Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Bayu Listiaji

mantan jurnalis yang ingin tetap menulis

Tanah Lot - Keunikan Pura Hindu di Tengah Lautan

REP | 20 September 2011 | 15:21 Dibaca: 1145   Komentar: 0   0

IMG_2949 IMG_2954

Pura Tanah Lot merupakan salah satu pura di Bali yang cukup terkenal. Ia menjadi menarik karena terletak diatas batuan karang di tengah lautan. Di Tanah Lot ini. Anda dapat menyaksikan sunset/matahari tenggelam dari ketinggian tebing di kawasan pura ini. Pura ini terletak 13 kilometer di selatan Tabanan atau sekitar 43 kilometer dari kawasan wisata Kuta.

Menurut catatan sejarah berdirinya, Pura Tanah Lot dibangun oleh Danghyang Nirartha, seorang brahmana dari Jawa Timur pada abad ke 16. Kala itu, penguasa Tanah Lot, Bendesa Beraben, merasa tidak senang kepada Danghyang Nirartha, karena banyak pengikutnya yang berpaling kepada Danghyang Nirartha. Kemudian Bendesa Beraben mengusir Danghyang Nirartha untuk pergi dari Tanah Lot, yang kemudian disanggupinya. Namun sebelum pergi dari Tanah Lot, Danghyang Nirartha melakukan semdedi guna memindahkan bongkahan batu raksasa ke tengah pantai dan membangun sebuah pura diatasnya. Selain itu selendangnya juga diubah menjadi ular hitam berbelang kuning yang menjadi penjaga pura, dan masih ada hingga saat ini. Kedua ular tersebut disebut sebagai “Duwe”, mempunyai bisa yang lebih beracun dari kobra dan berekor pipih seperti ikan, dijaga oleh pemangku pura.

IMG_2944 IMG_2945

Duwe, Ular Penjaga Pura

Kawasan pura ini hanya digunakan sebagai tempat peribadatan, dan wisatawan tidak diperkenankan masuk ke dalamnya. Di kawasan ini sudah tersedia berbagai fasilitas wisata seperti hotel dari yang kelas biasa hingga hotel mewah Le Meridien, toko-toko souvenir, ATM dari Lippo Bank dan BCA serta sejumlah fasilitas pendukung lainnya.

IMG_2962 IMG_2963 scan0071 scan0072

Kawasan Toko Souvenir    &    Hotel Le Meridien Tanah Lot

Untuk berkunjung kesini, sebaiknya anda datang setelah jam 3 sore, selain sekalian menyaksikan matahari terbenam, juga karena pada saat itu air laut sudah mulai surut, sehingga Anda mudah mencapai Pura Tanah Lot. Harga tiket masuk ke kawasan ini adalah Rp. 8.000/orang dan Rp. 3.000 untuk mobil. Untuk wisatawan asing dikenakan tarif yang lebih mahal.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Menghadiri Japan Halal Expo 2014 di Makuhari …

Weedy Koshino | | 27 November 2014 | 16:39

Bu Susi, Bagaimana dengan Kualitas Ikan di …

Ilyani Sudardjat | | 27 November 2014 | 16:38

Saya Ibu Bekerja, Kurang Setuju Rencana …

Popy Indriana | | 27 November 2014 | 16:16

Peningkatan Ketahanan Air Minum di DKI …

Humas Pam Jaya | | 27 November 2014 | 10:30

“Share Your Dreams” dengan Paket …

Kompasiana | | 26 November 2014 | 11:24


TRENDING ARTICLES

Ini Kata Mahasiswa Vietnam tentang …

Hizkia Huwae | 5 jam lalu

Ngoplak Bareng Pak Jonan, Pak Ahok, Pak …

Priadarsini (dessy) | 6 jam lalu

Polisi Serbu Mushollah Kapolri Diminta Minta …

Wisnu Aj | 8 jam lalu

Demi Kekuasaan, Aburizal Mengundang Prabowo …

Daniel H.t. | 10 jam lalu

Pernahkah Ini Terjadi di Jaman SBY …

Gunawan | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Proyek APBN Senilai Rp. 7.2 M Diduga Tak Ber …

Fajar Agustyono | 8 jam lalu

KPK Menjemput “Bola Pertama” di NTT …

Pietro Netti | 8 jam lalu

Gaya-Gaya Kalimat Morfologis (Al-Asalib …

M. Khaliq Shalha | 8 jam lalu

Kecewa dengan BliBli …

Ahmad Husaeri | 8 jam lalu

Pandangan Saya atas Konflik Mahasiswa-Aparat …

Putu H | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: