Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Bonpasnews

Berbagi Informasi dari kota kecil Kecamatan Nainggolan Kabupaten Samosir, Sumatera-Utara

Lima Objek Wisata Alam Bersejarah yang Paling Menantang di Kawasan Pulau Samosir versi Bonpas

REP | 21 November 2011 | 18:39 Dibaca: 2775   Komentar: 4   0

Danau Toba, danau yang diyakini sesuai hasil penelitian para ilmuwan tercipta akibat dari letusan gunung toba gunung yang di juluki super vulcano tersebut mencatat sejarah dengan letusan paling mematikan sekaligus paling berpengaruh dengan perobahan cuaca di belahan dunia. Letusan super dasyat yang terjadi pada ribuan tahun silam ternyata tetap meninggalkan ratusan legenda alam yang terdapat di kawasan Pulau Samosir dan Danau Toba. Dari sekian banyak deretan legenda-legenda yang terdapat di Pulau samosir, lima diantaranya menjadi objek wisata alam bersejarah yang paling menantang di kawasan Pulau Samosir versi Bonpas, kelima objek tersebut antara lain sebagai berikut:
PEGUNUNGAN PUSSUK BUHIT (NAMARTUA PUSSUK BUHIT)

Pussuk Buhit merupakan gunung vulkanis yang tertinggi yang terletak di bagian barat wilayah Kabupaten Samosir, gunung yang meniliki daya mistis yang sangat bersar ini diyakini sebagai gunung leluhur Suku Batak, hal tersebut lebih diperkuat lagi dengan deretan tempat-tempat bersejarah yang sangat luar biasa mulai dari kawasan puncak hingga ke kaki gung Pussuk Buhit, seperti Lokasi Batu Cawan Pusuk Buhit, yang airnya mempunyai rasa serta aromanya seperti jeruk purut hingga loasi Air Hangat (Hotspring) yang teletak di kaki gunung. Sesuai pengalaman BONPAS ketika mengikuti acara Launching Gran Strategi Seni Budaya pada tanggal 5 September 2009 lalu, seluruh undangan yang menghadiri upacara ritual di lokasi tersebut tidak diperkenankan membelakangi Pussuk Buhit. Hal tersebut menimbulkan mistis yang cukup misteri tentunya bagi kita, namun demikianlah anjuran yang harus kita penuhi yang menurut warga setempat dianjurkan demi keselamatan bersama waktu itu.
RUMA KESAKTIAN (RUMA PARSAKTIAN) SI RAJA BATAK

Rumah Kesaktian atau dalam bahasa batak disebut Ruma Parsaktian Si Raja Batak ini terletak di kawasan pegunungan Pussuk Buhit Kecamatan Sianjur Mula-Mula Kab.Samosir, objek wisata yang di yakini sebagai tempat dimana perjalanan Si Raja Batak dimulai, di abadikan dengan bangunan yang memiliki luas sekitar 100m dengan miniatur patung-patung kerajaan Batak yang terdiri dari Oppu Raja Padoha Sakti, Op.Boru Tantan Debata, Raja Sisinga Mangaraja, Guru Tatea Bulan dan keturunan kerjaan Batak lainnya.

BATU HOBON (TEMPAT PENYIMPANAN HARTA KARUN SI RAJA BATAK)

Batu Hobon, batu berukuran besar yang memiliki penutup yang juga terbuat dari batu besar dengan bentuk datar ini sesuai sejarah, diyakini memiliki legenda yang cukup panjang sebagai tempat penyimpanan harta karun Si Raja Batak yang terdiri dari emas dan benda-benda berhargai lainnya, konon sekitar ribuan tahun silam Batu Hobon ini sudah banyak yang berusaha membukanya bahkan dari kalangan penjajah pada jaman penjajahan, upaya pembongkaran Batu Hobon yang sudah siiih berganti di lakukan hingga sampai saat ini tetap tidak bisa di bongkar atau di pindahkan karena sesuai sejarah, batu tersebut hanya dapat dibuka pada waktu tertentu yang tujuannya untuk memper erat dan mempersatukan tali kekeluargaan keluarga besar keturunan si Raja Batak. Pada tanggal 5 September 2009 lalu, Legenda Batu Hobon yang terletak sekitar 50 meter di bawah Rumah Kesaktian Si Raja Batak, diresmikan sebagai museum nini harta karun Si Raja Batak.
MATA AIR TUJUH RASA (AEK SI PITU DAI)

Sumber air alam yang mengalir dari pegunungan Pussuk Buhit ini, merupakan sumber air bersih yang dari tahun ke tahun dengan segala bentuk cuaca tidak pernah mengalami perobahan debit airnya yang cukup deras dan kejernihannya yang sangat bening dan yang paling utama yaitu rasanya yang terdiri dari 7 (tujuh) rasa, mulai dari rasa dan aroma jeruk purut hingga rasa lain yang tidak mampu kita ungkapkan dengan kata-kata ketika kita sedang meminumnya. Hal unik ini terus berlangsung hingga sampai sekarang. Lokasi Air Bersih dengan tujuh rasa ini juga terdapat patung-patung yang menggambarkan bidadari yang sedang mandi di lokasi Mata Air Tujuh Rasa juga terdapat patung pemuda batak yang memegang sebatang bambu tempat mengalirnya mata air tersebut. Sementara di atas loksi penampungan Mata Air Tujuh Rasa Tersebut, terdapat tujuh cawan putih yang disediakan bagi para pengunjung yang hendak berjiarah.

Ke empat lokasi tersebut diatas, sama-sama memiliki legenda yang satu sama lain saling berkaitan perjalanan sejarahnya dengan Pegunungan Pussuk Buhit dan Legenda Awal Penjalanan Si Raja Batak. Ke empat lokasi tersebut berada di daerah Kecamatan Si Anjur Mula-Mula Kabupaten Samosir, pernjalanan dapa ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat dengan waktu tempuh sekitar 45 menit dari Simpang IV Kota Pangururan hingga ke lokasi Rumah Sakti Si Raja Batak, sementara untuk menempuh kawasan Puncak Pussuk Buhit, tentu kita hanya dapa berjalan kaki dengan terlebih dahulu melakukan jiarah ke Batu Sawan guna mendapat doa keselamatan.

LEGENDA BORU SARODING DESA SABULAN

Mendengar Boru Saroding, mungkin tidak asing lagi bagi sebagian besar warga Bonapasogit yang ada di perantauan apalagi yang tinggal di bonapasogit, legenda yang penuh dengan kesan mistis itu berada di Kecamatan Sitio-Tio Desa Sbulan dan Rassang Bosi. Banyaknya tempat-tempat penuh legenda yang diwarnai kisah misteis versi batak di daerah legenda Boru Saroding ini, menjadikan lokasi ini sering di salah artikan orang yang tidak bertanggung jawab bahkan baru baru ini setelah tragedi longsong yang merengut koraban jiwa sebanyak 4 orang tersebut kembali dihebohkan dengan cerita busuk kisah ikan besar yang nota bene dikabarkan arwah turunan dari dari daerah ini mendatangi warga melalui ikan mati dari Kota Pematang Siantar(baca disini), kabar yang dinilai mencoreng seni budaya dan sejarab batak secara umum ini dan Kecamatan Sitio-Tio secara khusus tersebut memanfaatkan legenda-legenda yang sangat banyk di temukan di desa kecil Kecamatan Sitio-Tio Kab.Samosir desa yang memiliki kawasan hutan lebat dengan kondisi terancam karena dikabarkan dikawasan tersebut sering terjadi pembalakan liar huta yang juga sebagai pelindung bagi Kecamatan Sitiotio sekaligus becana jika nantinya hutan tersebut habis di sikat tangan-tangan tak bertanggung jawab. Perjalanan menuju tempat ini dapat ditempuh dengan menggunakan perahu kecil yang selalu siap sedia setiap saat di Pelabuhan Mogang Kecamatan Palipi.

Kelima objek wisata tersebut diatas, kami kategorikan sebagai objek wisata alam bersejarah yang paling menantang di kawasan Pulau Samosir karena masing-masing objek wisata berada di kawasan pegunungan dengan daya mistis yang sangat besar dan tidak sembarangan untuk di jelajahi, dan dianjurkan agar setiap pengunjung dapat menjaga tatakrama atau sopan santun.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kapan Kota di Indonesia Jadi World Book …

Benny Rhamdani | | 23 April 2014 | 09:29

Para Wanita Penggiat Bank Sampah Memiliki …

Ngesti Setyo Moerni | | 23 April 2014 | 05:10

Pelajaran Politik Busuk Ternyata Dimulai …

Muhammad Irsani | | 23 April 2014 | 09:41

Benarkah Anak Kecil Itu Jujur? …

Majawati Oen | | 23 April 2014 | 11:10

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Hotma Paris Hutapea dan Lydia Freyani …

Zal Adri | 3 jam lalu

Jokowi, Prabowo, dan Kurusetra Internet …

Yusran Darmawan | 4 jam lalu

Wuih.. Pedofilia Internasional Ternyata …

Ethan Hunt | 5 jam lalu

Bukan Hanya BCA yang Menggelapkan Pajak …

Pakde Kartono | 6 jam lalu

Kasus Hadi Poernomo, Siapa Penumpang …

Sutomo Paguci | 7 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: