Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Noviaji Joko Priono

Keturunan Jawa, lahir di Sampit. Kontributor di www.kotasampit.com || Environmental Health Student Association (ENVIHSA) Universitas Indonesia selengkapnya

Keindahan Sampit, Kalteng yang Mulai Hilang di Telan Waktu

OPINI | 05 February 2012 | 15:00 Dibaca: 1420   Komentar: 8   1

1328406827853132917

Dok: M. Syaiful Fuadi (Pusat Perbelanjaan Mentaya di Sampit)

Indah bukan foto di atas.  Itu foto pusat perbelanjaan mentaya namanya, diambil oleh temanku M. Syaiful saat malam hari.  Wah, jika malam tempat ini memang menjadi pilihan untuk pergi nongkrong atau sekedar nongkrong sambil mencari makan atau memancing. Tempat ini berada di pinggiran kota Sampit. Bayangkan, pinggirannya saja seindah ini apalagi pusat kotanya Namun foto ini tidak akan kalian temukan di pencarian google.com. Yah silahkan saja kalian cek.

Enak rasanya hidup dijaman seperti sekarang ini. Jaman dimana segalanya dapat ditelusuri memalui dunia maya. Kita dapat berbicara/chat, berkirim pesan dan lain sebagainya hanya melalui internet. Selain lebih efektif dan efesien, tentunya juga lebih murah dari segi ekonomi. Kita tidak perlu repot-repot menemui teman kita jika hendak sekedar bertatap muka atau ngobrol. Pada saat ini saya mencoba menjelajahi kota kelahiran saya, Sampit melalui google.com. Google.com merupakan salah satu search engine terkemuka di dunia. Di dalam google.com akan banyak ditemukan informasi mulai tulisan, gambar hingga video terkait kata kunci yang kita tuliskan dan selama masih ada seseorang yang mempublikasikan terkait kata kunci tersebut. Saya memulainya dengan kata kunci “Sampit”. Hasil yang saya temukan adalah sebagai berikut:

13284066481618374671

Dok: Google (Hasil Pencarian dengan kata kunci

Selain dari gambar di atas saya juga cukup menelusuri bagian Penelusuran yang terkait dengan sampit dan hasilnya adalah sebagai berikut.

video kerusuhan sampit

tragedi sampit vs madura

video sampit

sampit dayak vs madura

peta sampit

sampit kalimantan tengah

kerusuhan sampit

konflik sampit

Sedih rasanya ketika mencoba mencari google.com mayoritas informasi yang saya temukan adalah sebuah tragedy memilukan 11 tahun yang lalu. Sebuah tragedy yang hingga sekarang sangat membantu mengenal Sampit khuhusnya dalam tragedy Sampit pada tahun 2001. Memang masih ada beberapa informasi yang bersumber di radarsampit.com terkait masalah ekonomi dan lainnya. Namun, jika mencoba melakukan pencarian dengan kata kunci “Sampit” pada kategori pencarian gambar, maka hasil yang saya temukan adalah sebagai berikut:

13284054091763611396

Dok: Google (Hasil Pencarian dengan kata kunci

Hal itu sangat berbeda jauh jika kita mencoba mengetikkan melalui search engine yang sama dengan kata kunci “Bali” atau beberapa kota lainnya. Alhasil, gambar yang ditampilkan sangatlah bagus. Pencarian menunjukkan keadaan pemandangan yang sangat indah dan itu sangat mempengaruhi orang-orang untuk berkunjung ke daerah tersebut.

13284058502018030575

Dok: Google (Hasil Pencarian dengan kata kunci

13284059211984544977

Dok: Google (Hasil Pencarian dengan kata kunci

13284060191520253537

Dok: Google (Hasil Pencarian dengan kata kunci

Hasil pencarian kota-kota tersebut, yang berada di sekitar Sampit pun menunjukkan aura positif.  Lalu mengapa hanya Sampit saja yang auranya negatif. Kemudian saya mencoba melihat juga dengan kata pencarian kota-kota konflik seperti Aceh, Papua , Madura dan Posa.  Hasilnya adalah sebagai berikut:

13284062122068874496

Dok: Google (Hasil Pencarian dengan kata kunci

13284062721487930168

Dok: Google (Hasil Pencarian dengan kata kunci

1328406328434834550

Dok: Google (Hasil Pencarian dengan kata kunci

1328406383545302408

Dok: Google (Hasil Pencarian dengan kata kunci

Mungkin nasib Sampit sama dengan Poso, yang dari hasil pencarian menunjukkan gambar-gambar seram.  Kemudian jika kita menuliskan kata pencarian dengan kata “tragedy”, “kerusuhan” maka Sampit akan selalu hadir dalam pencarian dan menempatkan posisinya pada jajaran teratas. Sungguh sedih rasanya kesan yang diterima dan mengindikasikan bahwa Sampit adalah sebuah kota yang seram dan selalu seram. Entah kapan kesan seram itu akan hilang dari Sampit.

1328406487387856718

Dok: Google (Hasil Pencarian dengan kata kunci

132840655780842570

Dok: Google (Hasil Pencarian dengan kata kunci

Melalui tulisan ini saya mencoba mengembalikan image Sampit sebagai sebuah kota yang telah aman, damai dan sentosa. Sudah tak ada lagi kasus yang ditemukan terkait pembunuhan dan sejenisnya. Bulan Februari merupakan bulan tragedy tersebut sekaligus bulan perdamaian bagi Sampit. Seandainya kompasianer berada di Sampit maka saya jamin akan merasakan nikmatnya hidup. Insya Allah anda akan merasakan hidup bahagia dengan keluarga Anda karena hidup di Sampit tidak membuang-buang waktu layaknya hidup di kota-kota besar yang kerap kali waktu terbuang karena macet.

Kapan Sampit tidak dikenal dengan kata-kata tragedi atau kerusuhan?  Kapan ketika Saya menyebutkan kata Sampit, orang-orang tidak lagi memandangnya kepada sesuatu yang mengerikan? Saya berharap teman-teman mulai menghilangnkan pandangan negatif terhadap Sampit.

Bonus Foto

13284083381325857946

Dok : M. Syaiful Fuadi (Pantai Ujung Pandaran, Teluk Sampit)

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Forest Mind: Menikmati Lukisan di Tengah …

Didik Djunaedi | | 22 October 2014 | 22:20

“Yes, I’m Indonesian” …

Rahmat Hadi | | 22 October 2014 | 10:24

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24

Presiden Jokowi Melanggar Hukum? …

Hendra Budiman | | 22 October 2014 | 17:46

Apakah Kamu Pelari? Ceritakan di Sini! …

Kompasiana | | 25 September 2014 | 11:05


TRENDING ARTICLES

Ketika Ruhut Meng-Kick Kwik …

Ali Mustahib Elyas | 9 jam lalu

Antrian di Serobot, Piye Perasaanmu Jal? …

Goezfadli | 9 jam lalu

Mengapa Saya Berkolaborasi Puisi …

Dinda Pertiwi | 10 jam lalu

MH370 Hampir Pasti akan Ditemukan …

Tjiptadinata Effend... | 10 jam lalu

Waspada Scammer di Linkedin, Temanku Salah …

Fey Down | 10 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: