Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Irfan Prabudiansyah

Blogger yang hobi traveling dan fotografi. Menyelesaikan studi S1 dan S2 di Institut Teknologi Bandung, selengkapnya

Tips Jalan-jalan ke Paris

REP | 22 December 2011 | 17:47 Dibaca: 4671   Komentar: 36   2

Kembali mengangkat tema perjalanan, kali ini saya ingin berbagi cerita dan tips jalan-jalan ke kota paris. Ya, Paris dengan segala cerita dan keindahannya merupakan salah satu tujuan wisata yang paling diminati oleh turis mancanegara. Tidak hanya di musim liburan tapi di musim ‘kerja’ pun paris selalu padat oleh pengunjung. Kami pun berkesempatan untuk mengunjungi ibu kota prancis ini pada musim semi lalu.

Berangkat dari Amsterdam pada malam hari dengan Bus international Eurolines, kami tiba di stasiun Gallieni, Paris, jam 7 pagi. Di sana kami langsung membeli tiket untuk keperluan perjalanan selama di Paris. Tersedia berbagai pilihan tiket untuk berbagai jenis transportasi. Ya, di sini banyak pilihan transportasi yang bisa digunakan mulai dari bis, metro, RER train, dan SNCF train. Di sediakan pula tiket khusus atau paket tour yang bernama Paris visite untuk 1-5 hari di zona dalam atau luar kota Paris. Bagi anda yang berencana untuk tinggal di Paris lebih dari 3 hari dan akan berkunjung ke luar kota, seperti disneyland dan versailles, sebaiknya membeli paris visite. Dengan tiket tersebut kita bisa mengunakan semua jenis transportasi di zona yang kita pilih. Selain itu kita juga bisa mendapatkan diskon untuk kunjungan ke beberapa museum. Info mengenai paris visite bisa dilihat di sini.

Metro dan kereta adalah transportasi yang paling banyak digunakan di paris. Selain karena harganya murah juga karena jangkauannya yang luas. Terdapat 14 jalur metro di kota paris, dari Line 1 sampai 14. Sedangkan untuk kereta terdapat empat jalur yang diberi nama RER A, B, C, dan D. Untuk mempermudah perjalanan selama di paris, sebaiknya anda membawa peta jalur metro dan kereta. Untuk peta jalur transportasi di paris bisa didownload di sini.

Day 1: Eiffel Tower, Champs Elysees, Arc de Triomphe

Lokasi pertama yang menjadi tujuan kami adalah simbol kota paris, menara eiffel. Untuk menuju ke sana, dari Stasiun Gallieni kita bisa naik metro line 6 dan berhenti di metro stop Bir Harkeim atau bisa juga naik train RER C menuju stasiun Champs de mars tour eiffel. Dari sana kita tinggal berjalan sekitar 200 meter menuju lokasi. Saran saya jika anda ingin berkunjung ke menara eiffel datanglah pagi-pagi karena pada siang hari dijamin anda harus mengantri hingga berjam-jam untuk membeli tiket. Bahkan di waktu-waktu liburan antrian pengunjung menara eiffel bisa sampai malam hari.

Eiffel tower

Antrian panjang di menara eiffel

Menara eiffel terdiri dari 3 lantai. Di setiap lantai tersedia loket pejualan tiket. Untuk menuju lantai 1 harga tiketnya adalah 5 euro, untuk lantai 2 harga tiketnya 8 euro, dan untuk menuju lantai tertinggi di puncak menara kita harus membayar lagi 12 euro. Lantai 1 dan 2 bisa ditempuh dengan tangga atau lift, tapi untuk menuju lantai paling atas harus menggunakan lift. Untuk menghemat energi gunakanlah lift, tapi bagi anda yang ingin sekalian berolahraga silakan naik tangga untuk menuju lantai 1 dan 2, dijamin sehat, hehe. Jika kecapen, haus, atau lapar, jangan khawatir karena Di lantai 1 dan 2 terdapat restoran kecil yang menyediakan makanan dan minuman. Dari puncak menara dengan tinggi 325 meter ini kita bisa melihat view kota paris yang luar biasa indah.

View utara kota paris dari puncak menara eiffel

View selatan kota paris dari puncak menara eiffel

Bagi anda yang tidak sempat masuk/naik menara eiffel atau malas mengantri, di sekitar lokasi terdapat lapangan rumput yang sangat luas yang bisa dijadikan tempat bersantai. Keindahan menara eiffel juga bisa kita nikmati pada malam hari. Sejak tahun 2002 menara yang dirancang oleh Gustave Eiffel ini dilengkapi dengan ribuan lampu pada badan menara dan juga lampu mercusuar pada puncak menara. Pada malam hari lampu-lampu tersebut dinyalakan di waktu-waktu tertentu.

Bersantai di atas rumput di sekitar menara eiffel

lampu-lampu menara eiffel dinyalakan pada malam hari

Menikmati keindahan Paris di malam hari

Lokasi selanjutnya yang kami kunjungi adalah Arc De Triomphe. Bangunan yang berbentuk gerbang ini berada tepat di tengah Place de Etoille. Dalam bahasa indonesia Arc De Triomphe berarti ‘gerbang kemenangan’. Untuk menuju ke sana kita bisa naik metro line 1 dan turun di metro stop Charless de Gaulie Etoille. Arc De Triomphe dibangun atas perintah Napoleon Bonaparte untuk memperingati kemenangan perangnya. Sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa tentara kebesarannya, nama-nama mereka diukir di gerbang Arc De Triomphe ini.

Arc De Triomphe di place de etoille

Dari Arc De Triomphe kami melanjutkan perjalanan menuju Champs Elysees. Ya, bagi anda yang ingin berbelanja di paris, di sinilah tempatnya. Champs Elysees adalah pusat perbelanjaan kota paris dan juga disebut sebagai salah avenue tepopuler di dunia. Untuk menuju ke sana Kita bisa berjalan kaki dari Arc De triomph atau bisa naik metro line 1 lalu turun di metro stop Champs Elysees Clemencau. Avenue sepanjang 2 km tersebut dapat ditempuh dengan berjalan sekitar 20 menit. Di kiri kanan sepanjang jalan terdapat toko2 mewah, cafe, restaurant, galeri, dll. Perjalanan di Champs Elysees mengakhiri petualangan hari pertama kami di paris.

Day 2: Musee De Louvre, Notre Dame

Hari kedua kami melanjutkan kunjungan ke salah satu museum terbesar dan terkenal di dunia yakni Musee de Louvre. Untuk menuju ke sana kita bisa naik metro line 1 dan Berhenti di metro stop musee de louvre. Di museum ini terdapat banyak hasil karya seniman terkenal dunia. Dulunya Musee de Louvre ini adalah istana raja, sehingga tidak heran jika semua ruangannya dipenuhi oleh karya-karya seni yang luar biasa. Salah satunya adalah lukisan monalisa karya leonardo da vinci. Di bagian luar museum terdapat pyramide kaca yang besar yang dibangun pada tahun 1989. Pyramide ini adalah pintu masuk utama ke dalam museum. Tiket Masuk ke dalam musee de louvre adalah 10 Euro. Museum ini sangat luas, kami menghabiskan waktu setengah hari untuk menjelajahi seluruh bagian dalam museum. Meskipun pegal dan cape, namun semua itu terbayar dengan keindahan dan nilai sejarah dari karya-karya seni di sana.

Bagian luar musee de louvre

Piramida kaca terbalik di bagian dalam mesee de louvre

Monalisa of Leonardo Da Vinci

Piramida de louvre pada malam hari

Tujuan kunjungan berikutnya adalah Notre dame yang terletak di Ile de la Cite. Untuk menuju ke sana kita bisa naik metro/RER hingga metro stop St.Michel Notre dame. Notre dame adalah Gereja katholik yang dibangun sejak abad ke-12. Gereja besar yang bergaya gothic ini disebut-sebut sebagai gereja dengan arsitektur terbaik di Eropa. Saat ini selain digunakan sebagai tempat wisata notre dame juga masih digunakan untuk misa.

Notre Dame Cathedral

Day 3: Versailles Palace and Park

Hari ketiga di paris, kami berkunjung ke istana Versailles. Istana Versailles terletak 20 km dari pusat kota paris. Untuk menuju ke sana kita bisa naik kereta jalur RER C dan Berhenti di station de versailles Rive Gauche. Dari sana kita bisa berjalan 10 menit untuk sampai di depan istana. Istana Versailles ini merupakan istana yang dibangun pada masa kekuasaan Raja Louis XIV. Istana ini adalah salah satu saksi bisu revolusi Prancis pada abad 18. Sayangnya akses/kunjungan ke dalam istana Versailles ditutup pada hari itu. Namun kedatangan kami tidaklah sia-sia karena kami masih bisa berkunjung ke taman istana versailles yang tak kalah indahnya. Taman dengan luas mencapai 100 hektar ini dibangun sekitar tahun 1600-an. Taman ini dirancang oleh Andre Le Notre dengan gaya simetris. Di taman ini terdapat berbagai jenis pohon, bunga, dan dihiasi oleh patung-patung yang artistik. Saking luasnya, Di taman ini disediakan jasa transportasi berupa mobil untuk tour atau mengelilingi taman. Kita bisa menghabiskan waktu hingga setengah hari untuk mengelilingi seluruh isi taman istana versailles ini.

Pintu masuk istana versailles

Taman istana versailles

Ya, demikianlah cerita perjalanan kami selama 3 hari di kota Paris. Semoga cerita dan tips ini bermanfaat bagi anda yang hendak berliburan ke sana.

Selamat jalan-jalan.

[i.prabudiansyah]

Baca juga:

Menyusuri Eksotisme Taman Tulip Belanda - Groningen City by Night - White Winter in Netherlands - Belanda Negeri Sepeda - Bertamu ke Stadion Santiago Bernabeu, Madrid - Cordoba, Satu Kota Seribu Cerita - Menyusuri Keindahan Kota Granada, Spanyol - Sejuta Pesona dari Barcelona - Menjelajahi Eksotisme Kota Roma - Florence dan Pisa dengan Segala Keajaibannya - Mengeksplore Keindahan Venezia, ‘Kota Seribu Kanal’- Milan, Surga bagi Para ‘Shopaholic’

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Lewis Hamilton Akhirnya Juara Dunia GP …

Hery | | 24 November 2014 | 21:17

Parade Foto Kompasianival Berbicara …

Pebriano Bagindo | | 24 November 2014 | 18:37

Maksimalkan Potensi Diri dan Gerak Lebih …

Kompasiana | | 21 November 2014 | 12:11

Berbisnis Buku Digital: Keuntungan dan …

Suka Ngeblog | | 24 November 2014 | 18:21

Olahraga-olahraga Udara yang Bikin Ketagihan …

Dhika Rizkia | | 11 November 2014 | 13:41


TRENDING ARTICLES

Lisa Rudiani, Cantik, Penipu dan Pencuri …

Djarwopapua | 6 jam lalu

Jokowi Menjawab Interpelasi DPR Lewat …

Sang Pujangga | 7 jam lalu

Tipe Kepemimpinan Jokowi-JK …

Gabriella Isabelle ... | 11 jam lalu

Tjiptadinata, Menang Karena Senang …

Felix | 14 jam lalu

Butuh Rahma Azhari untuk Bekuk Filipina? …

Arief Firhanusa | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Insomnia di Usia Lanjut …

Dian Fakhrunnisak | 8 jam lalu

Terima Kasih Guru …

Anugerah Oetsman | 8 jam lalu

Tak Pandai Masak? Mungkin Ini Solusinya …

Siti Zaidah | 8 jam lalu

“Menanti Sinetron Kejar Tayang dari …

Kosmas Lawa Bagho | 8 jam lalu

Membangun Brand Image Melalui Service …

Ika Nesiha | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: