Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Mas Gayot

hidup tidak selalu di payungi keberuntungan hidup tidak ada yang mudah, kemudahan didapat bukan karena mujur. selengkapnya

Benteng Pendem Purworejo

REP | 01 December 2011 | 08:28 Dibaca: 585   Komentar: 2   0

132609038449898607

Benteng Pendem terletak di Desa Kalimaro, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo. Letaknya di puncak bukit, cukup indah, deburan ombak pun terlihat bukan lagi seperti garis tipis seperti di seplawan, ini dikarenakan lokasi benteng pendem tidak berapa jauh dari pantai. Sayangnya Benteng ini tidak dirawat dan dijaga sebagaimana situs sejarah lainnya, bahkan papan penunjuk jalanpun tidak ada. Kondisi ini di perparah dengan bentuk benteng yg dindingnya penuh coretan dan beberapa besi yg difungsikan sebagai tangga hilang dicuri. . Sangat tidak terawat!!
Benteng ini menyimpan sejarah eksistensi Jepang di Kabupaten Purworejo.
Kali ini saya lebih tertarik untuk mengekspos tentang cerita mirisnya di balik kisah benteng pendem. Benteng ini difungsikan oleh tentara jepang sebagai benteng pertahanan dan pengintai baik dari laut, darat maupun udara. Dalam pembangunannya jepang meminta tanah dari 3 desa (Ds. Sumorejo, Ds. Bapangsari, Ds. Dadirejo) seluas 500 hektar. Tidak hanya cukup dengan merampas, Jepang juga meminta untuk disediakan peralatan serta tenaga manusia guna pembangunan. Akhirnya 200 orang pekerja di sediakan dari tiap desa dan di bayar sangat murah.
Dengan tenaga yang diperoleh dari tiga desa tersebut, ternyata Jepang masih kekurangan tenaga, akhirnya mendatangkan romusha (pekerja paksa) dari luar daerah. Nasib mereka lebih tragis, mereka dipaksa terus bekerja dan tidak dibayar.
Konon kisah tragis kemudian berlangsung setelah benteng pertahanan tersebut selesai dibangun. Seluruh penduduk yang berada di dekat benteng semua diusir dan harta mereka boleh dibawa. Namun rumah-rumah warga yang tidak lagi berpenghuni dibakar oleh Jepang. Proses sterilisasi dilakukan bertepatan pada 1 Syawal, sekitar pukul 10.00 WIB. Benteng Pendem di Kalimaro pernah dikunjungi oleh Ir. Soekarno beserta Sultan Hamengkubuwono IX.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kunonya Rekapitulasi Pilpres, Kalah Canggih …

Ferly Norman | | 22 July 2014 | 07:48

Cara Mudah Kenali Pelaku Olshop yang …

Ella Zulaeha | | 22 July 2014 | 11:59

Kompasiana-Bank Indonesia Blog Competition …

Kompasiana | | 27 June 2014 | 16:59

Siku Sudut Unik Candi Dadi Tulungagung …

Siwi Sang | | 22 July 2014 | 12:11

Bukan Dengkuran Biasa …

Andreas Prasadja | | 22 July 2014 | 10:45


TRENDING ARTICLES

Jokowi Beri 8 Milliar untuk Facebook! …

Tukang Marketing | 6 jam lalu

Selamat Datang Bapak Presiden Republik …

Ahmadi | 7 jam lalu

Perlukah THR untuk Para Asisten Rumah …

Yunita Sidauruk | 7 jam lalu

Jangan Keluar dari Pekerjaan karena Emosi …

Enny Soepardjono | 7 jam lalu

Catatan Tercecer Pasca Pilpres 2014 (8) …

Armin Mustamin Topu... | 10 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: