Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Syasya

Seorang Istri dan ibu dengan 2 putri. Mencoba menuliskan pengalaman hidup tentang indahnya Indonesia, serta selengkapnya

Uji Nyali di Terowongan Benteng Pendem, Cilacap

HL | 27 September 2011 | 07:10 Dibaca: 5637   Komentar: 121   12

1317073161580232075

benteng pertahanan di garda depan benteng pendem. pic Syasya

Kepulangan saya kali ini ke Indonesia saya  mengajak jalan-jalan ke 2 putri saya untuk melihat peninggalan sejarah berupa Benteng Pendem yang berada di Cilacap tepatnya di sisi pesisir pantai teluk penyu. Dengan tarif loket 5000 rupiah kita bisa masuk dan jika ingin ada pemandu wisata pintar-pintar lah kita berdegosiasi masalah harga.

131706596438868386

benteng pertahanan di belakang benteng pendem, pic Syasya

Benteng Pendem ini adalah peninggalan dari Belanja yang dibangun selama 18 tahun di mulai dari tahun 1861 sampai dengan 1879 seluas 6,5 hektar. Dibangun oleh orang-orang Indonesia yang kerja paksa oleh tentara-tentara Belanda. Kemungkinan besar menurut cerita dari pemandu wisata di benteng pendem ini para pekerja paksa tersebut  sudah pasti mati dicambuk di dalam terowongan di ruang eksekusi oleh orang-orang Belanda, karena takut membocorkan rahasia dan seluk beluk pertahanan  tentang benteng pendem ini.

Benteng Pendem ini dikelilingi oleh parit yang berisi  air dengan kedalaman 10 meter, namun sekarang telah dangkal. Disebut sebagai benteng pendem karena benteng ini setelah jadi dibuat ditimbun oleh tanah sampai kedalaman 3,5 meter. Benteng Pendem ini adalah sebuah markas pertahanan milik Belanda, yang berfungsi untuk menahan serangan dari arah laut. Belanda memakai benteng ini sampai tahun 1942 karena  Jepang berhasil menduduki Indonesia. Hingga bom atom Hiroshima dan Nagasaki yang  membuat Jepang meninggalkan benteng pendem ini. Kemudian TNI dan para pejuang kemerdekaan menggunakan benteng pendem ini sebagai tempat latihan perang dan pendaratan laut.

1317061624202266702

disinilah duluanya ada jembatan yang diturun naikan sewaktu-waktu, pic Syasya

Bangunan dari benteng pendem ini terdiri dari beberapa bagian ruang barak, ruang klinik, ruang pertahanan, benteng pengintai, ruang rapat, ruang meriam, ruang amunisi, ruang senjata, ruang penjara, ruang eksekusi bagi tahanan, dapur, ruang perwira dan ada juga sebuah terowongan yang menghubungkan sampai ke benteng-benteng pertahanan di Nusakambangan. Masih banyak ruangan didalam benteng pendem ini yang belum ditemukan dan masih tertimbun pasir sejak  digalih  tahun 1986.

1317046023515974272

Denah lokasi Benteng Pendemm pic Syasya

13170617551889976961

benteng pendem ini dikelilingi oleh parit sedalam 10 meter, pic Syasya

13170618621978276202

benteng pertahanan untuk para tentara menembaki mengunakan senjata laras panjang,pic Syasya

13170619701201801965

rangga untuk tentara mengisi pelurum Pic. Syasya

Selagi para tentara kehabisan pelurunya maka mereka akan turun untuk mengisi pelurunya dan tentara yang lain akan naik menggantikan mereka.

1317062162410104449

lubang untuk tempat meriam berada di sisi kiri benteng pertahaan depan, pic Syasya

Meriam didalam lubang terowongan ini akan diledakkan jika pasukan bersenjata telah terdesak oleh tentara. Meriam yang berada di terowongan benteng pendem ini telah dipindahkan ke Monumen Jogja Kembali di Jogja.

13170624231351536363

terowongan ini berupa ruang tempat meriam, ruang eksekusi, ruang rapat dan ruang terowongan yang tembus sampai ke nusakambangan, pic Syasya

13170625401696739352

didalam terowongan sebelum memasuki sisi gelap dari terowongan, pic Syasya

Di dalam terowongan ini terdiri dari beberapa ruangan diatarannya adalah tempat meriam dan yang lebih seram adalah ruangan eksekusi yang berada di tengah-tengah antara ruangan tempat meriam. Sebelum melangkah maksuk keterowongan benteng pendem ini saya tidak menyangka kalau keadaanya sungguh gelap gulita.

Kalau sendiri sudah pasti saya menjerit lari keluar wkwkwkwkwkwkw dasar penakut ya saya. Pemandu wisata saya membawa beberapa senter besar agar kami bisa melihat beberapa bagian di dalam terowongan ini. “Ayu bu, gak ucah takut, cuma 100 meter kok panjang terowongan ini” katanya.

“Aduh panjang juga ya? kata saya, tak urung kakak saya dan kedua putri saya melangkakan kaki kedalam terowongan. Melewati ruangan tempat meriam perasaan saya sedikit ngeri, heheheh  saya berpikir sungguh perang itu sangat kejam sekali. Sampai melewati ruangan eksekusi hati saya dak dik duk der pingin cepat-cepat keluar dari terowongan ini.  Pasti diruang inilah ratusan orang-orang Indonesia  menemui ajal dengan di siksa.

Pemandu wisata saya bilang “Disinilah orang-orang yang kerja paksa di cambuk sampai mati” perasaan saya saat itu benar-benar campur aduk, ada perasaan ngeri, sedih dan terharu. “Disini bu dulu ada uji nyali dan orangnnya gak kuat” ucap pemandu wisata.

“Aduh mas, kalau mau cerita nanti ya?diluar terowongan ini, yang penting kasih tahu aja nama ruanga2 di terowongan ini.” ucap saya serius hehehehehe. (dasarnya penakut, nati kalau cerita yang serem-serem saya kabur lagi ninggalin putri saya hehehehe). Sementara putri saya Syasya semakin mempererat genggaman tangannya mungkin ia juga turut merasakan kekejaman ruangan ini.  (doc gak di foto soalnya gelap banget)

Sampai di belokan terowongan ternyata ada airnya sebatas betis kaki ternyata itu adalah air laut soalnya dipinggir-pinggirnya banyak terdapat kerang laut. Sebelah kanan terowongan itu ternyata ada sebuah ruangan yang konon ruangan itu adalah terowongan yang tembus sampai ke pantai nusakambangan. Di ruangan itulah tempat dimana para tentara melarikan diri jika mereka terdesak dalam pertempuran.

Keluar dari terowongan saya bisa bernafas lega hehehehehe  ”MERDEKA”

13170626391564124520

sampai dipintu keluar air laut dah gak ada, pic Syasya

Melewati ruangan amunisi yang dirancang memiliki suhu yang dingin, terbukti didalam ruangan amunisi ini terdapat rongga di bawahnya yang berisi air.

1317062728133652140

ruang amunisim pic Syasya

1317062780221581121

lubamh untuk mengisi air di dalam ruang amunisim pic Syasya

Di samping ruang amunisi adalah ruang penjara untuk para tahanan, penjara ini bukanlah penjara permanen. arena bagi tahanan yang masuk penjara selanjutnya akan dibawa ke ruang eksekusi untuk dicambuk sampai ia menemui ajalnya. Ruangan penjara ini berukuran 3,5 x 3,5 meter yang masing-masing ruangan  penjara berisi 10 sampai 14 orang tanpa alas tempat tidur tentunya.

13170628691206453255

ruang penjaram pic Syasya

Penjara ini memiliki jendela 3 lapis, sementara sekarang yang tersisa hanya 1 lapis teralis besi saja.

1317062929704957008

jendela penjara 3 lapis jerujim pic Syasya

Disamping Ruangan penjara adalah ruangan senjata yang berukuran juga 3,5 m X 3,5 m.

13170630082062303649

ruang senjata, pic Syasya

Ruang amunisi, penjara dan senjata di rancang memiliki kemiringan 70 derajat dari masing-masing bangunan ini.

1317063254372692731

patung dinosaurus, pic Syasya

Di areal tanah dari benteng pendem ini diberi tambahan tempat-tempat untuk bermain anak seperti beberapa ayunan dan ada juga bebek-bebekan biar bisa keliling di parit benteng pendem ini. Ada patung-patung dinosaurus dan ada juga beberapa Rusa  yang berkeliaran di benteng pendem ini dan burung yang dimasukan di dalam sangkar.

1317063338425032916

sepasang rusa, pic Syasya

13170634041605137243

rusa mencari makan, pic Syasya

Mengunjungi tempat-tempat seperti ini, sungguh mengasikkan. Bisa menambah kecintaan kita pada tanah air, betapa kemerdekaan yang kita peroleh itu sungguh mahal harganya. Pengorbanan para pejuang untuk meraih kemerdekaan bangsa Indonesia ini sungguh perih.

Walau saya beberapa tahun ini tinggal di luar negeri namun jika saya pulang ke tanah air saya lebih suka mengunjungi tempat-tempat bersejarah seperti ini. Satu yang masih membuat saya kecewa adalah kesadaran membuang sampah pada tempatnya belum menjadi kebiasaan.

13170634921776693643

sampah berserakan, pic Syasya

Walau banyak tulisan yang memperingatkan pengunjung untuk membuang sampah pada tempatnya tetap aja pengunjung masih ada yang membuang sampah sembarangan. Saya pun tak menyalahkan mereka sepenuhnya karena peringatan tersebut tidak didukung dengan adanya tong-tong sampah. Sepanjang mata saya memandang memang gak ada satupun tempat sampah yang disediakan di situ.

13170636971275018257

papan peringatan, pic Syasya

Cintailah tanah air kita ini salah satunya adalah dengan  membuang sampah pada tempatnya.

131706375063397593

baca tulisan ini buat saya merenung, pic Syasya

semua foto adalah milik pribadi penulis

1317064652669281622

cenggesan famili

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jakarta Community Tampil Semarak di Asean …

Tjiptadinata Effend... | | 02 September 2014 | 19:52

Modus Baru Curi Mobil: Bius Supir …

Ifani | | 02 September 2014 | 18:44

Beranikah Pemerintah Selanjutnya …

Dhita A | | 02 September 2014 | 19:16

Si Biru Sayang, Si Biru yang Malang …

Ikrom Zain | | 02 September 2014 | 21:31

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Mungkinkah Jokowi Bisa Seperti PM India …

Jimmy Haryanto | 9 jam lalu

Bebek Betutu Ubud Pak Mangku …

Febi Liana | 12 jam lalu

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 13 jam lalu

Ahok, Mr. Governor si “Pembelah …

Daniel H.t. | 14 jam lalu

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Kejujuran …

Rahmat Mahmudi | 8 jam lalu

Berupaya Mencapai Target Angka 7,12% …

Kun Prastowo | 8 jam lalu

Jejak Indonesia di Israel …

Andre Jayaprana | 8 jam lalu

Jazz Atas Awan, Mendengar Musik Menikmati …

Pradhany Widityan | 8 jam lalu

Indahnya Kebersamaan di Ultah Freebikers …

Widodo Harsono | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: