Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Jalan Jalan ke Maroko 2

REP | 20 December 2011 | 17:36 Dibaca: 631   Komentar: 5   1

Bandara Al-Massira terlihat indah dengan desain interior moderen dan dihiasi dengan sentuhan arsitektur Islam. Walaupun bandara ini tidak sebesar dan semegah bandara internasional lain, tapi fasilitas yang ada cukup untuk memberikan rasa nyaman kepada para wisatawan yang datang. Sekurang-kurangnya itu yang saya rasakan saat pertama melangkahkan kaki ke bandara yang mempunyai kapasitas sekitar 3 juta penumpang per tahun.

1347887390144687774

Setelah melewati proses imigrasi, kami melangkah keluar dari bandara. Terlihat banyak taksi yang siap untuk membawa calon penumpang ke tempat yang diinginkan. Rencana awal kami adalah menikmati makan malam di Marrakesh dan menaiki kereta ke kota Casablanca. Tapi takdir berkata lain, kami harus berhadapan dengan kondisi cuaca yang sangat buruk. Hujan badai yang disertai petir dan guruh membuat pesawat harus berputar-putar di udara Marakesh selama kurang lebih 30 menit sebelum akhirnya pilot memutuskan untuk mendarat di Agadir.

Dan sore itu, kami berada di kota Agadir tanpa tahu sedikit pun tentang bumi yang kami pijak itu walaupun sebelumnya kami sudah mempersiapkan segala-galanya. Kami tahu ingin ke mana, menaiki apa, berapa lama dan berapa harga yang harus dibayar. Tapi sore itu Tuhan menunjukkan kepada kami bahwa kami hanyalah manusia biasa yang bisa merencanakan dan Tuhanlah yang menentukan semuanya. Kami coba untuk mencari bus yang disediakan oleh pihak penerbangan yang akan membawa penumpang ke kota Marakesh tapi tidak menemukannya.

“Bukankah lebih baik kalau kita langsung ke Casablanca ketimbang harus ke Marrakesh terlebih dahulu” kata seorang teman.

Setelah memikirkan segala kemungkinan yang ada, akhirnya kami memutuskan untuk menaiki kereta langsung ke Casablanca. Kami bertanya pada warga setempat dan sekali lagi kami harus merubah rencana perjalanan karena ternyata tidak ada pelayanan kereta di Agadir. Stasiun kereta terdekat di kota Agadir adalah di kota Marakesh sehingga kami harus menaiki bus terlebih dahulu ke kota Maraksesh. Sesuai dengan nasehat warga setempat, kami menaiki taksi ke terminal bus Inezgane yang merupakan daerah sub-urban kota Agadir. Perjalanan ke terminal bus Inezgane memakan waktu kurang lebih 20 menit dan dikenakan biaya 200 dirham. Dengan kemampuan bahasa Arab yang sangat minim, kami coba untuk memulai obrolan dengan sang supir taksi sambil melihat pemandangan di sekeliling. Kiri dan kanan jalan terlihat sepi. Tidak banyak yang bisa dilihat melainkan bangunan pertokoan dan rumah-rumah warga.

Semakin mendekati terminal bus, suasana menjadi lebih ramai dengan banyaknya warga yang beraktivitas di kiri dan kanan jalan. Setibanya di terminal, banyak warga setempat yang menghampiri kami untuk menawarkan pelayanan bus ke kota yang kami inginkan. Sebelumnya kami sudah diingatkan untuk tidak bertanya arah pada warga setempat karena nantinya kami akan diminta uang jasa yang lumayan mahal. Nasehat teman kami memang ada benarnya karena di kota Marakesh misalnya, kami diminta membayar 50 dirham gara-gara bertanya arah ke tempat penginapan kami. Tapi di kota Agadir, alhamduliillah kami tidak dikenakan biaya yang mahal. Kami hanya perlu membayar 10 dirham untuk jasa menghantar kami ke tempat pembelian tiket bus dan membawa kami sampai ke dalam bus dengan selamat.

1347887434185393214

Sebelum menaiki bus, kami sempat menikmati teh mint Maroko yang sangat menyegarkan. Teh mint dihidangkan dalam sebuah poci dengan daun mint segar dan blok gula putih untuk manambahkan rasa manis pada teh. Sosis bakar dan roti khas Maroko yang kami makan juga sangat enak. sebuah kombinasi yang mantap dengan teh mint hangat sambil menikmati suasana sore di kota Inezgane dengan hanya 16 dirham.

Baca juga:

Jalan Jalan ke Maroko 1

Jalan Jalan ke Hamburg 2

Jalan Jalan ke Hamburg 1

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | | 25 October 2014 | 17:32

ATM Susu …

Gaganawati | | 25 October 2014 | 20:18

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Serunya di Balik Layar Pemotretan Presiden …

Gatra Maulana | 12 jam lalu

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 14 jam lalu

Hatta Rajasa Tahu Siapa Bandit Migas …

Eddy Mesakh | 15 jam lalu

Presiden Jokowi, Ibu Negara, dan …

Sintong Silaban | 16 jam lalu

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Fakta & Rahasia Saya Tentang Buku …

Indria Salim | 13 jam lalu

Hanya Tontowi/Liliyana di Final Perancis …

Sapardiyono | 13 jam lalu

Pilih Steak Sapi New Zealand Atau Ramen …

Benny Rhamdani | 13 jam lalu

Upacara Adat Satu Suro Kampung Adat Cirendeu …

Sandra Nurdiansyah | 14 jam lalu

50 Yacht Luar Negeri “Serbu” …

Mustafa Kamal | 15 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: