Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Wijaya Kusumah

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta selengkapnya

Pasar Andir Bandung

REP | 04 January 2012 | 11:10 Dibaca: 1592   Komentar: 4   1

Usai sholat subuh biasanya jalan-jalan pagi di kota bandung. Kali ini saya jalan pagi dari rumah mertua di jamika menuju pasar andir. Kebetulan pasar andir letaknya tak jauh dari tempat saya menginap di bandung. Kira-kira 700 meter dari rumah mertua saya.

http://bandunglife.com/wp-content/uploads/2008/04/menunggu_pembeli.jpg

http://bandunglife.com/wp-content/uploads/2008/04/menunggu_pembeli.jpg

Di pagi buta itu pasar andir sudah ramai. Pasar ini memang sudah mulai ramai dari malam hari. Jalan sudirman serasa penuh dengan para pedagang dan pembeli. Bila melewati jalan ini, terasa benar kemacetannya. Kendaraan yang lewat harus berjalan pelan-pelan menyusuri jalan.

Hal yang saya senang dari pasar andir ini adalah jajanan paginya. Banyak kue-kue khas. Saya menamainya kue pagi khas rakyat parahiyangan. Sambil ngopi di pagi hari gak kerasa 4 gehu atau gorengan tahu dicampur tepung sudah masuk ke mulut dengan cepat.

Di pasar andir ini ada keponakan istri saya yang ikut berjualan makanan. Terkadang saya suka mampir ke warung kagetnya. Saya sebut warung kaget karena bukanya cuma sebentar. Sekitar jam 8 biasanya sudah balik ke rumah lagi. Biasanya buka usai sholat subuh atau jam 5 pagi. Jadi dihitung-hitung berdagangnya cuma 3 jam, tapi pemasukannya lumayan. Katanya dia bisa mengantongi keuntungan bersih rp.50.000.

Di pasar andir banyak penjual sayuran saya temui. Harganya murah-murah. Saya membeli jagung manis Rp.3000 dengan 5 jagung di dalam bungkusannya. Wah murah sekali! Padahal kemarin, waktu saya beli jagung di kawasan wisata gunung galunggung harganya sudah Rp.2500 per buah. Jadi kesimpulan saya belanja di pasar andir harga-harga barang yang dijual sangat murah. Kata keponakan saya banyak pembeli yang belanja untuk dijual lagi di warungnya atau pedagang gerobak sayur yang menjajakan dagangannya ke perumahan.

Jalan-jalan di sekitar pasar andir membuat saya melihat langsung geliat ekonomi rakyat di pagi hari. Transaksi keuangan terjadi di sini dengan sangat cepat, dan saya pun menjadi teringat dengan pasar tradisional lainnya yg sempat saya kunjungi seperti pasar bringharjo di Yogyakarta.

Akhirnya, jalan-jalan pagi di pasar andir bandung membuat saya belajar banyak tentang mereka yg mengais rezeki dari berdagang. Pergilah ke pasar dan akan kau temui pelajaran ekonomi secara langsung, dan bukan hanya dari buku.

Salam blogger persahabatan
Omjay
http://wijayalabs.com

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Membayar Zakat Fitrah di Masjid Turki, …

Gaganawati | | 27 July 2014 | 22:27

Kiat Menikmati Wisata dengan Kapal Sehari …

Tjiptadinata Effend... | | 27 July 2014 | 19:02

Indahnya Perbedaan :Keluarga Saya yang Dapat …

Thomson Cyrus | | 27 July 2014 | 19:45

Ini Rasanya Lima Jam di Bromo …

Tri Lokon | | 27 July 2014 | 21:50

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Temuan KPK: Pemerasaan Pada TKI Capai Rp 325 …

Febrialdi | 26 July 2014 22:14

KPK Lebih Dibutuhkan TKI Ketimbang TNI, …

Fera Nuraini | 26 July 2014 19:21

Taruhan Kali Ini Untuk Jokowi dan Demokrasi …

Hosea Aryo Bimo Wid... | 26 July 2014 19:19

Surat Lebaran untuk Emak …

Akhmad Mukhlis | 26 July 2014 14:40

Daftar Kompasioner yang Berkualitas …

Hendrik Riyanto | 26 July 2014 13:29

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: