampu membangkitkan ingatan Anda ketika masih kecil dulu.

Wassalamu ‘alaikum warahmatulloh wabarakatuh.

Di suatu dini hari ketika kerinduanku kepada seseorang mengingatkanku akan eloknya waduk Penjalin…

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tuntutan Kenaikan Upah Buruh yang Tak …

Agus Setyanto | | 31 October 2014 | 13:14

Perjuangan PPP & PPP Perjuangan …

Ribut Lupiyanto | | 31 October 2014 | 14:24

“Nangkring” bareng Tanoto …

Kompasiana | | 27 October 2014 | 10:31

Nonggup, Contoh Pergerakan Cerdas Orang …

Evha Uaga | | 31 October 2014 | 17:40

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

Inikah Sinyal PKS Bakal Cabut UU Pornografi? …

Gatot Swandito | 6 jam lalu

Hasil Evaluasi Timnas U-19: Skill, Salah …

Achmad Suwefi | 10 jam lalu

Kabinet Jokowi Tak Disukai Australia, Bagus! …

Aqila Muhammad | 10 jam lalu

Menjawab Keheranan Jokowi …

Raden Suparman | 10 jam lalu

Pencitraan Teruus??? …

Boyke Pribadi | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Kompasiana-Tanoto Foundation Blog …

Kompasiana | 7 jam lalu

Sang Pawang Jati …

Den Bhaghoese | 8 jam lalu

Meningkatkan Kesadaran Tentang Korupsi …

Andrew Ebeneizer Se... | 8 jam lalu

Moratorium CPNS 5 Tahun? Slow aja! …

Niztchan | 8 jam lalu

Vergiss-mein-nicht (Gema di Lautan Sunyi …

Monika Chandra | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: