Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Heru Legowo

Seorang yang suka sesuatu hal yang baru, yang menantang fisik, kecerdasan dan yang penting segala selengkapnya

Misteri Alun-Alun Kidul Jogjakarta

REP | 03 February 2012 | 16:22 Dibaca: 2160   Komentar: 0   0

13282858751381029566Jogyakarta menyimpan begitu banyak places of interest. Sebagai kota budaya dan ilmu pengetahuan dan tujuan wisata ke dua di Indonesia setelah Bali, Jogja memiliki keunikan tersendiri. Ada saja hal-hal kecil dan menarik yang menimbulkan sensasi jika anda datang ke Jogja. Salah satunya adalah Alun-alun Kidul Keraton Jogja. Jika di utara ada alun-alun utara yang selalu menjadi lokasi shalat Iedul Fitri dan di sebelah kanannya ada Masjid Kauman yang arah qiblatnya dikoreksi oleh Kyai Haji Achmad Dahlan pendiri Muhammadiyah, maka di Alun-alun Selatan menyimpan misteri ringin kurung (dua pohon beringin berdampingan yang di kurung dengan tembok putih dan menjadi pintu gerbang istana).

Sore itu saya mengajak anak-anak ke alun-alun Selatan. Legenda-nya adalah barang siapa yang dapat berjalan melewati tengah di antara ke dua ringin kurung dengan mata tertutup, maka dipercaya keinginannya akan terkabul. Dan di ujung sore yang mendung itu, kami disana. Banyak orang yang mencoba berjalan dengan mata tertutup dan berusaha berjalan melalui ke dua ringin kurung itu.

13282852831467036325

Ringin Kurung di Alun-Alun Kidul di belakang Keraton Jogya

Saya penasaran dan iseng-iseng ingin mencoba. Di tepi jalan persis di depan gerbang istana, ada beberapa yang menyewakan alat penutup mata dari kain hitam, harga sewanya satu buah Rp. 4.000,- sampai selesai. Dan setelah memasang penutup mata, saya berdiri pada jarak + 50 meter dari ringin kurung. Setelah menentukan arah, saya meyakinkan diri berjalan melangkah maju dengan pasti. Begitu banyak orang yang berada di lokasi ringin kurung dan suara bicaranya yang cukup keras, membuat konsentrasi tidak fokus.

1328285806466547432Dan begitulah, pada beberapa langkah awal berjalan biasa saja. Mata tertutup ternyata mempengaruhi konsentrasi. Saya jadi membayangkan bagaimana Deddy Coubuzir menyetir mobil di jalan raya dengan mata tertututp. Luar biasa!

Dan saya terus berjalan perlahan tetapi pasti. Entah mengapa saya merasa yang di sebelah kanan saya terasa lebih dingin, gelap dan berat daripada yang di sebelah kiri. Saya mencoba merasakan situasi ini dan barangkali inilah yang membuat saya bergeser melangkah lebih ke arah kiri. Rasanya memang saya melenceng kekiri. Saya mencoba mengoreksi untuk lebih ke kanan. Beberapa kali koreksi ini saya lakukan, untuk menjaga arah lurus, diantara ke dua pohon beringin..

Lalu tiba-tiba saja dahi saya sudah menyentuh akar-akar gantung pohon beringin yang di sebelah kiri! Saya membuka penutup mata, dan suara anak-anak ngeledek bapaknya. Ternyata saya melenceng jauh dan berada pada sudut kiri terluar, dari pohon beringin yang di sebelah kiri. Waaa … jauh amat melencengnya!

13282860081010300190

Horeeee ….. Adella berhasil !

Saya mencoba lagi, karena penasaran. Kali ini lebih konsentrasi dan focus. Tetapi tetap saja melenceng, lagi-lagi ke arah kiri. Setelah pada percobaan ke empat baru saya dapat melalui ditengah ke dua ringin kurung tadi. Kali ini justru agak ke sebelah kanan. Barangkali koreksinya terlalu banyak sehingga lebih ke kanan. Anak saya mencoba juga dan memang lebih ke arah kiri. Hanya saja mereka cepat berkonsentrasi dan pada usaha ke dua mereka berhasil melalui ringin kurung dengan baik.

13282851941369141687

Layla & Meral turis dari Istambul Turki

Selesai dan berhasil dengan percobaan ini dua orang turis dari Turki Layla dan Meral mendekati kami dan bertanya, maksudnya apa kalian berjalan dengan mata tertutup? Saya jelaskan kepada mereka dan saya tawarkan penutup mata saya agar mereka mau mencoba. Tetapi mereka menolak : “Kalau saya tidak berhasil melewati nanti saya tidak beruntung, begitu?” Ya enggak sih, just for fun lah. Tetapi mereka enggak mau, ya sudah. Ternyata mereka sudah 6 kali ke Indonesia. Oh, pantas …

Di sekeliling alun-alun kidul ada puluhan becak yang dimodifikasi menjadi semacam dokar yang digerakkan oleh penumpangnya sendiri dengan cara menggowes bersama-sama. Saya lupa menanyakan namanya apa. Sewanya Rp. 15 ribu untuk satu putaran berkeliling alun-alun Kidul. Kalau malam hari diberi lampu warna-warni, membuat semarak Alun-alun Kidul.

Sekali-kali anda harus ke sini deh

13282853831359839499

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Airin Menjawab Kritik Kinerja [HUT ke-6 Kota …

Gapey Sandy | | 26 November 2014 | 07:09

Rembug Provinsi, Ajang Dialog Menata Jakarta …

Nur Terbit | | 26 November 2014 | 15:41

Nangkring bareng Litbang Kementerian …

Kompasiana | | 25 November 2014 | 19:25

Minta Maaf Saja Tidak Cukup, PSSI! …

Achmad Suwefi | | 26 November 2014 | 11:53

Tulis Ceritamu Membangun Percaya Diri Lewat …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 14:07


TRENDING ARTICLES

Ini Kata Menpora Terkait Gagalnya Timnas …

Djarwopapua | 7 jam lalu

Teror Putih Pemecah Partai Politik …

Andi Taufan Tiro | 8 jam lalu

Pak JK Kerja Saja, Jangan Ikutan Main di …

Hanny Setiawan | 9 jam lalu

Kisruh Golkar, Perjuangan KMP Menjaga …

Palti Hutabarat | 14 jam lalu

Golkar Lengserkan Aburizal Bakrie, Babak …

Imam Kodri | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Car Free Day Bintaro: Cara Tangerang Selatan …

Kevinalegion | 8 jam lalu

Swiss, Aku Datang! …

Imam Hariyanto | 9 jam lalu

PSSI dan “Anjing Jalanan” …

Rizal Marajo | 9 jam lalu

Salah Satu Pahlawan Penyelamat Generasi …

Megantari Putri Gun... | 9 jam lalu

Berawal dar Tantangan Petani …

Anugrah Fitradi | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: