Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Dwiaa

traveller engineer,tulisan saya adalah petualangan saya.

Pulau Osi, Seram Barat

REP | 23 September 2011 | 15:42 Dibaca: 1207   Komentar: 1   0

Perjalanan ke pulau osi, saya lakukan secara tidak sengaja. Pas kebetulan saya berkeliling ke pulau seram barat, salah satu pulau di kepulauan maluku, dan diberitahu penduduk sekitar untuk mampir ke pulau osi.

Pulau seram bisa dicapai menggunakan kapal ferry pelni, dari pelabhan liang ambon ke pelabuhan waipirit seram. Perjalanan sekitar 40 mnt, sepanjang perjalanan kita kapal kita akan disuguhi pemandangan laut dengan pulau pulau kecilnya. Di dalam kapal banyak akan kita jumpai pedagang yang ,menawarkan kenari, yg rasanya seperti kacang tanah, tapi agak sepet. Untuk mencapai pulau osi, kita masih harus menempuh perjalanan darat selama kurang lebih 1,5 jam dari pelabuhan waipirit ke kab. seram barat desa pelita jaya, yg merupakan desa terdekat,. Disepanjang perjalanan kita akan disuguhi ladang tanaman kayu putih, yg bisa diolah menjadi obat gosok minyak kayu putih.Dan yang unik dari tanaman kayu putih ini, selesai dipanen, maka akan dibakar ladangnya, bukan malah mati tanaman tanaman tersebut, tapi akan tambah tumbuh semakin subur, mudah perawatannya bukan. Seram barat jg terkenal akan kekayaan rempahnya seperti buah pala yang harganya sangat menggiurkan, cengkih dan minyak kayu putihnya. Tidak heran seram barat didatangi Belanda dan Portugis untuk diambil kekayaan rempah rempahnya pada zaman dahulu.

Jila sudah sampai ke desa pelita jaya, kita masih harus menggunakan jasa ojek atau kita sewa motornya saja untuk masuk ke pulau osi, hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk kesana. Sebelum masuk ke pulau13167917951344249520 osi, kita akan disambut pintu gerbang jembatan karel a ralahalu. Selanjutnya kita akan melewati jembatan kayu yang dibangun tahun 2005 dan merupakan swadaya masyarakat dan bantuan dari gubernur maluku. Jembatan kayu terbentang sepanjang 3-4 km, yang lantainya terbuat dari kayu merah dan tiangnya terbuat dari kayu nisa. Dikanan kiri jembatan, tumbuh pohon bakau. Perjalanan melewati jembatan sekitar 10 menit, untuk sampai masuk ke desa di dalam pulau osi. Masyarakat di pulau osi rata rata memeluk agama Islam, ada 1 masjid dan 1 SDN di pulau tersebut. Disana kita akan banyak jumpai karamba ikan kerapunya dan juga penghasil udang lobster. Ada jenis ikan disana namanya ikan mami yang dikembang biakkan di karamba, yang harga per kilo nya bisa mencapai 1 juta rupiah. Pemandangan pantai di pulau osi sangat menarik, airnya sangat jernih, seolah olah kita berada melihat aquarium raksasa, begitu jernih air nya,kita bisa melihat dengan mata telanjang, ikan warna warni, bintang laut. Diujung desa kita masih disuguhi jembatan yan menjorok ke laut. Panjang jembatan kayu tersebut sktr 2-3 km, kita serasa berjalan diatas air, dengan suguhan panorama laut yang luar biasa indah. Diujung jembatan kita bisa menyaksikan beberapa pemancing lokal dengan hasil ikan tangkapan yang beragam.

Betapa indahnya pantai kepulauan Maluku, ayo berwisata di negeri sendiri, kenali negerimu, cintai negerimu. Dan semoga maluku selalu damai, agar setiap orang bisa menikmati keindahan alammu yang sangat luar biasa indah.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[Pileg] Pertarungan antar “Kontraktor …

Syukri Muhammad Syu... | | 23 April 2014 | 22:57

Pengalaman Jadi Pengamen Pada 1968 – 2013 …

Mas Ukik | | 23 April 2014 | 21:14

Ini yang Penting Diperjelas sebelum Menikah …

Ellen Maringka | | 23 April 2014 | 13:06

Bumiku Sayang, Bumiku Malang …

Puri Areta | | 23 April 2014 | 16:46

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Hotma Paris Hutapea dan Lydia Freyani …

Zal Adri | 17 jam lalu

Jokowi, Prabowo, dan Kurusetra Internet …

Yusran Darmawan | 19 jam lalu

Wuih.. Pedofilia Internasional Ternyata …

Ethan Hunt | 20 jam lalu

Bukan Hanya BCA yang Menggelapkan Pajak …

Pakde Kartono | 21 jam lalu

Kasus Hadi Poernomo, Siapa Penumpang …

Sutomo Paguci | 22 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: