Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Endang Sriwahyuni

a long-life learner

Menara Siger

REP | 13 December 2011 | 13:30 Dibaca: 462   Komentar: 0   0

sumber: http://4.bp.blogspot.com/_JTS77k2JgpA/TIUXPA7chJI/AAAAAAAAACI/APGAB6-_m9U/s1600/Lampung_Menara+Siger.jpg

sumber: http://4.bp.blogspot.com/_JTS77k2JgpA/TIUXPA7chJI/AAAAAAAAACI/APGAB6-_m9U/s1600/Lampung_Menara+Siger.jpg

Setiap kali melakukan perjalanan laut dari Pelabuhan Merak (Banten) menuju Pelabuhan Bakauheuni (Lampung), saya dibuat nyaman oleh indahnya pemandangan Selat Sunda. Selain itu, sebuah Bangunan yang menjadi Landmark Provinsi Lampung, Menara Siger, juga membuat hati saya bertambah senang. Sebab, jika menara tersebut sudah terlihat, itu tandanya kapal akan segera berlabuh, kerinduan saya pada keluarga pun akan segera menepi.

Menara Siger adalah sebuah bangunan enam lantai yang digagas oleh Gubernur Lampung,  Sjachroedin Z. P, untuk program kerja tahun 2005-2009. Anshori Djausal, M. T., seorang dosen Fakultas Teknik Universitas Lampung (UNILA) sekaligus arsitek asli Lampunglah yang menjadi perancang Menara Siger.

Bangunan ini terletak di Bukit Gamping, Bakauheni, Lampung Selatan. Fungsinya adalah sebagai landmark Provinsi Lampung, sepertihalnya Newyork dengan Patung Liberty, Jakarta dengan monas, dan Lampung dengan Menara Siger. Selain itu, pembangunan Menara Siger merupakan awal dari pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS), yaitu sebuah jembatan yang akan menjadi media transportasi penyebrangan darat antara Pulau Sumatera dan Pulau Jawa.

Menara Siger dibangun di atas bukit dengan ketinggian 110 meter di atas permukaan laut. Sebagai sebuah landmark Provinsi Lampung, penampilan Menara Siger dirancang dengan beragam hal yang menjadi cirikhas Lampung. Misalnya saja topi berwarna kuning merupakan gambaran dari siger, yaitu mahkota adat wanita Lampung yang berwarna kuning emas. Selain itu, bangunan ini juga dihiasi lukisan corak tapis, kain khas Lampung. Para wisatawan dapat menyaksikan keidahan Selat Sunda dan daerah sekitar Bakauheni dalam ruang khusus di menara ini.

Menurut Sjachroedin Z. P., Menara Siger bukanlah bangunan pengingat masa lalu, melainkan sebuah bangunan masa depan. Menara ini adalah pintu gerbang yang penuh daya tarik dan meningkatkan potensi untuk semakin berkembangnya pariwisata dan perekonomian warga setempat.

Sumber:

http://sudar4news.wordpress.com/2009/01/14/menara-siger-lampung/

http://menarasiger.com/

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Selayang Pandang Tentang Demonstrasi …

Fera Nuraini | | 01 October 2014 | 20:57

Siswa Korea Tertarik “Sambal” Indonesia …

Ony Jamhari | | 02 October 2014 | 09:39

Belajar Mandiri dari Pola Didik Orangtua di …

Weedy Koshino | | 02 October 2014 | 09:53

Obat Galau Jurusan Kuliah …

Bening Tirta Muhamm... | | 02 October 2014 | 09:54

Nangkring “Special” bersama Bank …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:44


TRENDING ARTICLES

Liverpool Dipecundangi Basel …

Mike Reyssent | 6 jam lalu

Merananya Fasilitas Bersama …

Agung Han | 6 jam lalu

Ceu Popong Jadi Trending Topic Dunia …

Samandayu | 7 jam lalu

MK Harus Bertanggung Jawab Atas Kericuhan …

Galaxi2014 | 9 jam lalu

Sepedaku Dicolong Maling Bule …

Ardi Dan Bunda Susy | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Djohar Arifin: Jika Lolos ke PD U-20, Timnas …

Achmad Suwefi | 7 jam lalu

Wangi Kopi NTB …

Ahyar Rosyidi Ros | 7 jam lalu

Belajar dari Pak Tani dengan Sawahnya di …

Karresa Karyanto | 7 jam lalu

Putusan yang Mengecewakan …

Anita Baker | 7 jam lalu

Pria Ganteng itu Ternyata Survivor Kanker …

Irene Maria Nisiho | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: