Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Masykur A. Baddal

.:: Berbagi untuk kemajuan bersama, demi kemajuan bangsa ::. ….Pernah bermukim di negeri kinanah/Mesir +/- 30 selengkapnya

Menelusuri Bendungan Raksasa Aswan di Selatan Mesir

REP | 27 January 2012 | 22:08 Dibaca: 3247   Komentar: 11   4

1327654800569809176

Pemandangan umum Danau Nasser, bersebelahan dengan bendungan Aswan

By. Masykur A. Baddal - Bendungan Aswan terletak di propinsi Aswan, yang berada di bagian selatan negeri Mesir. Propinsi Aswan berbatasan langsung dengan negeri Sudan. Ibukota dari propinsi ini adalah Aswan. Jarak antara Cairo dengan kota Aswan sekitar 926km, dapat ditempuh dengan menggunakan bis wisata, kereta api atau pesawat udara.

Meskipun di kota Aswan banyak terdapat peninggalan sejarah kerajaan Fir’aun. Namun, keberadaan bendungan raksasa ini, tidak kalah menariknya jika dibandingkan peninggalan-peninggalan bersejarah kuno lainnya. Bendungan Raksasa Aswan atau dalam bahasa setempat disebut El Sad El ‘Aly, termasuk salah satu prestasi  terbesar ummat manusia di abad ke dua puluh.

1327655016263092292

Sisi lain dari keindahan aswan

Banyak wisatawan manca negara, maupun lokal menghabiskan hari libur mereka di sekitar lokasi bendungan. Fungsi bendungan Aswan adalah, menghambat laju air dari danau Nasser menuju ke sungai Nil. Sehingga dengan demikian, di tepi danau Nasser banyak terdapat resort-resort wisata kelas dunia. Begitu juga kapal pesiar yang sekaligus berfungsi sebagai hotel berbintang, siap membawa wisatawan untuk mengarungi danau tersebut sambil singgah di beberapa titik tertentu, guna melihat secara langsung peninggalan-peninggalan sejarah Fir’aun yang banyak terdapat di lokasi itu.

Bendungan Aswan mulai dibangun pada tahun 1960, yaitu pada masa pemerintahan Presiden Gamal Abdel Nasser. Pembangunan bendungan raksasa tersebut mendapat support langsung dari pemerintah Uni Sovyet, yaitu dengan mengirim 400 orang ahli konstruksi bendungan ke negera piramida itu. Disamping bantuan finansial lainnya yang berjumlah milyaran dollar. Proses pembangunan bendungan Aswan selesai pada tahun 1968. Kemudian pada tahun 1970, dilanjutkan dengan pemasangan dua belas unit turbin raksasa pembangkit tenaga listrik di sekitar bendungan Aswan. Sehingga, pada tahun 1971 bendungan dan ke dua belas unit turbin raksasa itu diresmikan penggunaannya secara nasional.

Adapun manfaat yang diperoleh oleh rakyat Mesir dari pembangunan bendungan Aswan sangat banyak. Diantaranya, melindungi wilyah aliran sungai Nil dari bahaya banjir tahunan, akibat debit air yang melimpah pada musim panas yang datang dari alur sungai Nil di Afrika. Bendungan ini, juga membuka ketersediaan areal pertanian hijau yang lebih luas, sehingga membantu dalam peningkatan produksi pertanian Mesir. Rakyat Mesir, juga menikmati suplai energi listrik murah dan besar, dihasilkan dari turbin raksasa di bendungan tersebut. Bahkan, mereka dapat mengekspornya ke beberapa negara tetangga sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi negara.

1327655098293774461

Pemandangan sejuk di salah satu sisi Propinsi Aswan

Karakteristik masyarakat Mesir yang tinggal di propinsi Aswan, secara fisik memang terlihat beda. Penduduk Aswan rata-rata memiliki perawakan tubuh dan kulit mirip dengan penduduk benua Afrika lainnya, yaitu berkulit gelap, namun sangat ramah dengan para tamu. Justeru dari segi fisik, mereka lebih dekat dengan perawakan rakyat Sudan. Sedangkan rakyat Mesir yang tinggal di bagian utara negeri itu, rata-rata berkulit terang, karena sudah terjadi persilangan dalam keturunan mereka.

Suhu udara rata-rata pada saat musim panas di Aswan adalah antara 45c - 60c, sedangkan di wilayah utara negeri Mesir berkisar antara 29c - 35c. Sehingga dengan perbandingan mencolok itu, dari pengalaman kami sebelumnya berwisata ke tempat itu, waktu ideal untuk bepergian ke Aswan adalah sekitar bulan September sampai dengan Desember.

Propinsi Aswan, juga memiliki karakteristik alam yang sangat romantis serta memposona. Karena memadukan antara kegersangan padang pasir dan batu cadasnya, dengan pemandangan hijau nan sejuk disepanjang lembah Nil, yang banyak ditumbuhi berbagai jenis tanaman dan phon kurma. Sehingga sangat ideal bagi pasangan yang sedang berbulan madu atau untuk event-event tertentu keluarga. Penasaran….??

Salam.

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kompetisi Tiga Ruang di Pantai-Pantai Bantul …

Ratih Purnamasari | | 18 September 2014 | 13:25

Angkot Plat Kuning dan Plat Hitam Mobil …

Akbarmuhibar | | 18 September 2014 | 19:26

Koperasi Modal PNPM Bangkrut, Salah Siapa? …

Muhammad | | 18 September 2014 | 16:09

Tips Hemat Cermat selama Tinggal di Makkah …

Sayeed Kalba Kaif | | 18 September 2014 | 16:10

Nangkring dan Test Ride Bareng Yamaha R25, …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 06:48


TRENDING ARTICLES

TKI “Pejantan” itu Jadi Korban Nafsu …

Adjat R. Sudradjat | 11 jam lalu

Penumpang Mengusir Petinggi PPP Dari Pesawat …

Jonatan Sara | 12 jam lalu

Modus Baru Curanmor. Waspadalah! …

Andi Firmansyah | 13 jam lalu

Bogor dan Bandung Bermasalah, Jakarta …

Felix | 13 jam lalu

Kejahatan di Jalan Raya, Picu Trauma …

Muhammad | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Pangeran Samudera …

Rahab Ganendra | 7 jam lalu

Menumbuhkan Budaya Malu antara Bersubsidi …

Van_nder | 8 jam lalu

“Ulah Meuli Munding …

Asep Rizal | 8 jam lalu

Dari Cerita Rakyat Ikan Tapa Malenggang, …

Muhammad Aris | 8 jam lalu

Awalnya Peduli, Lama-lama Mencuri …

Dina Agustina | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: