Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Philippus Angga Purenda

Perkenalkan saya Ph. Angga Purenda, Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu selengkapnya

Exclusive Kirab: Royal Wedding of Java (Jeng Reni dan Mas Ubai)

OPINI | 22 October 2011 | 05:37 Dibaca: 376   Komentar: 0   0

1319262647550742314Oleh:PH.Angga Purenda

Weblog: phiapu.blogspot.com ,Email: windudevina@gmail.com

Pada hari selasa lalu (18/10/2011), aku mendapatkan kesempatan untuk menyaksikan kirab ageng pengantin putri bungsu ngarsa dalem yang berlangsung di sepanjang alun-alun utara hingga jalan malioboro,Yogyakarta. Sebuah kebudayaan dari kraton dalam prosesi pernikahan, yang terakhir dilaksanakan saat pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VII. Oleh sebab itu moment yang cukup langka ini tak kulewatkan begitu saja, dengan persiapan yang baik “bakal” aku jepret dua mempelai itu.

Maka jam 2 siang aku sudah berangkat dari rumah susunku untuk menuju di seputaran 0 KM (Perempatan Kantor Pos Besar dan BNI). Karena aku dapat info dari berbagai sumber di media massa, jika kirab akan dilakukan pada pukul 15.30-an. Untuk menghindari penutupan jalan dan kemacetan yang ada disana juga, makanya aku berangkat lebih awal. Ternyata walau masih jam 2-an siang sepanjang jalan malioboro sudah penuh dengan masyarakat yang ingin berduyum-duyun melihat prosesi kirab tersebut.

Meskipun panas dari terik sinar matahari menerpaku, tapi aku tetap setia menunggu berlangsungannya kirab itu. 2 jam sudah berlalu, hingga pukul 16.00 WIB arak-arakan dari pengantin belum terlihat juga. Padahal masyarakat sudah “tumpah blek” di sepanjang jalan malioboro, rasa-rasanya jalan itu sudah tak muat menampung animo masyarakat untuk melihat prosesi kirab ageng itu.

Hingga akhirnya tepat pukul 16.30 WIB, arak-arakan pengantin Jeng Reni dan Mas Ubai tiba dan berhenti “pas” dimana aku berdiri. Jarak aku dengan mereka kira-kira hanya 1,5 meter saja, makanya kesempatan emas itu aku gunakan untuk mengabadikan moment - moment kebahagian kedua mempelai. Jeng Reni yang bergelar GKR Bendara dan Mas Ubai dengan gelar KPH Yudanegara sesekali menebar senyum dan memberikan lambaian tangan kepada masyarakat. Tak hanya itu saja, Jeng Reni dan Mas Ubai juga sempat melakukan perbincangan dengan masyarakat melalui sapaan khasnya.Teriakan-teriakan untuk Jeng Reni dan Mas Ubai terus menggema sepanjang prosesi kirab itu berlangsung.

Rakyat Yogyakarta benar-benar menikmati dan terbuai dengan pesta yang meriah itu. Selanjutnya setelah kirab itu usai, pesta rakyat dipusatkan di pelataran monumen 1 maret dengan menggelar berbagai kesenian dan hiburan. Masyarakat juga dapat menikmati makanan dari angkringan secara gratis di sepanjang jalan malioboro. Acara berlangsung dengan meriah dengan berbagai pertunjukan kesenian dan malam itu bisa dikatakan malamnya rakyat Yogyakarta.

Bagi yang ingin melihat foto-foto saat kirab berlangsung klik aja link ini Flash in News

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Inilah 5 Butir Penting Putusan MK atas …

Rullysyah | | 21 August 2014 | 17:49

MK Nilai Alat Bukti dari Kotak Suara …

Politik14 | | 21 August 2014 | 15:12

Sharing Profesi Berbagi Inspirasi ke Siswa …

Wardah Fajri | | 21 August 2014 | 20:12

Meriahnya Kirab Seni Pembukaan @FKY26 …

Arif L Hakim | | 21 August 2014 | 11:20

Haruskah Semua Pihak Menerima Putusan MK? …

Kompasiana | | 21 August 2014 | 10:31


TRENDING ARTICLES

Dear Pak Prabowo, Would You be Our Hero? …

Dewi Meisari Haryan... | 11 jam lalu

Kereta Kuda Arjuna Tak Gentar Melawan Water …

Jonatan Sara | 12 jam lalu

Dahlan Iskan, “Minggir Dulu Mas, Ada …

Ina Purmini | 13 jam lalu

Intip-intip Pesaing Timnas U-19: Uzbekistan …

Achmad Suwefi | 15 jam lalu

Saya yang Memburu Dahlan Iskan! …

Poempida Hidayatull... | 18 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: