Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Masykur A. Baddal

.:: Berbagi untuk kemajuan bersama, demi kemajuan bangsa ::. ….Pernah bermukim di negeri kinanah/Mesir +/- 30 selengkapnya

Menyaksikan Keajaiban Terusan Suez Memisahkan Benua Afrika dan Asia

REP | 28 January 2012 | 20:48 Dibaca: 12535   Komentar: 4   2

13277362402146355180

Pemandangan ruas Terusan Suez yang membelah pemukiman penduduk, di wilayah Port Said.

By. Masykur A. Baddal - Berwisata di sekitar kota Suez, yang mejadi gerbang masuk ke benua Eropa dari arah Laut Merah melalui terusan Suez Mesir, yang memisahkan benua Asia dan Afrika, tentu saja mempunyai daya tarik tersendiri. Di samping karena air Laut Merah yang jernih berwarna kebiru-biruan, karena tingginya kandungan garam di perairan itu. Dan ombak lautan yang tidak begitu besar sehingga dianggap cocok sebagai lokasi wisata keluarga. Ditambah dengan pemandangan eksotis yang memadukan warna pasir putih pantai, dengan karang kuning khas padang pasir.

1327736355917385903

Pemandangan jalur terusan Suez dari arah Jembatan Perdamaian (sis.gov.eg)

Di sepanjang tepi pantai yang berbatasan langsung dengan kota Suez, banyak terdapat resort-resort kelas dunia yang menawan, dengan fasilitas berkelas bintang lima yang wah. Umumnya adalah investasi dari beberapa negara Eropa, seperti Italia, Spanyol dan Perancis. Sehingga terlihat banyak wisatawan dari negara tersebut yang menghabiskan liburan akhir pekan di resort Laut Merah itu.

Dari catatan sejarah,  terusan Suez dianggap sebagai salah satu Maha Karya anak manusia abad ke-19. Pembangunan terusan yang diprakarsai oleh Ferdinand de Lesseps berwarga Perancis, yang juga karib dari penguasa Mesir waktu itu Mohamed Saed Basha. Mega proyek ini, mempekerjakan sebanyak  25.000 orang buruh per bulan, yang sebagaian besar adalah warga Mesir. Pengerjaan penggalian terusan Suez memakan waktu 10 tahun, dimulai pada tahun 1859 dengan meangambil titik awal di kota Port Said dan berakhir di daerah Shaloufa arah Laut Merah pada 15 Agustus 1869. Dikarenakan banyaknya jumlah buruh, serta penanganan kesehatan yang tidak optimal, menyebabkan jumlah kematian buruh cukup tinggi, mencapai 125.000 jiwa. Masing-masing akibat terserang wabah kolera dan cacar.

1327736481508701581

Peta penggalian terusan (sis.gov.eg)

Selama masa pengerjaan 10 tahun itu, telah berhasil dikeluarkan galian pasir dari sepanjang terusan sebanyak 74 juta meter kubik pasir gurun. Serta memakan biaya sebesar 369 juta Franc Perancis, Wow….! Panjang terusan Suez secara keseluruhan mencapai 165km, lebar 190m dengan kedalaman dasar terusan 58 kaki. Pada 16 Nopember 1869 terusan Suez telah dibuka secara resmi, yang didahului dengan menggelar pesta super mewah bernuansa kisah 1001 malam dengan beragam pernak perniknya. Serta dihadiri oleh sejumlah penguasa dan raja-raja dunia saat itu.

Selama proses pengalian terusan Suez, banyak terdapat rintangan dan tantangan. Baik berasal dari internal penguasa Mesir saat itu, maupun dari Kerajaan Inggeris. Karena merasa terganggu akan masa depan kemaslahatan koloni mereka di Afrika. Inggeris adalah penguasa wilayah Tanjung Pengharapan Afrika, di mana pada masa itu, semua armada dan kapal-kapal dagang harus melewati wilayah itu sebagai jalan satu-satunya untuk mecapai Asia. Namun setelah Ratu Perancis turun tangan, masalah tersebut dapat terselesaikan dengan damai.

Pemasukan devisa negara Mesir yang bersumber dari terusan Suez sangat besar, walaupun jumlahnya terkadang tergantung banyak tidaknya kapal yang berlalu melalui terusan itu. Pemasukan tahun 2010 menurut informasi dari sis.gov.eg dibukukan sebesar USD 4.8 Milyar. Rekor pembayaran fee tertinggi penyeberangan, tercatat pada tanggal 7 September 2011 oleh kapal Italia berbobot mati 59.000 ton, dengan fee sebesar USD 2.028.000 juta untuk sekali penyeberangan, ckckckc…geude.

Kota Suez berjarak sekitar 125km dari Cairo, dan merupakan wilayah resort wisata laut merah terdekat yang bisa dicapai dari kota Cairo. Perjalanan dari kota Suez dapat dilakukan dengan kendaraan pribadi atau bis wisata yang hanya memakan waktu 50 menit, karena sudah tersedianya jalan tol ke arah tersebut.

13277366251826941052

Porto Soukna salah satu resort termegah di sekitar Suez (foto: portosoukna.com.eg)

Berwisata ke daerah sekitar Suez seperti Ain El Soukna dan Zafaran sangat menarik, karena di samping dapat menelusuri tempat-tempat terjadinya sejarah modern ummat manusia, juga sambil menikmati indahnya nuansa pemandangan laut merah, pemandangan bawah laut serta karang-karang merah padang pasir yang sangat langka. Tentu saja sambil berenang dan berjemuran di pantainya. Di samping ditunjang oleh kenyamanan fasilitas resort dan hotel berbintang di sekitar pantai laut. Sehinnga kebijaksanaan anda untuk memboyong keluarga berwisata di daerah tersebut kami anggap sangat tepat. Beraaaani…??

Salam.

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Saat Hari Anak Nasional Terlupakan oleh …

Topik Irawan | | 23 July 2014 | 18:53

Parcel Lebaran Dibuang ke Jalan …

Roti Janggut | | 23 July 2014 | 17:43

Efek Samping Kurikulum “Cepat Saji” …

Ramdhan Hamdani | | 23 July 2014 | 18:46

Mengejar Sunset dan Sunrise di Pantai Slili …

Tri Lokon | | 23 July 2014 | 20:12

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Akhirnya Prabowo-Hatta Melangkah ke MK …

Bang Pilot | 2 jam lalu

(Saatnya) Menghukum Media Penipu …

Wiwid Santoso | 3 jam lalu

Setelah Kalah, Terus Apa? …

Hendra Budiman | 3 jam lalu

Jokowi Raih Suara, Ahok Menang Pilpres …

Syukri Muhammad Syu... | 4 jam lalu

Kata Ahok, Dapat Jabatan Itu Bukan …

Ilyani Sudardjat | 12 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: