Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Amus

saya suka pearl jam

Taman Impian Jaya Ancol, Mimpi Memang Tidak Murah

OPINI | 08 August 2011 | 03:34 Dibaca: 1158   Komentar: 2   1

Taman Impian Jaya Ancol

Ke manakah sayang tujuan kita pergi

Bergembira malam ini

Bergembira malam ini

Terserah padamu ke mana engkau mau

Bilang dulu sama Ibu

Bilang dulu sama Ibu

Bagaimana kalau kita ke Binaria

Banyak pengunjungnya melantai di sana

Dengan hati rela ‘ku pergi bersama

Tapi jangan lupa kembali segera


Marilah bersama kita ke Binaria

Bergembira malam ini

Bergembira malam ini

Baris-baris syair diatas merupakan syair lagu yang berjudul ke Binaria, sebuah lagu yang populer di tahun 70 an, pernah dipopulerkan oleh Titik Sandora dan Muchsin Alatas juga oleh Raja Dangdut Oma Irama. Binaria dahulu terkenal dengan bioskop Drive In yang berada di kawasan Wisata Ancol. Binaria kini Sudah tidak ada, tinggal nama jalan saja.

Kawasan wisata dan hiburan Ancol dikenal dengan nama Taman Impian Jaya Ancol atau terkenal dengan sebutan Ancol saja pertama kali serius dikembangkan pada masa pemerintahan orde lama, ketika Jakarta berada dibawah kepemimpinan Gubernur Ali Sadikin sekitar tahun 1966. Kini Ancol merupakan taman hiburan terpadu dengan fasilitas yang sangat lengkap, mulai dari hotel, pantai, wahana wisata bertema, taman bermain, restoran, padang golf dan lain-lain.

Karena kelengkapannya itu ancol menjadi salah satu tempat favorit tujuan wisata bagi penduduk jakarta maupun dari luar daerah. Pada musim-musim liburan, Ancol akan sangat padat dikunjungi wisatawan, tempat parkir akan dipenuhi oleh bus-bus tour.

Beberapa waktu yang lalu, setelah sekian lama, saya sekeluarga mengunjungi kembali kawasan wisata ini. Saya Istri, dua orang anak saya, adik istri saya, ibu mertua dan seorang pembantu rumah tangga, semuanya ber enam.

Setelah berjuang melewati tol yang tidak berhenti macet mulai dari jagorawi sampai pelabuhan, akhirnya terlihat juga gerbang Ancol, seperti biasa di pintu gerbang terdapat pengecekan jumlah orang yang masuk. Disini kita harus membayar sesuai jumlah orang dan kendaraan. Tarif masuk kawasan ancol per Juli kemarin adalah Rp.15.000 per orang, naik Rp3.000 rupiah dibandingkan 2 tahun yang lalu.

Setelah masuk, kita bebas memilih sesuka hati tempat yang kita ingin kunjungi. beberapa tempat Favorit adalah Dunia Fantasi, SeaWorld, Gelanggang samudra, Atlantis dan Pantai. Kami sekeluarga akhirnya memutuskan untuk terlebih dahulu mengunjungi Dunia Fantasi. Namun saya sedikit kaget juga ternyata tiket masuk Dufan adalah Rp180.000, sedangkan 2 tahun yang lalu adalah Rp.120.000. memang terdapat diskon-diskon, namun khusus yang memenuhi syarat, biasanya berupa diskon dari bank penerbit kartu debit maupun kredit. Hitung saja berapa biaya yang dikeluarkan untuk membayar tiket masuk Dufan saja. Saya mulai pusing, bahkan sebelum menaiki Wahana-wahana yang memicu adrenalin di Dufan.

Tiket Dufan tersebut sebagai salah satu contoh saja, yang pasti semua tiketnya naik sekitar 30% sd 50% dibandingkan 2 tahun lalu saya mengunjungi kawasan ini. Ini diluar bayangan saya.

Dufan diresmikan tahun 1985, itu artinya adalah 26 Tahun yang lalu, umur saya saja cuma 31, tua sekali ya dufan ini. Wahana-Wahana yang ada juga terus bertambah, namun ada juga wahana yang tetap ada sejak berdirinya dufan, saya tidak tahu persis keadaan keuangan dan berapa biaya operasional dufan ini, namun saya kira untuk beberapa wahana, apabila perkiraan waktu penyusutan adalah 20 tahun maka nilai buku wahana-wahana tersebut adalah 0, dengan kata lain bila masih digunakan maka biaya yang dikeluarkan adalah hanya biaya pemeliharaan dan operasional. Namun, untuk membuat wahana-wahana yang baru kemungkinan memerlukan biaya yang sangat mahal, belum lagi pemeliharaan untuk menjamin semua wahana berjalan dengan baik dan aman.

Setelah dufan saya kami sekeluarga juga menyempatkan melihat akuarium besar di SeaWorld dan pertunjukan aneka satwa di gelanggang samudra, dan seperti saya duga sebelumnya, semua tiket masuknya naik, sehingga saya harus merogoh kocek lebih dalam lagi. yah tidak usah dipikirkan, namanya juga mau senang senang.

Setelah puas melihat tempat-tempat rekreasi yang ada, maka tiba saatnya untuk pulang dengan segala kepuasan dan kelelahan. Untuk alasan tertentu saya tidak betah berlama-lama di Dunia Mimpi ini, karena setelah istri saya menghitung total pengeluaran untuk mengunjungi Taman Impian Jaya Ancol ini, saya sampai pada satu kesimpulan, untuk mimpi saja ternyata tidak begitu murah.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Melihat Peternakan Nyamuk di Loka Litbang …

Nurlaila Yusuf | | 18 December 2014 | 14:47

Meteorisme, Penyakit Hitler yang …

Gustaaf Kusno | | 18 December 2014 | 12:20

Kompasiana Drive&Ride: “Tantangan …

Kompasiana | | 16 December 2014 | 17:35

Rangkuman Foto: Menyusuri Monumen Penting di …

Bisurjadi | | 18 December 2014 | 14:42

Ikuti Blog Competition ”Warna Warni Indah …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 10:50


TRENDING ARTICLES

Seleb yang Satu Ini Sepertinya Belum Layak …

Adjat R. Sudradjat | 8 jam lalu

Konyolnya Dokumen Hoax Kementerian BUMN Ini …

Gatot Swandito | 9 jam lalu

Menyoal Boleh Tidaknya Ucapkan “Selamat …

Dihar Dakir | 10 jam lalu

Presiden Jokowi Mesti Kita Nasehati …

Thamrin Sonata | 12 jam lalu

Pilot Cantik, Menawan, dan Berhijab …

Axtea 99 | 16 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: