Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Tiknan Tasmaun

Praktisi herbal yang ingin bermanfaat bagi sesama. Punya blog di http://hidupsuksestiknan.wordpress.com dan di http://tiknan.blogspot.com selengkapnya

Wisata Rohani Ke Makam Syeh Ibrohim Asmoroqondi

REP | 01 December 2011 | 05:12 Dibaca: 423   Komentar: 2   0

Lama sudah penulis absen tidak menulis di media ‘rumah sehat bersama’ Kompasiana tercinta ini. Namun bukan berarti tidak pernah klik. Hampir tiap hari juga klik. Namun baru kali ini tergerak untuk menulis lagi.

Beberapa hgari yang lalu penulis berziarah ke makam Mbah Ibrohim Asmoroqondi. Beliau  adalah ayahanda Sunan Ampel. Beliau dimakamkan di desa Gisikharjo, Palang, Tuban. Anda dapat mengunjungi tempat tersebut melalui jalur pantura Surabaya -Tuban. Lokasinya sekitar 5 km dari pusat kota Tuban.

Foto berikut adalah foto Masjid Syekh Ibrohim Asmoroqondi.

Jika anda membawa mobil pribadi maupun bus (rombongan), telah disediakan area parkir yang nyaman dan aman di sebelah utara kompleks makam. Di sana juga terdapat tempat kuliner sehingga Anda tidak usah khawatir jika sedang lapar dan memerlukan makanan. Jika Anda sekedar mengendarai sepada motor, maka Anda langsung bisa parkir di sebelah masjid komplek makam tersebut.

Berziarah ke makam Syekh Ibrohim Asmoroqondi memberikan rasa kesejukan jiwa tersendiri. Ada getaran keheningan dan sambung roso, memudahkan kita untuk mengingat (berzikir:Arab) kepada Tuhan, Allah SWT.

Berbicara mengenai esensi berziara. Jika kita berziara kepada beliau- atau zaman sekarang lebih terkenal dengan istilah wisata rohani- dengan niat ikhlas insya Allah akan mendapat keberkahan dari Allah. Mengapa ? Secara akal saja jika kita menyayangi serta berbakti kepada seseorang yang dikasihi Raja misalnya, maka pasti Sang Raja tersebut akan mengasihi kita juga. Bagaimanapun beliau adalah kekasih Allah. Jika kita mencitai kekasih-Nya, maka DIA juga akan menyintai kita.

Untuk itulah kita berziarah. Menghadiahkan sejumput doa. Berupaya napak tilas terhadap lelakunya. Memohon keridloan ilahi. Sekaligus juga bermunajad terhadap apapun keperluan kita, tentu saja bersandar semata-mata ‘welas-asih-Nya’ , Rahman dan Rahim-Nya.

Salam, Tiknan Tasmaun

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kartun Kenangan Konferensi Asia Afrika 1955 …

Gustaaf Kusno | | 19 April 2015 | 18:33

Kereta Api Lokal, Sarana Transportasi …

Andrea Dietricth | | 19 April 2015 | 12:39

[JNE BALI] Kompasiana Blogshop & …

Kompasiana | | 10 April 2015 | 15:11

Trik Meracik Bad News Menjadi Good News …

Muhammad Armand | | 18 April 2015 | 21:32

Mari Lestarikan Air bersama AQUA! …

Kompasiana | | 10 April 2015 | 19:03


TRENDING ARTICLES

Valentino Rossi Juara MotoGP Seri Argentina …

Yayat | 2 jam lalu

Sarjana Wanita Ditipu Lelaki Mengaku Pegawai …

Fey Down | 7 jam lalu

Hebat! PSSI Tetap Jalan Walau Sudah …

Abd. Ghofar Al Amin | 9 jam lalu

Matematika Beras …

Faisal Basri | 10 jam lalu

Menjawab Logika Jongkok PSSI dan La Nyalla …

Alan Budiman | 10 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: