Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Sekotong yang tak Pernah Berhenti Menggoda

REP | 03 December 2011 | 11:34 Dibaca: 649   Komentar: 4   2

Wajah selatan Lombok Barat,Lombok, memang tidak pernah berhenti mengganggu keinginan anda untuk berkunjung. Kali biarkan kaki anda menjejaki sebuah teluk yang tenang dan damai. Masyarakat menyebutnya “Teluk Sepi”. Seperti apa?

Teluk sepi terletak di desa Buwun Mas Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. Berbeda dengan obyek wisata lain di kecamatan setempat. Jarak tempuh menuju teluk tidak terlalu lama. Begitu anda tiba di pusat kota Kecamatan Sekotong, silahkan belok kiri dan menancap gas sekitar 7 kilometer. Jika tepian jalan sudah mulai menampakkan pemandangan pantai, berarti perjalanan sudah sampai.

13228647751251316227

Salah satu sudut teluk yang indah..

Seperti di dalam peta, Teluk Sepi adalah areal laut yang menjorok ke daratan. Dari perairan sebelum memasuki teluk, ada dua pulau kecil yang seoal menjadi penjaga teluk. Teluk ini menawarkan ketenangan yang sangat memikat. Tidak ada keriuhan pantai dan ombak. Yang ada hanyalah puluhan nelayan dengan beragam aktifitas sederhana mereka, mulai dari membersihkan perahu, bersiap melaut, hingga mengawasi anak-anak mereka bermain air.

Bagi masyarakat domestic mungkin belum banyak yang mengetahui keberadaan Teluk Sepi, tapi bagi wisatawan asing tempat ini seolah menjadi tempat yang wajib di kunjungi. Hampir setiap kapal pesiar dunia yang melintas di sekitar pulau Lombok bagian selatan akan mampir sejenak di tempat ini. Kapal besar itu lantas parkir beberapa mil dari kawasan teluk. Masyarakat kemudian datang menawarkan bantuan memakai perahu-perahu mereka. Bagi wisatawan yang hanya sekedar ingin menikmati suasana sekitar akan langsung diajak berkeliling teluk. Ada juga mereka yang turun untuk memenuhi kebutuhan pokok. Masyarakat dengan ramah melayani mereka.

1322864907764875766

pemandangan beberapa pulau kecil dari jarak pantai

Teluk Sepi adalah rangkaian keindahan di kawasan sekitarnya. Setelah sepi, anda bisa langsung menyusuri beberapa pulau kecil tak berpenghuni yang jaraknya hanya beberapa ratus meter antara pulau yang satu dengan yang lainnya. Beberapa pulau kecil itu diantaranya Pulau Kao’,Geneng-geneng, Pulau Tiga, Pulau Wayang, Gili Sarang, Bolders City, dan Pulau Sepatang.

Khusus Sepatang, pulau ini dulunya bernama Shopia Louisa, Pulau Shopia Louisa menjadi pulau terluar dan terletak sekitar satu jam perjalanan laut dari Teluk. Merujuk pada namanya, pulau ini konon ditemukan pertama kali oleh pasangan wisatawan Australia bernama Shopia dan Louisa. Pulau Shopia dikenal karena potensi bawah laut yang besar. Warga sekitar menyebut kawasan Pulau Sophia Louisa kaya dengan biota laut yang besar seperti lobster. Banyak warga luar yang datang ke tempat ini untuk menangkap ikan.

Sama halnya dengan Bolders City, pulau yang hanya menyuguhkan pemandangan karang dan bebatuan ini nyatanya seringkali dipakai sebagai lokasi syuting film documenter oleh para wisatawan asing.

“ Saya beberapa kali mengantar turis asal jerman yang mengambil gambar di tempat ini,” ungkap Kayek Jaya, tokoh masyarakat Teluk Sepi.

Mengunjungi Teluk Sepi tidak akan lengkap sebelum mengunjungi kawasan Pantai Meang. Setibanya di teluk, anda hanya membutuhkan waktu beberapa menit untuk menyeberang ke kampung Pansing, tempat pantai ini berlokasi. Pansing sendiri sudah dihuni oleh ratusan Kepala Keluarga (KK) yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan. Bagi masyarakat sekitar, tidak ada yang bisa menandingi keindahan pantai mereka. Meang menawarkan perpaduan antara keindahan pantai berpasir putih dan debur ombaknya yang keras. Hal inilah yang membuat banyak turis asal Bali sengaja datang ke tempat ini untuk kegiatan surfing dan berjemur. Masyarakat merasa mendapatkan kesempatan bisnis dengan kedatangan mereka. Sebagian warga sudah berinisiatif membuka tempat-tempat minum saat para bule merasakan lelah.

“Memang memang incaran wisatawan asal Bali. Mereka sengaja datang menggunakan kapal motor untuk bermain surfing dan sekedar berjemur. Sorenya mereka balik,” tambah Kayek.

1322865077309200334

Teluk Sepi juga dikenal dengan potensi lautnya. Di kampung setempat ini pada musim-musim tertentu, menjadi pusat penangkapan ikan tuna. Terdapat kurang lebih 120 Kepala Keluarga (KK) yang mendiami rumah-rumah sederhana sepanjang garis pantai. Ratusan perahu nelayan berbaris rapi setelah selesai melaut.

Dari keterangan yang kami peroleh dari Kayek, musim tuna berlangsung selama kurang lebih dua bulan sejak Juli hingga Agustus lalu. Pada musimnya, seorang nelayan bisa menangkap hingga seribu ekor ikan tongkol per harinya. Setelah pemindangan selesai, ikan-ikan itu dibawa ke beberapa pasar besar di Kota Mataram dan kabupaten-kabupaten lain di Pulau ini. Transaksi pembelian tongkol justru banyak terjadi di tengah laut. Tongkol dijual kembali seharga 20 ribu sampai 25 ribu per lima ekor tongkol.

“Transaksi ikan tongkol banyak terjadi di laut. Jika hasil tangkapan melimpah, transaksi bisa sampai di darat. Pantai ini kemudian menjadi pasar ikan dadakan. Ramai sekali,” ungkap Kayek.

Hamir sama dengan tradisi masyarakat pesisir selatan Lombok, di Teluk Sepi pada bulan Februari selalu diadakan tradisi menangkap Nyale (bau nyale).Nyale adalah binatang laut yang mirip seperti cacing kecil. Masyarakat suku sasak mengenalnya sebagai perwujudan Putri Mandalika yang cantik jelita dan harus menceburkan diri ke laut. Sang putri memilih mati karena tidak ingin menyanggupi banyak lamaran pemuda yang justru akan menjadi sumber perpecahan. Masyarakat teluk memulai tradisi ini dengan menggelar pertunjukan kesenian khas Sasak seperti gandrung, wayang kulit dan sebagainya. Baru ketika fajar tiba mereka berhamburan ke laut menangkap nyale.

1322865222754652470

Perjalanan menuju Bolders City

Pemerintah juga menangkap keindahan Teluk Sepi dengan menggagas sebuah event besar berupa loma perahu naga pada tahun depan. Lomba perahu ini natinya akan diikuti oleh atlet-atlet perahu baik amatir maupun profesional di Indonesia. Ketenangan laut Teluk Sepi yang hampir mirip dengan tenangnya air telaga, menjadikan pemerintah merasa pas menggelar event tersebut di tempat ini. Lebih dari itu, pemerintah memang tengah gencar-gencarnya mempromosikan kekuatan wisata Sekotong untuk mengimbangi pariwisata Senggigi di wilayah utara.

“ pak Bupati sudah member sinyal itu. Kita akan menggelar lomba perahu naga di Teluk Sepi,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat, H Rumindah.

Ayo, Mampir di Selatan

Kabupaten Lombok Barat tengah gencar mempromosikan wilayah selatan sebagai destinasi wisata unggulan kabupaten ini setelah Senggigi. Alasan pemerintah daerah tidak berlebihan. Kawasan Sekotong saat ini hampir persis dengan kondisi Senggigi tahun 80-an sebelum kemudian mengalami perkembangan pesat. Mulai dari kawasan paling ujung hingga ke tengah, Sekotong tidak pernah berhenti menawarkan eksotisme. Ada Pantai Bangko-bangko, pantai Meang, Teluk Sepi, dan lain-lain.

“Jika utara memiliki tiga gili terkenal (Trawangan, Meno dan Air), kawasan Sekotong juga demikian. Tiga gili masing-masing Sudak, Tangkong dan Nanggu, menawarkan orisinalitas alam yang mungkin tidak anda dapatkan di utara,” kata Rumindah.

Pertama adalah Gili Sudak, adalah sebuah pulau kecil yang dikelilingi pantai yang indah, dengan luas sekitar 30 Ha. Gili sudak menjadi incaran para wisatawan dengan pasir putihnya yang menawan. Gili ini terkenal dengan sebutan Romantic Island.

Selanjutnya Gili Tangkong, sebuah pulau yang menakjubkan, pantai pasir putih yang indah di padu dengan beningnya air laut berpadu dalam satu bentang cakrawala yang indah. Gili tangkong terletak di kecamatan Sekotong, Lombok barat, ini bisa di tempuh dari pelabuhan rakyat Tawun di sekotong menggunakan perahu ketingting. Gili Tangkong, atau yang lebih dikenal dengan The Honeymoon Island, sebuah pulau indah di kawasan Sekotong, Lombok Barat, bersiap menjadi obyek wisata primadona setelah mendapatkan kepastian sebagai lokasi wisata dari Belanda. Gili Tangkong akan memanjakan pengunjungnya dengan paket wisata yang belum pernah ada di negeri ini. Dengan nilai investasi mencapai 1.550 ribu dolar, Gili Tangkong akan disulap sedemikian rupa.

Terakhir adalah Gili Nanggu. Topografi pulau yang luasnya tidak lebih dari 12.5Ha ini adalah terdiri dari pantai pasir putih dan di sebagian pinggir pulaunya adalah deretan babatuan karang yang lumayan terjal, sedangkan di tengah pulaunya adalah hutan kecil dengan pohon-pohon besarnya nan asri.Tidak perlu khawatir dengan fasilitas yang ada di pulau kecil ini, tersedia deretan shower yang mempunya desain sangat unik untuk membersihan diri setelah puas berenang di laut.

Jadi tunggu apa lagi. Ayo mampir juga di Selatan Lombok

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Cara Cermat Buang Sampah, yang Mungkin Dapat …

Tjiptadinata Effend... | | 21 October 2014 | 21:18

Tips Ibu Jepang Menyiasati Anak yang Susah …

Weedy Koshino | | 22 October 2014 | 08:18

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Ketika Rintik Hujan Itu Turun di Kampung …

Asep Rizal | | 21 October 2014 | 22:56

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

3 Calon Menteri Jokowi Diduga Terlibat Kasus …

Rolas Jakson | 2 jam lalu

Suksesi Indonesia Bikin Iri Negeri Tetangga …

Solehuddin Dori | 2 jam lalu

Bocor, Surat Penolakan Calon Menteri …

Felix | 3 jam lalu

Fadli Zon dan Hak Prerogatif Presiden …

Phadli Hasyim Harah... | 4 jam lalu

Pak Prabowo, Sikap Anda Merusak Isi Kepala …

Eddy Mesakh | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Inaq Marhaeni, Cerita Lain dari Pulau Seribu …

Maya Rahmayati | 7 jam lalu

Mungkinkah Takdir Itu Bisa Dirubah? …

Jejen Al Cireboni | 7 jam lalu

4 Keunikan Krisna Pusat Oleh-oleh Khas Bali …

Rizky Febriana | 7 jam lalu

Menyambut Harapan Baru dengan Kerja Nyata …

Saikhunal Azhar | 7 jam lalu

Saksi Sejarah Bangsa …

Idos | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: