Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Dwiaa

traveller engineer,tulisan saya adalah petualangan saya.

Pulau Osi, Seram Barat

REP | 23 September 2011 | 15:42 Dibaca: 1255   Komentar: 1   0

Perjalanan ke pulau osi, saya lakukan secara tidak sengaja. Pas kebetulan saya berkeliling ke pulau seram barat, salah satu pulau di kepulauan maluku, dan diberitahu penduduk sekitar untuk mampir ke pulau osi.

Pulau seram bisa dicapai menggunakan kapal ferry pelni, dari pelabhan liang ambon ke pelabuhan waipirit seram. Perjalanan sekitar 40 mnt, sepanjang perjalanan kita kapal kita akan disuguhi pemandangan laut dengan pulau pulau kecilnya. Di dalam kapal banyak akan kita jumpai pedagang yang ,menawarkan kenari, yg rasanya seperti kacang tanah, tapi agak sepet. Untuk mencapai pulau osi, kita masih harus menempuh perjalanan darat selama kurang lebih 1,5 jam dari pelabuhan waipirit ke kab. seram barat desa pelita jaya, yg merupakan desa terdekat,. Disepanjang perjalanan kita akan disuguhi ladang tanaman kayu putih, yg bisa diolah menjadi obat gosok minyak kayu putih.Dan yang unik dari tanaman kayu putih ini, selesai dipanen, maka akan dibakar ladangnya, bukan malah mati tanaman tanaman tersebut, tapi akan tambah tumbuh semakin subur, mudah perawatannya bukan. Seram barat jg terkenal akan kekayaan rempahnya seperti buah pala yang harganya sangat menggiurkan, cengkih dan minyak kayu putihnya. Tidak heran seram barat didatangi Belanda dan Portugis untuk diambil kekayaan rempah rempahnya pada zaman dahulu.

Jila sudah sampai ke desa pelita jaya, kita masih harus menggunakan jasa ojek atau kita sewa motornya saja untuk masuk ke pulau osi, hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk kesana. Sebelum masuk ke pulau13167917951344249520 osi, kita akan disambut pintu gerbang jembatan karel a ralahalu. Selanjutnya kita akan melewati jembatan kayu yang dibangun tahun 2005 dan merupakan swadaya masyarakat dan bantuan dari gubernur maluku. Jembatan kayu terbentang sepanjang 3-4 km, yang lantainya terbuat dari kayu merah dan tiangnya terbuat dari kayu nisa. Dikanan kiri jembatan, tumbuh pohon bakau. Perjalanan melewati jembatan sekitar 10 menit, untuk sampai masuk ke desa di dalam pulau osi. Masyarakat di pulau osi rata rata memeluk agama Islam, ada 1 masjid dan 1 SDN di pulau tersebut. Disana kita akan banyak jumpai karamba ikan kerapunya dan juga penghasil udang lobster. Ada jenis ikan disana namanya ikan mami yang dikembang biakkan di karamba, yang harga per kilo nya bisa mencapai 1 juta rupiah. Pemandangan pantai di pulau osi sangat menarik, airnya sangat jernih, seolah olah kita berada melihat aquarium raksasa, begitu jernih air nya,kita bisa melihat dengan mata telanjang, ikan warna warni, bintang laut. Diujung desa kita masih disuguhi jembatan yan menjorok ke laut. Panjang jembatan kayu tersebut sktr 2-3 km, kita serasa berjalan diatas air, dengan suguhan panorama laut yang luar biasa indah. Diujung jembatan kita bisa menyaksikan beberapa pemancing lokal dengan hasil ikan tangkapan yang beragam.

Betapa indahnya pantai kepulauan Maluku, ayo berwisata di negeri sendiri, kenali negerimu, cintai negerimu. Dan semoga maluku selalu damai, agar setiap orang bisa menikmati keindahan alammu yang sangat luar biasa indah.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bukti Nyata Power Sosial Media; Jonan, Ahok, …

Prayitno Ramelan | | 23 November 2014 | 10:59

Curhat Kang Emil pada Ko Ahok di …

Posma Siahaan | | 23 November 2014 | 16:12

Menikmati Kompasianival 2014 Lewat Live …

Gaganawati | | 23 November 2014 | 06:26

Saliman, Buruh Biasa yang Cepat Tangkap …

Topik Irawan | | 23 November 2014 | 16:44

Maksimalkan Potensi Diri dan Gerak Lebih …

Kompasiana | | 21 November 2014 | 12:11


TRENDING ARTICLES

Selamat ke Pak Tjip, Elde dan Pakde Kartono …

Pakde Kartono | 16 jam lalu

Haru Biru di Kompasianival 2014 …

Fey Down | 21 jam lalu

Kesan-kesan Saya Ikuti Kompasianival 2014, …

Djarwopapua | 22 November 2014 23:42

Catatan Kompasianival 2014: Aksi Untuk …

Achmad Suwefi | 22 November 2014 21:41

Duuuuuh, Jawaban Menteri iniā€¦ …

Azis Nizar | 21 November 2014 22:51


HIGHLIGHT

Pomegranate, Buah Legenda Penumpas Penyakit …

Dara Nadira Daulay | 7 jam lalu

Jumlah Kasus HIV/AIDS di Kota Magelang, …

Syaiful W. Harahap | 8 jam lalu

9 Mitos Perihal Jerawat di Muka …

Tabloid Cantik | 8 jam lalu

Jokowi Siap Tak Populer, Produser Tak Siap …

Erwin Alwazir | 8 jam lalu

Tigaratus Guru Non-PNS di Gunungkidul Belum …

Bambang Wahyu Widay... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: