Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Endang Sriwahyuni

a long-life learner

Menara Siger

REP | 13 December 2011 | 13:30 Dibaca: 473   Komentar: 0   0

sumber: http://4.bp.blogspot.com/_JTS77k2JgpA/TIUXPA7chJI/AAAAAAAAACI/APGAB6-_m9U/s1600/Lampung_Menara+Siger.jpg

sumber: http://4.bp.blogspot.com/_JTS77k2JgpA/TIUXPA7chJI/AAAAAAAAACI/APGAB6-_m9U/s1600/Lampung_Menara+Siger.jpg

Setiap kali melakukan perjalanan laut dari Pelabuhan Merak (Banten) menuju Pelabuhan Bakauheuni (Lampung), saya dibuat nyaman oleh indahnya pemandangan Selat Sunda. Selain itu, sebuah Bangunan yang menjadi Landmark Provinsi Lampung, Menara Siger, juga membuat hati saya bertambah senang. Sebab, jika menara tersebut sudah terlihat, itu tandanya kapal akan segera berlabuh, kerinduan saya pada keluarga pun akan segera menepi.

Menara Siger adalah sebuah bangunan enam lantai yang digagas oleh Gubernur Lampung,  Sjachroedin Z. P, untuk program kerja tahun 2005-2009. Anshori Djausal, M. T., seorang dosen Fakultas Teknik Universitas Lampung (UNILA) sekaligus arsitek asli Lampunglah yang menjadi perancang Menara Siger.

Bangunan ini terletak di Bukit Gamping, Bakauheni, Lampung Selatan. Fungsinya adalah sebagai landmark Provinsi Lampung, sepertihalnya Newyork dengan Patung Liberty, Jakarta dengan monas, dan Lampung dengan Menara Siger. Selain itu, pembangunan Menara Siger merupakan awal dari pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS), yaitu sebuah jembatan yang akan menjadi media transportasi penyebrangan darat antara Pulau Sumatera dan Pulau Jawa.

Menara Siger dibangun di atas bukit dengan ketinggian 110 meter di atas permukaan laut. Sebagai sebuah landmark Provinsi Lampung, penampilan Menara Siger dirancang dengan beragam hal yang menjadi cirikhas Lampung. Misalnya saja topi berwarna kuning merupakan gambaran dari siger, yaitu mahkota adat wanita Lampung yang berwarna kuning emas. Selain itu, bangunan ini juga dihiasi lukisan corak tapis, kain khas Lampung. Para wisatawan dapat menyaksikan keidahan Selat Sunda dan daerah sekitar Bakauheni dalam ruang khusus di menara ini.

Menurut Sjachroedin Z. P., Menara Siger bukanlah bangunan pengingat masa lalu, melainkan sebuah bangunan masa depan. Menara ini adalah pintu gerbang yang penuh daya tarik dan meningkatkan potensi untuk semakin berkembangnya pariwisata dan perekonomian warga setempat.

Sumber:

http://sudar4news.wordpress.com/2009/01/14/menara-siger-lampung/

http://menarasiger.com/

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Manado Menuju Kota Cerdas Lingkungan Hidup …

Johanis Malingkas | | 27 April 2015 | 14:53

Lagi, Aktor “The Raid” Go …

Dody Kasman | | 27 April 2015 | 15:09

Mari Lestarikan Air Bersama AQUA! …

Kompasiana | | 10 April 2015 | 19:03

Pemindahan Ibukota Jakarta : Belajar dari …

Hardian Relly | | 27 April 2015 | 11:00

Kompasiana dan Kompas Kampus Sambangi 5 …

Kompasiana | | 06 March 2015 | 08:32


TRENDING ARTICLES

Anggun Minta Pembatalan Eksekusi Mati, Siapa …

Lilik Agus Purwanto | 6 jam lalu

X Factor Indonesia dan Runtuhnya Sebuah …

Andi Kurniawan | 8 jam lalu

Harga Rakyat Indonesia Lebih Rendah dari …

Susy Haryawan | 11 jam lalu

Sekarang Saja, 50 Orang Mati Tiap Hari, …

Mike Reyssent | 11 jam lalu

Menimpuk Presiden dengan Mangga malah Dapat …

Tjiptadinata Effend... | 12 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: